My Little Dosen

My Little Dosen
CHAPTER 27


__ADS_3

Mata yang masih saling mengunci dan tubuh yang masih saling mendekap, Tevy dan Denzel itu artinya mereka masih dengan posisi yang sangat intim sekali.


Denzel yang terbuai akan tatapan bola matanya Tevy, dia perlahan-lahan semakin mendekatkan wajahnya kearah wajahnya Tevy hingga bibir mereka akhirnya bisa saling bersentuhan juga tanpa ada gangguan sama sekali.


Tevy pun, dia sama halnya dengan Denzel, yang seperti terhipnotis dengan tatapan wajahnya Denzel, membuatnya hanya bisa diam saja ketika bibirnya dan bibir Denzel saling bersentuhan.


Denzel tidak menggerakkan bibirnya ketika sudah menempel sempurna dibibirnya Tevy.


Bibir masih saling menempel, dan mata mereka masih saling memandang satu sama lainnya.


Denzel lalu dengan perlahan menggerakkan bibirnya untuk menc***u bibirnya Tevy.


Sekitar kurang lebih satu menit lamanya Tevy sedikit terlena dengan gerakan bibirnya Denzel, dan ketika sudah tersadar, Tevy langsung saja mendorong kasar tubuhnya Denzel.


Tevy langsung saja memegangi bibirnya yang baru saja dicium oleh Denzel sambil menatap lekat wajahnya Denzel.


Begitu juga dengan Denzel yang menatap wajahnya Tevy dengan tatapan yang sungguh sangat sulit diartikan oleh Tevy, namun malah terlihat semakin tampan saja dimatanya Tevy.


" Maaf Tuan, saya mau pulang ",, kata Tevy kepada Denzel dan langsung ingin segera berlalu dari hadapannya Denzel.


Namun langsung saja dicegah oleh Denzel, dengan cara pergelangan tangannya Tevy dicekal oleh Denzel.


Denzel langsung saja menarik Tevy lagi untuk mendekat kearahnya hingga akhirnya Tevy menabrak tubuh sixpacknya Denzel.


" Kenapa sepertinya kamu tidak betah bersama denganku disini Tevy ",, kata Denzel sambil merapikan rambut panjangnya Tevy yang sedikit berantakan itu.


" Tuan lepaskan saya ",, kata Tevy kepada Denzel yang memeluknya lagi dengan begitu erat sekali.


" Kenapa?? ",, tanya Denzel kepada Tevy.


" Saya lebih suka posisi seperti ini dengan kamu ",, lanjut lagi perkataannya Denzel kepada Tevy.


" Maafkan saya jika Tuan memaksa ",, kata Tevy kepada Denzel.


Sebelum Denzel bisa mencerna perkataannya Tevy, Tevy tiba-tiba langsung saja mengeluarkan sekuat tenaganya untuk membanting tubuh kekarnya Denzel.


Dan berhasil, tubuh kekarnya Denzel berhasil Tevy banting kelantai marmer yang keras itu.


Hingga membuat Denzel sedikit terbatuk darah karena ulahnya Tevy.

__ADS_1


Melihat Denzel sedikit lemas akibat bantingannya, Tevy langsung saja segera berlalu keluar dari dalam kamarnya Denzel.


Sedangkan Denzel sendiri, dia langsung saja memerintahkan kepada para anak buahnya dari atas balkon kamarnya untuk menangkap Tevy.


Tevy yang sudah keluar dari dalam kamarnya Denzel, dia yang baru saja sampai dipertengahan tangga, langsung saja dicegah oleh beberapa anak buahnya Denzel yang ingin menangkapnya.


Dan dibarisan itu juga ada Hendy tangan kanannya Denzel yang tinggal dimansion.


Tevy tanpa rasa takut, dia terus melangkahkan kakinya untuk menuruni tangga.


Ketika para anak buah yang berjumlah delapan orang itu sembilan sama Hendy mendekat kearahnya, Tevy langsung saja mengeluarkan jurus beladirinya yang sudah dia kuasai selama ini untuk melumpuhkan semua anak buahnya Denzel.


Tevy sekuat tenaga dengan tangan kosong dia terus melumpuhkan semua anak buahnya Denzel begitu juga dengan Hendy.


Dan Denzel yang sudah memakai kaos serta celana rumahannya dia langsung saja menyusul Tevy yang sudah keluar dari dalam kamarnya.


Denzel ketika membuka pintu kamarnya dan baru saja sampai dipertengahan tangga, dia dibuat sangat terkejut sekali, ketika melihat para anak buahnya sudah pada terkapar dilantai dikalahkan oleh Tevy seorang diri.


Ketika Denzel melihat ada anak buahnya yang baru saja masuk kemansionnya dan ingin langsung menyerang Tevy, dia langsung saja menyuruh anak buahnya itu untuk menghentikan aksinya.


Tevy yang mendengar suaranya Denzel, dia langsung saja mengalihkan pandangannya kearahnya Denzel yang sedang berjalan menuruni tangga itu.


" Waooo ",, kata Denzel kepada Tevy sambil bertepuk tangan dengan sambil terus berjalan menuruni tangga.


" Tubuh boleh kecil, tapi tenaga seperti singa, sangat kuat sekali................ ", lanjut lagi perkataannya Denzel kepada Tevy sambil sedikit menjedanya, sedang Tevy dia masih saja diam, sambil menetralisirkan tenaganya.


" Dan saya suka, membuatku tertantang untuk mengalahkan dan mendapatkan hatinya ",, sambung lagi perkataannya Denzel sambil berhenti didepan anak tangga yang terakhir.


" Saya tidak mau banyak berbicara kepada anda Tuan Denzel yang terhormat, saya hanya ingin pulang, dan jangan lagi mengganggu hidup saya ",, kata Tevy kepada Denzel.


" Kamu boleh saya ijinkan pulang dari sini, asal dengan satu syarat Tevy ",, kata Denzel kepada Tevy.


" Apa syaratnya!! ",, jawab Tevy sambil terus menatap wajahnya Denzel.


" Kamu harus bisa mengalahkan saya, jika kamu bisa mengalahkan saya, saya ijinkan kamu pergi dari dalam mansion saya ini, bagaimana Tevy ",, kata Denzel lagi kepada Tevy.


Mendengar syarat dari Denzel, Tevy langsung saja berfikir keras untuk bisa mengalahkan Denzel dengan sangat mudah sekali.


Karena sikap seorang ahli beladiri, selain waspada, dia juga harus mempunyai strategi untuk mengalahkan lawannya.

__ADS_1


" Bagaimana Tevy, kenapa kamu hanya diam saja, apa kamu takut dengan tantangan saya ini?? ",, tanya Denzel kepada Tevy yang sedang diam saja itu sambil menatap kearahnya.


Tevy diam karena dia sedang berfikir bagaimana mengalahkan Denzel, bukan karena takut.


Dan setelah berfikir keras supaya bisa mengalahkan Denze, akhirnya Tevy menemukan ide yang sangat cemerlang sekali, supaya dengan mudah bisa mengalahkan Denzel.


" Boleh ",, jawab Tevy kepada Denzel.


" Saya suka sekali dengan tantangan, dan jika itu tantangan ok, mari kita mulai sekarang juga ",, lanjut lagi perkataannya Tevy kepada Denzel.


Denzel yang mendengar jawabannya Tevy, dia langsung saja tersenyum miring sambil menaikkan alisnya keatas satu.


Denzel sangat suka sekali dengan gayanya Tevy yang tidak takut dan suka tantangan seperti dirinya.


" Ok mari Tevy ",, jawab Denzel kepada Tevy.


Dan para anak buah, mereka semakin memundurkan langkah kakinya sambil terus mengamati Tevy dan juga Denzel.


Untung saja ruangannya Denzel sangat luas sekali, jadi ketika Tevy dan para anak buahnya Denzel yang sedang berkelahi tadi, mereka semua tidak ada yang memecahkan barang-barang mahal yang ada didalam mansionnya Denzel.


Denzel dan Tevy mereka berdua lalu berjalan untuk saling mendekat.


Ketika mereka berdua sudah saling dekat, dan hanya berjarak satu langkah saja, sebelum badan mereka saling beradu, mata mereka sudah beradu terlebih dahulu.


Tiba-tiba Tevy langsung saja tersenyum sangat manis sekali kepada Denzel dan langsung berjalan mengikis jarak diantara mereka berdua.


Sedangkan Denzel dia masih saja terus memperhatikan apa yang ingin dilakukan oleh Tevy kepadanya.


Diwaktu Tevy sudah sangat dekat sekali bahkan badannya sudah menempel sempurna dengan badannya Denzel.


Tevy yang mendongak, dia langsung saja menarik tengkuk kepalanya Denzel, dan dia langsung saja cium bibirnya Denzel dengan sangat lembut sekali, bahkan Tevy juga memeluk Denzel dengan sangat erat sekali juga.


Denzel sangat terkejut sekali dengan apa yang dilakukan oleh Tevy kepadanya, bahkan para anak buah yang ada disitu, mereka langsung saja mengalihkan pandangan mereka semua kearah lain, karena malu melihat adegan mesra dari Tuan mereka.


Denzel sangat terbuai dengan ciuman bibirnya Tevy yang sangat agresif sekali kepadanya, hingga tidak sadar Denzel langsung membalas ciuman bibirnya Tevy itu.


Dan ketika Denzel sudah terlena akan ciumannya, Tevy langsung saja mengeluarkan jurusnya untuk mengalahkan Denzel lagi.


Tevy langsung saja membanting Denzel untuk kedua kalinya, dan dia juga langsung saja memberikan pukulan bertubi-tubi diwajah tampannya Denzel hingga wajahnya Denzel memar dan mengeluarkan darah dari hidung dan juga mulutnya.

__ADS_1


...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...


...***TBC***...


__ADS_2