
Cryill yang tadi sudah diijinkan oleh Denzel untuk berkenalan dengan Tevy, dia langsung saja melangkahkan kakinya kearah ranjang Kakaknya.
Ketika sudah sampai disamping ranjang, Cryill langsung saja berdeham untuk memulai berbicara dengan Tevy.
" Ehem ",, kata Cryill kepada Tevy sebelum memulai berkenalannya dengan Tevy.
" Salam kenal Kakak ipar, saya adiknya Kak Denzel, nama saya Cryill ",, kata Cryill kepada Tevy dengan nada yang sangat ramah dan bersahaja sekali.
Tevy yang melihat sikap sopan dari Cryill dia lalu mencoba untuk duduk dari rebahannya, dan Denzel yang melihatnya dia langsung saja membantu Tevy untuk duduk.
Cryill belum bisa melihat dengan jelas wajahnya Tevy, sebab rambut kepalanya Tevy sedang menjuntai kedepan dan menutupi wajahnya Tevy ketika Tevy sedang berusaha untuk duduk dari rebahannya.
" Terimakasih ",, kata Tevy dengan masih bernada lemas kepada Denzel.
" Sama-sama ",, jawab Denzel sambil tersenyum dan sambil juga merapikan rambutnya Tevy kebelakang telinganya Tevy.
Cryill yang melihat adegan romantis seperti itu dari Kakaknya, dia langsung saja reflek sedikit membuka mulutnya, karena tidak menyangka jika Kakaknya bisa bersikap selembut itu.
Karena setahu Cryill jika Kakaknya tidak mempunyai sifat lembut sama sekali.
" Saya minta tolong, bisakah anda menguncir rambut saya kebelakang?? ",, tanya Tevy kepada Denzel sambil menatap Denzel.
Sebab Tevy yang ingin menguncir rambutnya tapi sedikit kesulitan karena tangannya Tevy masih ada jarum infusnya.
" Boleh, sebantar ",, jawab Denzel kepada Tevy, dan Denzel langsung saja mengambil seperti kawat kecil yang ada dilaci meja samping ranjangnya untuk mengikat rambutnya Tevy.
Iya kawat kecil, sebab Denzel tidak mempunyai kuncir rambut.
Cryill dia masih diam saja, seperti syok sambil terus melihat adegan penuh emosional yang sedang dipertunjukkan oleh Kakaknya itu.
Denzel yang sudah mengambil kawat kecil itu, dia langsung saja berusaha sebisanya untuk menguncir rambut panjangnya Tevy dengan sangat pelan-pelan sekali.
Mata mereka saling mengunci satu sama lainnya, ketika Denzel sedang berusaha mengucir rambutnya Tevy dari posisi depan.
Melihat wajahnya Tevy begitu dekat sekali dengannya, Denzel lalu perlahan tapi pasti dia pelan-pelan mendekatkan wajahnya kewajahnya Tevy tanpa memperdulikan jika masih ada adiknya yaitu Cryill didalam kamarnya.
Denzel sangat terbuai sekali melihat wajahnya Tevy, sampai-sampai dia bisa melupakan jika masih ada Cryill diantara mereka.
Ketika wajahnya Denzel sudah satu inci berada didepannya Tevy, dan hampir saja bibirnya Denzel bersentuhan dengan bibirnya Tevy.
__ADS_1
Cryill yang sudah tidak tahan melihat adegan mesra dari sang Kakak, dan juga sudah tidak tahan dijadikan obat nyamuk seperti itu, dia langsung saja berdeham dengan sangat keras sekali untuk menyadarkan Denzel dan juga Tevy.
Tevy sama halnya dengan Denzel, dia jantungnya yang tiba-tiba berdegub dengan sangat kencang sekali ketika melihat wajahnya Denzel dengan sangat dekat sekali, membuatnya hanya mampu diam saja ketika Denzel ingin mencoba menciumnya.
Baik Denzel maupun Tevy mereka berdua langsung saja mengalihkan pandangan mereka ketika mendengar dehamannya Cryill yang langsung menyadarkan mereka berdua.
Dan Denzel langsung saja menunjukkan wajah marahnya kepada Cryill karena baru saja merusak kesenangannya.
Tevy dan Cryill mereka berdua langsung saja pada saling melototkan matanya ketika sudah melihat wajah dari mereka masing-masing.
" Kamu!! ",, kata Cryill ketika sudah melihat dengan sangat jelas sekali wajahnya Tevy sambil menunjuk Tevy.
" Anda?? ",, kata Tevy kepada Cryill juga sambil menunjukkan wajah yang terkejut juga.
Denzel yang bingung dia langsung saja bertanya kepada Cryill.
" Apa kamu sudah mengenal Tevy?? ",, tanya Denzel kepada Cryill.
Cryill yang ditanya oleh Kakaknya, dia langsung saja mengalihkan pandangannya kearahnya Denzel.
" Kak, benar dia perempuan yang Kakak cintai?? ",, tanya balik Cryill kepada Denzel.
" Maksudnya apa sih??, siapa yang dicintai siapa?? ",, kata batinnya Tevy sambil terus memperhatikan dua orang laki-laki yang ada didepannya.
" Memangnya kenapa??!! ",, tanya Denzel kepada Cryill.
" Mendingan Kakak jauhi dia deh Kak, dia itu kejam dan kasar sekali ",, jawab Cryill kepada Denzel.
" Maksud kamu apa sih?? ",, tanya Denzel lagi kepada Cryill dengan wajah yang semakin bingung saja.
Sedangkan Tevy dia langsung saja tersenyum kecil ketika mendengar perkataannya Cryill yang baru saja tadi dikatakan kepada Denzel.
" Apa Kakak ingat, dua bulan yang lalu ketika aku baru saja pulang, Kakak melihatku dengan badan dan wajah aku yang memar semua??, serta aku juga mengalami demam selama tiga hari karena kaki aku ada yang kesleo?? ",, kata Cryill kepada Denzel.
" Iya aku ingat ",, jawab Denzel kepada Cryill sambil melirik kearahnya Tevy.
" Itu semua ulah perempuan ini Kak, ayolah Kak suruh dia pergi saja dari dalam mansion ini, aku takut jika Kakak menikah dengan dia, nanti malah tulang-tulangnya Kakak yang dipatahin oleh dia ",, kata Cryill lagi kepada Denzel dengan nada yang sedikit ketakutan sambil menunjuk kearahnya Tevy.
Tevy langsung saja tertawa ketika melihat Cryill masih ketakutan kepadanya seperti terakhir kali mereka bertemu.
__ADS_1
Dan Tevy akhirnya mengerti, jika Cryill mengira kalau dirinya dalah calon istri dari Kakaknya yaitu Denzel.
" Mari bermain lagi denganku Tuan Cryill ",, kata batinnya Tevy disela-sela tertawanya.
Mendengar suara tawanya Tevy, Cryill dan Denzel mereka berdua langsung saja mengalihkan pandangan mereka kearahnya Tevy.
" Masih takut ternyata anda Tuan Cryill, nama anda Cryill kan tadi anda bilang ",, kata Tevy kepada Cryill sambil tersenyum kecil.
" Kamu kenal juga Tevy dengan adik saya ini?? ",, tanya Denzel gantian kepada Tevy.
" Tidak Tuan..... ",, jawab Tevy kepada Denzel.
Dan ketika Tevy memanggil Denzel dengan panggilan Tuan, Cryill malah lebih terkejut lagi.
" Tuan???!!! ",, kata Cryill dengan nada yang sangat terkejut sekali.
" Memangnya kenapa??, itu panggilan kesayangan saya untuk Kakak kamu?? ",, kata Tevy kepada Cryill sambil sengaja berakting didepannya Cryill.
Karena Tevy sangat menyukai wajah ketakutannya Cryill yang seperti itu.
Sedangkan Denzel dihatinya merasa sangat senang sekali, ketika Tevy berkata seperti itu.
Bahkan Denzel dia tersenyum sangat tipis sekali sebagai ungkapan rasa senang atas perkataannya Tevy tadi kepada Cryill.
Cryill langsung saja memajukan bibirnya seperti perempuan ketika mendengar jawabannya Tevy tadi kepadanya, sebab Cryill berharap jika Tevy bukanlah calon Kakak Iparnya.
" Apa Tuan mau tahu, kenapa adik anda ini sangat ketakutan sekali melihat saya?? ",, kata Tevy kepada Denzel sambil menunjuk kearahnya Cyrill.
Dan Denzel langsung saja mengangguk kecil kepada Tevy.
" Siapa yang takut, saya tidak takut dengan anda!! ",, jawab Cyrill kepada Tevy dengan tidak terima dikatakan penakut oleh Tevy.
" Kalau tidak takut, mari kita ulangi kegiatan kita seperti terakhir kali kita bertemu ",, tantang Tevy kepada Cyrill.
Dan Cryill langsung saja menjawab tidak dengan segera kepada Tevy, membuat Tevy langsung saja tertawa ketika melihat wajahnya Cyrill yang takut seperti itu kepadanya.
Sedangkan Denzel dia masih mencerna dan memahami antara adiknya dan juga Tevy apa yang sebenarnya terjadi.
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
__ADS_1
...***TBC***...