
Sedang kita geser sejenak keDenzel dan juga Tevy yang masih berada didalam ruang perawatannya Tevy.
Tevy entah kenapa dia malam itu sedikit tidak bisa tidur, dan walau sudah dipaksakan untuk memejamkan matanya, tetap saja Tevy sangat susah sekali untuk tidur.
" Denzel ",, panggil Tevy kepada Denzel yang sedang asik menonton pertandingan sepak bola dilayar televisi yang ada didalam situ.
Denzel yang mendengar panggilan dari Tevy, dia langsung saja mencoba duduk dari rebahannya diatas shofa.
" Ada apa Tevy ",, kata Denzel sambil melihat kearahnya Tevy dari shofa yang didudukinnya itu.
" Sini ",, kata Tevy lagi kepada Denzel.
Dan Denzel langsung saja berdiri dari atas shofa itu namun sebelum itu dia mematikan televisi yang masih menyala terlebih dahulu sebelum dia mendekati ranjang pasiennya Tevy.
" Ada apa?? ",, tanya Denzel kepada Tevy, ketika dia sudah berada disebelah brankarnya Tevy.
" Maukah kamu mengusap perutku, rasanya aku tidak bisa tidur sama sekali Denzel ",, kata Tevy kepada Denzel.
Denzel mendengar perkataannya Tevy, dia hanya tersenyum sangat tipis sekali kepada Tevy dan juga tidak menjawab perkataannya Tevy.
Setelah itu Denzel lalu duduk dikursi yang ada disitu, dan setelahnya dia langsung saja mengusap lembut perutnya Tevy yang terlihat sudah cukup membuncit walau dia baru hamil sekitar tujuh minggu, karena dia hamil langsung empat sekaligus.
Denzel mengusap perutnya Tevy dengan cara menyingkirkan sejenak selimut yang menutupi perutnya Tevy itu.
Dan Tevy sendiri yang merasakan usapan lembut tangannya Denzel diatas perut buncitnya, entah kenapa rasanya Tevy merasa sangat nyaman sekali.
Serta lama-kelamaan mata Tevy serasa berat sekali ingin terpejam.
Denzel yang melihat Tevy seperti itu sudah bisa tidur, dia pun tiba-tiba saja tersenyum manis dibibirnya sambil mengambil tangannya Tevy menggunakan tangan satunya dan langsung dia cium dengan mesra.
" Entah kenapa aku semakin kesini semakin mencintaimu Tevy ",, kata batinnya Denzel sambil menggenggam erat tangannya Tevy.
" Sehat-sehat ya calon anak Papi didalam perutnya Mami, Papi sudah tidak sabar ingin bermain dengan kalian semua ",, kata batinnya Denzel sambil terus mengusap lembut perutnya Tevy.
Tidak cuma Tevy saja yang matanya sudah mengantuk, Denzel pun lama-kelamaan mengantuk juga, dan Denzel akhirnya tertidur dengan posisi terduduk disamping ranjangnya Tevy sambil terus menggenggam erat tangannya Tevy.
Tanpa mengetahui berita viral malam itu yang sedang terjadi diKeluarga Carrington dengan sahabat terdekatnya Tevy yaitu Milka.
__ADS_1
Dan entah bagaimana reaksi dari Tevy ketika melihat dan mendengar jika Milka dianiaya oleh Poppy kekasih dari Christian.
..........>>>>><<<<<..........
Masih dimalam yang sama ditempat yang berbeda, yaitu lebih tepatnya didalam rumah sakit tempat Khafita dirawat.
Khafita yang mendengar perkataannya Ayah Cedro yang menyebutkan namanya Cryill, dia langsung saja menatap kearahnya Ayah Cedro dengan tatapan wajah sedihnya itu.
" Cryill?? ",, kata Khafita kepada Ayah Cedro.
" Iya Fita, Nak Cryill, dia kekasih kamu kan??, yang baru semalam resmi menjadi kekasih kamu?? ",, jawab Ayah Cedro kepada Khafita sambil tersenyum manis.
" Tidak Ayah sangka ternyata kamu bisa mencari kekasih yang sangat tampan dan juga mapan seperti Nak Cryill Fita ",, lanjut lagi perkataannya Ayah Cedro kepada Khafita dengan sedikit menggodanya juga.
Tapi tetap saja godaan yang dilontarkan oleh Ayah Cedro tidak membuat Khafita tersenyum atau tertawa.
" Dia disini Ayah??, dimana dia sekarang?? ",, tanya Khafita kepada Ayah Cedro.
" Dia sudah pulang Fita, katanya ada yang ingin dia kerjakan malam ini, makanya Nak Cryill tidak bisa menemanimu malam ini ",, jawab Mamah Carla kepada Khafita sambil tersenyum juga.
" Pasti Cryill dia malu mempunyai kekasih cacat sepertiku ",, kata batinnya Khafita dengan perasaan sedihnya.
" Tidak mungkin Mah, Cryill dia itu dari keluarga terpandang, kaya dan juga tampan, pastinya akan mencari wanita lain selain Fita yang cacat ini Mah ",, kata Khafita kepada Mamah Carla.
" Percayalah Nak, jangan menilai Nak Cryill seperti itu dulu, Ayah yang sebagai laki-laki juga bisa menilai jika Nak Cryill sepertinya tulus dengan kamu Nak ",, kata Ayah Cedro juga kepada Khafita sambil membantu Mamah Carla untuk meyakinkan Khafita akan cintanya Cryill kepadanya.
" Tidak Yah ",, kata Khafita kepada Ayah Cedro.
" Kalau pun itu benar, Khafitanya yang tidak mau bersama Cryill Yah, Fita malu, Fita merasa tidak pantas berada disampingnya Cryill ",, lanjut lagi perkataannya Khafita kepada Ayah Cedro dan masih didengar oleh Mamah Carla.
" Maksud kamu bagaimana Nak?? ",, tanya Mamah Carla kepada Khafita.
" Bawa pergi Fita dari sini Mah, Fita tidak mau melihat dan bertemu dengan Cryill lagi ",, jawab Khafita kepada kedua orang tuanya.
" Itu tidak bisa Nak, keadaan kamu masih seperti ini?? ",, jawab Ayah Cedro kepada Khafita.
" Fita mohon Yah, Fita mohon ",, kata Khafita lagi kepada Ayah Cedro dengan sambil memperlihatkan wajah yang semakin putus asa.
__ADS_1
Ayah Cedro dan Mamah Carla mereka berdua langsung saja saling pandang ketika melihat wajah yang semakin putus asa dari putri tercintanya itu.
" Baiklah, sebentar Nak, akan Ayah tanyakan dulu kepada Dokter yang menangani kamu ",, akhirnya hanya itu jawaban yang diberikan oleh Ayah Cedro kepada Khafita.
Khafita hanya mengangguk pelan saja kepada Ayah Cedro, dan Ayah Cedro setelah itu langsung saja segera berlalu keluar dari dalam ruang perawatannya Khafita menuju keruangan Dokter jaga malam itu.
Namun sebelum keluar tadi, Ayah Cedro berpesan kepada Mamah Carla untuk mencoba menghubungi anak pertama mereka yaitu Delania.
Dan setelah selesai sekitar satu jam lamanya Ayah Cedro berbincang dengan Dokter jaga malam itu, Ayah Cedro langsung saja kembali lagi keruang perawatannya Khafita.
" Bagaimana Ayah?? ",, tanya Mamah Carla kepada Ayah Cedro yang sudah masuk kedalam ruang perawatannya Khafita lagi.
" Dokter mengatakan bisa Mah, dan kamu Nak bisa dipindahkan kerumah sakit yang lainnya, tapi harus menunggu hari esok ",, jawab Ayah Cedro kepada Mamah Carla dan juga Khafita.
Dan Khafita hanya tersenyum sangat tipis sekali kepada Ayah Cedro.
" Dan bagaimana dengan telefonnya dengan Nia tadi Mah?? '',, tanya balik dari Ayah Cedro kepada Mamah Carla.
" Bisa juga Ayah, tapi juga harus menunggu besok juga, karena Nia malam ini harus mengurus semua adiministrasinya dan semua yang dibutuhkan oleh Khafita disana Yah ",, jawab dari Mamah Carla kepada Ayah Cedro.
Dan Khafita yang masih terjaga, dia juga mendengar jelas perbincangan dari kedua orang tuanya.
" Apa kamu yakin Nak dengan keputusan kamu ini?? ",, tanya Ayah Cedro kepada Khafita.
" Iya Ayah, Fita sangat yakin sekali ",, jawab Khafita kepada Ayah Cedro sambil menampilkan wajah yang sangat terpuruk sekali, karena itu artinya dia harus meninggalkan laki-laki yang sudah memberikannya warna didalam hidupnya walau cuma beberapa jam saja.
" Baiklah jika itu keputusan kamu Nak, Ayah dan Mamah akan mendukungnya, dan selalu berusaha menyembuhkan kaki kamu supaya kamu bisa segera berjalan seperti semula ",, jawab Ayah Cedro kepada Khafita sambil mengusap lembut rambut kepalanya Khafita.
Ayah Cedro dan Mamah Carla mereka terpaksa memenuhi keinginannya Khafita, sebab mereka juga tidak bisa berbuat-buat apa-apa.
Terlebih lagi mereka juga tidak mau membuat Khafita semakin tertekan lagi kondisinya, jadi akhirnya Ayah Cedro dan Mamah Carla mengabulkan permintaannya Khafita untuk pindah kerumah sakit yang ada diluar negeri.
...πππππππππππππ...
Neng Ava dan Bang Derral yuk readers ramaikanπ€π€πππ
__ADS_1
...π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»...
...***TBC***...