
" Pyaarrrrrrr!!! ",, begitulah bunyi gelas pecah dan langsung hancur berserakan diatas lantai marmer yang super mengkilap itu.
Sang suami yang sedang berdiri menghirup udara pagi diatas balkon kamarnya ketika mendengar ada suara gelas pecah didalam kamarnya pun, dia langsung saja bergegas masuk lagi kedalam kamarnya.
" Mamah ", kata sang suami dengan sangat terkejut sekali, ketika sang suami sudah masuk kedalam kamar dan melihat istrinya seperti menggigil badannya.
" Astaga Mamah, badan Mamah kenapa tiba-tiba panas sekali ",, kata sang suami kepada istrinya ketika dia sudah memegang tangan istrinya.
" Tidak tahu Ayah, tiba-tiba badannya Mamah merasa demam, dan menggigil seperti ini ",, jawab sang istri kepada suaminya.
Dan sepasang suami istri itu adalah Ayah Marson Carrington dan Mamah Jovanka Carrington.
Pagi itu Mamah Jovanka, ketika jam baru menunjukkan pukul lima pagi, tiba-tiba perasaannya merasa gelisah dan tidak enak sekali.
Dan itu sudah sering dia rasakan sejak dulu, sejak dua puluh tujuh tahun yang lalu semenjak puteri cantiknya hilang.
Setiap kali Mamah Jovanka merasa seperti itu, dia langsung saja berdoa kepada Tuhan, semoga puteri yang dia rindukan tidak kenapa-kenapa diluar sana.
Sebab Mamah Jovanka sangat yakin sekali, jika perasaan gelisahnya itu karena puterinya sedang mengalami kesulitan diluar sana yang sedang jauh darinya.
Mamah Jovanka selalu menguatkan diri dan selalu yakin jika anaknya akan kuat menghadapi dunia ini seorang diri walau tidak ada dirinya disampingnya.
Maka dari itu Mamah Jovanka selalu yakin untuk sembuh dan berfikir positif thinking ketika dia sedang merasakan badannya demam dengan secara tiba-tiba.
" Apa mau Ayah panggilan Dokter Elvis Mah?? ",, kata Ayah Marson kepada istrinya dengan nada yang sangat khawatir sekali.
" Tidak perlu Yah, Mamah nanti juga sudah baikan, hanya butuh istirahat sebentar saja ko ",, jawab Mamah Jovanka kepada Ayah Marson sambil tersenyum.
" Baiklah kalau begitu biar Ayah panggilan bibi untuk membuatkan Mamah teh lagi sekalian Ayah akan ambilkan obat untuk Mamah ",, kata Ayah Marson lagi kepada Mamah Jovanka.
Dan Mamah Jovanka hanya mengangguk serta tersenyum saja kepada Ayah Marson.
Mamah Jovanka sepeninggalan dari Ayah Marson, dia langsung saja merebahkan badannya diatas ranjangnya lagi sambil melamun menatap langit-langit kamarnya.
" Apa kamu baik-baik saja Nak disana, Mamah sangat merindukanmu sekali ",, kata batinnya Mamah Jovanka kepada bayangan sang puteri tercintanya yang sudah sangat ingin sekali dilihatnya.
" Mamah berdoa, semoga sebelum Mamah tiada, Mamah sudah bisa bertemu dan melihat dirimu Nak ",, kata batinnya Mamah Jovanka lagi.
__ADS_1
Dan tanpa sadar air matanya Mamah Jovanka mengalir dari sudut matanya yang sudah mulai keriput itu.
Sedangkan kita berpindah keTevy, Tevy saat ini dia sedang berada didalam alam bawah sadarnya.
Didalam alam bawah sadarnya Tevy sedang bertemu dengan kedua orang yaitu laki-laki dan perempuan yang wajahnya samar-samar tidak bisa terlihat jelas dipandangannya.
" Kalian siapa??, kenapa kalian selalu muncul dimimpi saya ketika saya sedang sakit seperti ini?? ",, kata Tevy kepada kedua orang yang sedang berdiri didepannya dengan bibir yang tersenyum manis kepada Tevy.
" Kami adalah Ayah dan juga Mamah kamu Nak ",, jawab kedua orang itu kepada Tevy.
" Kalian selalu mengatakan kepadaku jika kalian berdua adalah orang tua kandungku, tapi kenapa kalian tidak pernah memperlihatkan wajah jelas kalian kepadaku!! ",, jawab Tevy kepada kedua orang itu.
Namun Tevy selalu tidak pernah mendengar jawaban dari kedua orang yang mengaku kedua orang tuanya itu, hanya bibir yang terus tersenyum yang selalu Tevy lihat diwajah mereka yang samar-samar itu.
" Dan kenapa kalian malah membuangku kepanti asuhan, kenapa??!! ",, tanya Tevy lagi dengan nada yang sangat pilu sekali kepada kedua orang yang berdiri didepannya.
" Nanti kamu suatu saat akan mengetahuinya Nak ",, jawab laki-laki yang berdiri didepannya Tevy yang mengaku Ayahnya Tevy.
" Kalian berdua jahat ",, kata Tevy sambil menangis dengan sangat pilu sekali.
" Jangan berkata seperti Nak, itu akan membuat kami bersedih, tolong panggil kami sekali saja, Ayah sama Mamah ",, jawab wanita yang mengaku Mamahnya Tevy yang ada didalam alam bawah sadarnya Tevy.
Kedua orang itu langsung saja tersenyum semakin lebar saja ketika Tevy sudah memanggil mereka dengan panggilan Ayah dan juga Mamah serta mereka semakin lama semakin menghilang dari pandangannya Tevy.
Sedangkan dikenyataannya, Tevy ternyata dia mengingau dengan sambil memanggil nama Ayah dan Mamah berulang kali dengan keringat yang bercucuran deras didahinya.
Dan Denzel yang sedang berada didalam kamar mandi untuk menuntaskan hajat alamnya pun, dia langsung saja bergegas keluar dari dalam kamar mandi ketika mendengar suaranya Tevy.
Alangkah terkejutnya Denzel ketika Denzel melihat Tevy sedang mengigau dengan keringat yang membasahi seluruh wajahnya itu.
" Tevy hei Tevy ",, panggil-panggil Denzel untuk menyadarkan Tevy.
" Astaga semakin panas saja badan kamu ",, kata Denzel lagi ketika dia memegang dahinya Tevy.
" Tevy !!!!!!! ",, panggil lebih keras lagi dari Denzel untuk menyadarkan Tevy.
Dan berhasil, Tevy langsung saja terbangun serta tersadar dari alam bawah sadarnya itu sambil memanggil Ayah dan Mamah secara keras sekali.
__ADS_1
Deru nafasnya Tevy sangat berantakan sekali, ketika dia baru sadar dari mimpinya itu.
" Kenapa aku selalu memimpikan mereka diwaktu aku sedang sakit seperti ini?? ",, kata batinnya Tevy sambil memegangi dadanya.
Denzel yang melihat Tevy sudah bangun dan terduduk dari tidurnya, dia langsung saja memberikan air minum kepada Tevy supaya dia bisa sedikit lebih tenang.
" Terimakasih ",, kata Tevy kepada Denzel sambil memberikan segelas air minum tadi.
" Badan kamu masih panas Tevy, kata Dokter Hugo jika badan kamu masih panas, kamu harus minum obat penurun panas ini, minum dulu ya Tevy ",, kata Denzel kepada Tevy sambil memberikan obat yang tadi diberikan dari Dokter Hugo.
Tevy menurut saja ketika dia disuruh meminum obat oleh Denzel, dan setelahnya Tevy lalu merebahkan badannya diatas ranjangnya Denzel lagi sambil melamun menatap langit-langit kamarnya Denzel.
Setelah memberikan obat kepada Tevy, Denzel ingin beranjak pergi dari atas ranjang untuk pindah keatas shofa, karena fikir Denzel supaya Tevy merasa nyaman.
Namun alangkah terkejutnya Denzel ketika Tevy mengatakan sesuatu kepadanya yang membuat dirinya sedikit mematung karena terkejut.
" Jangan pergi, tetap disini saja tolong temanin saya ",, kata Tevy kepada Denzel sambil menahan tangannya Denzel.
Denzel terdiam sejenak ketika mendengar perkataannya Tevy, namun setelah itu dia lalu duduk disampingnya Tevy sambil menyandarkan punggungnya kesandaran ranjangnya.
" Bolehkan saya meminta satu hal lagi kepada anda Tuan ",, kata Tevy kepada Denzel dengan suara pelannya.
" Apa itu Tevy ",, jawab Denzel sambil melihat kearah wajahnya Tevy.
" Maukah anda memeluk saya?? ",, kata Tevy kepada Denzel dengan mata yang sedikit berkaca-kaca.
Sebab Tevy jika sedang mimpi seperti itu, dari dulu dia ingin sekali merasakan pelukan dari seseorang, dan biasanya yang memeluknya adalah Mamah Orlin.
Sungguh Denzel tidak menyangka jika Tevy memintanya untuk memeluknya.
Dengan perlahan tapi pasti Denzel lalu merebahkan badannya disampingnya Tevy dan dia langsung saja memeluk Tevy dari samping dengan begitu lembutnya untuk memberikan kenyamanan kepada Tevy.
" Kenapa pelukan dari Tuan ini begitu nyaman sekali aku rasakan ",, kata batinnya Tevy ketika dia membalas pelukannya Denzel.
" Bahkan rasanya aku tidak mau melepaskan pelukannya ini dari tubuhku ",, lanjut lagi perkataannya Tevy masih didalam hatinya dengan sambil memejamkan matanya menikmati pelukannya Denzel.
Sedangkan Denzel sendiri dia malah asik menatap wajahnya Tevy yang sedang memejamkan matanya itu dari jarak yang sangat dekat sekali didepannya.
__ADS_1
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
...***TBC***...