My Little Dosen

My Little Dosen
CHAPTER 62


__ADS_3

Kembali keDenzel dan Keluarga Carrington yang masih berada didalam ruang perawatannya Tevy.


Sepeninggalan dari Dokter Khafita tadi, Denzel yang sedang termenung memikirkan Tevy, tiba-tiba dia dikejutkan oleh suaranya Charles dan Christian jika Tevy seperti sudah ingin bangun dari tidurnya.


" Tuan, Tevy sepertinya sudah bangun Tuan ",, kata Charles kepada Denzel yang masih duduk dishofa yang ada disitu bersama Ayah Marson, Mamah Jovanka.


Dan perkataannya Charles membuat Denzel, Ayah Marson, dan Mamah Jovanka langsung saja bangun dari duduk mereka untuk mendekati brankar pasiennya Tevy.


Benar saja ketika Denzel, Ayah Marson dan juga Mamah Jovanka sudah sampai disamping brankarnya Tevy, Tevy sudah membuka matanya dengan pelan-pelan.


" Aku ada dimana?? ",, kata Tevy yang pertama kali diucapkan olehnya ketika sudah bangun.


" Sayang hei, kamu sudah bangun, kamu berada dirumah sakit Tevy ",, kata Denzel kepada Tevy sambil mengusap lembut pipinya Tevy dan tanpa sadar dia juga memanggil Tevy dengan panggilan sayang yang didengar jelas oleh Ayah Marson, Charles, Christian dan juga Mamah Jovanka.


Sedangkan Mamah Jovanka dia daritadi sudah menampilkan senyuman termanisnya, ketika melihat Tevy sudah membuka matanya, sebab dia merasa sangat bahagia sekali.


" Denzel?? ",, panggil Tevy ketika melihat wajahnya Denzel.


Dan untungnya Tevy memanggil Denzel tidak ditambahi kata Tuan, bisa pada bingung nanti Ayah Marson, Mamah Jovanka, Christian dan juga Charles ketika mendengar panggilannya Tevy kepada Denzel.


" Iya aku disini ",, jawab Denzel kepada Tevy sambil tersenyum tipis sekali.


Dan setelah memanggil Denzel, Tevy langsung saja mengalihkan pandangannya kearah semua orang yang sedang berdiri disamping brankarnya.


" Mereka siapa?? ",, tanya Tevy kepada Denzel dengan tangan seperti menunjuk.


" Eem mereka........ ",, perkataannya Denzel terpotong oleh perkataannya Ayah Marson.


" Perkenalkan Nak, kami adalah sahabat karib sekaligus rekan bisnis dari suami kamu ini Nak ",, jawab Ayah Marson kepada Tevy sambil tersenyum manis sekali, khas seorang Ayah kepada anaknya.


Denzel yang mendengar perkataannya Ayah Marson dia langsung saja saling pandang dengan Ayah Marson.


" Iya Tuan Marson dia sahabat karibku Tevy, dan mereka berdua Charles serta Christian mereka anak dari Tuan Marson, sedangkan Nyonya ini, dia adalah istri dari Tuan Marson ",, jawab Denzel kepada Tevy sambil memperkenalkan Charles dan Christian, serta Mamah Jovanka kepada Tevy.


Ketika mendengar perkataannya Denzel, Tevy langsung saja mengalihkan pandangannya kesemua orang, terutama Charles dan juga Christian yang sedang tersenyum manis kepadanya.


" Apakah kalian berdua kembar??, kenapa wajah kalian mirip sekali ",, kata Tevy kepada Charles dan juga Christian.


Belum sempat Charles dan Christian menjawab perkataannya Tevy, Tevy sudah berbicara lagi.


" Aku haus dan aku lapar ",, kata Tevy lagi kepada Denzel, sebab Tevy mengalihkan pandangannya kearahnya Denzel.

__ADS_1


" Kamu lapar, biar Kakak yang membelikan makanan untuk kamu ya?? ",, kata Charles kepada Tevy dengan nada yang sangat bersemangat sekali, sambil keceplosan memanggil dirinya sendiri dengan panggilan Kakak.


" Kakak?? ",, ulang perkataannya Charles oleh Tevy.


" Eem maksudnya kamu bisa memanggil saya dengan panggilan Kakak saja, karena saya lebih suka dipanggil seperti itu oleh kamu daripada Tuan, kesannya kalau Tuan saya seperti majikan kamu ",, jawab Charles kepada Tevy dengan nada yang sedikit gelagapan.


" Iya kamu juga bisa memanggilku dengan panggilan Kakak juga ya Tevy, masa dengan Kak Charles kamu memanggilnya Kakak, denganku tidak, kan saya juga mau ",, kata Christian ikut menimpali perkataannya Charles tadi sambil membantu Charles yang sedikit takut ketahuan.


Dan perkataannya Christian langsung dianggukin oleh Charles.


Sedangkan Denzel, Ayah Marson, dan Mamah Jovanka mereka bertiga masih pada diam sambil terus mendengarkan percakapan antara Tevy dan juga Charles serta Christian.


" Iya baiklah, saya mau, Kakak ",, jawab Tevy kepada Charles dan juga Christian sambil tersenyum manis sekali.


Jawabannya Tevy kepada Charles dan Christian membuat senyum bahagia tersendiri dibibirnya Ayah Marson dan juga Mamah Jovanka.


" Kalau begitu sebentar ya, Kakak mau membelikan makanan untuk kamu, Kakak kan sudah menikah dan mempunyai anak, jadi Kakak tahu makanan yang baik untuk ibu hamil, kalau Christian dia belum menikah takutnya salah membeli makanan nanti ",, kata Charles kepada Tevy sambil sedikit bercanda juga.


Tevy hanya mengangguk saja sambil tersenyum manis kepada Charles ketika Charles berkata seperti itu kepadanya.


Dan setelah itu Charles langsung saja berlalu pergi dari ruang perawatannya Tevy untuk membelikan makanan dan minuman untuk semua orang.


" Sebentar, biar aku panggilan Dokter Khafita dulu untuk mengecek keadaan kamu lagi ",, kata Denzel lagi kepada Tevy.


Dan Tevy pun hanya diam saja tidak menanggapi perkataannya Denzel, sebab dia masih sedikit marah kepada Denzel.


Denzel langsung saja memencet tombol darurat yang ada didekat ranjang pasiennya Tevy.


Dan setelah beberapa menit, masuklah Dokter Khafita bersama susternya.


" Siang Nyonya Tevy ",, sapa ramah dari Dokter Khafita kepada Tevy.


" Siang Dok ",, sapa balik Tevy kepada Dokter Khafita sambil tersenyum tipis.


" Saya periksa dulu ya keadaannya ",, kata Dokter Khafita kepada Tevy.


Dan semua orang langsung saja menyingkir sejenak untuk memberikan ruang kepada Dokter Khafita supaya bisa memeriksa keadaannya Tevy.


" Mohon maaf Tuan dan Nyonya, bisakah kalian keluar sebentar, karena saya ingin memeriksa perutnya Nyonya Tevy ",, kata Dokter Khafita dengan sopan kepada Ayah Marson, Christian dan juga Mamah Jovanka.


Ayah Marson, Mamah Jovanka dan juga Christian langsung saja menyingkir sedikit rada jauh, sebab gorden penyekat yang disediakan disitu langsung ditutup oleh Dokter Khafita.

__ADS_1


" Anda mau kemana Tuan Denzel?? ",, tanya Dokter Khafita kepada Denzel ketika Dokter Khafita melihat Denzel ingin pergi juga.


Denzel hanya menjawab keluar dengan mengkode jarinya saja.


" Kenapa anda mau keluar, anda kan suaminya, apa anda tidak mau mengetahui kondisi dari calon anak kembar anda Tuan Denzel?? ",, kata Dokter Khafita lagi kepada Denzel.


Sungguh Tevy sangat terkejut sekali ketika Dokter Khafita mengatakan jika dirinya sedang hamil kembar.


Dan Denzel pun juga bingung dia harus bagaimana, sedangkan Tevy dia belum menjadi istrinya.


"Kem......Kembar Dokter?? ",, kata Tevy kepada Dokter Khafita dengan nada yang sangat terkejut sekali.


Sedangkan Denzel dia sudah bisa menebak bagaimana ekspresinya Tevy ketika mendengar jika dirinya sedang hamil kembar.


" Iya nyonya, dan anda hamil kembar sekaligus empat, selamat ya Nyonya ",, kata Dokter Khafita kepada Tevy dengan nada yang sangat bahagia sekali.


Berbeda dengan ekspresinya Tevy yang semakin melototkan matanya, seperti ingin keluar dari dalam tempat, ketika mendengar jika dirinya hamil kembar empat sekaligus.


" Apa Dokter!!!!!!!!!!, hamil kembar empat!!!!! ",, kata Tevy kepada Dokter Khafita dengan nada yang sangat super terkejut sekali sambil sedikit berteriak.


Bahkan suaranya Tevy membuat Ayah Marson, Christian dan juga Mamah Jovanka langsung saja terkejut.


Apalagi Mamah Jovanka yang baru saja mendengar jika Tevy hamil kembar empat, dia juga langsung menunjukkan wajah yang super sangat terkejut sekali, dengan langsung menatap sang suami yaitu Ayah Marson dengan wajah terbengongnya hingga mulutnya sampai tidak sadar terbuka cukup lebar sekali.


" Tutup Mah mulutnya ",, kata Ayah Marson kepada Mamah Jovanka.


" Hamil kembar empat Yah??, Tevy hamil kembar empat?? ",, kata Mamah Jovanka kepada Ayah Marson dengan wajah terkejutnya.


" Iya seperti yang tadi Mamah dengar sendiri dari teriakannya Tevy ",, jawab Ayah Marson kepada Mamah Jovanka dengan santai.


Sedangkan Denzel yang ada disebelahnya Tevy, dia hanya bisa diam saja tidak tahu mau berbuat apa kepada Tevy.


Apakah dia harus menenangkan Tevy, ataukah dia harus memeluk Tevy ketika terkejut seperti itu.


Semua serba salah bagi Denzel, sebab Denzel tidak mau jika Tevy salah paham lagi kepadanya.


Alhasil, Denzel hanya menunjukkan wajah diam, tanpa ada ekspresi sama sekali, dan entahlah bagaimana penilaian dari Dokter Khafita kepada dirinya, Denzel pura-pura tidak tahu saja.


...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2