
Tangannya Tevy yang mencengkeram kuat punggung badannya, tidak membuat Denzel kesakitan sama sekali.
Sebab Denzel merasa wajar jika Tevy melakukan itu kepada dirinya.
" Bajin94n kamu Denzel, aaaaaahhhhhh ",, kata Tevy kepada Denzel ketika dia merasa sangat sakit sekali diarea sensitifnya itu.
" Slow baby, nikmati saja permainan dariku ",, kata Denzel kepada Tevy sambil menatap wajahnya Tevy yang penuh dengan air mata itu.
Denzel dia masih membiarkan sejenak rudalnya itu didalam miliknya Tevy.
Namun perlahan tapi pasti Denzel menggerakkan rudalnya itu didalam area sensitifnya Tevy membuat Tevy mendongak sambil meringis kesakitan ketika Denzel menggerakkan rudalnya itu.
Leher jenjang dan mulusnya Tevy yang sedang seperti itu, membuat Denzel langsung saja memberikan kecupan-kecupan lembut kepada Tevy.
" Aaaaaahh, milik kamu ternyata masih sempit sekali Tevy ",, kata Denzel dan kali ini dia berusaha lebih kuat lagi memasukkan rudalnya itu kedalam liang surga dunianya Tevy.
" Aaaaaarrrrgggggghhhhhh, sakiiiiiit!!! ",, kata Tevy dengan sedikit keras sambil mencengkeram sprei sebelah kanan dan kirinya ketika rudalnya Denzel sudah menembus miliknya yang paling dalam sekali.
Denzel sangat merasakan sekali, jika dia seperti menembus sesuatu ketika didalam miliknya Tevy.
Dan Denzel sangat yakin sekali, jika dirinya baru saja menembus sesuatu yang berharga miliknya Tevy.
Tapi Denzel tidak menyesal sama sekali ketika sudah melakukan itu kepada Tevy.
Sebab Denzel sengaja melakukan itu, karena dia ingin sekali memiliki Tevy sepenuhnya.
Walau nantinya Tevy akan marah kepadanya, Denzel akan terus berusaha membuat Tevy mau menerimanya.
Senyum tipis terpatri diwajah tampannya Denzel yang babak belur semua itu, ketika dia sudah bisa menembus dinding pertahanannya Tevy.
Denzel lalu terus menggerakkan rudalnya itu dari gerakan perlahan sampai akhirnya gerakannya menjadi sangat cepat sekali.
Rasa sakit yang dialami oleh Tevy, semakin sakit saja ketika Denzel menggerakkan rudalnya dengan gerakan sangat cepat sekali seperti itu.
Walau sakit dirasakan oleh Tevy, tapi ada kenikmatan tersendiri juga yang tidak pernah Tevy rasakan seumur hidupnya.
" Aaaaahh sungguh Tevy, kamu mencengkeramku sangat kuat sekali, aaaahhh ",, racau perkataannya Denzel ketika dia merasa ketarik sangat kuat sekali rudalnya itu didalam liang surga dunianya Tevy.
" Aaaah Tevy ",, d***h dari Denzel lagi.
Tevy sekuat tenaga dia tidak ingin mendesah, walau dia sedikit menikmati permainannya Denzel, tapi rasa marah dan bencilah yang mendominasi perlakuannya Denzel kepadanya saat ini.
" Tevy aku mau keluar ",, kata Denzel kepada Tevy sambil mengucapkan kata aku bukannya saya.
__ADS_1
" Jangan keluarkan di................ ", perkataannya Tevy langsung saja terputus ketika Tevy merasa ada sesuatu yang menyembur kedalam miliknya itu.
Sebab Denzel sudah keburu mengeluarkan cairan berharganya itu didalam rahimnya Tevy.
Nafas Denzel sungguh sangat tidak beraturan sekali dengan sambil menimpa tubuh kecilnya Tevy yang saat ini hanya bisa diam saja sambil meneteskan air matanya itu.
Rudalnya Denzel pun juga belum Denzel cabut dari dalam surga dunianya Tevy.
" Terimakasih Tevy, kamu sungguh sangat pintar sekali memu45kanku, dan seumur hidupku, milik kamulah yang bisa membuatku pu45 seperti ini ",, kata Denzel kepada Tevy dengan posisi masih berada diatas tubuhnya Tevy.
Tevy hanya diam saja tanpa memperdulikan perkataannya Denzel sama sekali.
Dan Denzel setelah berkata seperti itu, dia langsung saja berpindah posisi menjadi disampingnya Tevy, sambil membawa Tevy kedalam pelukannya.
" Tidurlah ",, hanya kata itu yang diucapkan Denzel kepada Tevy lalu mencium keningnya Tevy dengan sangat mesra sekali.
Tevy walau dipeluk oleh Denzel, dia tidak memberontak, dan tidak juga membalas pelukannya Denzel.
Sebab Tevy dia merasa sangat lelah, kotor, sedih, tidak berdaya serta tidak mempunyai semangat hidup lagi.
Sambil terus meneteskan air matanya, dia membiarkan saja tubuh pol05nya itu dipeluk erat oleh Denzel.
Denzel sendiri dia sudah terpejam dan tertidur untuk mengistirahatkan tubuhnya yang sangat lelah itu.
Sedangkan Tevy dia masih terus menangis dalam diamnya, hingga lama kelamaan Tevy pun ikut terpejam dalam tangisannya itu.
Denzel dan Tevy mereka baru bisa benar-benar memejamkan mata mereka ketika waktu sudah menunjukkan pukul lima pagi.
Sedangkan diluar sana, postingannya Cyrill sudah menyebar sangat luas sekali dan sudah diketahui oleh khalayak ramai.
Pihak kampus pun, sudah banyak yang mengetahui perihal postingan isengnya Cryill kepada Denzel dan juga Tevy.
Sungguh kegemparan yang dibuat oleh Cryill, bukan hanya untuk Denzel saja, melainkan untuk semua orang.
Sebab dinegara itu nama Denzel Chevalier Maverick sudah sangat terkenal sekali.
Mereka semua lalu berbondong-bondong untuk mencari informasi dan mengetahui siapa yang menjadi istri dari Denzel Chevailer Maverick.
Bahkan berita pernikahan bohongnya Denzel akibat ulah iseng dari Cryill sudah terdengar juga ditelinga para koleganya Denzel, termasuk Ayah Marson Carrington sekalipun.
Ayah Marson dia sedikit tertarik dan penasaran dengan Tevy yang fotonya bersama Denzel itu.
Sebab nama Tevy sangat mirip sekali dengan nama anaknya yang hilang itu, karena Cryill dia menuliskan nama Tevy dipostingannya sangat lengkap sekali yaitu Tevy Moana Qalesya.
__ADS_1
Ayah Marson lalu mempunyai tujuan untuk menyelidiki siapa itu Tevy, besok ketika mentari pagi sudah bersinar disinggasananya Ayah Marson akan menyuruh para anak buahnya mencari informasi tentan Tevy.
Kembali keTevy dan juga Denzel.
Ketika jam sudah menunjukkan pukul sembilan pagi, Tevy dia terbangun terlebih dahulu dari Denzel, dengan posisi yang masih sama seperti terakhir kali dia memejamkan matanya, yaitu masih dipeluk erat oleh Denzel.
Ketika Tevy teringat jika dia sudah ternodai, air matanya lalu menetes lagi dari kelopak matanya yang indah itu.
Tevy lalu tanpa memperdulikan Denzel yang masih terpejam, dia langsung saja beranjak turun dari atas ranjang tanpa membelit tubuh pol05nya itu dengan selimut atau mengambil dulu semua pakaiannya yang berserakan diatas lantai itu.
Ketika sudah turun dari atas ranjang, tujuan pertama yang dituju oleh Tevy adalah kamar mandi.
Sebab Tevy rasanya ingin membersihkan seluruh tubuhnya dengan begitu lama, walau Tevy tahu semua itu akan sia-sia belaka.
Dengan berjalan bak robot yang hanya menunjukkan wajah sedihnya, akhirnya Tevy sampai juga didalam kamar mandi, dan dia langsung saja menghidupnya kran showernya Denzel dengan begitu deras sekali.
Setelahnya Tevy lalu duduk meringkuk dibawah guyuran air shower itu dengan air mata yang terus mengalir dengan sangat deras sekali seperti air shower itu.
Sedangkan Denzel ketika Tevy sudah lima menit didalam kamar mandi, Denzel tiba-tiba mendengar pintu kamarnya diketuk dari luar.
Denzel yang mendengarnya pun, dia langsung saja terbangun, serta sedikit terkejut ketika dia tidak melihat Tevy ada diranjang sebelahnya.
Disaat Denzel melangkahkan kakinya kearah kamar mandi, dia mendengar suara air bergemericik dari dalam kamar mandi dan itu membuat Denzel sedikit tenang.
Dan setelahnya Denzel langsung saja membuka pintu kamarnya yang kuncinya sebelumnya sudah Denzel ambil terlebih dahulu serta dia juga sudah memakai baju tidurnya yang dia ambil asal didalam ruang walk in colsetnya miliknya.
Ketika sudah dibuka oleh Denzel pintu kamarnya, ternyata yang mengetuk pintunya adalah Hendy tangan kananya, yang memberitahukan jika ada salah satu anak buahnya yang dari markas datang ingin menghadap dirinya.
Tanpa membersihkan diri terlebih dahulu, Denzel langsung saja keluar dari dalam kamarnya tanpa mengunci pintu kamarnya lagi dari luar.
...🦂🦂🦂🦂🦂🦂🦂🦂🦂🦂🦂🦂🦂...
__ADS_1
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
...***TBC***...