My Little Dosen

My Little Dosen
CHAPTER 64


__ADS_3

Ketika Tevy sudah dipindahkan kekursi roda oleh Denzel, Dokter Khafita dia langsung saja mengajak semua orang untuk berlalu keluar dari dalam ruangan itu untuk menuju kedalam ruang kerjanya.


Denzel dia lalu mendorong kursi rodanya Tevy dengan sangat hati-hati sekali.


Sedangkan Tevy dia masih saja diam sambil terus memikirkan banyak hal, terutama tentang hamil kembar empat yang sedang dia alami itu.


Sebab Tevy masih tidak percaya dengan perkataannya Dokter Khafita apakah dia benar hamil empat atau tidak.


Disaat semua orang sudah pada keluar dari dalam ruang perawatannya Tevy.


Cryill yang keluar belakangan, dia tidak sengaja malah bertabrakan dengan Dokter Khafita yang juga ingin keluar dari dalam ruang perawatannya Tevy.


" Eh maaf Tuan, anda duluan saja kalau begitu ",, kata Dokter Khafita dengan ramah kepada Cryill.


Cryill yang melihat dari dekat wajahnya Dokter Khafita, dia seperti merasa ada desiran aneh yang dia rasakan didalam hatinya.


" Dokter cantik sekali, apakah Dokter sudah mempunyai kekasih atau suami?? ",, kata Cryill kepada Dokter Khafita dengan wajah menggombalnya.


Dokter Khafita yang mendengar pertanyaan menyeleneh dari Cryill dia langsung saja tersenyum lucu sekali.


Dan tanpa menghiraukan perkataannya Cryill, Dokter Khafita langsung saja berlalu pergi dari hadapannya Cryill untuk keluar terlebih dahulu.


Karena Dokter Khafita tidak mau jika yang lainnya akan kelamaan menunggu dirinya, kalau dirinya menanggapi perkataannya Cryill.


Cryill yang dicuekin oleh Dokter Khafita seperti itu, dia bukannya marah, namun langsung saja tersenyum manis sambil memegangi jantungnya.


" Aduh jantungku, sepertinya sudah dibawa pergi oleh Dokter yang tadi tersenyum manis kepadaku ",, kata Cryill berbicara sendiri sambil mendramatisir perkataannya dengan sambil memegangi dad4nya, ketika semua orang sudah berlalu keluar dari dalam ruangannya Tevy.


Singkat cerita mereka semua saat ini sudah berada didalam ruang kerjanya Dokter Khafita.


Dan Dokter khafita dia langsung saja menyuruh Denzel untuk menaruh Tevy lagi keatas ranjang pasien yang ada disitu.


" Mari Tuan Denzel, tolong pindahkan istri anda disini ",, kata Dokter Khafita dengan ramah kepada Denzel, sambil menunjuk brankar pasien yang ada disitu.


Dengan pelan-pelan Denzel langsung saja memindahkan Tevy kebrankar pasien yang tadi ditunjuk oleh Dokter Khafita.


" Silahkan yang tidak berkepentingan untuk menyingkir sejenak ya Tuan-tuan ",, kata Dokter Khafita dengan sangat ramah sekali kepada semua orang.


" Saya mempunyai kepentingan Dokter, karena saya rasanya ingin selalu berada disampingnya Dokter ",, jawab Cryill kepada Dokter Khafita sambil memegangi dadanya.

__ADS_1


Dokter Khafita langsung saja tersenyum lucu ketika mendengar gombalan receh lagi dari Cryill.


" Anak kambing, sudah sana keluar, ini untuk urusan perempuan ",, kata Mamah Qiara kepada Cryill.


" Yah Mamah ini, Cryill itu lagi berusaha mendekati Dokter cantik ini, jika tersenyum bisa membuat hatiku meleleh, kenapa diusir sih, kan jika Dokter cantik ini bisa Cryill dapatkan, Mamah akan mendapatkan seorang menantu Dokter ",, jawab Cryill kepada Mamah Qiara.


Dokter Khafita daritadi dia masih terus tersenyum lucu dan senang, serta merasa terhibur dengan sikap kocaknya Cryill yang seperti itu.


Sedangkan untuk yang lainnya, mereka juga masih menyimak percakapannya Cryill sambil tersenyum lucu juga.


Untuk Charles sendiri, dia juga sudah ikut bergabung dengan mereka semua.


Sebab tadi ketika Charles yang baru saja membeli makanan untuk Tevy dan semua orang, dia yang ingin naik menggunakan lift, tidak sengaja bertemu dengan semua orang yang ingin keluar dari dalam lift untuk menuju keruang kerjanya Dokter Khafita.


Alhasil Charles memutuskan untuk ikut saja bersama mereka semua didalam ruangannya Dokter Khafita.


" Sudah mohon untuk keluar terlebih dahulu, sedangkan Tuan Denzel silahkan disini temani Nyonya Tevy ",, kata Dokter Khafita lagi dengan nada yang sopan dan ramah kepada Denzel dan juga semua orang.


Perkataannya Dokter Khafita membuat Denzel langsung saling pandang lagi dengan Tevy, namun Denzel tetap bersikap tenang, seolah-olah dia memang suaminya Tevy.


" Saya disini saja ya Dokter ",, kata Mamah Qiara kepada Dokter Khafita.


" Nyonya Jovanka, anda kan perempuan, jika anda ingin juga ada disini tidak apa-apa saya ijinkan ",, kata Denzel kepada Mamah Jovanka.


Sungguh Mamah Jovanka sangat senang sekali mendengar perkataannya Denzel.


Sebab daritadi dia ingin sekali berkata seperti itu, tapi takut dan tidak enak dengan Mamah Qiara.


Karena Mamah Qiara tidak mengetahui siapa dia sebenarnya.


" Bolehkah?? ",, jawab Mamah Jovanka kepada Denzel.


" Boleh Nyonya silahkan ",, balas Denzel kepada Mamah Jovanka sambil tersenyum ramah.


Sedangkan Tevy, yang daritadi berbaring disitu, dia masih saja diam, dengan fikiran melayang entah kemana.


Walau didepannya orang-orang sedang pada ribut dengan sendiri-sendiri, namun fikirannya Tevy tidak berada didalam ruangan itu.


Setelah perkataannya Denzel yang terakhir itu, gorden penyekat untuk pemeriksaannya Tevy pun, ditutup lagi oleh susternya Dokter Khafita.

__ADS_1


Baju yang untuk menutupi perutnya Tevy pun mulai disingkapkan keatas oleh Dokter Khafita, dan Denzel yang melihatnya dia berpura-pura biasa saja, namun didalam hatinya dia malah teringat dengan kejadian beberapa minggu yang lalu yang sedang menuntaskan h4sratnya kepada Tevy.


" Kenapa aku menginginkan Tevy disaat posisi sedang seperti ini, cuma karena melihat perutnya Tevy dibuka hingga sampai bawah seperti itu ",, kata batinnya Denzel dengan terus menetralkan wajahnya.


" Baik Nyonya, mari kita mulai ya pemeriksaannya ",, kata Dokter Khafita kepada Tevy, dan masih didengar oleh Mamah Qiara, Denzel, dan juga Mamah Jovanka yang berada disitu.


Mereka semua langsung saja mengalihkan pandangan mereka kearah layar USG yang ada disitu ketika mendengar perkataannya Dokter Khafita.


Semua para laki-laki tadi kecuali Denzel, mereka juga bisa menyaksikan hasil USGnya Tevy melalui layar televisi yang cukup besar yang ada disitu yang terhubung juga dengan layar USG yang ada didepannya Dokter Khafita.


" Nah ini dia Nyonya Tevy, calon baby anda ",, kata Dokter Khafita kepada Tevy sambil menunjukkan benih baby yang terlihat masih sangat kecil sekali.


Tevy masih saja diam dengan mata dan fikiran yang terus fokus kelayar televisi besar yang ada disitu.


" Dan ini yang kedua ",, kata Dokter Khafita lagi sambil memperlihatkan titik baby yang kedua.


" Ini yang ketiga, mereka bersebelahan ",, lanjut lagi perkataannya Dokter Khafita kepada semua orang.


" Sebentar yang terakhir sepertinya sedang mengumpat ",, kata Dokter Khafita sambil terus mencari keberadaan babynya Tevy dan Denzel yang terakhir.


" Nah ini dia, ini yang keempat ",, kata Dokter Khafita lagi kepada Tevy dengan mata yang terus fokus kelayar USG dan tangan yang masih terus memutari perutnya Tevy menggunakan alat USG atau biasa disebut dengan transducer.


" Sebentar, saya perkecil dulu gambarnya, supaya mereka bisa terlihat secara bersamaan ",, sambung terus perkataannya Dokter Khafita kepada semua orang.


Dan ketika sudah diperkecil gambarnya oleh Dokter Khafita, memang terlihat ada empat buah titik didalam perut kecilnya Tevy itu.


Sungguh jantung Tevy sangat berdebar-debar sekali ketika dia menyaksikan sendiri ada empat buah titik didalam rahimnya, sebab dia tidak menyangka akan dikaruniai empat orang baby sekaligus.


Sedangkan Denzel, dia sampai speechles karena juga tidak menyangka tembakan yang hanya sekali dia lakukan, bisa menghasilkan empat buah penerus Maverick selanjutnya.


Dan untuk Mamah Jovanka sendiri, dia juga sangat bahagia sekali, itu artinya dia seperti merasa akan segera mempunyai empat orang cucu sekaligus.


Namun Mamah Jovanka dia sebisa mungkin menunjukkan rasa bahagianya itu dengan menampilkan wajah yang bahagia sewajarnya saja, karena takut menimbulkan kecurigaan dari Mamah Qiara.


Berbeda dengan Mamah Jovanka yang menahan rasa bahagianya dengan kehamilan kembarnya Tevy, Mamah Qiara dia justru malah menunjukkan ekspresi bahagia yang berlebihan, karena Mamah Qiara merasa sebentar lagi akan mempunyai empat orang cucu sekaligus.


Dan Mamah Qiara sudah tidak sabar ingin merasakan kerepotan diganggu oleh cucu-cucunya itu.


...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2