My Little Dosen

My Little Dosen
CHAPTER 16


__ADS_3

Ketika sekitar pukul delapan malam, dan Denzel pun belum tertidur, Denzel sedikit terkejut ketika pintu kamarnya diketuk dari luar.


Denzel yang sedang mengerjakan pekerjaannya didepan laptopnya pun, dia langsung bergegas beranjak bangun dari duduknya untuk membukakan pintunya.


Ketika pintu sudah dibuka, ternyata yang mengetuk pintu kamarnya tadi adalah Hendy, tangan kanannya yang ada dimansionnya.


" Bagaimana Hendy?? ",, kata Denzel kepada Hendy.


" Ini Tuan, semua profil dari gadis yang bernama Tevy, dan jam mengajarnya pun ada disini juga ",, kata Hendy kepada Denzel sambil menyerahkan map berisi semua profil dan data dirinya Tevy yang Hendy dapatkan dari pihak kampus tadi.


" Baiklah kamu boleh pergi ",, jawab Denzel kepada Hendy sambil menerima map yang dibawa Hendy.


Dan Hendy langsung saja berpamitan pergi dari hadapannya Denzel namun sebelum itu dia tadi sedikit menundukkan badannya dulu kepada Denzel.


Denzel langsung saja masuk kedalam kamarnya, dan menutup pintunya lagi dari dalam.


Denzel ketika sudah masuk kedalam kamarnya, dia langsung saja duduk dipinggir ranjangnya untuk membaca semua profil tentang Tevy.


" Tevy Moana Qalesya, umur dua puluh tujuh tahun kelahiran tahun....... ",, kata Denzel ketika pertama membaca profilnya Tevy.


Dan ketika Denzel mengetahui umurnya Tevy, Denzel dibuat sangat terkejut sekali, sebab Denzel tidak menyangka, gadis kecil yang dia kira masih berumur dua puluh atau dua puluh satu tahun, ternyata sudah berumur dua puluh tujuh tahun.


" Itu artinya dia seumuran dengan Cryill, tapi dia terlihat sangat muda sekali, bahkan seperti lebih muda dari Cryill ",, kata Denzel ketika menjeda sejenak membaca profilnya Tevy.


" Alamat ......... ", Denzel menyebutkan alamat tempat tinggalnya Tevy.


" Oh ternyata dia tinggal diapartemen itu, Ok, sekarang aku sudah tahu ",, kata Denzel lagi sambil terus memegang map profilnya Tevy dengan bibir yang tersenyum senang sekali.


Dan Denzel lalu meneruskan membaca semua profilnya Tevy dengan sangat lengkap sekali.


Disaat Denzel sampai dilembar prestasi, Denzel dibuat tercengang sekali, ketika disana tertulis jika Tevy pernah memenangkan banyak lomba beladiri karate dan taekwondo serta jangan lupakan sabuk hitam yang sudah bergelar didirinya.


" Waaoooooooo ",, hanya kata itu yang Denzel katakan ketika Denzel membaca lembar prestasinya Tevy dengan sambil menghela nafasnya bangga.

__ADS_1


" Kecil-kecil tapi mematikan, seperti cabai Carolina ReaperΒ ",, kata Denzel ketika dia tercengang membaca prestasinya Tevy.


" Tidak aku sangka dia mempunyai beladiri yang sangat mumpuni sekali, pantas saja kemarin dia bisa mengalahkan keempat anak buahku ",, kata Denzel lagi dengan masih berbicara sendiri.


Denzel lalu melanjutkan lagi membaca profilnya Tevy yang jam mengajarnya.


" Waah ternyata besok dia ada dijam tujuh sampai jam sembilan saja, hanya dua jam berarti dia didalam kampus, Ok ",, kata Denzel lagi sambil meneruskan membacanya.


" Waaah dia mengajar esktrakulikuler beladiri juga, dan kebanyakan muridnya laki-laki semua, tidak bisa aku biarkan ini ",, kata Denzel sambil menutup dengan sangat keras sekali map yang sedang dia pegang ketika mengetahui jika muridnya kebanyakan laki-laki daripada perempuan.


" Tidak aku sangka, Tevy bukan gadis kecil lemah seperti yang aku fikirkan, dia cerdik, dan juga pintar ternyata ",, kata Denzel masih berbicara sendiri terus daritadi.


Setelah berkata seperti itu, Denzel mengambil telefon kamarnya untuk menghubungi Hendy, untuk segera datang kekamarnya.


Dan Hendy tidak lama dia langsung datang kekamarnya Denzel.


Denzel lalu memerintahkan sesuatu kepada Hendy malam itu juga harus dia kerjakan, dan Hendy yang faham, dia langsung saja segera melaksanakannya.


" Bagus, kalau sudah selesai, lapor kepada saya, saya mau pergi dulu ",, kata Denzel kepada Hendy.


Dan Hendy langsung saja bergegas pergi melakasanakan perintah yang tadi ditugaskan kepadanya dari Denzel.


Sedangkan Denzel, dia masuk lagi kedalam kamarnya untuk mengambil jaketnya saja.


Setelah itu Denzel langsung berlalu keluar dari dalam kamarnya dan berlalu dari dalam mansionnya untuk pergi kesuatu tempat.


Kita geser keTevy yang masih saja tertidur sangat nyenyak sekali dengan menggunakan celana hotpants yang super pendek, serta jangan lupakan tanktopnya yang sangat ngepas sekali dibadannya, dan dia masih berada didalam alam mimpi indahnya itu.


Ketika Tevy sedang asik tertidur seperti itu, tiba-tiba telinganya Tevy mendengar bunyi berisik dari bel pintu apartemennya yang berbunyi terus menerus.


Dengan wajah mengantuk, dan menguncir asal rambut panjangnya, Tevy langsung saja bangun dari tidurnya.


Fikir Tevy biasanya yang memencet bel apartemennya seperti itu adalah Milka sahabatnya.

__ADS_1


Jadi Tevy memutuskan tidak berganti baju terlebih dahulu, dan dia lalu berjalan dengan wajah mengantuknya itu untuk membuka pintu apartemennya.


Ketika Tevy sudah sampai didepan pintu apartemennya, Tevy langsung saja membuka pintunya dengan mata yang masih terpejam dan menguap dengan sangat lebar sekali.


" Milka kamu kan sudah tahu pin apartemenku, kenapa memencet bel apartemenku seperti itu sih ",, kata Tevy sambil memejamkan matanya.


" Sudah tutup lagi ya pintunya kalau kamu sudah masuk, kalau mau ambil minum atau makan ambil sendiri seperti biasanya, aku mau lanjut tidur lagi, rasanya badan aku sangat capek sekali malam ini ",, kata Tevy lagi sambil berlalu masuk kedalam kamarnya tanpa melihat dengan jelas siapa tamu yang datang kerumahnya.


Tevy benar-benar masuk lagi kedalam kamarnya dan dia langsung saja tertidur dengan sangat nyenyak sekali diatas ranjang empuknya itu.


Sedangkan sang tamu yang tadi pertama kali melihat penampilannya Tevy yang belum pernah dilihatnya, membuatnya sedikit melototkan matanya karena merasa jika Tevy sangat seksi sekali malam itu.


Sang tamu sangat senang sekali ketika Tevy tidak sadar jika yang bertamu diapartemennya bukanlah Milka seperti yang disebutkan oleh Tevy tadi.


Bahkan ketika sang tamu mengikuti Tevy masuk kedalam kamarnya Tevy pun, Tevy juga tidak menyadarinya.


Sungguh tamu itu dibuat pusing kepalanya melihat tingkah dan bodynya Tevy, walau pendek dan ramping, ternyata padat disetiap bagiannya dan juga sangat menggoda sekali.


" Si4l, sepertinya aku salah datang malam ini ",, kata tamu itu ketika melihat Tevy malah langsung asik tidur diatas ranjangnya dengan posisi yang manis namun menggoda.


Tamu tersebut langsung saja melepaskan jaket yang dipakainya itu karena membuatnya merasa sangat panas sekalin ketika melihat posisi tidurnya Tevy yang miring sambil memeluk guling seperti itu.


Dan setelahnya Denzel langsung saja duduk dishofa yang ada disitu sambil mengamati Tevy yang sedang tertidur dengan sangat nyenyak sekali.


Yaps orang yang bertamu diapartemennya Tevy adalah Denzel, sebab Denzel tidak sabar untuk menunggu hari esok untuk melihat Tevy dan mendatangi apartemennya.


Denzel setelah puas melihat Tevy, dia lalu berkeliling kamarnya Tevy untuk melihat apa saja yang ada didalam kamarnya Tevy.


Denzel cukup terkesan ketika didalam kamarnya Tevy isinya cuma bingkai-bingkai piagam, foto kejuaraanya dan foto-fotonya ketika bertanding beladiri.


" Aku akui sepertinya aku benar-benar tergila-gila kepada gadis ini ",, kata Denzel sambil mengusap fotonya Tevy yang sedang memegang piala kejuaraannya.


...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2