My Little Dosen

My Little Dosen
CHAPTER 149


__ADS_3

Mereka berempat saat ini masih dalam mode diam dan saling pandang, sebab Mamah Odelia maupun Milka mereka pada bingung mau mengajak berbicara terlebih dahulu karena ada Denzel diantara mereka.


" Eemmm, Mamah buatkan minum dulu ya Tevy, sebentar ",, kata Mamah Odelia dengan tiba-tiba.


Tevy pun hanya mengangguk sambil tersenyum saja kepada Mamah Odelia.


Mamah Odelia pun dia langsung saja berlalu masuk kedalam rumah untuk membuatkan minum untuk mereka semua.


Didalam rumah itu cuma ada Milka dan Mamah Odelia saja, sebab Ayah Iram serta Vince Kakaknya Milka, mereka berdua sedang pada bekerja.


" Milka apa kabar, itu aku bawakan sesuatu untuk kamu ",, kata Tevy akhirnya membuka suara ketika Mamah Odelia sudah berlalu masuk tadi.


" Terimakasih Tevy, tapi ini kebanyakan ",, jawab Milka kepada Tevy.


" Tidak apa-apa, ini untuk kamu dan semuanya ",, kata Tevy lagi kepada Milka sambil tersenyum.


Milka pun hanya mengangguk sambil tersenyum saja menanggapi perkataan dari Tevy.


" Em, Tuan Denzel, maafkan saya yang masih ijin sampai sekarang Tuan, karena belum bisa berangkat kekantor ",, kata Milka kepada Denzel.


" Iya tidak apa-apa ",, jawab Denzel dengan nada super dinginnya kepada Milka.


Dan Milka yang mendengar jawaban dari Denzel, dia hanya bisa tersenyum tipis saja.


" Maaf lama, ini Tevy, Tuan minumannya, Tuan diminum tehnya, maaf cuma bisa menyediakan teh saja ",, kata Mamah Odelia kepada Denzel dan juga Tevy dengan perasaan yang sedikit yang tidak enak.


" Iya Mah tidak apa-apa, emm perkenalkan, dia Denzel Mah, suami Tevy ",, kata Tevy kepada Mamah Odelia.


" Iya Nak, Mamah sudah tahu, dari pemberitaan kamu yang kemarin itu ",, jawab Mamah Odelia kepada Tevy sambil tersenyum .


" Ngomong-ngomong, kamu sedang hamil ya Nak??, sudah berapa bulan hamilnya?? ",, tanya Mamah Odelia kepada Tevy.


" Jalan tiga bulan Mah ",, jawab Tevy kepada Mamah Odelia.


" Jalan tiga bulan, tapi kenapa sudah seperti hamil enam bulan ya Nak perut kamu itu ",, kata Mamah Odelia kepada Tevy.


" Iya wajar saja Mah, sebab Tevy sedang hamil kembar empat sekaligus ",, kata Milka ikut menimpali perbincangan dari Mamah Odelia dan juga Tevy.


Mamah Odelia sungguh sangat terkejut sekali ketika mendengar jika Tevy sedang hamil kembar empat sekaligus.


Sampai-sampai Mamah Odelia langsung saja memegangi dadanya karena saking terkejutnya.


Sedangkan Denzel yang melihat wajah syok dan rasa terkejut seperti itu dari Mamah Odelia, dia langsung saja tersenyum miring.


Sebab Denzel merasa sangat bangga sekali, karena sekali tembak langsung kena empat sasaran.

__ADS_1


Tevy dan Milka yang melihat Mamah Odelia seperti itu, mereka berdua langsung saja mendekati Mamah Odelia karena takut jika Mamah Odelia akan kenapa-kenapa.


" Tidak apa-apa, Mamah tidak kenapa-kenapa, Mamah cuma terkejut saja ",, kata Mamah Odelia kepada Tevy dan juga Milka.


" Syukurlah Mah ",, jawab Tevy kepada Mamah Odelia.


" Kamu beneran hamil kembar empat Tevy??, Mamah tidak salah dengar kan?? ",, tanya Mamah Odelia kepada Tevy.


" Apa yang anda dengar tadi itulah kenyataannya Nyonya",, bukan Tevy yang menjawab melainkan Denzel.


Sebelum berbicara lagi, Mamah Odelia dia langsung saja menarik nafasnya yang panjang untuk menetralisir rasa terkejutnya itu.


Setelah cukup tenang, Mamah Odelia langsung saja mulai berbicara lagi.


" Sungguh Mamah ikut berbahagia Tevy mendengar kamu bisa hamil langsung kembar empat seperti saat ini, selamat ya Nak atas kehamilan kamu ini, dijaga dengan baik-baik ya Nak, karena tidak semua perempuan bisa hamil empat sekaligus seperti kamu ",, kata Mamah Odelia dengan sangat tulus sekali kepada Tevy.


" Iya Mah terimakasih ya Mah ",, jawab Tevy kepada Mamah Odelia.


" Emm, Tevy kalau begitu mau berpamitan pulang dulu ya Mah, Milka, karena kami ada urusan lain lagi setelah ini ",, kata Tevy lagi kepada Mamah Odelia dan juga Milka.


Sebab Tevy tadi sebelum berangkat, sudah diberitahu oleh Denzel, jika dia tidak bisa berlama-lama berkunjung kerumah milik Milka.


Itupun Tevy tadi harus merengek terlebih dahulu kepada Denzel untuk mau mengantarkannya berkunjung kerumah Milka.


" Iya Nak, terimakasih ya sudah menyempatkan berkunjung digubug Mamah yang kecil ini ",, jawab Mamah Odelia kepada Tevy sambil merendahkan diri.


" Maafkan Tevy ya Mah karena tidak sempat mengundang Mamah sekeluarga dipernikahan mendadaknya Tevy kemarin ",, kata Tevy lagi kepada Mamah Odelia sambil berbohong.


Sebab kenyataannyalah Tevy dan Denzel belum menikah.


" Tidak apa-apa ko Nak, kamu masih mau berkunjung kesini saja Mamah sudah sangat senang sekali ",, jawab Mamah Odelia kepada Tevy.


" Dan Milka cepat sembuh ya, aku pulang dulu, atau sekarang aku memanggil kamu dengan panggilan Kak Milka?? ",, kata Tevy sambil menggoda Milka.


" Tevy................ ",, kata Milka kepada Tevy sambil sedikit menahan rasa gemasnya.


Dan Tevy langsung saja tertawa dengan cukup puas sekali ketika melihat wajah Milka yang sedang seperti itu kepadanya.


Setelah berpamitan ala perempuan, dan Denzel hanya tersenyum serta mengangguk formal saja kepada Mamah Odelia dan juga Milka.


Akhirnya Tevy dan Denzel pergi juga dari dalam rumah kontrakannya Milka.


" Kamu sebenarnya mau mengajakku kemana sih Papi?? ",, tanya Tevy kepada Denzel ketika mereka berdua sudah berada didalam mobil.


" Nanti Mami akan tahu sendiri ",, jawab Denzel kepada Tevy.

__ADS_1


Tevy langsung saja diam sambil memajukan bibirnya dengan sedikit cemberut ketika mendengar jawaban yang super singkat dari Denzel.


Setelah itu tidak ada lagi perbincangan lagi diantara mereka berdua.


Dan ketika sudah berada didalam mobil sekitar beberapa menit lamanya, mobil yang ditumpangi oleh Denzel dan juga Tevy, akhirnya sampai juga dipintu gerbang yang sangat super megah dan tinggi sekali.


" Waaaahh, pintu gerbangnya besar sekali, ini mansion siapa Papi?? ",, tanya Tevy kepada Denzel.


Namun Denzel tidak menjawab pertanyaan dari Tevy, karena dia sedang sibuk berbicara kepada petugas yang berjaga dipintu gerbang.


" Katakan saja Denzel yang datang!! ",, jawab Denzel kepada para petugas keamanan itu.


" Baik Tuan ",, jawab salah satu petugas itu kepada Denzel.


Petugas keamanan itu langsung saja menelfon pihak dalam untuk mengabari jika ada tamu yang datang.


Setelah sekitar lima menitan menunggu, akhirnya pintu gerbangnya langsung saja dibukakan dengan sangat lebar sekali supaya Denzel dan para mobil anak buahnya bisa masuk kedalam.


" Astaga itu mansionnya sangat megah, mewah, besar, bahkan lebih besar dari mansion milik Papi ",, kata Tevy ketika dia sudah melihat mansion yang ada dibalik pagar tadi sangat mewah sekali.


Sedangkan Denzel yang mendengar perkataan dari Tevy, dia hanya tersenyum tipis saja.


" Lho itu kan Mamah Jovanka?? ",, kata Tevy ketika melihat ada Mamah Jovanka sudah berdiri didepan teras sambil tersenyum.


Dan mansion yang sedang didatangi oleh Denzel ternyata mansion dari Ayah Marson.


" Iya ini kan mansion milik Ayah Marson Mami ",, kata Denzel kepada Tevy.


" Apa??!!, mansion milik Ayah Marson?? ",, kata Tevy kepada Denzel.


" Iya, sekarang kan mansion ini ada haknya Mami juga didalamnya ",, jawab Denzel kepada Tevy.


Belum sempat Tevy menjawab perkataan dari Denzel, mobil yang mereka tumpangi akhirnya berhenti juga tepat didepannya Mamah Jovanka yang sudah menyambut kedatangan dari Tevy dan juga Denzel dengan bibir yang terus tersenyum sangat senang sekali daritadi.


" Tevy anak Mamah ",, kata Mamah Jovanka kepada Tevy yang sudah keluar dari dalam mobil bersama Denzel.


Sedangkan Denzel dia hanya tersenyum dan mengangguk formal saja kepada Mamah Jovanka.


" Ayo masuk-ayo masuk, mansion ini sudah lama sekali menunggu kedatangan dari Princess mereka sayang ",, kata Mamah Jovanka kepada Tevy dengan sangat senang sekali.


Dan setelahnya Tevy, Denzel, serta Mamah Jovanka langsung saja masuk kedalam mansion dengan Mamah Jovanka merangkul serta menggandeng dengan penuh rasa sayang kepada Tevy.


...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2