My Little Dosen

My Little Dosen
CHAPTER 21


__ADS_3

Tevy benar-benar sudah tenang ketika dipeluk Denzel dan tidak lama dia langsung terlelap lagi dalam tidurnya efek obat yang dia minum, serta juga efek kenyamanan yang diberikan Denzel melalui pelukannya.


Sedangkan Denzel sendiri, dia masih saja terus memperhatikan Tevy dengan tangan yang mengusap-usap lembut wajah cantiknya Tevy itu.


" Aku ini kenapa?? ",, kata batinnya Denzel sambil terus menatap lekat wajahnya Tevy dengan tangan masih terus membelai lembut wajahnya Tevy.


" Kenapa jantungku berdebar-debar seperti ini ketika aku berdekatan dengan Tevy?? ",, lanjut lagi perkataannya Denzel masih didalam hatinya.


" Apakah ini yang dinamakan cinta?? ",, sambung terus perkataannya Denzel didalam hatinya lagi.


Denzel memang tidak pernah merasakan jatuh cinta sampai umurnya yang sudah ketiga puluh lima tahun sekarang.


Aneh......??? ya memang seperti itulah yang terjadi kepada Denzel.


Denzel memang belum pernah merasakan perasaan berdebar-debar seperti itu didalam hidupnya seperti saat bersama Tevy sekarang.


Serta bagi Denzel ketika belum menemukan Tevy, tidak ada wanita yang bisa memikat hatinya dan tidak ada wanita yang menarik untuk dia jadikan kekasih atau pun istri.


Namun semua itu berubah ketika Denzel bertemu Tevy, Denzel bahkan rasanya tidak rela jika Tevy dimiliki oleh laki-laki lain selain dirinya.


Keangkuhan, kedinginan, cuek dan sifat tegasnya Denzel itulah yang membuat wanita yang menyukai serta mengidolakan Denzel semuanya mundur dengan sendirinya.


Tapi ada satu wanita yang masih kekeh mengejar cintanya Denzel selama dua tahun belakangan ini, dan dia adalah wanita yang dipaksa turun oleh Denzel kemarin dari dalam mobilnya.


Dia seorang influencer dan bernama Keyna Lighty. Anak dari koleganya Denzel yang bernama Tuan Bashan.


Denzel yang melihat Tevy sudah tenang dan sudah lelap sekali dalam tidurnya, dia serasa berat sekali ingin beranjak pergi dari pinggirnya Tevy.


Tapi itu harus tetap Denzel lakukan sebab Denzel merasa seperti ada gejolak yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya dengan lawan jenis didalam hati dan juga tubuhnya.


Denzel lalu akhirnya menguatkan hatinya untuk beranjak berdiri dari atas ranjang, dan dia memilih berdiri disamping ranjang sambil melihat kearahnya Tevy terus.


" Jantungku seakan ingin meledak rasanya ",, kata Denzel dengan suara pelannya sambil menyilangkan kedua tangannya didepan badannya sambil juga menatap Tevy yang sedang tertidur diatas ranjang mahalnya.


Ketika Denzel sedang bingung menenangkan degub jantungnya yang sedang berdetak dengan sangat kecang sekali itu, tiba-tiba ponselnya yang dia taruh diatas meja dekat dengan shofa yang ada didalam kamarnya berdering dengan sangat keras sekali.


Denzel langsung saja berjalan untuk mengambil ponselnya itu.

__ADS_1


Ketika sudah diambil ternyata yang menelfon Denzel adalah anak buahnya yang berjaga dimarkas persenjataannya.


" Halo ",, kata Denzel kepada anak buahnya itu.


" Halo Tuan, sesuai permintaan anda, semua pistol yang anda inginkan besok semuanya akan dikirim oleh mereka langsung kemarkas kita Tuan ",, lapor anak buahnya Denzel kepada Denzel.


" Bagus, awasi dengan sangat ketat sekali, karena saya tidak mau ada satu pun yang terlewat dalam pengiriman pistol itu ",, jawab Denzel kepada anak buahnya melalui sambungan telefon.


" Siap Tuan, saya akan menyuruh semua bawahan saya untuk memperketat penjagaan dan menghitung ulang semua pistol yang akan sampai nanti Tuan ",, jawab anak buah itu lagi kepada Denzel.


" Jangan lupa kabari saya terus ",, kata Denzel kepada anak buahnya.


" Baik Tuan ",, jawab anak buahnya Denzel kepada Denzel.


Dan Denzel langsung saja mematikan sambungan telefonnya itu ketika sudah mendengar jawaban dari anak buahnya.


Sedangkan kita geser keMilka sejenak.


Milka yang semalam menelfon Tevy tiba-tiba saja sambungan telefonnya dimatikan secara sepihak oleh Tevy, membuat Milka menjadi penasaran dan sangat khawatir sekali dengan Tevy.


Milka juga sudah mencoba menghubungi Tevy berulang kali, namun tidak pernah Tevy angkat hingga ponselnya Tevy baterainya sampai habis dengan sendirinya, gara-gara belum dicas oleh Tevy.


Karena Milka memang bekerja dikantoran sebagai staf biasa.


Sedang kita geser lagi kemansion mewah miliknya Ayah Marson dan Mamah Jovanka.


Walau Mamah Jovanka merasa sedikit belum enakan badannya, tapi dia tetap paksakan untuk bisa ikut sarapan bersama suami dan anak keduanya, yaitu Christian Edward Carrington.


Sedangkan untuk anak pertamanya Mamah Jovanka saudara kembar identiknya Christian yaitu Charles dia sudah menikah dan tinggal dirumah mewahnya sendiri bersama istrinya yang bernama Natalie dan anak perempuannya yang sudah berusia enam tahun yang bernama Nia.


" Christian, apakah pencarian kamu juga selama ini belum membuahkan hasil?? ",, tanya Mamah Jovanka kepada Christian hampir setiap hari ketika mereka sedang sarapan.


Christian yang mempunyai sifat lembut sama seperti Kakaknya pun, dia selalu merasa sangat kasihan sekali kepada sang Mamah yang sudah sangat rindu sekali dengan adik kecilnya yang dulu hilang.


" Maafkan Tian Mah, Tian belum bisa menemukan Moana ",, jawab Christian kepada Mamah Jovanka dengan nada lembut seperti biasanya.


Mamah Jovanka langsung saja menunjukkan wajah sedihnya ketika dia selalu mendengar jawaban yang sama berulang kali dari suami dan juga anak-anaknya.

__ADS_1


" Bagaimana hubungan kamu dengan kekasih kamu itu Tian, kapan kalian akan menikah??, Kakak kamu saja anaknya sudah besar, apa kamu tidak mau menyusulnya ",, tanya Ayah Marson kepada Christian.


" Belum tahu Yah ",, jawab Christian kepada Ayahnya.


" Jika tidak mantap dengan dia lepaskan!! ",, kata Ayah Marson kepada Christian.


" Iya Ayah ",, jawab Christian kepada Ayahnya.


Christian sebenarnya sangat mencintai kekasihnya itu, tapi sang Kakak yaitu Charles selalu menasehatinya untuk meninggalkan kekasihnya, sebab kata Charles kekasihnya Christian itu tidak mencintai Christian dengan tulus, dia hanya mengincar hartanya Christian saja.


Christian tidak langsung percaya apa kata Kakaknya sebab Christian tidak mendengar dan melihatnya sendiri.


Sang Kakak Charles pun bisa berkata seperti itu, karena dia dan istrinya yaitu Natalie pernah mendengar sendiri jika kekasihnya Christian yang bernama Poppy itu mau pacaran dengan Christian karena hartanya saja.


Apalagi Christian orangnya tidak pelit serta tidak pernah kasar sama sekali dengan wanita, itu semakin dimanfaatkan oleh Poppy untuk terus memanfaatkan Christian.


Sedangkan kita kembali lagi keDenzel.


Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi ternyata tanpa dia sadari.


Denzel dia masih sama saja seperti tadi, terus memandangi wajahnya Tevy yang belum bangun dari tidur cantiknya.


Denzel dia duduk dishofa yang ada didalam kamarnya sambil terus melihat kearahnya Tevy.


Disaat Denzel sedang asik mengamati wajahnya Tevy, tiba-tiba Tevy memperlihatkan gerakan jika dia ingin bangun dari tidurnya.


" Aaaahhh ",, reflek Tevy ketika dia merasa sakit ditangannya yang sedang diinfus itu.


Denzel yang melihat Tevy bangun dia langsung saja beranjak berdiri dari duduknya untuk menghampiri Tevy.


" Kamu sudah bangun Tevy?? ",, kata Denzel kepada Tevy sambil duduk dipinggiran ranjang.


" Aku mau pulang Tuan ",, jawab Tevy kepada Denzel sambil berusaha duduk dari rebahannya.


Mendengar perkataannya Tevy yang meminta pulang, Denzel tentu saja tidak akan membiarkannya begitu saja, sebab melihat keadaannya Tevy yang masih lemas seperti itu, tidak mungkin bisa membuat Denzel tenang.


Dan Denzel sendiri juga didalam hatinya rasanya tidak rela jikaTevy pergi dari dalam mansionnya.

__ADS_1


...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...


...***TBC***...


__ADS_2