My Little Dosen

My Little Dosen
CHAPTER 206


__ADS_3

Pagi pun menjelang, dan saat ini waktunya Tevy untuk berangkat mengajar perdananya setelah berstatus seorang istri dari Denzel Maverick, dan juga sudah bergelas sebagai Princess Moana Carrington.


Pagi yang indah untuk Tevy, karena dia sudah tidak sabar ingin menyalurkan hobynya yang suka berbagi ilmu itu kepada semua orang.


Namun tidak pagi yang indah untuk Denzel, sebab Denzel ketika sudah bercerita kepada Tevy semalam tentang semua yang masih disembunyikannya dari Tevy.


Tevy kemarin malam langsung marah besar kepada Denzel, bahkan Denzel pun semalam disuruh Tevy untuk tidur dishofa.


Tevy sungguh sangat terkejut sekali ketika mengetahui jika sang suami ternyata seorang mafia yang sangat ditakuti diNegaranya.


Bahkan Denzel juga bercerita jika dia sering hampir terbunuh ketika berhadapan dengan para musuh-musuhnya.


Denzel menceritakan semuanya kepada Tevy, dan sudah tidak ada lagi yang Denzel tutup-tutupi dari Tevy, apa pekerjaan sampingannya selain pemilik Perusahaan besar yang ada diNegaranya.


Saat ini Tevy sedang berdandan untuk segera berangkat kekampus milik sang suami yaitu Denzel.


Sedang Denzelnya sendiri pun sama halnya dengan Tevy, dia juga sedang bersiap-siap untuk mengantarkan Tevy mengajar.


Mengantarkan Tevy mengajar bukan hanya sampai didepan pintu gerbang saja, melainkan Denzel akan ikut juga kedalam kelas yang akan diajar oleh Tevy nanti.


Sangat menjengkelkan sekali kan Denzel bagi Tevy, dan pastinya nanti membuat para murid-muridnya Tevy akan sangat tidak nyaman sekali dengan keberadaan dari Denzel yang seperti patung hidup yang siap melaser semua para mahasiswa yang ingin mencoba bertanya atau memandangi Tevy.


Tapi memang itulah syarat yang Denzel ajukan kepada Tevy jika dia ingin mengajar lagi, jadi mau tidak mau Tevy harus menyetujui syarat tersebut.


Denzel seperti kurang kerjaan saja, padahal masih banyak pekerjaan yang harus dia kerjakan selain menemani Tevy mengajar nanti.


" Hei Mami, kenapa Mami ingin meninggalkan Papi ",, kata Denzel kepada Tevy yang tiba-tiba ingin berjalan keluar kamar.


" Mami sudah siap, dan ingin sarapan dulu sebelum berangkat mengajar ",, jawab Tevy dengan nada yang cukup dingin kepada Denzel.


Setelahnya Tevy tanpa menunggu Denzel, dia langsung saja melangkahkan kakinya untuk keluar dari dalam kamarnya, menuju keruang makan yang ada dimansion Denzel.


Denzel pun yang ditinggal pergi begitu saja oleh Tevy, dia langsung saja bergegas untuk menyusul Tevy dengan segera.


Dan untung saja pintu lift belum tertutup rapat, alhasil Denzel masih bisa ikut satu lift dengan Tevy.


Bodyguard pengganti Causapun dia tidak kalah tangguhnya seperti Causa, hanya saja umurnya sedikit lebih tua dari Causa.


Disaat semua para bodyguard Denzel mengetahui jika Causa akan menikah dengan Cryill, hampir dari mereka semua langsung saja patah hati berjamaah, sebab saingan mereka ternyata selama ini majikan mereka sendiri, pastilah mereka akan kalah.

__ADS_1


Sejak saat itu sudah tidak ada lagi para bodyguard laki-laki yang ingin mendekati Causa, malahan sekarang mereka semua menghormati Causa seperti mereka menghormati Tevy dan juga Denzel.


" Mami masih marah ya sama Papi?? ",, kata Denzel kepada Tevy ketika masih didalam lift.


Dan pengawal pribadinya Tevy yang mendengar kata manja dari Denzel kepada Tevy, dia menulikan telinganya.


" Sedikit ",, jawab singkat dari Tevy kepada Denzel.


" Maaf ya Mami, jangan marah lagi dong ",, kata Denzel lagi kepada Tevy.


Namun Tevy tidak mempedulikan perkataan dari Denzel, dia memilih untuk melangkahkan kakinya menuju keruang makan, karena pintu lift sudah terbuka.


Sesampainya diruang makan ternyata sudah ada Papah Carlson dan juga Mamah Qiara yang sudah menunggu kedatangan dari mereka berdua.


" Aah kalian sudah pada datang, ayo kita segera sarapan ",, kata Mamah Qiara kepada Denzel dan Tevy.


" Ini Nak, tadi Mamah menyuruh para koki untuk memasak makanan yang sangat baik sekali untuk ibu hamil, cobain deh, ini enak, dulu Mamah sering memakan ini ketika hamil Denzel atau Cryill ",, kata Mamah Qiara sambil memberikan makanan kepada Tevy.


" Terimakasih Mah ",, jawab Tevy kepada Mamah Qiara sambil tersenyum manis.


Namun yang mengambil makanan yang disodorkan oleh Mamah Qiara tadi bukan Tevy melainkan Denzel, sebab Tevy sendiri dia sudah cukup kesusahan bergerak dengan perut buncitnya itu.


Mereka berempat pun akhirnya makan dengan tenang dan diselingi dengan perbincangan hangat diatas meja makan itu.


" Kebetulan besok Mah jadwalnya, jadi jika Mamah sama Papah ingin ikut bisa ko, nanti sekalian dengan Mamah Jovanka dan Ayah Marson ",, jawab Tevy kepada Mamah Qiara.


Mamah Qiara langsung saja tersenyum lebar ketika mendengar jawaban dari Tevy tadi.


" Waah boleh itu, ikut ya Pah ",, kata Mamah Qiara kepada Tevy dan juga Papah Carlson.


Papah Carlson langsung saja mengangguk kepada Mamah Qiara.


Dan Mamah Qiara semakin tidak sabar ingin segera hari esok ketika melihat anggukan dari Papah Carlson tadi.


Singkat cerita saat ini mereka semua sudah pada selesai sarapan paginya.


Papah Carlson pun sudah ijin berangkat kekantor kepada Mamah Qiara.


Begitupun dengan Denzel dan Tevy, mereka berdua saat ini sudah berada didalam mobil menuju kekampus milik Denzel.

__ADS_1


Didalam mobil pun Tevy lebih memilih memainkan gadgetnya untuk membaca materi yang ingin diajarkannya nanti kepada para mahasiswa dan mahasiswinya.


Sedang Denzel yang melihat Tevy sibuk sendiri, dia sedikit merasa terabaikan oleh Tevy.


Dan sesampainya diparkiran kampus, Tevy langsung saja menjadi pusat perhatian oleh para penghuni kampus, dari tukang sapu hingga sampai Kajur, Dosen, maupun Dekan, semua memandangi Tevy dan menyapa Tevy dengan penuh perhatian sekali.


" Aku tidak tahan, jika Tevy akan menjadi pusat perhatian seperti ini terus kalau pergi kekampus!! ",, gerutu dari Denzel didalam hatinya sambil menampilkan wajah dinginnya seperti biasanya kepada semua orang.


Sedang Tevy sendiri, dia malah asik tersenyum manis dan ramah, kepada setiap mahasiswi perempuan yang menyapanya atau kepada semua orang yang ditemuinya.


Akhirnya jam mengajarpun tiba, untuk pertama kalinya mengajar, Tevy mendapatkan jam mengajar pagi.


Para mahasiswa atau mahasiswi yang ingin diajar oleh Tevy, mereka semua sudah sangat antusias sekali.


Karena yang akan mengajar mereka pagi itu adalah Princess Moana mereka sekaligus Dosen cantik yang mungil dan terkenal jago beladiri sejak dulu.


Senyum dari para mahasisa dan mahasiswi terutama mahasiswa yang daritadi cerah merekah seperti onde-onde ketawa, langsung saja tertutup rapat seperti onde-onde biasa yang bulat itu.


Sebab mereka semua melihat Denzel ikut masuk juga kedalam kelasa dan langsung saja duduk dikursi Dosen, sedang Tevy dia sedang berdiri didepan kelas untuk memulai mengajarnya.


Tevy yang humble, enak kalau mengajar dikelas, serta selalu sering bercanda dan tidak mudah marah dengan para murid-muridnya membuat kesan tersendiri dihati mereka semua.


Akan tetapi dengan adanya Denzel didalam kelas yang sama dengan mereka, mereka rasanya ingin menimpuk wajah Denzel menggunakan sepatu yang mereka pakai.


Sebab mereka menjadi tidak bisa bercanda atau tertawa bersama dengan Dosen cantik nan mungil mereka dengan leluasa.


Ketika Tevy bertanya kepada para mahasiswa atau mahasiswinya, apakah ada yang ingin bertanya, salah satu dari mahasiswa laki-laki langsung saja mengangkat tangannya, namun dia langsung saja menciut lagi ketika ditatap oleh Denzel dengan tatapan yang sangat menyeramkan sekali.


Tevy yang melihat arah pandang dari mahasiswanya yang ketakutan kepada Denzel, dia langsung saja memanggil Denzel dengan sambil memberi kode melalui tatapannya.


" Papi ........ ",, panggil Tevy kepada Denzel.


Dan Denzel yang mengerti akan tatapan dari Tevy kepadanya, dia langsung saja berpura-pura cuek, padahal aslinya hatinya sedang ingin melempari penghapus kepada mahasiswa itu.


" Huh!!, aku tidak tahan, kenapa dulu aku ingin sekali mendirikan sebuah universitas seperti ini!! ",, gerutu Denzel didalam hatinya sambil menyilangkan kedua tangannya diatas perutnya.


Para mahasiswa dan mahasiswi yang pagi itu berharap akan mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan dari Princess Moana mereka alias Tevy yang cantik dan jago beladiri, malah kenyataan yang mereka harapkan berbeda dari ekspetasi mereka semua.


Karena ada sang pengawas ruangan yang seperti siap menerkam siapa saja yang berani memandangi Tevy, siapa lagi orangnya jika bukan Denzel.

__ADS_1


...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...


...***TBC***...


__ADS_2