
Setelah hampir seharian penuh pesta pernikahan dari Christian dan Milka diselenggarakan.
Akhirnya saat ini tepat dijam sepuluh malam pesta tersebut benar-benar selesai juga.
Mamah Jovanka dan Papah Carlson mereka berdua langsung saja datang kerumah sakit untuk melihat keadaan dari putri mereka satu-satunya itu bersama Charles dan Natalie, beserta Nia juga anak mereka.
Sedang Christian dan Milka sendiri, mereka berdua masih sibuk diIstana Kerajaan untuk menyambut para tamu undangan yang datangnya pada terlambat.
Christian dan Milka yang mendengar jika Tevy dilarikan dirumah sakit, mereka berdua sebenarnya merasa sangat khawatir sekali.
Namun sayang, mereka tidak bisa meninggalkan Istana untuk sementara waktu, sebab pasti masih banyak para tamu undangan yang hadir belakangan.
Ketika Ayah Marson, Mamah Jovanka, Charles dan juga Natalie sudah sampai dirumah sakit tempat Tevy dirawat, mereka semua langsung saja disambut ramah oleh para penjaga maupun oleh para staf Dokter dirumah sakit tersebut.
Dan disinilah mereka semua, sudah berada didalam ruang perawatan Tevy.
" Tevy, kamu tidak apa-apa Nak??, maafkan Mamah dan Ayah ya yang baru bisa datang kesini dijam yang sudah cukup larut begini ",, kata Mamah Jovanka sambil berdiri disamping brankar Tevy.
" Mah duduk disini dulu ",, kata Denzel mempersilahkan duduk Mamah Jovanka dikursi yang baru saja dia ambilkan.
" Terimakasih Nak ",, jawab Mamah Jovanka kepada Denzel.
Denzel pun hanya mengangguk saja kepada Mamah Jovanka.
" Bagaimana keadaan dari kamu sayang?? ",, tanya dari Mamah Jovanka kepada Tevy.
" Tevy sudah baikan Mah, Tevy cuma kelelahan sesaat saja, karena terlalu lama berdiri dan membuat perut serta pinggang belakang Tevy merasa kram dengan tiba-tiba ",, jawab Tevy kepada Mamah Jovanka dan masih didengar oleh semua orang yang ada disitu.
Papah Carlson dan Mamah Qiara pun mereka berdua masih berada disitu untuk menemani Tevy maupun Denzel.
" Syukurlah kalau begitu, terus apa kata dokter tentang baby-baby kamu Nak?? ",, tanya dari Mamah Jovanka lagi kepada Tevy.
" Mereka juga sehat-sehat saja ko Mah, Mamah tenang saja, besok Tevy juga sudah diperbolehkan pulang ko sama Dokter ",, jawab Tevy lagi kepada Mamah Jovanka.
" Jika kamu masih belum stabil kondisinya, lebih baik kamu dirawat disini dulu ya Tevy ",, kata Ayah Marson juga ikut-ikutan berbicara kepada Tevy.
" Tidak Ayah, Tevy jenuh jika berada didalam rumah sakit terus, lagian besok Tevy juga sudah mulai aktif mengajar lagi, setelah beberapa hari kemarin ijin untuk menyambut acara pernikahan dari Kak Christian ",, jawab Tevy kepada Ayah Marson.
__ADS_1
" Apa lebih baik kamu tidak mengajar lagi Tevy, nanti kalau kecapean bagaimana?? ",, tanya dari Charles kepada Tevy.
" Justru jika Tevy dirumah dan banyak beristirahatnya akan membuat kandungan Tevy tidak baik Kak, karena kurang bergerak ",, jawab Tevy kepada Charles.
" Dan lagi pula dengan mengajar, Tevy bisa menghilangkan rasa jenuh yang Tevy rasakan, dan rasa jenuh untuk ibu hamil itu sangat tidak baik sekali, karena akan menimbulkan stres pada sicalon ibu ",, lanjut lagi perkataan dari Tevy kepada Charles dan masih didengar oleh semua orang.
" Tahu sendiri kan Kak, kalau ibu hamil stres apa bahaya yang mengancamnya?? ",, kata Tevy lagi dan lagi kepada Charles.
" Iya deh, iya, kamu benar Tevy apa yang kamu katakan tadi ",, jawab Charles kepada Tevy dengan menahan rasa gemasnya.
" Itulah mengapa aku selalu kalah jika berdebat dengannya, sebab dia lebih pintar dari kita semua ",, sindir Denzel untuk Tevy sambil bercanda kepada semua orang.
Dan semua orang termasuk Tevy langsung saja tertawa ketika mendengar perkataan dari Denzel tadi.
Ketika waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam lebih, dan mereka semua sudah pada puas mengobrol sebentar dengan Tevy serta yang lainnya.
Mereka semua termasuk Papah Carlson dan Mamah Qiara langsung saja berpamitan kepada Tevy dan Denzel untuk pulang terlebih dahulu dan membiarkan Tevy beristirahat malam itu dengan nyenyak.
Dan besok mereka akan datang lagi kerumah sakit untuk mengantarkan Tevy pulang kemansion Denzel.
Denzel dan Tevy pun hanya tersenyum dan berpesan untuk hati-hati saja dijalan kepada semua Keluarganya.
Denzel yang melihat waktu sudah cukup larut malam, dia langsung saja menyuruh Tevy untuk beristirahat.
Sedang dia sendiri, akan berjaga sebentar, karena Denzel belum merasa mengantuk sama sekali.
Tevy pun langsung saja menurut apa kata Denzel, namun dengan satu syarat, Denzel harus mengusap-usap perutnya sampai dia bisa tertidur pulas.
Sedang geser keIstana Kerajaan.
Saat ini Milka dan Christian masih diIstana Kerajaan, dan Christian serta Milka malam ini mereka tidur didalam kamar Christian yang ada diIstana.
Didalam kamar itu, sudah dihiasi hiasan indah untuk menyambut sang mempelai penganti baru yang akan melakukan malam pertama mereka.
Tapi sayang, Christian malam itu tidak bisa melakukan malam pertamanya dengan Milka, sebab Milka malam itu sangat kelelahan sekali.
" Iya sudah kalau begitu kita tidur dulu yuk, aku tidak marah ko sayang, kesehatan kamu lebih penting dari malam pertama kita ",, kata Christian dengan lembut kepada Milka.
__ADS_1
Milka pun langsung saja tersenyum manis kepada Christian.
Setelahnya Milka langsung memeluk Christian dengan erat sekali.
Begitupun dengan Christian, dia pun membalas pelukan dari Milka sama dengan eratnya.
Christian tidak henti-hentinya mencium kening dan pipi Milka dengan mesra, sebab dia tidak menyangka jika malam itu, dia sudah bisa tidur berdua dengan Milka dan sudah dinyatakan sah sebagai sepasang suami istri oleh agama maupun negara.
Sedang diRoma Italia sana, Causa yang cukup kelelahan karena baru saja digarap habis-habisan oleh Cryill yang seperti kecanduan dengan Causa.
Saat ini Cryill senyum-senyum sendiri sambil memandangi wajah tidurnya Causa.
Jika diSwedia waktu sudah hampir menunjukkan tengah malam, begitupun dengan diRoma, karena waktu Roma dan Swedia sama.
" Rasanya aku sangat ketagihan sekali dengan permainan ranjangmu Causa ",, kata Cryill kepada Causa yang sudah tertidur.
" Dan ketika aku bersamamu aku sudah bisa melupakan Khafita ",, kata Cryill lagi kepada Causa sambil mengusap lembut pipi mulus milik Causa.
" Aku berjanji akan bersungguh-sungguh mencintaimu, karena kamu adalah istriku, dan didalam sini sudah ada benih dariku yang akan menjadi calon anak-anak kita kelak nantinya ",, kata Cryill lagi sambil mengusap lembut perut ratanya Causa.
Setelahnya Cryill langsung saja membawa Causa kedalam pelukannya.
Dan Cryill lalu mencoba ikut memejamkan matanya juga untuk beristirahat walau mereka belum berpakaian sama sekali malam itu.
Cryill masih tidak menyangka, jika gurauannya serta candaannya dengan Causa akan membawanya kesebuah pernikahan yang tidak dia sangka-sangka.
Padahal niat awal dari Cryill kemarin, dia ingin mengerjai Causa saja, namun malah berakhir dipelaminan dan membuat mereka terjebak tidak bisa mundur dari candaan mereka, bahkan mereka saat ini pun sudah melakukan hubungan selayaknya suami istri.
Cryill dulu sebelum mengenal Causa dan setelah kembali pulang keSwedia, niat hati dia ingin membiarkan Khafita sendiri dulu supaya dia bisa menenangkan perasaannya yang masih syok karena musibah yang baru saja menimpanya.
Paling tidak sekitar satu atau dua minggu Cryill ingin kembali lagi keBarbados untuk menemui Khafita.
Tapi takdir berkata lain, ternyata memang bukan Khafita jodoh yang dikirimkan oleh Tuhan kepadanya.
Dan ketika Pak Pendeta sudah mengumumkan jika Cryill dan Causa sudah sah sebagai sepasang suami istri, disitulah Cryill sudah tidak bisa berpaling dari Causa wanita yang belum dicintainya namun sudah menjadi istrinya.
Jika Cryill ingin selamat dari neraka dunia, hal yang wajib dia lakukan adalah harus mencintai Causa dan menerima Causa sepenuh hatinya sebagai istrinya.
__ADS_1
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
...***TBC***...