
Detak jantungnya Denzel sungguh berdetak lebih cepat dari biasanya ketika mendengar perkataannya Dokter Khafita jika Tevy sedang mengandung anak kembar.
" Kem.....kembar Dok?? ",, kata Denzel dengan sedikit tergagap kepada Dokter Khafita.
" Iya Tuan, kembar ",, jawab tenang dan sopan Dokter Khafita kepada Denzel.
" Tadi ketika saya periksa ada empat titik didalam rahimnya Nyonya Tevy, maka dari itu Nyonya Tevy dia tidak boleh sampai mengalami tekanan yang lebih, sebab itu akan membahayakan janin terlebih juga bisa membahayakan nyawa dari Nyonya Tevy itu sendiri Tuan ",, lanjut lagi perkataannya Dokter Khafita kepada Denzel.
" Bolehkan saya melihat sendiri calon anak saya itu Dokter?? ",, tanya Denzel kepada Dokter Khafita.
" Boleh Tuan, tapi nanti saja ya, ketika Nyonya Tevy sudah sadar dari pingsannya dan juga sudah lebih baik kondisinya, setelah itu nanti Nyonya Tevy bisa saya USG lagi ",, jawab Dokter Khafita kepada Denzel dengan nada ramahnya.
" Dan hari ini biarkan Nyonya Tevy untuk beristirahat dulu ya Tuan, tadi saya sudah memberikan suplemen dan vitamin kepada Nyonya Tevy, supaya badannya tidak terlalu lemas, sebab tadi saya mengecek tekanan darahnya Nyonya Tevy sungguh sangat rendah sekali ",, kata Dokter Khafita lagi kepada Denzel.
" Iya Dokter, terimakasih ",, jawab Denzel dengan super singkat kepada Dokter Khafita.
" Sama-sama Tuan ",, jawab Dokter Khafita dengan sangat ramah sekali kepada Denzel.
" Kalau begitu saya permisi dulu Dokter ",, pamit Denzel kepada Dokter Khafita.
Dan Dokter Khafita lalu menjelaskan kepada Denzel dimanakah letak ruangannya Tevy berada.
Denzel hanya mengangguk singkat saja kepada Dokter Khafita.
Setelah itu Denzel lalu keluar dari dalam ruang kerjanya Dokter Khafita untuk mencari ruangannya Tevy sesuai apa yang tadi sudah dijelaskan oleh Dokter Khafita kepadanya.
Ketika Denzel terus berjalan sambil membaca setiap petunjuk jalan yang ada disetiap lorong, dan juga sambil memainkan ponselnya untuk melihat apakah ada pesan atau email penting yang masuk, Denzel tiba-tiba tidak sengaja bertabrakan dengan seorang ibu-ibu yang sudah berumur hingga membuat ponsel yang dibawanya jatuh kelantai rumah sakit.
" Ya ampun Nak, maafkan saya, sungguh saya tidak sengaja ",, kata Ibu-ibu itu kepada Denzel dengan nada yang tidak enak.
Sedangkan laki-laki yang sudah berumur yang berjalan disamping ibu-ibu itu, dia juga langsung saja menanyai Denzel dengan nada yang sama tidak enaknya.
" Maafkan kami Nak, istri saya tidak sengaja menabrak anda ",, kata laki-laki itu dan ternyata dia adalah suami dari ibu-ibu tersebut.
" Iya Tuan tidak apa-apa ",, jawab Denzel sambil mendongakkan wajahnya untuk melihat wajah sepasang suami istri tersebut, ketika sudah mengambil ponselnya yang jatuh tadi.
Sepasang suami yang berumur itu, terutama sang laki-laki dia langsung saja melototkan matanya ketika melihat laki-laki muda nan gagah yang ditabrak oleh istrinya adalah orang yang dia cari selama satu bulan ini.
" Anda Tuan Denzel Maverick kan?? ",, kata laki-laki itu kepada Denzel.
__ADS_1
Dan sang istri yang mendengar suaminya menyebutkan nama Denzel Maverick dia langsung saja ikut-ikutan melototkan matanya juga.
" Iya Tuan, dan maaf apakah saya mengenal anda?? ",, kata Denzel kepada laki-laki tua tersebut.
" Perkenalkan, saya adalah Marson Carrington dan ini istri saya Jovanka Carrington ",, kata laki-laki tersebut kepada Denzel untuk memperkenalkan diri sambil tersenyum dengan sangat cerah sekali.
Yaps sepasang suami istri yang tadi tidak sengaja bertabrakan dengan Denzel adalah Ayah Marson dan juga Mamah Jovanka.
Dan Denzel yang sudah mendengar nama laki-laki tua yang ada didepannya, dia langsung saja mengenalinya sebab Perusahaannya dan Perusahaannya Ayah Marson saling kerjasama, walau Denzel belum pernah melihat secara langsung wajahnya Ayah Marson.
Karena yang mengurusi Perusahaannya Ayah Marson adalah Charles dan juga Christian.
" Apakah anda pemilik PT. Moana Carrington Corporation itu Tuan?? ",, tanya Denzel dengan ramah dan formal kepada Ayah Marson.
Memang semenjak Pricess mereka dinyatakan hilang, Perusahaan induk atau pusatnya Ayah Marson langsung berganti nama dengan PT. Moana Carrington, yang awalanya adalah PT. MC. Corporation atau kepanjangannya adalah PT. Marson Carrington Corporation.
" Benar sekali Tuan Denzel, saya pemiliknya, dan Perusahaan kita setahu saya sedang saling bekerjasama bukan?? ",, jawab Ayah Marson dengan ramah juga kepada Denzel.
" Benar Tuan, tapi untuk urusan itu sudah saya serahkan kepada orang kepercayaan saya ",, jawab Denzel kepada Ayah Marson.
Sedangkan Mamah Jovanka yang daritadi hanya diam saja sambil mendengarkan pembicaraannya Ayah Marson dan juga Denzel, jantung dia suaranya seperti genderang perang yang berdetak sangat kencang sekali, dengan kaki yang sudah sedikit gemetar.
Ayah Marson dia hanya tersenyum formal dan ramah saja kepada Denzel menanggapi perkataannya denzel.
" Mohon maaf Tuan, saya tidak bisa berlama-lama karena saya sedang terburu-buru untuk menjaga istri saya ",, kata Denzel kepada Ayah Marson.
Semakin kencang pula detak jantung dari Ayah Marson terutama Mamah Jovanka ketika Denzel mengatakan istri saya, yang artinya itu adalah Tevy, gadis yang membuat mereka sangat pensaran sekali.
" Istri anda, kenapa dengan istri anda itu Tuan Denzel?? ",, tanya Ayah Marson mencoba mencari tahu kepada Denzel.
Sebab semua orang masih mengira jika Tevy adalah istrinya Denzel.
" Dia sedang hamil Tuan, dan perlu dirawat sementara dirumah sakit ini ",, jawab singkat Denzel kepada Ayah Marson.
" Ha....Mil?? ",, tanya Mamah Jovanka dengan tiba-tiba kepada Denzel dengan sedikit gagap.
Karena Mamah Jovanka dia berfikir akan segera mempunyai seorang cucu dari Tevy.
" Iya Nyonya, maaf saya permisi dulu kalau begitu ",, jawab Denzel kepada Mamah Jovanka dengan ramah.
__ADS_1
" Tunggu!! ",, cegah Ayah Marson kepada Denzel.
Dan Denzel langsung saja menghentikan langkah kakinya itu.
" Bolehkah kami menjenguk istri anda itu Tuan Denzel?? ",, kata Ayah Marson kepada Denzel dengan langsung saling pandang kepada Mamah Jovanka.
Dan tatapan itu hanya Ayah Marson dan Mamah Jovanka saja yang tahu artinya.
Mau tidak mau Denzel lalu menginjinkan Mamah Jovanka dan Ayah Marson untuk menjenguk Tevy.
" Baiklah, ayo mari Tuan, Nyonya ",, jawab Denzel akhirnya kepada Ayah Marson dan Mamah Jovanka.
Ayah Marson dan Mamah Jovanka mereka langsung saling pandang lagi dengan bibir yang tersenyum dengan sangat cerah sekali ketika mendengar perkataannya Denzel.
Dan mereka bertiga lalu mencari ruangannya Tevy bersama-sama yang berada dilantai khusus ruang VVIP rumah sakit tersebut.
Setelah beberapa menit mencari, dan keluar masuk lift, akhirnya ketemu juga ruang perawatannya Tevy.
Denzel terlebih dahulu yang membukakan pintu ruangannya Tevy sambil mempersilahkan masuk Ayah Marson dan juga Mamah Jovanka dengan ramah.
Kaki Mamah Jovanka seperti gemetaran ketika terus melangkahkan kakinya menuju kearah brankarnya Tevy yang sedang tertidur itu.
Ayah Marson yang merasakan jika istrinya seperti tidak kuat berjalan karena merasa sangat rindu sekali dengan anak mereka, dia terus menyemangati sang istri dengan berbisik pelan ditelinganya Mamah Jovanka.
Dan ketika Ayah Marson, Mamah Jovanka beserta Denzel sudah berdiri disamping brankarnya Tevy sebelah kanan dan kiri.
Mamah Jovanka dia sekuat tenaga menahan suara tangisannya, ketika sudah melihat wajahnya Tevy secara jelas seperti itu.
Serta Mamah Jovanka juga tidak mau menimbulkan kecurigaan kepada Denzel, ketika dia tiba-tiba menangis.
Sedangkan Ayah Marson sendiri, dia juga sama terkejutnya seperti Mamah Jovanka ketika sudah melihat jelas wajah gadis yang terbaring lemah diatas brankar tersebut, siapa lagi kalau bukan Tevy Moana Qalesya.
...π‘π‘π‘π‘π‘π‘π‘π‘π‘π‘π‘π‘π‘...
Ayo dong readers mampir diAva dan Derralπ
...π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»...
__ADS_1
...***TBC***...