
Ketika Denzel baru saja selesai menyuapi Tevy dia langsung saja menuju kedalam kamar mandi untuk mencuci tangan dan melakukan yang lainnya juga terserah Denzel sajalah mau melakukan apa didalam kamar mandi.
Dan ketika Denzel berada didalam kamar mandi baru lima menit, ponsel miliknya Denzel yang ditinggal dan diletakkan diatas meja samping brankarnya Tevy pun, tiba-tiba saja berbunyi serta bergetar cukup keras sekali.
Tevy yang sedang beristirahat sebentar setelah selesai makan, sambil memejamkan matanya.
Dia sedikit terganggu dengan suara dering ponselnya Denzel tersebut yang cukup berisik.
Begitu juga dengan Cryill yang sedang menyantai sambil memainkan ponselnya sambil rebahan juga diatas shofa yang ada disitu.
" Tevy itu angkat dong ponselnya Kakak, berisik tahu ",, kata Cryill kepada Tevy dengan tangan dan mata yang sibuk kepada ponselnya.
" Males aah, kamu saja sana yang angkat, itu kan ponselnya Kakak kamu!! ",, jawab Tevy kepada Cryill.
" Jika aku yang mengangkat, Kakak pastinya akan marah kepadaku, tapi jika kamu yang mengangkat Kakak tidak mungkin marah sama kamu, percaya deh sama aku ",, kata Cryill lagi kepada Tevy sambil mengalihkan pandangannta kearahnya Tevy.
Tevy mau tidak mau dia akhirnya mengangkat juga sambungan telefonnya Denzel, dengan bibir yang sedikit cemberut kepada Cryill.
Namun Cryill dia malah menunjukkan gigi rapinya itu kepada Tevy dengan wajah yang tanpa berdosa sama sekali.
" Halo ",, kata Tevy ketika mengangkat sambungan telefonnya Denzel.
Walau tadi Tevy sebelumnya sudah melihat nama siapa yang sedang menelfon Denzel, tetap saja dia tidak mengenalnya.
" Halo, ko Denzel jadi perempuan??, sebentar-sebentar ",, kata si penelfon kepada Tevy.
" Apakah kamu gadis yang bernama Tevy?? ",, kata si penelfon lagi kepada Tevy.
" Iya anda benar sekali ",, jawab Tevy kepada sipenelfon ponselnya Denzel.
" Ini kan ponselnya Denzel, Denzelnya mana Nona?? ",, tanya sipenelfon kepada Tevy.
" Lagi didalam kamar mandi dia ",, jawab Tevy kepada sipenelfon sambil melihat kearahnya Cryill yang lagi sedang enak-enaknya menonton televisi, setelah puas memainkan ponselnya.
" Apakah masih lama didalam kamar mandinya?? ",, tanya sipenelfon lagi kepada Tevy.
" Tidak tahu ",, jawab singkat Tevy kepada sipenelfonnya Denzel.
" Kan kamu istrinya Nona, kenapa tidak tahu??, kalau saya jadi Denzel, saya akan mengajak kamu juga kedalam kamar mandi berdua ",, jawab sipenelfon kepada Tevy sambil tertawa kecil.
__ADS_1
Tevy yang sedikit tidak suka dengan godaan dan candaan dari penelfonnya Denzel, dia langsung saja menjauhkan ponselnya Denzel dari telinganya sambil menunjukkan wajah cemberutnya itu.
" Jika tidak ada yang ingin disampaikan kepada saya, saya akan menutup telefonnya Tuan ",, kata Tevy lagi kepada sipenelfon tersebut.
" Aaw galak sekali, pantas saja Denzel sangat tergila-gila kepada anda Nona ",, kata sienelfon lagi kepada Tevy sambil menggoda Tevy lagi.
Ketika Tevy ingin menjawab perkataan sipenelfon, dan setelah itu niat Tevy ingin langsung mematikannya tanpa harus menunggu jawaban dari sipenelfon terlebih dahulu.
Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka, dan keluarlah Denzel tanpa menggunakan kemejanya, alias bertelanj4n9 dada.
Denzel yang melihat Tevy sedang menelfon atau menjawab telefon menggunakan ponselnya pun, dia langsung saja melangkahkan kakinya menuju kearah brankarnya Tevy.
" Siapa yang menelfon?? ",, tanya Denzel kepada Tevy ketika sudah sampai disamping brankarnya Tevy.
Dan suaranya Denzel pun didengar oleh yang menelfon Denzel.
" Kamu kenapa tidak memakai baju seperti itu?? ",, tanya reflek Tevy kepada Denzel dan bahkan Tevy lupa menjauhkan ponselnya Denzel dari telinganya.
" Ehem, sepertinya saya menelfon diwaktu yang tidak tepat, dan sepertinya juga siDenzel meminta jatah lagi itu Nona sama anda ",, kata sipenelfon Denzel menggoda Tevy lagi ketika mendengar perkataannya Tevy tadi kepada Denzel.
Tevy pun juga mendengar perkataan dari sipenelfon itu ketika dia menggodanya.
Dan perkataannya Denzel itu juga didengar oleh sipenelfon lagi.
" Waaah silahkan kalian lanjutkan saja kegiatan indah kalian, biar saya menelfon Denzel lain waktu saja ",, kata sipenelfon kepada Tevy sambil menggoda lagi, dengan diselingin suara tawa kecilnya.
Tevy yang sudah tidak tahan dengan candaan dan godaan dari penelfon itu, dia langsung saja memberikan ponselnya Denzel kepada yang punya.
" Ini ponsel kamu, kamu dan teman kamu itu sama-sama gilanya!! ",, kata Tevy kepada Denzel sambil memberikan ponselnya Denzel.
Denzel langsung saja melihat siapa yang sudah menelfonnya, dan untung saja sambungan telefonnya itu belum terputus.
Ketika Denzel sudah melihat nama orang yang sedang menelfonnya, dia langsung saja mengangkatnya dengan sambil menunjukkan wajah malasnya.
" Apa yang tadi sudah kamu katakan kepada Tevy Garvyn?? ",, kata Denzel kepada sipenelfon dengan sambil duduk dipinggir ranjang pasiennya Tevy dan ternyata yang menelfon Denzel dia bernama Garvyn.
" Aku tidak mengatakan apa-apa ko bro ",, jawab Garvyn dengan santainya kepada Denzel.
" Bro, kamu pintar sekali sih memilih wanita, Tevy sudah cantik, suara dia sangat merdu sekali, membuatku menjadi h0rny sendiri ",, lanjut lagi perkataannya Garvyn kepada Denzel.
__ADS_1
" Beren953k kamu Garvyn!!, awas saja jika kamu berani menggodanya, atau jika kamu mau tiang listrik kamu pecah oleh tendangannya ya silahkan saja sih, aku tidak masalah ",, jawab Denzel kepada Garvyn.
" Enak saja, tiang listrik aku ini aset termahalku tahu, kalau pecah bagaimana aku bisa bersenang-senang ",, kata Garvyn kepada Denzel.
" Sudah cepat katakan, ada apa kamu menelfonku ",, kata Denzel lagi kepada Garvyn sambil mengambil tangannya Tevy untuk dia genggam, namun langsung saja ditarik lagi oleh Tevy.
Tapi Denzel tidak kehabisan akal, ketika Tevy terus menerus menarik tangannya yang tidak mau dia genggam.
Denzel langsung saja merebahkan badannya disamping tubuhnya Tevy sambil terus berbicara dengan Garvyn.
" Aku sudah kembali dari Barcelona ini bro, kita kumpul lagi yuk ",, ajak Garvyn kepada Denzel.
" Aku tidak bisa!! ",, jawab singkat Denzel kepada Garvyn, sambil memposisikan tubuhnya ingin memeluk Tevy dengan tangan yang sudah merambah perlahan ketubuhnya Tevy.
Tevy sambil diam, dia terus menerus menyingkirkan tangan kirinya Denzel yang sudah ingin masuk kedalam bajunya.
" Kenapa tidak bisa bro, biasanya juga kamu selalu bisa jika aku ajak ketemuan?? ",, tanya Garvyn kepada Denzel.
" Apalagi kita sudah cukup lama tidak bertemu dari terakhir kali kita ketemuan ditaman dulu ",, kata Garvyn lagi kepada Denzel.
Dan Denzel yang mendengar perkataannya Garvyn, dia teringat beberapa detik dengan awal pertemuannya dengan Tevy, dengan sambil terus ingin memegang dadanya Tevy yang sudah semakin berisi itu.
" Aah Denzel apa yang kamu lakukan sih ",, kata Tevy dengan reflek kepada Denzel, ketika tangannya Denzel sudah memegang dengan sempurna bukit mochinya itu.
Dan suaranya Tevy juga didengar jelas oleh Garvyn yang sambungan telefonnya belum terputus.
Tidak cuma dengan Garvyn, Cryill pun yang menonton televisi, dia langsung saja mengalihkan pandangannya kearahnya Tevy yang tadi sedikit mendesah karena ulahnya Denzel.
...π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·...
Masih ingat Garvyn, dia ada diChapter satu duluπ€
Dan akhirnya bisa Up jugaπ
Maafkan kemarin yang tidak bisa Up sama sekaliπ
...π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»...
...***TBC***...
__ADS_1