
Semenjak kedatangan dari Cryill suasana ruang perawatan Tevy pun semakin meriah saja.
Walau Tevy tidak bisa ikut bergabung dengan yang lain, namun dia tetap senang bisa melihat Keluarganya pada bahagia seperti itu semua.
Denzel sendiri tidak mau meninggalkan Tevy sama sekali dari tempat duduknya yang dipinggir brankar.
Karena Denzel ingin selalu ada untuk Tevy dan menjadi suami siaga untuknya serta Denzel juga selalu mengusap lembut tangan Tevy yang tidak sedang diinfus.
Sesekali Denzel pun menciumin tangan sang istri tercintanya itu dengan mesra.
Dulu Denzel jarang sekali berkumpul dengan Keluarganya seperti saat ini, waktu dia habiskan untuk mencari uang, bekerja, membajak kapal cargo, pokoknya menjadikan dirinya semakin suskes dan kaya saja, tanpa memikirkan Keluarganya sama sekali.
Yang Denzel fikirkan jika dia tidak mau sampai kalah dengan orang lain, dan Denzel juga tidak mau jika orang lain sampai berani menginjak-injak harga dirinya.
Namun semenjak Denzel menikah dengan Tevy, hidup dia berubah seratus delapan puluh derajat.
Waktu dia sering dia habiskan dirumah, berkumpul sama Keluarga dan terpenting semenjak menikah dia tidak mau sampai meninggalkan Tevy terlalu lama.
Karena Denzel takut kalau Tevy akan pergi lagi darinya, atau mendapatkam serangan musuh yang tidak dia harapkan.
" Lihatlah sayang, mereka begitu menyayangi anak-anak kita ",, kata Denzel kepada Tevy sambil memperhatikan semua Keluarganya yang sedang bercengkerama.
" Iya, apakah Papi sendiri sudah bisa membedakan mereka semua?? ",, tanya Tevy kepada Denzel.
" Belum Mami, karena wajah mereka mirip semua ",, jawab Denzel kepada Tevy sambil tertawa lucu.
Tevy pun ingin sekali juga tertawa seperti Denzel, akan tetapi tidak bisa, karena pasti akan membuat perutnya sakit, alhasil Tevy hanya bisa tersenyum lucu menanggapi perkataan dari Denzel tadi.
Ketika Denzel dan Tevy sedang berbincang dan semua Keluarganya sedang pada bahagia seperti itu, tiba-tiba saja atensi dari mereka semua teralihkan dengan suara pintu yang diketuk dari luar.
Cryill yang berinisiatif untuk membukakan pintunya, dia langsung saja berdiri dari duduknya.
Dan ketika pintunya sudah dibuka oleh Cryill ternyata yang mengetuk adalah Halil, sekretaris dari Denzel.
" Oh Tuan Halil, apakah anda ingin mencari Kak Denzel?? ",, kata Cryill kepada Halil.
" Benar Tuan ",, jawab Halil dengan sopan kepada Cryill.
" Mari silahkan masuk, Kak Denzel ada didalam ",, kata Cryill kepada Halil.
" Terimakasih Tuan ",, jawab sopan dari Halil sambil sedikit menundukkan badannya kepada Cryill.
Cryill dan Halil pun akhirnya masuk kedalam ruang perawatan Tevy dan Halil dia langsung berjalan mendekati Denzel, sedang Cryill dia langsung kembali duduk dishofa yang tadi didudukinya sebelahnya Causa.
Semua orang yang ada disitu, mereka semua langsung saja mengalihkan pandangan mereka kearah Halil yang baru saja masuk.
Dan Halil pun ketika sudah masuk tadi, dia langsung menunduk hormat kepada semua orang yang ada disitu terutama pada Keluarga Carrington.
__ADS_1
" Apa itu pesananku?? ",, tanya Denzel kepada Halil.
" Iya Tuan, ini ",, jawab Halil kepada Denzel, sambil memberikan sebuah paperbag yang berukuran tidak terlalu besar maupun tidak terlalu kecil.
" Iya, kamu boleh pergi, dan selama saya tidak ada dikantor, kantor handle kamu dulu Halil ",, kata Denzel kepada Halil.
" Baik Tuan, permisi ",, jawab sopan dari Halil kepada Denzel dan semua orang yang ada disitu.
Setelah kepergian dari Halil, Ayah Marson dan yang lainnya pada bertanya-tanya apa isi dari paperbag yang tadi diberikan oleh Halil kepada Denzel.
Kecuali Tevy, dia sudah tahu sendiri apa isi dari paperbag tersebut.
" Oh ini adalah sebuah gelang penanda yang sengaja Denzel pesankan khusus dipengrajin berlian untuk membedakan mereka semua Ayah ",, jawab Denzel kepada Ayah Marson dan semua orang yang ada disitu.
" Gelang penanda?? ",, ulang kata dari Christian kepada semua.
" Akan aku buka salah satunya ",, kata Denzel dan masih didengar oleh semua orang.
Denzel pun lalu mengambil sebuah kotak dari dalam paperbag itu yang ukurannya tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu kecil yang berwarna navy dengan desain yang sangat elegan sekali.
Diatas kotak itu tertulis angka satu dengan bordiran benang emas murni dua puluh empat karat, serta ada lambang mahkota diatas angka satu itu.
" Nah ini Charles pakaikan ditangannya, itu bisa diatur sesuai lingkar pergelangan tangannya ", kata Denzel kepada Christian, sambil menyerahkan satu buah gelang yang sangat bagus sekali dengan ukiran yang tidak ada duanya didunia ini, yang terbuat dari berlian asli dan campuran emas murni.
Christian pun langsung menerima gelang tersebut dan langsung membaca sebuah nama yang ada dilingkaran gelangnya dengan ukiran emas murni.
" Iya, itu nama pemberian dari Sang Ratu, dan nama lengkapnya adalah Zuriel Aarav Ivander Maverick yang berarti anak laki-laki yang sangat tangguh, perkasa, bijaksana, mandiri dan paling terbaik diantara yang baik ",, jawab Denzel kepada Charles dan masih didengar oleh yang lainnya.
" Wao ",, ucap reflek dari Cryill ketika sudah mendengar nama baby pertamanya Denzel dan Tevy.
Cryill tidak menyangka jika Kakaknya bisa memberikan nama begitu indah sekali untuk anaknya.
" Ini untuk baby yang kedua, ini Mah ",, kata Denzel kepada Mamah Jovanka, sambil menyerahkan sebuah gelang yang sudah dia ambil dari dalam kotak yang sama namun ada angka dua dan jangan lupakan lambang mahkota diatasnya.
" Siapa namanya Mah?? ",, tanya Charles kepada Mamah Jovanka dengan sangat penasaran sekali.
" Adelio ",, jawab Mamah Jovanka dan masih didengar oleh yang lainnya.
" Adelio?? ",, ulang nama dari Ayah Marson.
" Iya Adelio, dan nama lengkap dia Adelard Adelio Yeeshai Maverick yang berarti Seorang Pangeran yang sungguh Mulia, gagah berani, pemberani dan juga mandiri ",, kata Denzel kepada semua orang.
" Ini yang ketiga, ini Causa pakaikanlah ketangannya ",, kata Denzel kepada Causa, sebab baby ketiga sudah berada digendongannya Causa.
" Namanya siapa sayang ",, tanya Cryill kepada Causa.
Dan semua orang sudah mengalihkan pandangannya kearah Causa.
__ADS_1
" Vernon ",, jawab Causa dan masih didengar oleh semua orang.
" Iya Vernon panggilannya, dan nama lengkapnya adalah Shyam Vernon Thrishaan Maverick yang berarti Seorang pemimpin yang ramah, berani dan juga mandiri ",, kata Denzel kepada semua orang.
" Dan ini untuk putri kecilku ",, kata Denzel menyerahkan gelang kepada Milka dan langsung dibaca oleh Christian.
" Hyuna??, bukannya Tevy menamainya Nellie Denzel?? ",, kata Christian kepada Denzel.
" Iya nama panggilannya bisa Hyuna bisa Nellie, dan nama lengkapnya adalah Nellie Hyuna Quennie Maverick yang artinya anak perempuan yang paling cantik, anggun, sabar dan juga mandiri ",, jawab Denzel kepada semua orang sambil kembali lagi duduk dikursi samping brankar.
Tevy pun yang daritadi hanya diam saja dia langsung tersenyum manis kepada Denzel ketika sudah membacakan semua nama anak-anak mereka.
" Namanya cantik-cantik semua beserta artinya, hello baby Vernon ",, kata Causa kepada semua orang sambil mencium lembut pipi baby Vernon yang digendongnya.
" Iya Kak namanya bagus-bagus semua, Cryill suka ",, sahut Cryill kepada semua orang.
" Dan semoga ketiga jagoan Kakak tidak jadi menggunduli rambut kepala Cryill nanti ",, gerutu Cryill dengan tanpa suara dan yang mendengarnya adalah dirinya sendiri.
" Terus itu ko masih sisa dua bungkusan kotak gelangnya Denzel?? ",, tanya Christian kepada Denzel.
" Iya kan buat jaga-jaga, aku sengaja pesan gelangnya tiga-tiga, laki-laki tiga, cewek tiga, karena aku kemarin tidak yakin dengan prediksi dari Dokter, takutnya ada yang keliru, dan ternyata benar ",, jawab Denzel kepada Christian dan masih didengar oleh semua orang.
" Maksunya bagaimana ya Nak?? ",, tanya Mamah Jovanka kepada Denzel.
" Dokter memprediksi jika babynya Denzel dua pasang Mah, dua laki-laki dan dua perempuan, tapi ketika lahir ternyata tiga laki-laki dan satu perempuan ",, jawab Denzel sambil tertawa lucu dan Tevy pun ikut tersenyum lucu juga ketika mendengarnya.
" Mau laki-laki semua atau perempuan semua, mereka semua tetap cucu-cucu Ayah ",, kata Ayah Marson sambil mengusap lembut pipi baby Adelio yang digendong oleh Mamah Jovanka.
" Ini masih sisa satu nama laki-laki dan perempuan, siapa tahu kamu Christian dan Cryill mau mengambilnya buat referensi nama anak kalian, tapi disini sudah ada nama panggilannya, jika kalian mau hitung-hitung aku juga menyumbangkan sebuah nama untuk para calon keponakanku ",, kata Denzel kepada Christian dan Cryill sambil menawarkan sisa gelangnya.
" Nanti saja deh Kak jika anak Cryill sudah lahir, yang terpenting tolong simpankan ya, jangan dijual, karena Cryill tahu pasti harganya sangat mahal kan??, lihat saja ini kilauannya ",, jawab Cryill kepada Denzel.
" Iya Denzel, aku juga nanti saja, karena babyku sedang dalam proses pembuatan ",, kata Christian juga kepada Denzel sambil tertawa lucu.
" Ok baiklah terserah kalian saja ",, jawab Denzel kepada Christian dan juga Cryill.
Ketika mereka semua sedang pada asik berbincang seperti itu, tiba-tiba saja ada empat orang Dokter masuk kedalam ruang perawatan Tevy dan mengatakan jika mereka ingin mengurus keempat babynya terlebih dahulu, serta mereka juga ingin mengecek kondisinya Tevy.
Semua orang pun langsung saja berlalu keluar dari dalam ruang perawatan Tevy untuk memberikan ruang kepada para Dokter itu yang akan memeriksa Tevy beserta keempat babynya.
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
Selamat datang didunia perhaluan Prince Zuriel, Prince Adelio, Prince Vernon, dan Princess Hyuna🥰🥰.
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
...***TBC***...
__ADS_1