My Little Dosen

My Little Dosen
CHAPTER 44


__ADS_3

Cryill yang tadi sudah memukul Olius menggunakan kursi pun, dia hanya diam saja sambil terus melihat Kakaknya yang sedang melampiaskan kemarahannya ketubuhnya Olius dengan cara menusuk-nusuknya menggunakan pisau lipatnya Olius sendiri.


Sedangkan Denzel yang sudah bisa membunuh Olius pun, dia langsung saja terkapar diatas ranjang empuknya sambil terus menahan rasa sakit didad4nya itu yang tadi terkena goresan pisau.


Dasar adik lakn4t ya seperti Cryill contohnya, sudah tahu jika Kakaknya sedang terluka, dia malah santai sekali tidak ada rasa khawatir atau kasihan sama sekali.


" Kakak perlu Cryill panggilkan Dokter Hugo kah?? ",, tanya Cryill kepada Denzel dengan nada yang sangat santai sekali.


" Jika kamu ingin melihat Kakak kamu mati, tidak perlu dipanggilkan ",, jawab Denzel kepada Cryill dengan suara yang tertatih sebab menahan rasa sakit ditubuhnya.


" Oh Ok ",, hanya itu jawaban yang diberikan oleh Cryill kepada Denzel.


Dan setelah itu Cryill langsung saja berlalu pergi dari dalam kamarnya Denzel, meninggalkan Denzel seorang diri yang sedang menahan rasa sakit ditubuhnya itu.


Sungguh Cryill sangat tepat sekali definisi adik lakn4t.


Sedangkan kita bergeser diluar mansionnya Denzel.


Semua musuh sudah bisa dilumpuhkan oleh anak buahnya Denzel, walau mereka berjumlah sekitar seratus orang, tapi didalam mansionnya Denzel masih banyak dan juga lebih banyak jumlahnya dari musuh yang menyerang itu.


Para musuh yang masih pada hidup, mereka semua langsung dibawa kepenjara bawah tanah miliknya Denzel yang ada didalam markasnya Denzel, markas khusus untuk menghukum para musuh-musuhnya Denzel yang terletak dibalik tembok belakang mansionnya Denzel, dan tertutup dengan tembok besar lagi.


Dan anak buahnya Denzel sendiri yang terluka mereka langsung saja menadapatkan pertolongan dari para teman-teman mereka yang tidak kenapa-kenapa.


Cryill yang sudah keluar dari dalam kamarnya Denzel, dia lalu berjalan santai menuruni tangga, dan Cryill melihat keadaan dalam mansion sudah berantakan sekali, namun Cryill dia tetap santai saja dan terus melangkahkan kakinya menuju kearah dapur.


" Disini berantakan sekali, dan pasti yang menyerang kesini adalah musuhnya Kak Denzel yang bod0h ",, kata Cryill sambil mengamati keadaan mansionnya Denzel yang sangat berantakan itu.


Cryill yang sedang berbicara sendiri, tiba-tiba melihat Hendy dan Faine sedang berjalan membersihkan kekacauan disitu, dan Cryill langsung saja memanggil mereka berdua.


" Tuan ",, sapa Hendy dan Faine kepada Cryill ketika sudah berada didepannya Cryill.


" Sebenarnya siapa yang tadi menyerang kesini, kenapa dia berani sekali memasukki mansion Kakakku?? ",, tanya Cryill kepada Hendy dan juga Faine yang ikut terluka karena ikut melawan musuh-musuh tadi.


" Tidak tahu Tuan, nanti akan saya selidiki dulu, siapa mereka sebenarnya ",, jawab Hendy dengan sopan kepada Cryill.


" Oh ya sudah, dan kamu Faine tolong ambilkan saya mangga juce bawakan kedalam kamar saya ",, jawab Cryill kepada Hendy dan juga sambil menyuruh Faine kepala asisstan rumah tangganya Denzel.

__ADS_1


Setelah itu Cryill langsung saja berbalik arah lagi dan ingin menuju kedalam kamarnya.


Namun ketika Cryill baru dua langkah berjalan, langkah kakinya tiba-tiba dihentikan oleh Hendy.


" Ada apa?? ",, tanya Cryill sambil berbalik badan menghadap Hendy.


" Em apakah Tuan Denzel dia baik-baik saja Tuan??, karena tadi saya melihat ada yang ingin menyusup kekamarnya Tuan Denzel ",, tanya Hendy kepada Cryill.


Sebab Hendy tadi juga berusaha melawan dan menahan Olius untuk memasuki kamarnya Denzel namun gagal, sebab Olius dia bisa membuat Hendy sedikit terkapar karena terkena tendangan dari kakinya Olius.


" Oh Kakak, tenang saja Tuan Hendy, dia baik-baik saja ",, jawab Cryill dengan sangat santai sekali kepada Hendy.


" Belum saatnya dia mati ko, tanya saja sama authornya jika tidak percaya, jadi intinya Tuan Hendy tenang saja dan segera bereskan serta bersihkan semua kekacauan yang terjadi disini ",, lanjut lagi perkataannya Cryill kepada Hendy.


" Baiklah kalau begitu Tuan ",, jawab Hendy kepada Cryill.


Dan setelahnya Cryill langsung saja melanjutkan langkah kakinya menuju kedalam kamarnya.


Eeiiittss tenang saja readers, walau Cryill bersikap seperti itu, dia tetap memanggilkan Dokter Hugo ko Dokter pribadinya Denzel untuk mengobati luka yang dialami oleh Denzel.


" Tuan Denzel, anda harus dibawa kerumah sakit Tuan, karena luka didad4nya Tuan cukup dalam ",, kata Dokter Hugo kepada Denzel.


" Saya tidak mau!!, kamu obati saja saya disini ",, jawab Denzel kepada Dokter Hugo sambil terus menahan rasa sakit ditubuhnya yang sedang mendapatkan penanganan dari Dokter Hugo.


Sedangkan mayatnya Olius tadi yang berada didalam kamarnya Denzel, baru saja dibawa keluar oleh Hendy yang tadi mengantarkan Dokter Hugo kedalam kamarnya Denzel.


Setelah mendengar jawabannya Denzel, dan juga tidak bisa membantahnya, Dokter Hugo dengan perlahan dan dengan sangat hati-hati sekali dia terus mengobati lukanya Denzel.


Sekitar satu jam sudah lamanya akhirnya Dokter Hugo selesai juga mengobati lukanya Denzel.


" Tuan ini obat penawar rasa sakitnya, nanti obatnya diminum, dan saya permisi sebentar Tuan ingin membeli obat untuk anda yang untuk cepat mengeringkan luka anda Tuan ",, kata Dokter Hugo kepada Denzel.


Dan Denzel hanya menjawab mengangguk kecil sambil mengkode mata saja kepada Dokter Hugo.


Setelah itu Dokter Hugo langsung saja bergegas pergi meninggalkan Denzel untuk membeli obat yang diinginkannya keapotek terdekat.


Sedangkan Denzel dia lalu mencoba memejamkan matanya, ketika dia sudah merasa sedikit baikkan dibandingkan tadi sebelum lukanya diobati oleh Dokter Hugo.

__ADS_1


Jika kita bergeser keTevy, malam itu entah kenapa dia tidak bisa tidur sama sekali, dan Tevy pun yang tidak bisa memejamkan matanya daritadi, dia lalu beranjak bangun dari atas ranjangnya untuk duduk dipinggir ranjang.


" Kenapa aku tidak bisa tidur seperti ini malam ini?? ",, kata Tevy sambil berbicara sendiri.


" Kenapa fikiranku daritadi tertuju keDenzel terus?? ",, kata Tevy lagi sambil terus berbicara sendiri dengan sedikit melamun.


Dan kita kembali kemansionnya Denzel lagi, Cryill yang tadi sudah berada didalam kamarnya dan sedang tiduran diatas ranjang empuknya pun, tiba-tiba mendengar ponselnya berdering dengan kencang sekali.


Cryill langsung saja mengambil ponselnya itu yang dia taruh diata meja samping ranjangnya.


Dan nama Mamah Qiara tertera dipanggilan masuk ponselnya.


" Mamah ",, kata Cryill ketika melihat nama Mamahnya sedang menelfonnya.


Cryill langsung saja dengan segera mengangkat sambungan telefon Mamahnya itu.


" Halo Mah?? ",, kata Cryill ketika sudah mengangkat sambungan telefon Mamah Qiara.


" Halo Cryill kasih tahu kepada Kakak kamu, jika Mamah dan Papah besok pasti dan jadi berkunjung kemansion kalian ",, kata Mamah Qiara kepada Cryill.


" Iya Mah, dan kenapa Mamah tidak menelfon sendiri keponselnya Kakak?? ",, kata Cryill kepada Mamah Qiara.


" Sudah tapi tidak dingkat, sekalinya diangkat langsung dimatikan sama anak durhaka itu ",, jawab Mamah Qiara kepada Cryill.


" Iya baiklah nanti akan Cryill sampaikan kepada Kakak ",, jawab Cryill kepada Mamah Qiara dan setelahnya panggilan telefon mereka akhirnya terputus juga ketika Cryill sudah mendengar jawaban dari Mamah Qiara.


Mamah Qiara dan Papah Carlson mereka berdua kemarin yang katanya akan berkunjung kemansionnya Denzel untuk melihat Tevy, namun diurungkan niat mereka.


Karena ketika pagi-pagi sekali tiba-tiba asam lambung dari Papah Carlson kambuh lagi dan itu terjadi selama satu minggu lamanya.


Dan setelah sembuh Papah Carlson serta Mamah Qiara mereka lalu ingin berkunjung kemansionnya Denzel, eeh terhalang lagi oleh keadaan sebab tiba-tiba Papah Carlson mendapatkan undangan pernikahan dari anak koleganya yang dahulu yang ada Prancis sana.


Alhasil terurungkan lagi niat mereka, dan setelah dua minggu diPrancis sekalian jalan-jalan, akhirnya Papah Carlson dan Mamah Qiara memutuskan untuk mengunjungi kedua putera mereka yang berada jauh dari mereka esok hari.


...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2