
Baik Cryill maupun Denzel mereka berdua pada saling malas-malasan.
Jika Denzel malas sekali membuka mulutnya sambil mengunyah makanan yang disuapin oleh Cryill.
Begitu pun dengan Cryill, dia juga malas sekali menyuapi Kakaknya yaitu Denzel.
Semua orang yang masih ada didalam ruang perawatannya Tevy pun, masih terus memperhatikan Denzel dan Cryill sambil tersenyum lucu saja.
Apalagi Mamah Qiara dia yang paling heboh sendiri diantara mereka semua.
" Ayo, aaaa, aaaa lagi Denzel ",, kata Mamah Qiara kepada Denzel sambil terus memvideo aksi kedua putranya itu.
" Ayo dong Denzel aaaa lagi, Cryill cepat itu Kakak kamu sudah membuka mulutnya ",, kata Mamah Qiara lagi kepada Denzel dan juga Cryill.
Denzel dan Cryill mereka berdua langsung saja melirik sebal kepada Mamah Qiara.
Sedangkan Tevy pun, mood dia sedikit membaik ketika melihat Denzel dan Cryill sedang seperti itu.
" Mamah sudah ya?? ",, kata Denzel kepada Mamah Qiara.
" Lho ko kamu tanya sama Mamah, tanya sama Tevy dong, apakah sudah apa belum?? ",, jawab Mamah Qiara kepada Denzel.
" Tevy sudah ya??" ,, kata Denzel kepada Tevy sambil melihat kearah wajahnya Tevy.
" Iya Tev, sudah ya, tangan saya pegal sekali, masa aku yang harus menyuapi Kakak, harusnya Kakak itu yang menyuapi aku, bisa jatuh nanti harga diriku dihadapan Dokter Khafita jika dia melihatku seperti ini ",, kata Cryill juga kepada Tevy.
" Boleh sudah, asal ada syaratnya ",, jawab Tevy kepada Denzel dan juga Cryill.
" Apa itu syaratnya?? ",, tanya Denzel dengan singkat kepada Tevy.
Tevy langsung saja mengkode Denzel dan Cryill untuk lebih dekat kearahnya.
Dan ketika Denzel dan Cryill sudah berada didapannya persis, Tevy langsung saja membisikkan sesuatu kepada Denzel dan juga Cryill.
Permintaannya Tevy yang satu itu membuat Denzel dan Cryill langsung kompak menjawab tidak secara bersamaan.
" Noooooooo !!!!!!!!!!!!! ",, kata Denzel dan Cryill kepada Tevy secara bersamaan dan sedikit berteriak.
Tevy langsung saja menunjukkan wajah sedihnya, ketika permintaannya langsung saja ditolak sama Denzel dan juga Cryill.
__ADS_1
Mamah Qiara yang penasaran dengan permintaannya Tevy pun, dan dia juga melihat wajah murungnya Tevy, Mamah Qiara langsung saja bertanya kepada Denzel maupun Cryill.
Tidak cuma Mamah Qiara saja yang penasaran apa perminataannya Tevy selanjutnya, akan tetapi Ayah Marson, Mamah Jovanka, Charles dan juga Christian mereka semua juga penasarannya apa yang tadi sudah dikatakan oleh Tevy kepada Denzel dan juga Cryill hingga membuat Denzel dan Cryill menjawab dengan nada seperti itu.
" Tevy minta apa sih sama kalian?? ",, tanya Mamah Qiara kepada Denzel dan juga Cryill.
" Dia minta, mmmmmm ",, jawab Cryill kepada Mamah Qiara namun langsung saja mulutnya dibekap oleh Denzel, sebab Denzel malu.
Mamah Qiara langsung saja menunjukkan wajah cemberutnya ketika melihat mulutnya Cryill dibekap oleh Denzel.
Namun Mamah Qiara tidak kehabisan akal, dia langsung saja bertanya kepada Tevy, apa yang tadi dia katakan kepada Denzel dan juga Cryill.
" Nak Tevy, tadi kamu berkata apa sama Denzel dan kuda laut ini?? ",, tanya Mamah Qiara kepada Tevy sambil menunjuk Cryill dan juga Denzel.
Mendengar Mamah Qiara bertanya kepada Tevy, Denzel langsung saja melototkan matanya kepada Tevy, supaya Tevy tidak menjawab pertanyaan dari Mamahnya.
Dan Tevy yang melihat Denzel seperti itu, dia malah tersenyum manis sekali kepada Denzel.
" Aduh Kak, sesak nafas aku dibekap terus seperti ini ",, kata Cryill dengan tiba-tiba sambil melepaskan paksa tangannya Denzel yang membekap mulutnya tadi.
Sebab tanpa sadar, Denzel belum melepaskan bekapan tangannya dimulutnya Cryill daritadi.
Denzel langsung saja mengusapkan tangannya kebajunya Cryill sambil merasa sedikit jijik.
" Iya Nak, kasih tahu kepada kami juga, kami juga sangat pensaran sekali ",, kata Ayah Marson yang ikut juga menimpali perkataannya Mamah Qiara.
Ketika mereka semua sedang pada sibuk membujuk Tevy, dan Denzel sedang ketakutan jika Tevy menjawab jujur.
Tiba-tiba ponselnya Christian berdering cukup kencang sekali, dan itu langsung saja mengalihkan pandangan semu orang kearahnya Christian.
Christian langsung saja melihat siapa yang menelfonnya, dan ketika sudah melihat, dia langsung saja ijin kepada semua orang untuk mengangkatnya diluar ruangannya Tevy.
" Halo ",, kata singkat dari Christian kepada sipenelfon.
" Halo sayang, kamu ada dimana, kenapa aku datang kemansion kamu, kata pekerja yang ada disini, kamu sudah pergi dari sejak pagi tadi?? ",, kata sipenelfon kepada Christian.
Dan ternyata yang menelfon Christian adalah Poppy, kekasihnya.
" Aku ada urusan penting, sudah aku sibuk, aku tutup dulu telefonnya!! ",, jawab Christian kepada Poppy.
__ADS_1
Dan Christian langsung saja mematikan sambungan telefonnya, tanpa menunggu jawaban dari Poppy.
Sedangkan Poppy diseberang sana, dia langsung saja marah-marah dengan sikapnya Christian yang semakin hari semakin dingin saja kepadanya.
" Beren953k siTian, aku harus sabar menghadapi sikapnya, jika ingin mendapatkan semua hartanya, tinggal sepuluh hari lagi, kita akan bertunangan, dan setelah bertunangan aku akan mendesak Tian untuk menikahiku satu minggu kemudian, dan selanjutnya daaaa ",, kata Poppy sambil berbicara sendiri dengan gayanya yang angkuh.
Sedangkan Christian yang tadi sudah mematikan sambungan telefonnya Poppy, dia langsung saja memasukkan lagi ponselnya kedalam saku jasnya, sambil mengatakan sesuatu.
" Bertahanlah, sebentar lagi!! ",, kata batinnya Christian untuk Poppy.
Dan setelah itu Christian langsung saja melangkahkan kakinya masuk lagi kedalam ruang perawatannya Tevy.
" Ayo dong Nak, cerita kapada Mamah, Mamah bisa mati penasaran ini ",, kata Mamah Qiara kepada Tevy sambil terus menerus mendesak Tevy untuk jujur.
" Hei anak badak, kamu jangan melototi Tevy terus seperti itu, kamu membuat Tevy takut ",, kata Mamah Qiara kepada Denzel yang terus menahan Tevy berbicara dengan pelototan matanya.
" Apa Tevy belum memberitahukan yang tadi dia katakan kepada Tuan Denzel, dan Tuan Cryill Nyonya?? ",, tanya Christian kepada Mamah Qiara ketika dia sudah berdiri disampingnya Mamah Qiara.
Mamah Qiara langsung saja menggelengkan kepalanya kepada Christian.
" Tevy, Tevy tadi minta apa sama suami kamu Denzel, dan adik ipar kamu Cryill, jika mereka tidak mau, Kakak mau ko menggantikan mereka membelikannya atau mengabulkannya untuk kamu, itu kan demi kamu dan calon keempat keponakanku ",, kata Christian dengan nada khas seorang Kakak kepada adiknya.
" Tapi Tevy maunya cuma Denzel dan Cryill saja Kakak, yang mengabulkan keinginannya sidedek ",, jawab Tevy dengan nada manja kepada Christian.
" Memangnya apa yang sidedek kembar inginkan, biar Uncle Tian saja ya yang mengabulkannya?? ",, kata Christian kepada Tevy.
Mamah Jovanka dan Ayah Marson perasaannya sangat senang sekali, melihat kedekatannya Christian bersama Tevy seperti itu.
Sedangkan Mamah Qiara dia sedikit bingung dengan Christian dan juga Tevy, kenapa memanggilnya Kakak seperti itu.
" Tevy cuma ingin dibelikan cel4n4 d4l4m sama pembalut saja Kak Tian sama Denzel dan juga Cryill, memangnya Kak Tian tahu ukuran cel4n4 d4l4mnya Tevy, kan yang tahu Denzel?? ",, akhirnya terjawab sudah apa yang diinginkan Tevy dari Denzel dan juga Cryill.
Christian dan Mamah Qiara yang mendengar perkataannya Tevy, mereka berdua langsung saja saling pandang.
Begitupun yang lainnya, dan setelah itu mereka semua langsung saja tertawa dengan cukup keras sekali, untuk mentertawakan kesengsaraannya Denzel dan juga Cryill.
Sedangkan Cryill ketika mendengar perkataannya Tevy tadi, dia langsung saja menepuk wajahnya menggunakan kedua telapak tangannya.
Dan Denzel sendiri dia langsung saja menggelengkan kepalanya sambil menutup matanya, ketika Tevy sudah mengatakannya dengan jujur kepada Christian tadi.
__ADS_1
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
...***TBC***...