My Little Dosen

My Little Dosen
CHAPTER 15


__ADS_3

Tevy yang sudah mengambil apa yang dia perlukan, dia lalu keluar lagi dari dalam kampus dan kali ini Tevy benar-benar akan pulang keapartemennya untuk beristirahat.


Sedangkan Denzel yang masih berada didalam mobilnya, dia terus tersenyum penuh arti sekali ketika sudah mengetahui jika Tevy menjadi seorang Dosen dikampus miliknya.


Ketika didalam mobil, Denzel mendengar ponselnya berdering lagi, dan ketika dilihat ternyata yang menelfonnya adalah adik terlakn4tnya, begitulah yang sering dikatakan oleh Denzel kepada adiknya.


Bahkan nama sang adik diponselnya pun diberinama adik laknat oleh Denzel.


" Halo ada apa kamu menelfonku?? ",, kata Denzel kepada adiknya dengan sedikit tidak bersemangat, karena Denzel sangat malas sekali ditelefon oleh adiknya.


Malas bukan karena marah, tapi malas karena adiknya jika sudah berbicara tidak akan berhenti-berhenti dan sangat lebay.


" Halo Kakak tersayangku, muaaaccchh ",, kata Cryill ketika menjawab telefon dari Kakaknya itu.


Ya seperti itulah salah satunya yang membuat Denzel malas sekali mengangkat sambungan telefonnya Cryill, lebay dan menjij1kkan begitulah kata Denzel.


" Jangan seperti itu lagi Cryill kepadaku, kamu membuat gendang telingaku rusak adik lakn4t!! ",, jawab Denzel kepada Cryill dengan nada yang sangat marah.


Namun Cryill bukannya marah, dia malah tertawa dengan sangat keras sekali, mendengar Kakaknya marah-marah seperti itu.


Cryill sendiri sangat mengetahui, jika sang Kakak sangat menyayanginya, walau sang Kakak sering marah-marah kepadanya, sering mengatainya, dan sering judes kepadanya.


" Kenapa Kakak marah-marah terus sih kerjaannya ",, jawab Cryill kepada Denzel.


" Kakak itu yang dibutuhkan cuma seorang istri, biar tidak mudah marah-marah terus, apalagi Kakak kan sudah TUA ",, lanjut lagi perkataannya Cryill kepada Denzel sambil menekan kata Tuan.


" Kamu jika tidak mau berbicara penting kepadaku, aku akan menutup telefonnya ",, kata Denzel kepada Cryill.


" Yee marah lagi kan Kakakku tercinta ini, jangan dulu, aku ada berita penting untuk Kakak ",, kata Cryill kepada Denzel.


" Apa?? ",, jawab Denzel kepada Cryill dengan sangat singkat sekali.


" Besok aku akan kembali pulang kemansion, yeeeeaayyy ",, kata Cryill kepada Denzel dengan nada cerianya seperti biasanya.

__ADS_1


" Tidak penting, aku lebih suka jika kamu tidak pulang kemansion, dan ikut Papah sama Mamah saja disana ",, jawab Denzel kepada adiknya dan langsung menutup sambungan telefon sang adik.


Karena memang selama dua bulan ini, Cryill adiknya Denzel dia sedang berlibur dikediamannya kedua orang tuanya yang ada diluar negeri sana.


Walau Denzel berkata seperti itu kepada adiknya sejatinya dia ada rasa kerinduan didalam hatinya untuk sang adik, yang selalu membuatnya naik darah dan tertawa bersamaan walau itu hanya tipis karena ulah sang adik yang sangat disayanginya itu.


Sedang Cyill yang ada disana, mengetahui telefonnya dimatikan oleh Kakaknya secara sepihak, dia hanya bisa menghela nafasnya dan menggelengkan kepalanya saja, karena sudah terbiasa digituin oleh sang Kakak.


Tanpa disadari Denzel, mobil yang ditumpangi olehnya ternyata sudah sampai juga dipelataran mansionnya.


Dan Denzel langsung saja keluar dari dalam mobil ketika pintu mobilnya sudah dibukakan oleh salah satu anak buahnya.


Denzel langsung saja masuk kedalam mansionnya sambil memanggil tangan kanannya yang bernama Hendy.


Hendy yang selalu siaga ketika mengetahui Denzel akan pulang dari pesan yang dikirimkan anak buahnya Denzel yang menjadi sopir pun, dia langsung saja bergegas menghampiri Denzel ketika mendengar namanya dipanggil oleh Denzel tadi.


" Iya Tuan ",, jawab Hendy kepada Denzel ketika sudah berdiri dihadapannya Denzel.


" Baik Tuan ",, jawab Hendy kepada Denzel dengan sopan sambil menundukkan sedikit badannya.


Hendy langsung saja melangkahkan kakinya mengikuti langkah kakinya Denzel yang masuk kedalam ruang kerjanya.


Ketika sudah sampai diruang kerjanya, Denzel langsung saja duduk disinggasananya sambil menghadap kearahnya Hendy.


" Saya ada pekerjaan untuk kamu, dan saya ingin informasinya dalam satu jam yang akan datang ",, kata Denzel kepada Hendy ketika dia sudah duduk dikursi kerjanya.


" Apa itu Tuan?? ",, tanya Hendy kepada Denzel dengan sangat sopan sekali.


" Tolong kamu cari tahu gadis yang bernama Tevy Moana Qalesya yang bekerja menjadi salah satu Dosen dikampus saya, bawakan profilnya kepada saya, semuanya tentang dia kamu kasih tahu kepada saya termasuk jadwal mengajarnya sekalipun ",, perintah Denzel kepada Hendy.


" Apa kamu faham Hendy ",, kata Denzel lagi kepada Hendy.


" Faham Tuan, segera akan saya berikan profilnya kepada anda, kalau begitu saya permisi dulu Tuan, untuk segera mencari informasi tentang dia ",, jawab Hendy kepada Denzel.

__ADS_1


Dan Denzel hanya mengangguk saja kepada Hendy.


Setelah itu Hendy langsung saja berlalu pergi dari hadapannya Denzel dengan sedikit menundukkan badannya tadi sebelum keluar dari dalam ruang kerjanya Denzel.


Denzel yang sudah melihat Hendy pergi, dia langsung saja menyandarkan punggungnya kesandaran kursi kerjanya dengan bibir yang tersenyum penuh arti sekali.


" I found you Tevy and you will soon be mine " ( aku menemukanmu Tevy dan kamu akan segera menjadi milikku ) ",, kata Denzel sambil memainkan bolpoinnya dengan perasaan yang sangat bahagia sekali.


Sedang kita geser keTevy, Tevy saat ini yang sudah sampai diapartemennya sejak setengah jam yang lalu dia sedang membuka laptopnya dan membuka situs yang ingin meretas akunnya tadi.


" Ryan Spencer ",, kata Tevy ketika dia sudah bisa masuk kedalam akunnya Ryan.


" Dia juga seorang hacker ternyata, ok mari kita bersenang-senang Ryan, aku kasih hadiah lagi untuk kamu ",, kata Tevy sambil tertawa devil dan Tevy lalu mengirimkan virus lagi kekomputernya Ryan.


Sedangkan Ryan yang ada diseberang sana, dia semakin kesulitan saja ketika berusaha menghapus dan membersihkan virus yang sangat susah sekali dibersihkan olehnya dari dalam komputer dan juga laptopnya.


" Siapa sebenarnya yang mengirimkan virus-virus ini kepadaku, ini sangat menghambat sekali kinerjaku ",, kata Ryan kepada dirinya sendiri didepan komputer dan juga laptopnya.


Setelah selesai mengirimkan virus lagi kepada Ryan, Tevy lalu malangkahkan kakinya menuju kedalam kamar mandi untuk bersih-bersih badannya.


Dan setelahnya Tevy lanjut tidur diatas ranjangnya yang empuk itu, sebab tubuh dan fikirannya Tevy sudah sangat ingin sekali diistirahatkan.


Tevy boleh tenang saat ini, tapi entah untuk hari esok, karena Denzel sudah mengetahui jika Tevy seorang Dosen dikampus miliknya.


Dan kita lihat kehebohan apa yang akan diberikan Denzel kepada Tevy esok hari.


Karena yang pasti Denzel tidak akan melepaskan Tevy hingga Tevy benar-benar menjadi miliknya, ya miliknya seorang tidak ada yang boleh memilikinya selain dirinya, begitulah yang dikatakan Denzel kepada dirinya sendiri.


Sedang Denzel yang sudah berada didalam kamarnya pun, dia masih terus memandangi fotonya Tevy yang ada didalam ponselnya sambil meminum wine kesukaannya dengan bibir yang terus tersenyum.


...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2