
Tevy yang tadi mendengar Denzel yang tiba-tiba berteriak sambil memanggil namanya Cryill.
Tevy reflek langsung saja merebut ponselnya Denzel untuk melihat apa yang sedang dilihat oleh Denzel didalam ponselnya.
Ketika Tevy sudah melihat apa yang ada didalam ponselnya Denzel, sungguh Tevy semakin pusing saja ketika melihat postingan terakhir yang Cryill berikan diakun instagramnya.
" Sungguh adik kamu itu, membuatku naik darah saja Tuan ",, kata Tevy sambil melempar ponselnya Denzel keatas ranjang.
" Sebal dengan Cryill boleh, tapi jangan melempar ponselku seperti itu, ini ponsel mahal, dan ada banyak data penting didalam ponselku ini ",, kata Denzel kepada Tevy sambil mengambil ponselnya yang tadi dilempar sembarangan oleh Tevy diatas ranjang.
" Saya itu ingin pulang, dan pergi dari mansion ini.... ",, kata Tevy kepada Denzel.
" Atau jangan-jangan, Tuan dan Cryill itu bekerja sama untuk membuatku terus bertahan dimansion anda ini ya?? ",, lanjut lagi perkataannya Tevy kepada Denzel sambil menunjuk wajahnya Denzel.
" Jika saya ingin,... tanpa bantuan Cryill sekalipun, saya bisa membuatmu untuk berada disampingku untuk selamanya Tevy......., jadi asal menuduh seperti itu!! ",, kata tegas dari Denzel kepada Tevy sambil mendekatkan badannya kearahnya Tevy, sampai-sampai Tevy harus menahan dad4nya Denzel menggunakan kedua tangannya lagi.
" Tapi boleh juga ini keisengannya Cryill kali ini kepadaku, tanpa bersusah payah saya menahan kamu disini, otomatis kamu tidak akan bisa pergi dari sisiku Tevy ",, kata Denzel lagi kepada Tevy sambil tersenyum miring.
" Besok kedua orang tuaku akan datang kesini untuk melihat kamu, sudah ayo tidur lagi saja, jangan sampai besok mata kamu menghitam karena kurang tidur, pasti Mamah akan mengira saya yang membuatmu tidak tidur semalaman ",, kata Denzel lagi kepada Tevy sambil merebahkan badannya diranjang lagi dan langsung memejamkan matanya.
Tevy yang melihat Denzel tenang-tenang saja dan santai seperti itu, dia langsung saja mengguncangkan badannya Denzel untuk membiarkannya pergi saja dari mansionnya.
" Sekalinya tidak!! ya tidak akan saya biarkan kamu pergi dari mansion saya ini Tevy, apalagi sampai kamu mengadu dengan Mamah saya ",, jawab Denzel kepada Tevy dengan mata terpejam dan tangan yang dia taruh diatas dahinya.
" Tidak mau Tuan, saya mau pergi dari dalam mansion ini, saya itu tidak kenal dengan anda, kenapa anda memenjarakan saya seperti ini, apalagi dengan ketengilan dari adik anda itu, rasanya ingin sekali saya menonjok mukanya itu ",, kata Tevy kepada Denzel sambil menampilkan wajah sebalnya.
" Jika ingin menonjok Cryill, besok saja, sudah ayo tidur lagi, saya masih mengantuk sekali ini ",, kata Denzel lagi kepada Tevy, dan langsung saja menarik tangannya Tevy, hingga Tevy langsug saja jatuh diatas dad4nya.
" Diam Tevy, jangan sampai kamu membangunkan sesuatu yang sedang tidur??!! ",, kata Denzel kepada Tevy dengan nada dinginnya sebab Tevy malah bergerak dan memberontak terus didalam pelukannya sehingga membuat bukit bakpaonya Tevy bergesekan sempurna dengan kulit dad4nya Denzel.
Tevy yang tidak terlalu faham dengan perkataannya Denzel, dia lalu bertanya dengan polosnya kepada Denzel.
__ADS_1
" Memangnya apa ada orang lain yang tidur didalam kamar ini, dan siapa orang yang akan bangun itu Tuan?? ",, tanya Tevy kepada Denzel sambil melihat kearah wajahnya Denzel yang sedang memejamkan matanya itu.
" Sudah tidur saja, saya yakin kamu juga tidak ingin mengetahuinya ",, jawab santai Denzel sambil membuka matanya dan melihat wajahnya Tevy yang berada tepat didepannya.
" Tidak mau!!, jangan membuat saya penasaran Tuan, cepat tolong kasih tahu kepada saya??!! ",, kata Tevy dengan kekeh kepada Denzel.
" Sudah Tevy tidurlah saja kamu ",, jawab Denzel kepada Tevy dan Denzel tidak memperdulikan perkataannya Tevy, dengan posisi yang masih memeluk tubuhnya Tevy diatas badannya.
Dasar sifatnya Tevy yang keingin tahuannya sangat besar sekali, dan sifatnya Tevy yang itu ada baiknya dan ada buruknya juga.
Tevy yang sudah diberitahu oleh Denzel untuk tidur dan tidak perlu mengetahuinya, dia tetap kekeh ingin tahu apa maksud perkataannya Denzel, serta ingin tahu apakah ada orang lain yang tidur didalam kamar itu juga.
Sifat keingin tahuannya Tevy kali ini akan membuat Tevy menyesal sudah bertanya kepada Denzel.
" Baiklah jika kamu terus memaksaku Tevy ",, jawab Denzel kepada Tevy sambil membuka matanya lagi.
" Mana tangan kamu ",, kata Denzel lagi kepada Tevy.
Tevy tidak ada rasa curiga sama sekali kepada Denzel mau diapakan itu tangan kirinya.
Dan ketika Denzel sudah menggenggam tangan kirinya Tevy, dia langsung saja menaruh tangan kirinya Tevy keatas rudalnya yang siap meluncur itu.
Tevy sangat terkejut sekali dengan apa yang dilakukan oleh Denzel kepada tangannya itu, sedangkan Denzel dia malah tersenyum miring kepada Tevy sambil menatap lekat wajahnya Tevy yang sedang melototkan matanya itu kepadanya.
Tevy yang terkejut dia ingin langsung menarik tangannya dari atas rudalnya Denzel, tapi dasar Denzel yang sangat senang menggoda Tevy, dia malah menyilangkan kedua kakinya, hingga akhirnya tangannya Tevy terjepit tepat diatas rudalnya.
" Diam Tevy, semakin kamu menggerakkan tangan kamu itu, rudal saya semakin siap tegak untuk menembak ",, kata Denzel dengan sangat santai sekali kepada Tevy.
Tevy langsung terdiam ketika mendengar perkataannya Denzel, sebab apa yang dikatakan oleh Denzel, Tevy merasakannya.
Tangannya Tevy merasakan miliknya Denzel seperti b3rk3dut semakin membesar saja ketika dia terus bergerak seperti tadi.
__ADS_1
Sehingga membuat Tevy menjadi semakin sangat geli sekali ditangannya, dan sungguh sangat sial sekali entah bagi Tevy atau Denzel.
Ketika Tevy merasa telapak tangannya sangat kegelian dengan miliknya Denzel yang terus b3rk3dut itu, Tevy tidak sengaja malah merem45 pelan rudalnya Denzel, alhasil membuat Denzel langsung saja melototkan matanya kepada Tevy, begitu pula dengan Tevy yang juga sama melototkan matanya juga kepada Denzel.
Apalagi sekarang miliknya Denzel malah semakin membesar saja berada tepat digenggamannya Tevy.
" Tevy ini sakit sekali, kamu membuatku tersiksa!! ",, kata Denzel dengan nada dingin seperti biasanya dan seperti tidak membuka mulutnya ketika berbicara kepada Tevy.
" Tapi ini juga salah Tuan sendiri, kenapa anda menjepit tangan saya seperti ini!! ",, jawab Tevy kepada Denzel karena Tevy juga merasa sangat malu sekali.
" Kamu harus membantuku Tevy, atau saya akan tersiksa semalaman seperti ini terus!! ",, kata Denzel lagi kepada Tevy.
" Maksudnya.......??? ",, kata Tevy menjeda perkataannya sejenak.
" Maksudnya membantu anda itu apa Tuan Denzel?? ",, tanya Tevy dengan sangat bingung dan juga sangat takut sekali jika apa yang dia fikirkan terjadi juga.
" Mengeluarkan yang seharusnya dikeluarkan, saya ini laki-laki normal Tevy ",, jawab Denzel kepada Tevy dengan posisi yang masih sama seperti tadi.
" Maksud anda saya harus memuaskan anda malam ini begitu?? ",, tanya Tevy kepada Denzel.
Dan Denzel langsung saja mengangguk kepada Tevy sambil menaikkan sebelah alisnya keatas.
" Enak saja kalau berbicara!!, ini rasakan!! ",, kata Tevy kepada Denzel dan Tevy malah dengan sengaja merem45 rudalnya Denzel dengan sedikit kuat sekali.
Sehingga membuat Denzel langsung saja mengaduh kesakitan karena ulah tangannya Tevy itu.
...πΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌ...
Apakah Denzel akan menyalurkan has4tnya itu kepada Tevy, atau Tevy bisa meloloskan diri dari Denzel, ikutin terus keseruan dari Denzel dan juga Tevy ya readersππ.
...π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»...
__ADS_1
...***TBC***...