My Little Dosen

My Little Dosen
CHAPTER 150


__ADS_3

Geser keCryill lagi yuk readers.


Tadi ketika Cryill sudah berlalu dari hadapannya Mamah Carla.


Cryill langsung saja berlalu kembali menuju kehotel tempatnya menginap.


Dan ketika Cryill sudah sampai dihotel tempatnya menginap, dia sudah bisa sedikit menerima jika hubungannya dengan Khafita memang benar-benar sudah berakhir sampai disitu.


" Aku sangat menyukai Negara ini, tapi aku tidak menyukai kenangan yang ada diNegara ini, selamat tinggal Barbados ",, kata Cryill sambil terus memasukkan barang-barang yang tadi dibawanya.


Setelah itu Cryill langsung saja menghubungi pilot Kakaknya untuk mengantarkannya kembali pulang keNegara asalnya lagi.


Namun sayang perjalanan yang ingin segera Cryill lakukan harus tertunda sebentar, karena ada kendala cuaca yang sedikit kurang bagus.


Negara Barbados dan Negara asal Cryill yaitu Negara Swedia hanya selisih beberapa jam, sekitar kurang lebih enam jam, lebih cepat Swedia dibandingkan dengan Barbados, dan saat ini diNegara Barbados sudah menunjukkan pukul tiga dini hari.


Dan pukul tiga dini hari itu Cryill akhirnya bisa juga kembali pulang keNegara asalnya.


Tadi sebelum Cryill pulang dan menunggu waktu keberangkatannya, Cryill menyempatkan jalan-jalan sebentar saja untuk melihat-lihat ada apa saja diNegara Barbados itu.


Tapi sayang Cryill tidak bisa menikmati waktu jalan-jalannya dengan cukup senang, sebab fikirannya sedang melayang entah kemana.


Akhirnya yang ditunggu-tunggu pun tiba, disinilah Cryill yang sudah duduk anteng didalam pesawat jet milik Kakaknya yaitu Denzel.


" Ok, aku akan memulai hidup baru, i'm fine, mungkin ini memang jalan takdirku, so let's just enjoy the time alone ( mari kita nikmati saja waktu kesendiriannya ) ",, kata Cryill menyemangati dirinya sendiri.


Cryill dari dulu walau dia bersedih dia tidak akan sering berlarut-larut dalam kesedihannya.


Walau sebenarnya hatinya sedang sakit, tapi tetap keceriaan dan kebahagiaan yang akan dia tunjukkan kepada dunia.


Dan Cryill akan sampai dimansion Kakaknya masih membutuhkan waktu yang cukup panjang sekali.


Jadi sekarang kita bahas lagi keTevy dan juga Denzel yuk.


Mamah Jovanka, Tevy, dan juga Denzel ketika sudah masuk kedalam mansion, mereka semua langsung saja duduk diruang tamu mansion milik Ayah Marson.


Dan Mamah Jovanka langsung saja menyuruh Frumentius untuk menghidangkan makanan dan minuman yang enak-enak untuk Tevy dan juga Denzel.


" Kalian darimana??, kalian akan menginap disini kan?? '',, kata Mamah Jovanka kepada Tevy dan juga Denzel dengan wajah yang sangat senang sekali.

__ADS_1


Tevy yang mendengar perkataan dari Mamah Jovanka, dia langsung saja mengalihkan pandangannya kearah Denzel.


Denzel yang melihat Tevy melihat kearahnya pun, dia langsung saja menjawab perkataan dari Mamah Jovanka.


" Iya baiklah Nyonya, kami akan menginap disini ",, jawab Denzel kepada Mamah Jovanka.


Dan Tevy yang mendengar jawaban dari Denzel, dia pun langsung saja tersenyum sangat senang sekali.


" Panggil Mamah ya Nak, Mamah..... karena kamu kan sebentar lagi akan menjadi suami dari Tevy ",, kata Mamah Jovanka kepada Denzel.


" Iya Mah ",, jawa Denzel kepada Mamah Jovanka sambil tersenyum tipis.


" Ayo dimakan, kamu kan harus makan yang banyak Tevy, dan Nak Denzel ayo dicicipi ini makanannya ",, kata Mamah Jovanka kepada Tevy dan juga Denzel ketika semua makanan sudah terhidang diatas meja depan mereka.


" Iya Mah ",, jawab Tevy dan Denzel secara bersamaan.


" Sayang,...... Ayah kalian sedang berangkat kekantor, karena katanya tadi ada yang ingin diceknya, jika Ayah kalian ada disini pasti dia akan sangat senang sekali dengan kedatangan dari kalian berdua ",, kata Mamah Jovanka kepada Tevy dan juga Denzel.


Denzel dan Tevy hanya tersenyum saja menanggapi perkataan dari Mamah Jovanka, sambil menikmati hidangan yang tersaji didepan mereka.


" Mah, Denzel titip Tevy sebentar ya Mah, karena Denzel akan ada meeting sebentar diluar dengan client, palingan cuma tiga jam saja, dan sorenya Denzel sudah selesai ",, kata Denzel dengan tiba-tiba kepada Mamah Jovanka dan masih didengar oleh Tevy.


" Iya Nak, dengan senang hati Mamah akan menjaga Tevy ",, jawab Mamah Jovanka kepada Denzel sambil tersenyum.


" Sengaja Mami, dan sengaja pula Papi mengajak Mami kesini supaya Papi tenang ketika Mami Papi tinggal meeting ",, jawab Denzel kepada Tevy.


" Iya sudah kalau begitu, Papi hati-hati dijalan ya ",, kata Tevy kepada Denzel.


" Ya, kalau begitu Papi berangkat dulu ya Mami ",, kata Denzel kepada Tevy sambil mencium mesra keningnya Tevy didepannya Mamah Jovanka.


Sedang Tevy langsung saja tersenyum kepada Denzel.


Setelahnya Denzel langsung saja berlalu pergi dari dalam mansion milik Ayah Marson untuk menuju ketempat meeting yang berada direstoran bintang lima.


" Nak, sebentar ya Mamah mau menelfon Ayah Marson dulu, mau mengabari jika kamu ada disini ",, kata Mamah Jovanka kepada Tevy.


" Iya Mah ",, jawab Tevy kepada Mamah Jovanka.


" Tapi sebelum itu, ayo Mamah tunjukkan kamar kamu Nak yang sudah Mamah siapkan untuk kamu dan juga Nak Denzel, supaya kalian berdua bisa beristirahat nantinya ",, kata Mamah Jovanka kepada Tevy.

__ADS_1


" Ayo Mah ",, jawab Tevy kepada Mamah Jovanka.


Dan setelah itu Mamah Jovanka dan juga Tevy langsung saja berlalu menuju kedalam kamar milik Tevy yang memang sudah disiapkan oleh Ayah Marson dan juga Mamah Jovanka.


Kamar Tevy berada dilantai dua, dengan menaiki lift akhirnya Mamah Jovanka dan juga Tevy sampai juga dilantai kamarnya Tevy.


Ketika Mamah Jovanka dan Tevy sudah sampai didepan pintu kamar, Mamah Jovanka langsung saja membuka pintu tersebut untuk Tevy.


Dan Tevy yang sudah masuk dan melihat kamarnya, dia langsung saja sangat senang sekali, sebab kamar miliknya sangat bagus dan juga besar mirip dengan kamar milik Denzel.


" Didalam ruang walk in closetnya sudah ada semua barang-barang yang kamu butuhkan Nak, sudah Ayah dan Mamah siapkan ",, kata Mamah Jovanka kepada Tevy sambil menunjuk pintu ruang walk in closet.


Tevy langsung saja melangkahkan kakinya untuk membuka ruang walk in closetnya.


Sungguh Tevy dibuat semakin tambah senang sekali dan Tevy tidak pernah membayangkan apa yang dia lihat didepannya saat ini.


Sebab didalam ruang walk in closet itu, sudah ada baju, sepatu, tas, aksesoris, keperluan wanita, make up, bahkan lingerie mahal pun sudah ada semua, dan semuanya komplit, serta jangan ditanyakan berapa harga dari masing-masing itu semua, yang pasti sangat mahal dan juga branded semua.


" Mah??, ini semua untuk Tevy?? ",, tanya Tevy kepada Mamah Jovanka dengan sambil menunjukkan ekspresi terkejutnya.


" Iya Nak, semua ini untuk kamu sayang ",, jawab Mamah Jovanka kepada Tevy dengan ekspresi bahagianya.


" Oh ya ini ada satu lagi untuk kamu sayang ",, kata Mamah Jovanka kepada Tevy sambil membuka sebuah laci yang ada didalam situ.


Dan Tevy masih memperhatikan saja apa yang ingin diambil oleh Mamah Jovanka didalam laci tersebut.


" Ini dari Mamah dan juga Ayah ",, kata Mamah Jovanka sambil memberikan dua buah kartu black card dan juga dua buah kartu ATM yang masing-masing isinya sangat mencengangkan.


" Ini..................??? ",, kata Tevy dibuat tambah terkejut sekali ketika melihat pemberian dari Mamah Jovanka.


" Iya, kartu itu semua untuk kamu Nak, pakailah ",, jawab Mamah Jovanka kepada Tevy sambil tersenyum.


" Dan masing-masing kartu ATMnya berisi sekitar tujuh juta seratus tiga puluh sembilan sekian Kr Nak ",, kata Mamah Jovanka lagi kepada Tevy.


Dan tujuh juta seratus tiga puluh sembilan Kr jika dirupiahkan sekitar sepuluh miliar rupiah.


" Sedangkan black cardnya lebih dari itu dari setiap masing-masing kartunya ",, sambung lagi perkataan dari Mamah Jovanka kepada Tevy


Tevy langsung saja membuka sedikit mulutnya, karena dia sungguh sangat terkejut sekali ketika mendengar isi uang didalam empat kartu yang sedang dipegangnya itu.

__ADS_1


...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...


...***TBC***...


__ADS_2