My Little Dosen

My Little Dosen
CHAPTER 249


__ADS_3

Khafita sangat terkejut sekali ketika membuka pintu kamar mandi langsung melihat Vince sudah berdiri didepan kamar mandi dengan tatapan yang tidak pernah dia lihat sama sekali.


Khafita yang terkejut dia langsung saja merubah mimik mukanya menjadi biasa saja, supaya Vince tidak curiga kepadanya.


" Apakah Kak Vince sedang mencari Khafita Kak?? '', tanya dari Khafita mencoba biasa saja kepada Vince.


" Iya, aku cuma ingin mengatakan, jika ini sudah malam, ayo mari aku antar kamu pulang, dan Kakak juga sudah pamit dengan Ayah sama Mamah ",, jawab dari Vince kepada Khafita dengan wajah yang benar-benar flat.


" Tapi Fita belum pamit dengan mereka Kak, Fita pamit dulu ya ",, kata Khafita kepada Vince sambil mencoba berlalu dari hadapannya Vince.


Namun langkah kaki dari Khafita langsung saja dicegah oleh Vince dengan cara mencekal pergelangan tangannya Khafita.


Otomatis Khafita pun langsung saja berhenti tepat disampingnya Vince.


" Ada apa Kak?? ",, tanya Khafita kepada Vince.


" Tidak perlu berpamitan lagi dengan mereka, dan ini aku sudah mengambilkan mantel milik kamu tadi ",, kata Vince kepada Khafita sambil memberikan mantel milik Khafita.


" Oh ya, terimakasih, kalau begitu ayo Kak ",, kata Khafita bernada kaku kepada Vince, sebab wajah dari Vince benar-benar tidak seperti biasanya.


Setelahnya mereka berdua langsung saja melangkahkan kaki mereka untuk keluar dari dalam rumah mewah milik Ayah Iram.


Didalam perjalanan Vince tidak seperti biasanya kepada Khafita, jika biasanya Vince akan selalu mengajak berbicara, bercanda, bermesraan kepada Khafita, tapi untuk saat ini, Vince hanya diam saja sambil menunjukkan wajah dinginnya dihadapan Khafita.


Sedang Khafita sendiri untuk pertama kalinya hati dia merasa tidak tenang berada didalam satu mobil bersama Vince malam itu.


Dan Khafita pun seperti sungkan ingin mengajak berbicara terlebih dahulu kepada Vince.


Hingga akhirnya setelah sekian menit berdiam-diaman didalam mobil, mobil yang Vince kendarai sampai juga dirumah mewah milik Ayah Cedro yang sedang ditempati oleh Khafita.


" Masuklah, dan aku akan langsung kembali pulang ",, kata Vince kepada Khafita dengan wajah datarnya ketika sudah membukakan pintu mobilnya untuk Khafita tadi.


" Tunggu Kak, apa Kakak tidak mau masuk dulu kedalam?? ",, kata Khafita kepada Vince yang sedang berjalan kearah sisi mobil satunya.


" Tidak ",, jawab Vince kepada Khafita.


" Tunggu........... ",, cegah dari Khafita lagi kepada Vince yang ingin masuk kedalam mobilnya.


" Kak Vince kenapa??,................ dan kenapa wajah dari Kak Vince terlihat dingin kepada Fita?? ",, tanya Khafita kepada Vince.


Sebelum menutup menjawab pertanyaan dari Khafita, dia pun langsung saja menutup pintu mobilnya dengan cukup keras.

__ADS_1


Dan selanjutnya Vince langsung saja berjalan untuk mendekati Khafita.


" Kamu tanya Kakak kenapa Fita??, coba tanyakan kepada diri kamu sendiri, apa yang membuat Kakak bersikap seperti ini kepadamu??!! ",, jawab Vince dengan ekspresi sedang marah kepada Khafita.


" Kakak seperti orang bodoh tadi, dan kenapa kamu tidak bercerita kepada Kakak jika Cryill itu mantan kamu, Hah!! ",, kata Vince lagi kepada Khafita sambil menunjuk wajahnya Khafita.


" Maafkan Fita Kak, Fita tidak bermaksud ingin membohongi Kakak, tapi Fita beneran tidak tahu jika Kak Vince mengenal dengan Cryill?? ",, jawab Khafita sambil menangis kepada Vince.


" Harusnya jika kamu fikirkan dengan serius sejak awal, pasti kamu sudah tahu jika aku pasti mengenal dengan Cryill!! ",, kata Vince lagi kepada Khafita.


" Maafkan Fita Kak, maafkan Fita ",, kata Khafita kepada Vince dengan semakin deras saja air matanya.


" Cukup Fita, Kakak sudah mendengar semuanya sendiri ketika kamu tadi mencegah Cryill didepan kamar mandi ",, kata Vince kepada Khafita.


Khafita sungguh sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan dari Vince.


" Kakak mendengar semuanya?? '',, tanya Khafita dengan ekspresi terkejutnya kepada Vince.


" Iya, kenapa??, terkejut!! ",, sahut dari Vince dengan segera kepada Khafita.


" Dari perkataan kamu kepada Cryill, dan dari wajah kamu tadi yang kamu perlihatkan kepada Cryill, sangat terlihat sekali jika kamu masih ada rasa untuk Cryill ",, kata Vince lagi kepada Khafita.


Khafita tidak bisa membantah atau menjawab perkataan dari Vince tadi, sebab apa yang dikatakan oleh Vince memang benar adanya.


" Bahkan kamu pun sekarang tidak bisa membantah perkataan dari Kakak kan Khafita ",, kata Vince lagi dan lagi kepada Khafita yang hanya diam saja.


" Maafkan Khafita Kak Vince, jangan pergi tinggalkan Fita, Fita mohon ",, hanya itu yang bisa Khafita katakan kepada Vince sambil memegang tangannya Vince.


" Maaf Khafita, Kakak sudah memikirkannya matang-matang daritadi, jika Kakak tidak bisa melanjutkan pernikahan kita, Kakak tidak bisa menikahi seorang wanita yang masih mempunyai rasa dengan mantannya, apalagi mantan itu pastinya akan selalu berada didekat kita ",, kata Vince kepada Khafita sambil melepaskan pegangan tangan dari Khafita.


" Tidak Kak, tidaaaaaakkk, jangan tinggalkan Fita Kak, Fita juga mencintai Kakak, tolong jangan mengambil keputusan disaat Kakak sedang marah seperti ini Kak, Fita mohon tolong fikirkan sekali lagi dengan kepala dingin ",, kata Khafita dengan memohon kepada Vince.


" Tidak Khafita, keputusan Kakak sudah bulat, tolong sampaikan saja kepada kedua orang tua kamu, dan nanti Kakak juga akan menyampaikan kepada kedua orang tua Kakak perihal pembatalan pernikahan kita ",, jawab Vince dengan tenang kepada Khafita.


Khafita langsung menangis sejadi-jadinya ketika mendengar jawaban dari Vince tadi sambil terus mencegah Vince untuk pergi darinya.


Dan Vince setelah berkata seperti itu kepada Khafita, dia langsung saja berlalu pergi meninggalkan Khafita untuk kembali pulang kerumahnya sendiri.


Yaps kerumahnya sendiri yang dia beli menggunakan hasil kerja kerasnya selama ini.


Bagaimana Vince bisa memergoki Khafita yang mengikuti Cryill tadi ketika dikamar mandi??.

__ADS_1


Jawabannya ketika Vince sedang mencari Khafita untuk dia perlihatkan sesuatu yang sudah dipersiapkannya sejak kemarin untuk dia berikan kepada Khafita sebagai hadiah.


Vince pun tidak menemukan Khafita diantara semua keluarganya yang masih pada berpesta.


Vince lalu mencoba bertanya kepada salah satu asisstan rumah tangga siapa tahu ada yang melihat Khafita.


Dan beruntungnya salah satu asisstan rumah tangganya ada yang tahu dimana Khafita berada.


Vince langsung saja melangkahkan kakinya kearah tempat yang diberitahukan oleh asisstan rumah tangganya tadi.


Namun ketika Vince hampir saja sampai didekat kamar mandi, dia melihat adegan Khafita sedang mencekal tangannya Cryill.


Vince pun lalu mengurungkan niatnya untuk memanggil Khafita, dan dia memilih menguping serta mengintip apa yang sedang dibicarakan oleh Khafita dan Cryill.


Sungguh hati dari Vince langsung saja merasa sangat sakit sekali ketika mendengar sendiri jika ternyata Cryill dan Khafita pernah menjalin kasih dulu.


Dan Vince yang tidak mau ketahuan jika dia sedang menguping Cryill dan Khafita, dia lalu beranjak pergi dengan segera menuju kedalam kamarnya untuk menenangkan hatinya yang sedang kacau.


Vince tidak mau terlihat berantakan disaat semua orang sedang berada dirumah Ayahnya.


Didalam kamar Vince merenung dan merenung dengan sangat serius sekali, apakah dia akan melanjutkan hubungannya dengan Khafita atau tidak.


Dan jika Vince bertanya kepada hatinya yang paling dalam, hati dia mengatakan untuk mengakhiri saja hubungannya dengan Khafita, karena Vince tidak mau melihat wajah Khafita yang terlihat masih mencintai Cryill.


Vince pun awalnya mencoba menolak kata hatinya, tapi entah kenapa ketika Vince melihat wajah Khafita yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi, dan terlihat jelas jika Khafita baru saja menangis.


Vince jadi teringat ketika Khafita meminta maaf kepada Cryill terlihat sekali jika masih ada cinta dimata Khafita untuk Cryill.


Ketika didalam mobil pun tadi Vince sebenarnya menunggu Khafita untuk bercerita sendiri kepadanya tentang hubungannya dengan Cryill dulu, tapi apa yang ditunggu oleh Vince tidak terkabul juga.


Khafita yang tidak mau segera jujur kepada Vince, membuat kata hati dari Vince yang awalnya dia tolak, tiba-tiba membara dan semakin bulat saja untuk mengakhiri hubungannya dengan Khafita sebelum berlanjut secara serius.


Dan Khafita sendiri tadi setelah kepergian dari Vince, dia langsung saja terduduk lemas didepan teras depan rumahnya dengan menangis sangat pilu sekali.


...🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺...


Sungguh cerita cinta yang sedikit rumit😬.


...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2