
Sungguh senang sekali rasanya melihat Tevy dan Denzel saling terbuka dan bisa tertawa bersama-sama seperti itu.
Dan Denzel pun semakin mengagumi kepribadian dari Tevy yang penuh dengan kejutan itu.
" Oh ya Denzel, terus bagaimana dengan rencana pernikahan kita?? ",, tanya Tevy kepada Denzel disela-sela tertawa mereka.
" Sedang diurus sama Halil, sekretaris aku ",, jawab dari Denzel kepada Tevy.
" Sebab Mamah dia tidak bisa, karena sedang keluar Negeri ikut Papah untuk menghadiri jamuan bisnis dengan para Koleganya Papah selama tiga hari disana ",, lanjut lagi perkataan dari Denzel kepada Tevy.
" Oh baiklah, dan tadi kamu belum menjawab pertanyaannyaku soal Cryill Denzel?? ",, kata Tevy kepada Denzel.
" Bisakah kamu memanggilku Papi saja Tevy, karena aku lebih suka mendengarmu memanggilku Papi daripada Denzel ",, kata Denzel kepada Tevy.
" Terus kamu memanggilku Mami begitu?? ",, kata Tevy juga kepada Denzel.
Dan Denzel langsung saja mengangguk manja sambil mengusap-usapkan wajahnya kelehernya Tevy dari belakang.
" Denzel, stani Denzel, tako je golicavo " ( Denzel, berhenti Denzel, rasanya geli sekali ) ",, kata Tevy kepada Denzel sambil menggunakan Bahasa Serbia.
" Kamu bicara apa sih Tevy, aku tidak mengerti?? ",, kata Denzel kepada Tevy sambil menghentikan gerakannya yang seperti kucing itu.
" Aku bilang stop Denzel, geli rasanya ",, jawab Tevy kepada Denzel.
" Dan tadi itu Bahasa Serbia yang sedang aku gunakan kepadamu ",, kata Tevy lagi kepada Denzel.
" Mami Tevy memang pantas sekali menjadi Putri Kerajaan, sudah pintar, cantik pula, dan Papi sangat beruntung sekali mempunyai istri seperti Mami ",, kata Denzel kepada Tevy dengan sangat super manja sekali, sambil terus memeluk Tevy dari belakang dengan sekarang dia memberikan kecupan demi kecupan diwajahnya Tevy.
Dan Tevy semakin merasa aneh dengan tingkah dari Denzel yang tidak seperti ketika pertama kali mereka bertemu.
" Denzel kamu masih sehat kan?? ",, kata Tevy kepada Denzel.
" Papi Mami, Papi........ don't call me Denzel!! ",, kata Denzel kepada Tevy.
" Ok, Papi sehat kan?? ",, kata Tevy lagi kepada Denzel.
" Of course Papi is healthy, Mami " ( tentu saja Papi sehat dong Mami ) ",, jawab Denzel kepada Tevy.
" Tapi kenapa sikapnya Papi aneh sekali seperti ini?? ",, tanya Tevy kepada Denzel.
" Tidak tahu kenapa, semenjak Mami hamil rasanya, Papi ingin sekali bermanja-manja terus sama Mami, dan rasa ini sudah Papi tahan sejak dirumah sakit kemarin ",, jawab Denzel kepada Tevy.
__ADS_1
" Sudah sekarang cepat cerita kepada Mami, kenapa tadi dengan sikapnya Cryill?? ",, tanya Tevy lagi kepada Denzel tentang Cryill.
" Baiklah sini, tiduran dulu disini ",, kata Denzel kepada Tevy sambil mengajak Tevy untuk merebahkan badannya disampingnya.
Dan Tevy pun menurut-menurut saja, dengan laptop yang masih berada diatas ranjang.
" Cryill sebenarnya dia sudah menjadi kekasihnya Dokter Khafita Mami ",, awal cerita dari Denzel kepada Tevy.
" Hah??!!!, jadi Cryill dia tidak main-main dengan Dokter Khafita ketika kemarin kita masih dirumah sakit?? ",, kata Tevy dengan nada yang sedikit terkejut sambil memandang kearah Denzel.
Dan Denzel hanya mengangguk saja kepada Tevy.
" Iya, dan mereka baru menjadi sepasang kekasih hanya cuma satu hari saja sebab......... ",, lanjut lagi cerita dari Denzel kepada Tevy.
" Sebab apa Papi?? ",, tanya Tevy lagi kepada Denzel.
" Sebab Khafita dia mengalami kecelakaan esok harinya ketika akan berangkat kerumah sakit, dan dia mengalami kelumpuhan dikakinya ",, sambung lagi perkataan dari Denzel kepada Tevy.
Tevy sungguh sangat terkejut sekali ketika mendengar kelanjutan cerita dari Denzel.
" Apakah itu yang menyebabkan Cryill sedih Papi?? ",, tanya Tevy lagi kepada Denzel.
" Tidak....... justru Cryill dia mau menerima Khafita dengan tulus, tapi masalahnya........?? ",, jawab Denzel kepada Tevy.
Dan Denzel yang gemas dengan Tevy dia langsung saja tertawa sambil mencubit hidung mancungnya Tevy.
Membuat Tevy sedikit memajukan bibirnya karena cemberut.
Dan Denzel yang melihat bibir Tevy seperti itu, dia langsung saja memberikan kecupan sekilas dibibirnya Tevy.
" Papi ko malah mencium Mami sih, cepetan lanjutin ceritanya!! ",, kata Tevy kepada Denzel dengan nada tegasnya.
" Lho Papi kira Mami minta dicium ketika bibirnya dimajukan begitu ",, jawab Denzel kepada Tevy sambil tersenyum manja.
Dan Tevy langsung saja menunjukkan wajah garangnya kepada Denzel.
" Baik-baik akan Papi lanjutkan lagi ceritnya ",, kata Denzel kepada Tevy sambil tertawa lucu.
" Yang membuat Cryill bersedih itu karena Khafita dia pergi meninggalkan Cryill, karena Khafita merasa dia tidak pantas berada disampingnya Cryill ",, lanjut lagi cerita dari Denzel kepada Tevy.
" Dan Khafita juga menyuruh semua Keluarganya supaya mereka jangan ada yang memberitahukannya kepada Cryill, itulah mengapa Cryill tadi terlihat sangat bersedih sekali ",, kata Denzel lagi kepada Tevy.
__ADS_1
" Aku bisa mencoba membantu Cryill Papi ",, kata Tevy kepda Denzel.
" Oh ya??............., aduh Papi lupa, kan Mami bisa menghack perbagai situs komputer, coba Mami cari nama Khafita dirumah sakit yang ada diLuar Negeri , sebab Khafita dia dipindah rawat dirumah sakit yang ada diluar Negeri ",, kata Denzel kepada Tevy, dan Denzel dia terlupa jika Tevy bisa menghack semua situs komputer.
" Ok.... sebentar akan Mami carikan ",, jawab Tevy kepada Denzel.
Dan Tevy langsung saja bangun dari rebahannya untuk mengotak-atik laptopnya lagi untuk mencari Kahfita melalui data-data rumah sakit yang akan dia hack informasinya.
Dan Denzel pun dia juga langsung ikutan melihat Tevy mengerjakan pekerjaannya itu.
Setelah sekitar lima puluh menit lamanya, akhirnya Tevy bisa juga mengehack semua data-data informasi pasien yang ada dirumah sakit diluar Negeri.
" Ini banyak sekali orang yang bernama Khafita Papi, apakah Papi tahu siapa nama lengkap Khafita?? ",, tanya dari Tevy kepada Denzel.
" Tidak tahu,.... sebantar Papi tanyakan dulu sama Lexi ",, jawab Denzel kepada Tevy.
Dan Denzel langsung saja menelfon Lexi untuk menanyakan informasi tentang Khafita.
Setelah mengetahui nama lengkap dari Khafita, beserta semua profil lengkapnya dari Lexi, Denzel pun langsung saja memberitahukannya kepada Tevy.
Dan Tevy langsung saja mencari nama sesuai yang dikatakan oleh Denzel tadi.
Dan akhirnya ketemu juga, jika Khafita dipindahkan kerumah sakit yang bernama Rumah sakit San Fransiscus Bernardus yang ada diNegara Barbados.
" Hebat kamu Tevy, sekali cari langsung bisa ketemu ",, kata Denzel dengan nada bangganya kepada Tevy.
" Ya sudah, sekarang Papi kasih tahu kepada Cryill dimana Khafita dirawat, jika dia masih mencintainya, suruh Cryill untuk segera menemui Khafita, jika dia tidak mau setidaknya kita sudah berusaha membantu Cryill ",, kata Tevy kepada Denzel.
" Iya istriku yang cantik..... ",, kata Denzel kepada Tevy sambil mencium Tevy tepat dipipinya.
Dan Tevy pun hanya tersenyum saja ketika melihat sikap manis dari Denzel.
Setelah itu Denzel langsung saja berlalu pergi dari dalam kamarnya untuk menuju kedalam kamar Cryill untuk memberitahukan dimana keberadaan dari Khafita.
Dan Tevy pun tidak membutuhkan waktu satu hari untuk mencari keberadaan dari Khafita, sebab dia dengan begitu mudahnya cuma lewat laptop dan duduk nyaman saja diatas ranjang, Tevy sudah bisa menemukan keberadaan dari Khafita.
Namun Khafita saat ini dia belum sampai diRumah Sakit yang dituju, sebab perjalanan yang ditempuh pun memakan waktu yang cukup lama sekali.
Akan tetapi nama dari Khafita sudah tercantum dirumah sakit yang bakal akan menjadi tempat perawatannya itu.
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
__ADS_1
...***TBC***...