
Pagi pun menjelang, dan pagi ini ada jadwal mengajar lagi bagi Tevy dikampus.
Tapi ada hal yang membuat Tevy sedikit semangat untuk bisa segera berangkat kekampus.
Sebab Denzel pagi itu dia tidak bisa ikut dengannya kekampus, karena Denzel ada meeting penting dengan koleganya dari luar Negeri yang tidak bisa diwakilkan sama sekali oleh para sekretarisnya.
Denzel pun rasanya ingin marah sekali, entah rasa marahnya itu ingin dia tujukan kepada siapa.
Karena Denzel yang tidak bisa menunggui Tevy mengajar seperti biasanya dikampus.
" Papi, jika Papi cemberut seperti itu terus, muka Papi itu terlihat semakin tua saja tahu ",, goda dari Tevy kepada Denzel.
" Mami bisakah Mami tidak berangkat saja kekampus, dan ikut Papi meeting?? ",, tanya Denzel kepada Tevy.
Tevy pun langsung saja menggelengkan kepalanya kepada Denzel.
" Papi jangan egois dan seperti anak kecil begini dong.........?? ",, jawab Tevy kepada Denzel.
" Mami kan cuma pergi mengajar, dan itupun sehari cuma dua jam saja, tidak lebih, karena Papi tidak mengijinkan Mami untuk mengajar empat jam, masa Papi juga masih melarangnya sih ",, sambung lagi perkataan dari Tevy kepada Denzel.
" Tapi Papi nanti tidak suka jika ada yang melirik atau menggoda Mami... ",, sahut Denzel kepada Tevy dengan nada manjanya.
" Dulu saja tidak ada yang berani menggoda Mami, apalagi sekarang Papi.... ",, jawab Tevy kepada Denzel.
" Sudah Papi tenang saja, Mami bisa jaga diri, sekarang Papi segera berangkat sana, nanti bisa keburu telat dan para kolega Papi takutnya nanti akan marah kepada Papi lho ",, kata Tevy kepada Denzel sambil merapikan jas dan dasi yang dipakai oleh Denzel.
" Iya baiklah, kalau begitu Papi berangkat dulu ya Mami ",, kata Denzel sambil mencium mesra kening Tevy.
" Sayang, baik-baik ya didalam sana, jaga Mami dan jika Mami kalian nakal tendang saja perutnya ya ",, kata Denzel kepada para calon babynya.
Dan perkataan dari Denzel langsung saja mendapatkan sebuah tendangan dari para keempat calon babynya itu.
Denzel langsung tersenyum lucu ketika telapak tangannya merasakan sebuah tendangan, sedang Tevy sendiri dia langsung saja menjewer telinga Denzel dengan gemas.
" Belum lahir saja Papi sudah mengajarkan hal yang tidak baik kepada mereka, lihat saja nanti jika mereka sudah pada lahir, mereka semua akan Mami ajarkan beladiri, jika Papi berani macam-macam dengan Mami, Mami akan menyuruh mereka menendang Papi kejalanan ",, kata Tevy dengan gemas kepada Denzel.
Denzel pun tidak marah mendengar perkataan dari Tevy, dan dia malah langsung saja tertawa dengan cukup keras sekali.
__ADS_1
" Maafkan Papi Mami, sudah ya, Papi berangkat dulu ",, kata Denzel kepada Tevy.
Dan Tevy pun langsung saja tersenyum manis kepada Denzel.
Singkat cerita Denzel sudah berangkat kekantor, dan Tevy pun akhirnya berangkat kekampus diantarkan oleh pengawal pribadinya berikut dengan para bodyguard yang Denzel suruh untuk menjaga Tevy.
Pandangan seperti itu dikampus milik Denzel sudah menjadi hal biasa ketika Tevy keluar masuk kekampus itu setiap hari.
Namun pada hari itu adalah hari yang sangat luar biasa untuk para mahasiswa atau mahasiswi yang ada dikampus tersebut.
Sebab mereka tidak melihat sang malaikat maut berjalan beriringan bersama Princess Moana mereka, alias Dosen Tevy.
Dan malaikat maut yang mereka maksud siapa lagi kalau bukan Denzel, suami posesifnya Tevy.
" Pagi Princess...... ",,
" Pagi Mrs. Tevy..... ",,
" Pagi Princess Moana..... ",,
Begitulah sapaan demi sapaan yang Tevy terima dari semua orang yang berpas-pasan dengannya dengan wajah yang berbeda dari biasanya.
Tevy yang mendapatkan jam mengajar pagi pun dia langsung saja masuk kedalam ruang kelas yang akan dia ajar.
Ketika Tevy masuk kedalam ruang kelasnya, semua para mahasiswa atau mahasiswi yang didalam kelas tersebut, mereka semua langsung saja pada diam seketika.
Sebab mereka semua berfikir jika akan ada Denzel yang akan ikut masuk kedalam kelas seperti biasanya.
Namun ketika mereka sudah menunggu beberapa menit, dan tidak ada orang lagi yang ikut masuk kedalam ruang kelas bersama Tevy.
Salah satu dari mahasiswa ada yang langsung bertanya kepada Tevy.
" Excuseer me Prinses " ( permisi Tuan Putri..... ) ",, kata salah satu mahasiswa kepada Tevy sambil mengangkat tangan kanannya.
" Ja, wat is er?? " ( Iya ada apa?? ) ",, jawab Tevy kepada mahasiswanya itu sambil menggunakan Bahasa Belanda sama seperti mahasiswanya tadi.
" Is je man vandaag niet met je meegekomen om de prinses les te geven? " ( Apakah suami anda hari ini tidak ikut anda mengajar Tuan Putri?? ) ",, tanya dari mahasiswa tadi masih menggunakan Bahasa Belanda.
__ADS_1
" Voelen jullie je vandaag gelukkig??, want hij is niet meegekomen....?? " ( Apakah kalian merasa senang hari ini??, karena dia tidak ikut dengan saya....?? ) ",, kata Tevy kepada para mahasiswanya sambil memperlihatkan senyum bersahajanya.
Bukannya jawaban yang Tevy terima dari para mahasiswanya, namun sorak sorai yang begitu ramai sekali dari para mahasiswa dan mahasiswinya ketika mendengar jika Denzel tidak ikut mengajar bersama Tevy hari itu.
Tevy pun yang melihat hal itu, dia tidak marah, namun dia langsung saja tersenyum lucu saja.
Sebab ternyata apa yang dia fikirkan tentang para mahasiswanya itu benar adanya, jika mereka semua merasa tidak nyaman dengan kehadiran dari Denzel didalam kelas.
" Afsakið mig " ( permisi ) ",, intrupsi dari Tevy kepada para mahasiswanya, menggunakan Bahasa Islandia.
Tevy dan para mahasiswa atau mahasiswinya sudah terbiasa jika berbincang atau berbicara didalam kelas menggunakan Bahasa-bahasa dari perbagai Negara untuk mengasah kekampuan mereka semua.
Dan para mahasiswanya itu pun mereka semua langsung saja pada diam untuk mendengarkan perkataan dari Tevy.
" Ég biðst persónulega afsökunar fyrir hönd mannsins míns, því það hefur oft valdið þér óþægindum í námi þegar þú ert kennt af mér ".
" ( Saya pribadi meminta maaf mewakili suami saya, karena sudah sering membuat kalian tidak nyaman dalam belajar jika sedang diajar oleh saya ) ",, kata Tevy kepada semua murid-muridnya.
" Fyrirgefðu okkur líka, prinsessa, fyrir að vera svo sýnileg, ef okkur finnst óþægilegt við nærveru eiginmanns þíns ".
" ( Maafkan kami juga Tuan Putri karena sudah begitu terlihat sekali, jika kami merasa tidak nyaman dengan kehadiran dari suami anda ) ",, jawab dari salah satu mahasiswi kepada Tevy.
" Iya, sudah yuk kita mulai belajar mengajarnya ",, kata Tevy kepada semua murid-muridnya itu.
Dan mereka pun terlihat sekali dipagi itu, jika mereka merasa enjoy, senang, dan tidak tertekan karena tidak ada Denzel didalam kelas tersebut.
Mereka bisa bercanda, bergurau, dan juga bertanya kepada Tevy dengan bebas.
Serta pagi itu mereka masih tidak menyangka, bisa sebegitu dekatnya dengan Princess Kerajaan mereka dengan bebas tanpa adanya gangguan dari para pengawal, terutama Denzel.
...🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀...
Mampir yuk kawan 🤗
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
__ADS_1
...***TBC***...