My Little Dosen

My Little Dosen
CHAPTER 22


__ADS_3

Ketika Denzel sedang menenangkan Tevy yang selalu meminta ingin pulang keapartemennya sendiri.


Diluar kamarnya Denzel malah sedang terjadi keributan kecil yang disebabkan oleh Cyrill adiknya Denzel yang baru saja sampai dimansion ketika sudah pulang dari mansion kedua orang tuanya yang ada diluar negeri.


Cyrill yang sudah sampai diruang keluarga mansion Kakaknya, dia langsung saja duduk sambil bertanya kepada Hendy, tangan kanannya Denzel.


" Tuan Hendy, Kakak saya apa ada dirumah, sepertinya tadi saya sekilas melihat ada mobilnya Kakak saya diluar ",, tanya Cyrill kepada Hendy.


" Tuan Denzel ada dimansion Tuan Cyrill, dan dia saat ini sedang bersama kekasihnya yang sedang sakit didalam kamarnya Tuan Denzel ",, jawab Hendy kepada Cyril dengan sangat jujur sekali.


Cryill yang awalnya duduk-duduk santai dengan sambil menyilangkan sebelah kakinya keatas kaki yang satunya.


Ketika mendengar jawabannya Hendy, Cryill langsung saja terkejut dan dia juga langsung saja berdiri dari duduknya.


" What!!!, Kakak saya dengan kekasihnya?? ",, kata Cryill dengan nada yang sangat terkejut sekali.


" Benar Tuan ",, jawab Hendy lagi kepada Cryill.


" Kekasih yang mana??, setahu aku Kak Denzel tidak mempunyai kekasih, aku harus memastikannya sendiri ",, kata Cryill untuk dirinya sendiri namun masih didengar oleh Hendy yang masih setia berdiri didepannya.


Namun sebelum berjalan menuju kedalam kamarnya Denzel, Cryill lalu mengatakan sesuatu kepada Hendy.


" Awas saja Tuan Hendy berbohong kepada saya, akan saya tembak kepala anda nanti ",, kata Cryill kepada Hendy dengan gayanya yang khas.


Hendy hanya diam saja sambil terus menunduk tanpa memperdulikan perkataannya Cryill.


Dan Cryill sendiri lalu dia langsung saja berlalu masuk menuju kedalam kamarnya Denzel.


" Kak Denzel mempunyai seorang kekasih, jika benar itu terjadi, aku harus memberitahukan itu kepada Mamah sama Papah, dan mereka harus merayakan syukuran pesta tujuh hari tujuh malam, serta juga tabur bunga kelaut untuk membuang si4lnya Kak Denzel ",, kata Cryill berbicara sendiri sambil terus berjalan menaiki tangga menuju kedalam kamarnya Denzel.


Ketika sudah sampai didepan kamarnya Denzel, Cryill yang tidak sabar dia langsung saja mengetuk pintunya dengan sangat tidak sabaran sekali.


Sedangkan Denzel yang masih terus menenangkan Tevy pun, dia sedikit jengkel ketika ada yang tidak sopan mengetuk pintu kamarnya dengan begitu keras sekali.


" Siapa yang berani kuran9 ajar denganku ",, kata Denzel ketika mendengar pintu kamarnya diketuk dengan tidak sabaran seperti itu.

__ADS_1


" Akan aku bunuh orang itu ",, kata Denzel lagi dan dia langsung saja berdiri dari duduknya yang dipinggir ranjang sebelahnya Tevy.


" Diam disini Tevy, jangan coba-coba untuk kabur kamu ",, kata Denzel kepada Tevy sebelum dia berlalu membuka pintu kamarnya.


Denzel setelah berkata seperti itu kepada Tevy, dia langsung saja beranjak berdiri dari duduknya sambil mengambil pistol yang dia letakkan sembarangan diatas meja yang ada didalam kamarnya untuk menembak orang yang sudah berani tidak sopan kepadanya.


Denzel yang sudah mengambil pistol itu, dia langsung saja berjalan kearah pintu kamarnya, sedangkan Tevy dia masih saja diam sambil terus memperhatikan Denzel.


Denzel membuka pintunya dan langsung menodongkan pistol itu kedahi sang pengetuk pintu kamarnya.


Cryill yang terkejut ditodong pistol seperti itu oleh Denzel, dia langsung saja mengangkat kedua tangannya keatas.


" Wooo, wooo, wooo, slow brother ini aku ",, kata Cryill yang terkejut tiba-tiba ditodong pistol oleh Denzel.


Denzel langsung saja menurunkan pistolnya dan dia langsung menunjukkan wajah sebalnya kepada Cryill.


" Kenapa kamu pulang kesini!! ",, kata Denzel kepada Cryill.


Cryill langsung saja menunjukkan wajah betenya kepada Denzel ketika Denzel bertanya yang sedikit menyakitkan hatinya seperti biasanya.


" Kakak kenapa selalu membuat hatiku bersedih sih ",, jawab Cryill kepada Denzel dengan sedikit lebay.


" Eeeh tunggu dulu Kak, kata Tuan Hendy, Kakak sedang membawa kekasih Kakak kedalam kamar ya, mana sini aku mau kenalan dong sama dia ",, kata Cryill sambil menahan pintu kamarnya Denzel, sambil juga berusaha mengintip kedalam kamarnya Denzel.


Denzel yang melihat gelagatnya Cryill dia langsung berusaha mendorong dad4nya Cryill supaya tidak terlalu jauh melihat kedalam kamarnya.


" Pergi sana!! ",, dorong Denzel dengan cukup kuat kepada Cryill ketika Cryill ingin menerobos masuk kedalam kamarnya.


Cryill langsung saja memajukan bibirnya ketika diperlakukan seperti itu oleh Kakaknya.


" Pelit!! ",, jawab Cryill kepada Denzel sambil menunjukkan wajah sebalnya dan langsung ingin berlalu dari depan pintu kamarnya Denzel.


Denzel tidak perduli dengan Cryill dan dia langsung saja ingin menutup lagi pintu kamarnya.


Tapi sayang seribu sayang, Cryill tadi ternyata hanya berpura-pura saja membalikkan badannya ingin berlalu dari situ.

__ADS_1


Dan ketika Denzel sedikit lengah, Cryill langsung saja mendorong dengan sedikit kuat pintu kamarnya Denzel.


Alhasil Cryill akhirnya bisa masuk juga kedalam kamarnya Denzel.


Sedangkan Denzel dia langsung saja seperti mengeluarkan tanduk iblisnya ketika Cryill seperti itu kepadanya, sambil terus menarik tangannya Cryill supaya pergi dari dalam kamarnya.


" Pergi kamu!!, Kakak bilang pergi Cryill!! ",, kata Denzel kepada Cryill dengan tegas sambil terus menarik dan mendorong Cryill supaya pergi dari dalam kamarnya.


Sedangkan Tevy yang sedang rebahan diatas ranjang, dia sedikit terkejut tiba-tiba ada laki-laki yang tidak dikenalnya lagi masuk kedalam kamar dan langsung bertengkar dengan Denzel.


Tevy akhirnya tahu laki-laki yang tiba masuk kedalam kamar adalah adik dari laki-laki yang menolongnya yaitu Denzel, ketika Cryill maupun Denzel menyebut nama Kakak dipercakapan mereka.


" Kakak pelit sekali sih, aku tidak mau keluar sebelum aku berkenalan dengan calon Kakak ipar aku ",, kata Cryill sambil menahan badannya yang sedang ditarik paksa oleh Kakaknya.


Dan Cryill dia juga belum sempat melihat dengan jelas wajahnya Tevy karena sibuk dengan Kakaknya terlebih dahulu.


Denzel yang mengetahui bagaimana sifat dari adiknya itu, dia lalu mengalah dan memberikan kesempatan untuk Cryill supaya bisa berkenalan dengan Tevy.


" Baik, Kakak akan memberikanmu waktu sebentar untuk berkenalan dengannya, tapi awas saja kalau kamu sampai menggoda atau mengganggunya!! ",, kata Denzel kepada Cryill dengan nada dinginnya seperti biasanya.


Sedangkan Tevy dia masih saja diam sambil terus memperhatikan dua laki-laki yang sedang pada bertengkar didekatnya itu.


" Cie, Kakak cemburu ya ",, goda Cryill kepada Denzel.


" Kalau ketika dia melihat Cryill dan langsung jatuh cinta dengan Cryill ya jangan salahkan Cryill dong Kak, memang kenyataannya Cryill lebih muda dan lebih tampan dari Kakak ",, kata Cryill dengan percaya diri kepada Denzel seperti biasanya.


Denzel hanya memutar bola matanya dengan jengah saja kepada Cryill yang selalu percaya diri sekali seperti itu.


" Sudah sana cepatan ",, kata Denzel lagi kepada Cryill.


Dan Cryill langsung saja berjalan mendekat kearah ranjang, untuk melihat dan berkenalan dengan Tevy.


Namun alangkah terkejutnya Cryill ketika Cryill sudah melihat dengan sangat jelas sekali wajahnya Tevy.


Begitu pula dengan Tevy, dia juga sama terkejutnya sampai-sampai Tevy melototkan sedikit matanya ketika sudah melihat dengan jelas wajah dari adiknya Denzel yaitu Cryill.

__ADS_1


...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...


...***TBC***...


__ADS_2