
Berbeda dengan Cryill, berbeda pula dengan Tevy dan Denzel saat ini.
Saat ini Denzel dan Tevy sedang berada didalam kamar pribadi mereka yang ada dimansion Denzel.
Tadi setelah pulang dari acara pesta pernikahan dari Cryill dan Causa, Tevy dan Denzel langsung saja masuk kedalam kamar.
" Papi.......... ",, panggil Tevy yang sedang duduk bersandar disandaran ranjang.
" Hmm ada apa sayang?? ",, jawab Denzel kepada Tevy sambil mengusap rambutnya yang basah.
Sebab Denzel dia baru saja selesai mandi.
" Sini......... ",, kata Tevy kepada Denzel sambil melambaikan tangannya.
Denzel pun langsung saja melempar handuknya itu keatas shofa yang ada didalam kamarnya, setelahnya Denzel langsung juga berjalan mendekati Tevy.
" Ada apa Mami?? ",, tanya Denzel kepada Tevy sambil duduk diranjang sebelah Tevy.
" Ada yang ingin Mami tanyakan kepada Papi, dan Mami yakin Papi tahu sesuatu yang belum Papi ceritakan kepada Mami ",, kata Tevy kepada Denzel.
" Masalah apa yang sedang ingin Mami tanyakan kepada Papi?? ",, tanya dari Denzel kepada Tevy.
" Ini tentang Cryill ",, kata Tevy kepada Denzel.
" Cryill??, memangnya Cryill kenapa sayang?? ",, tanya Denzel kepada Tevy.
" Katanya Cryill kemarin pergi keBarbados untuk menemui Khafita, dan Mami lihat Cryill tidak pulang bersama Khafita sejak kemarin, sedangkan ini tahu-tahu Cryill malah menikah dengan Causa??, Mami sangat penasaran sekali dengan ceritanya Papi, sebab Papi kan belum sempat bercerita sama sekali kepada Mami ",, kata Tevy kepada Denzel.
Sebelum Denzel bercerita kepada Tevy, dia langsung saja mengambil nafasnya dengan cukup panjang sekali.
" Cryill kemarin memang pergi keBarbados Mami, akan tetapi ketika sudah menemui Khafita disana, Khafita sendiri mengatakan kepada Cryill, jika dia tidak mau melanjutkan hubungannya lagi dengan Cryill, walau Cryill sudah membujuk Khafita untuk tetap terus mempertahankan hubungan mereka sayang ",, cerita dari Denzel kepada Tevy.
Tevy pun juga masih setia diam saja untuk mendengarkan kelanjutan dari cerita Denzel.
" Dan untuk masalah dengan Causa, ini sebenarnya sedikit rumit ",, kata Denzel kepada Tevy.
" Rumit??, rumit kenapa Papi?? ",, tanya Tevy kepada Denzel.
" Mami kan tahu sendiri, jika Cryill anaknya usil dan juga suka bercanda ",, kata Denzel kepada Tevy.
Dan Tevy pun langsung saja mengangguk kepada Denzel.
" Cryill sebenarnya dia cuma menggoda Causa saja namun malah berlanjut seperti ini dan membuat Cryill tidak bisa mundur dari permainannya sendiri ",, kata Denzel kepada Tevy sambil tertawa lucu.
" Itu artinya Cryill dan Causa tidak saling cinta dong Papi?? ",, kata Tevy kepada Denzel.
__ADS_1
Denzel pun langsung saja mengangguk kepada Tevy.
" Jika Causa tidak mencintai Cryill, kenapa dia tidak membatalkan pernikahan ini Papi, namun malah menerimanya?? ",, tanya Tevy kepada Denzel.
" Causa bukannya tidak menolak Mami, tapi karena berbuhubung bercandaannya Cryill sudah sampai terdengar ditelinga Papah, ya mau tidak mau mereka harus melanjutkannya, karena Papah akan marah besar jika tahu kalau Cryill cuma bercanda saja kepada mereka ", jawab Denzel kepada Tevy.
" Jadi mau tidak mau Cryill dan Causa harus melanjutkan sandiwara mereka, namun Papi dan Mamah berpesan satu hal kepada Cryill ",, kata Denzel lagi kepada Tevy.
" Apa itu Papi?? ",, tanya Tevy kepada Denzel.
" Jika Cryill tidak boleh mempermainkan Causa, dan harus segera melupakan Khafita dari dalam hatinya ",, jawab Denzel kepada Tevy.
" Oh begitu ",, kata Tevy kepada Denzel sambil mengangguk-ngangguk saja.
" Papi sendiri sudah menyelidiki ko Mami Causa dari keluarga mana, Keluarga Causa mereka semua keluarga baik-baik dan dari Keluarga yang kedua Kakaknya seorang tentara, bahkan Ayahnya juga pensiunan Tentara ",, kata Denzel lagi kepada Tevy.
" Apakah Papah tahu akan hal itu Papi?? ",, tanya Tevy kepada Denzel.
" Tahu sayang ",, jawab Denzel kepada Tevy.
" Terus kalau Papi sendiri, bisa tahu ini semua dari siapa??, apakah dari Cryill sendiri?? ", tanya Tevy lagi kepada Denzel.
" Iya dari Cryill, dan bagaimanapun juga Cryill adalah adik laki-laki Papi satu-satunya sayang ",, jawab Denzel kepada Tevy.
" Papi-papi.......... ",, panggil Tevy lagi kepada Denzel.
" Apa Mami ",, kata Denzel dengan lembut kepada Tevy.
" Sini deh tangannya ",, kata Tevy kepada Denzel.
Dan Denzel pun langsung saja memberikan telapak tangannya yang sebelah kiri kepada Tevy.
Setelahnya Tevy langsung saja menarik tangan Denzel untuk dia taruh diatas perutnya.
Denzel langsung saja terkejut ketika untuk pertama kalinya tangannya merasakan sebuah tendangan kecil diperut buncitnya Tevy.
Denzel yang merasakan akan hal itu, dia langsung saja menatap Tevy dengan tatapan tertegunnya.
Sedang Tevy sendiri dia langsung saja tersenyum sangat manis sekali kepada Denzel.
" Mereka menendang Mami?? ",, kata Denzel dengan ekspresi wajah yang sangat terkejut sekali.
" Hu'um Papi ", jawab Tevy kepada Denzel sambil tersenyum manis.
Setelahnya Denzel langsung saja merubah duduknya untuk mengsejajarkan wajahnya didepan perut buncitnya Tevy.
__ADS_1
" Halo sayang ",, kata Denzel mengajak berbicara keempat anaknya sambil mengusap-usap lembut perut buncitnya Tevy.
Dan langsung saja direspon dengan beberapa tendangan dari dalam perut Tevy.
Senyum Denzel langsung saja mengembang dengan sempurna ketika dirspon seperti itu oleh para keempat calon babynya itu.
Bahkan mata Denzel pun langsung saja berkaca-kaca ketika bisa merasakan kebahagiaan yang belum pernah dia rasakan itu.
" Mereka merespon Papi Mami, mereka menendang terus ",, kata Denzel kepada Tevy dengan sangat excited sekali.
" Iya Papiku sayang ",, jawab Tevy kepada Denzel sambil mengusap rambut kepala Denzel dengan lembut.
Setelahnya Denzel terus mengusap-usap lembut perut buncit Tevy sambil terus mengajak berbicara keempat babynya itu dengan penuh perhatian sekali.
Hati Tevy sangat menghangat sekali, ketika melihat pemandangan Denzel yang bisa sebegitu lembut dan perhatian sekali seperti itu kepada keempat calon baby mereka.
Senyum manis pun terpatri indah dibibir pinknya Tevy dengan sempurna.
" Mami sejak kapan mereka mulai menendang sayang??, karena sebelumnya mereka belum merespon seperti ini kan?? ",, tanya Denzel kepada Tevy.
" Sejak pagi tadi Papi, tadi pagi Papi kan sedang sibuk mengontrol pernikahan dari Cryill, jadi Mami belum sempat mengatakannya kepada Papi ",, jawab Tevy kepada Denzel.
" Tinggal empat bulan lagi mereka akan segera lahir, rasanya Papi sudah tidak sabar saja ingin melihat bagaimana wajah dari mereka semua sayang ",, kata Denzel kepada Tevy sambil tersenyum senang.
" Iya, yang pastinya mereka akan mirip dengan kita dong Papi, kan mereka anak-anak kita ",, jawab Tevy kepada Denzel.
Denzel pun langsung saja kembali duduk dengan tegak lagi sambil tersenyum kepada Tevy.
Setelahnya Denzel langsung membawa Tevy kedalam pelukannya dengan mesra sekali.
" I Love You Mami ",, kata Denzel kepada Tevy sambil mencium kening Tevy.
" I Love You Too Papi ",, jawab Tevy kepada Denzel.
" Apakah Mami mau istirahat dulu, nanti akan Papi bangunkan ketika waktu makan malam tiba ",, tanya Denzel kepada Tevy.
" Tidak, Mami tidak ingin tidur, dan itu daritadi ponsel Papi berdering terus ketika Papi sedang mandi tadi, kata anak buah Papi, salah satu hewan koleksi milik Papi ada yang mati, memangnya Papi apa mengoleksi binatang??, karena setahu Mami disini tidak ada hewan sama sekali ",, kataTevy kepada Denzel.
Dan Denzel pun langsung saja gelagapan ketika ditanya seperti itu oleh Tevy.
" Nanti akan Papi jawab, Papi mau menelfon anak buah dari Papi dulu ya Mami ",, jawab Denzel untuk menghindari Tevy.
" Iya dan Mami akan menghack ponsel Papi lagi sebelum Papi bercerita kepada Mami, jadi bagaimanapun Papi menyembunyikan sesuatu dari Mami, Mami akan cepat mengetahuinya ",, kata Tevy dengan santai kepada Denzel sambil mengotak atik ponselnya.
Denzel langsung saja menutupi wajahnya menggunakan kedua telapak tangannya karena baru teringat jika dia tidak bisa berbohong kepada Tevy.
__ADS_1
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
...***TBC***...