
Pagi harinya Tevy yang tidak bisa tidur semalaman dia akhirnya tidak bisa berangkat kekampus, karena badannya tiba-tiba menjadi demam.
Yah wajar saja, dari jam sembilan malam sepeninggalan Denzel sampai jam tujuh pagi Tevy tidak tidur sama sekali, sama sekali readers karena ulahnya Denzel semalam yang sudah merusak tidur indahnya Tevy.
Tevy tidak bisa tidur karena terlalu banyak yang dia fikirkan ketika mendengar perkataannya Denzel kemarin malam dan juga kedatangannya Denzel keapartemennya, sampai-sampai Tevy pusing sendiri memikirkannya.
Tevy yang badannya merasa kurang fit, serta lemas dan pusing, dia lalu mengirimi pesan kepada salah satu mahasiswanya jika dia ijin tidak bisa masuk untuk mengajar mereka semua, dan memberikan tugas saja kepada para mahasiswanya itu untuk merangkum bab yang kemarin dia jelaskan.
Mengetahui jika Tevy tidak bisa mengajar hari itu, para mahasiswa terutama mereka yang pada menyukai cara mengajarnya Tevy sedikit merasa kecewa, karena tidak bisa melihat Dosen mungil yang cantik jika tersenyum dan lucu ketika digoda itu.
Tevy pagi itu dia hanya bisa berbaring saja diatas tempat tidurnya, karena badannya benar-benar sangat lemas sekali, dan kepalanya sungguh sangat pusing sekali.
Sedangkan kita berpindah keDenzel, Denzel setelah pergi dari dalam apartemennya Tevy tadi malam, dia langsung saja menyuruh anak buahnya untuk menjaga gedung apartemennya Tevy dari jarak jauh dan jangan sampai terlihat oleh Tevy.
Denzel ingin melindungi Tevy secara diam-diam, dan tidak ingin juga Tevy direbut oleh laki-laki lain selain dirinya.
Setelah itu Denzel malamnya dia bisa tidur dengan cukup nyenyak sekali dibandingkan malam kemarin, dan ketika pagi harinya Denzel sangat bersemangat sekali untuk segera bisa pergi kekampus iya kekampus bukan kekantornya, karena Denzel ingin melihat sang pujaan hatinya yaitu Tevy.
Serta Denzel kekampus bukan untuk meninjau kampusnya melainkan untuk melihat Tevy mengajar secara langsung, melalui kamera tersembunyi yang sudah disiapkan Hendy didalam kelas yang akan diajar oleh Tevy nanti.
Dan semalam yang diperintahkan oleh Denzel kepada Hendy adalah memasang kamera tersembunyi didalam kelas yang akan digunakan oleh Tevy pagi itu.
Denzel yang sudah bangun, sudah mandi, dan sudah mamakai pakaian kerjanya, dia langsung saja turun kebawah untuk menikmati kopi pahitnya seperti biasanya.
Setelah itu Denzel langsung saja beranjak berdiri keluar dari dalam mansionnya untuk menuju kedalam mobilnya.
" Kita kekampus dulu ",, kata Denzel kepada anak buahnya ketika dia sudah duduk dikursi penumpang yang ada didalam mobilnya.
" Baik Tuan ",, jawab anak buahnya Denzel kepada Denzeil.
Denzel pagi itu wajahnya terlihat sangat cerah sekali, berbeda dari biasanya, dan biasanya wajah Denzel sangat dingin bak kutub utara, pagi itu dia terlihat hangat sehangat mentari pagi saat itu.
__ADS_1
Denzel didalam mobilnya pun terus melihat jam tangannya yang mahal yang melingkar apik dipergelangan tangannya itu.
Dia sudah sangat-sangat tidak sabar sekali ingin segera sampai didalam kampusnya.
Akhirnya setelah berada didalam mobil sekitar empat puluh menit lamanya, mobil yang ditumpangi oleh Denzel sampai juga digedung megah yaitu kampus ternama yang ada dikota itu, dan itu adalah miliknya pribadi.
Melihat ada mobil mewah memasuki pelataran kampus, pandangan dari semua mahasiswa dan mahasiswi teralihkan kearah mobilnya Denzel dan para anak buahnya itu.
Sedangkan para Dosen yang melihat dan langsung mengenali mobilnya Denzel, mereka langsung saja berjejer rapi menyambut kedatangannya Denzel sang pemilik Yayasan tempat mereka mencari nafkah.
Dan salah satu Dosen langsung saja ada yang melapor kepada Rektor untuk memberitahukan jika sang pemilik Yayasan datang berkunjung kekampusnya.
Sang Rektor yang sudah datang diruangannya, dan mendengar laporan itu dia langsung saja bergegas keluar dari dalam ruangannya untuk menyambut kedatangannya Denzel.
Semua para mahasiswa dan mahasiswi pada penasaran siapa sih yang berada didalam mobil mewah itu.
Dan ketika Denzel sudah keluar dari dalam mobilnya sambil menggunakan kaca mata hitamnya, para mahasiswa dan para Dosen wanita yang masih single mereka semua langsung saja berteriak histeris ketika melihat Denzel.
Sedangkan Denzel dia hanya cuek, dingin, dan angkuh seperti biasanya.
" Tunjukan saya ruangan anda Tuan Rektor ",, kata Denzel kepada Rektornya.
" Mari-mari Tuan, saya tunjukkan, mari ikut saya ",, jawab Rektor kepada Denzel dengan sangat sopan sekali.
Para mahasiswi mereka masih terkagum-kagum melihat wajahnya Denzel, bahkan mereka semua sangat penasaran siapa Denzel, dan mengapa Rektor dan Dosen mereka sangat menghormatinya.
Ketika Denzel sudah sampai didalam ruangannya Pak Rektor, Denzel langsung saja meminta kepada anak buahnya untuk membukakan laptopnya yang sudah dia bawa tadi untuk melihat aktifitasnya Tevy yang sedang mengajar.
Namun alangkah terkejutnya Denzel ketika melihat ruangan kelas yang untuk Tevy mengajar malah kosong tidak ada kegiatan belajar mengajar sama sekali didalam ruang kelas tersebut padahal waktu sudah menunjukkan pukul delapan pagi.
Denzel yang bingung dia langsung saja bertanya kepada Rektor, tentang Dosen yang bernama Tevy.
__ADS_1
" Tuan Rektor, apakah Dosen yang bernama Tevy hari ini tidak mengajar?? ",, tanya Denzel kepada Pak Rektor.
" Maaf Tuan Denzel, saya kurang tahu, sebentar saya tanyakan kepada bawahan saya dulu ",, jawab Pak Rektor kepada Denzel.
Dan Rektor itu langsung saja menghubungi bawahannya untuk menanyakan apakah Tevy berangkat pagi itu atau tidak.
" Baik terimakasih ",, jawab Rektor kepada bawahannya melalui sambungan telefon dan setelahnya dia langsung saja menutup telefonnya.
Setelah menutup telefonnya itu, Rektor tadi langsung saja mengatakannya kepada Denzel apa yang tadi bawahannya katakan kepadanya.
" Maaf Tuan Denzel, Ms. Tevy pagi ini tidak berangkat, katanya ijin lagi sakit ",, lapor Rektor itu kepada Denzel.
Dan Denzel yang mendengar perkataannya sang Rektor dia langsung saja berdiri dari duduknya karena terkejut.
" Apa!!!, sakit?? sakit apa dia?? ",, kata Denzel dengan sangat terkejut sekali.
" Maaf saya kurang tahu Tuan Denzel ",, jawab Rektor itu kepada Denzel.
Dan Denzel lalu segera beranjak pergi dari dalam ruangannya Pak Rektor untuk menuju keapartemennya Tevy.
Namun ketika Denzel hampir saja keluar dari dalam ruangannya sang Rektor, Denzel tiba-tiba menghentikan langkah kakinya dan langsung menghadap kearahnya sang Rektor yang sedang berdiri dibelakangnya.
" Oh ya Tuan Rektor, anda harus mengistimewakan Ms. Tevy, karena dia adalah calon istri saya, dan jika saya sampai mendengar calon istri saya ada yang mengganggu, tanggung sendiri akibatnya!! ",, kata Denzel dengan sangat tegas sekali kepada Rektor tersebut.
" Baik Tuan, kami akan menghormati Nyonya Tevy seperti kami menghormati anda Tuan Denzel ",, jawab Rektor itu kepada Denzel dengan sangat ramah sekali.
Dan bahkan sang Rektor memanggil Tevy sekarang dengan panggilan Nyonya ketika sudah mendengar sendiri jika Tevy adalah calon istri dari pemilik Yayasan.
Dan setelah berkata seperti itu, Denzel langsung saja melangkahkan kakinya untuk segera pergi dari dalam kampus menuju keapartemennya Tevy untuk melihat keadaannya Tevy.
Dan entah kenapa Denzel sangat khawatir sekali ketika mendengar jika Tevy sedang sakit pagi itu, padahal semalam ketika terakhir melihatnya Tevy tidak kenapa-kenapa.
__ADS_1
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
...***TBC***...