
Tevy yang sudah keluar dari dalam kampus pun, dia lalu berjalan keluar dari pelataran kampus untuk menuju kejalan raya.
Namun Tevy harus menyeberang jalan terlebih dahulu jika Tevy ingin pulang keapartemennya, sebab jalannya berlainan arah.
Entah kenapa Tevy sedang ingin jalan kaki sebentar sambil menikmati pemandangan gedung-gedung dan orang-orang yang berlalu lalang dijalan raya tersebut.
Dan ketika dirasa kakinya sudah sangat capek sekali berjalan, Tevy akhirnya memutuskan untuk menghentikan salah satu taksi yang dia temui.
Setelahnya Tevy lalu masuk kedalam taksi itu dan menyebutkan alamat sebuah Cafe kepada sang sopir taksi.
Sebab Tevy ingin makan dulu diCafe itu sekalian merilaxkan otaknya yang terasa sudah benar-benar sangat capek mengajar tadi.
Apalagi bahan materi yang akan dia ajar masih kurang banyak, membuatnya menjadi tambah pusing sendiri.
Ketika sudah berada didalam taksi sekitar dua puluh lima menit lamanya, akhirnya taksi yang ditumpangi oleh Tevy berhenti juga didepan Cafe yang cukup besar tempatnya dan cukup banyak juga pengunjungnya itu.
Tevy yang sudah membayar ongkos taksinya, dia lalu turun dari dalam taksi dan masuk kedalam Cafe tersebut.
Tevy memilih tempat duduk yang berada dibarisan paling belakang dan pojok sendiri serta jangan lupakan yang dekat dengan jendela kaca besar yang bisa tembus pandang dari luar.
Ketika Tevy baru saja duduk, dia langsung saja didekatin oleh salah satu waiters untuk menanyakan menu makanan dan minuman yang akan dipesan oleh Tevy.
Dan Tevy langsung saja menyebutkan semua makanan dan minuman yang ingin dinikmatinya.
Sambil menunggu makanan dan minumannya siap, Tevy memilih membuka laptopnya dan membuat bahan untuk mengajarnya esok hari, serta untuk mengoreksi semua pekerjaan para muridnya yang belum selesai dia koreksi.
Tevy sangat larut dalam bekerjanya sampai-sampai tidak sadar jika semua makanan dan minuman yang dia pesan sudah terhidang semua dimeja depannya.
Sambil menikmati makanan dan minumannya, mata Tevy masih terus asik memperhatikan laptopnya, dan tanpa sadar jika ada sepasang mata yang memperhatikannya dengan sangat terpesona sekali ketika melihat wajah seriusnya Tevy.
Dan sepasang mata itu adalah miliknya Denzel.
Denzel yang tadi sudah keluar dari dalam lift kantornya, dia langsung saja masuk kedalam mobilnya yang sudah disiapkan oleh anak buahnya tadi bersama wanita cantik yang tadi mengikutinya.
__ADS_1
" Saya ikut satu mobil dengan anda ya Tuan Denzel, karena saya sedang tidak membawa mobil ",, kata wanita itu dengan beraninya kepada Denzel.
" Iya ",, jawab singkat Denzel kepada wanita itu.
Dan setelahnya Denzel langsung masuk mobil tanpa memperdulikan atau mempersilahkan wanita tadi untuk masuk juga.
Wanita itu yang melihat Denzel sudah masuk mobil, dia langsung saja ikut masuk dan duduk disebelahnya Denzel.
Ketika sudah masuk semua, Denzel langsung saja menyebutkan sebuah alamat restoran kepada anak buahnya yang menyopirinya.
" Baik Tuan ",, jawab anak buahnya Denzel kepada Denzel dengan sangat sopan.
Sang wanita tadi yang mendengar jika Denzel ingin makan disebuah restoran, dia menjadi tambah senang sekali, karena fikirnya dia bisa makan bersama dengan Denzel berdua saja.
Sedangkan Denzel dia masih saja cuek dan sibuk sendiri melihat kejendela luar mobilnya untuk melihat orang-orang yang sedang berlalu lalang dijalanan tanpa memperdulikan wanita yang sedang duduk disampingnya itu.
Ketika mobil yang ditumpangi oleh Denzel melewati Cafe yang ada Tevy didalamnya, Denzel tidak sengaja melihat Tevy sedang duduk dipinggir jendela kaca besar yang bisa tembus pandang dari luar itu.
Dan itu membuat Denzel reflek langsung saja menyuruh anak buahnya untuk menghentikan laju mobilnya.
" Apa??!!, maksudnya kan ini belum sampai direstorannya Tuan?? ",, kata wanita tadi kepada Denzel dengan wajah terkejutnya.
" Turun!! ",, kata Denzel lagi tanpa melihat wajah sang wanita.
" Disini?? ",, kata wanita itu kepada Denzel.
" Cepat turun, atau mau saya dorong kamu supaya kamu bisa turun dari dalam mobil saya!! ",, kata dingin nan tegas dari Denzel kepada wanita tersebut sambil menampilkan wajah datarnya kepada wanita itu.
Dan wanita langsung saja turun dari dalam mobilnya Denzel dengan perasaan marah, dan sebal campur aduk menjadi satu untuk Denzel.
Namun wanita itu tidak bisa membenci Denzel, tapi malah membuat wanita itu semakin tertantang untuk mendapatkan hatinya Denzel yang menurutnya sangat menantang sekali.
Wanita itu yang sudah turun dari dalam mobilnya Denzel, dia langsung saja menutup pintu mobilnya Denzel dengan sangat kencang sekali dan Denzel yang melihat pintu mobilnya sudah tertutup dia lalu menyuruh anak buahnya untuk putar balik lagi meninggalkan wanita tadi dipinggir jalan.
__ADS_1
Dan sang wanita pun dia hanya bisa melihat saja mobilnya Denzel pergi tanpa bisa menghentikannya.
Dan setelah itu wanita tadi langsung saja menyetop taksi untuk kembali pulang kerumahnya.
Sedangkan Denzel yang sudah putar balik, dan juga sudah berada tepat didepan Cafe yang didatangi oleh Tevy, Denzel melihat masih ada Tevy didalam Cafe tersebut berada didepan laptopnya.
Denzel tanpa menunggu lama dia langsung saja memakai kaca mata hitamnya sebelum turun dari dalam mobilnya.
Dan Denzel juga langsung saja masuk kedalam Cafe ketika dia sudah keluar dari dalam mobilnya.
Denzel didalam Cafe itu dia memilih duduk selisih dua meja dengan Tevy, supaya dia bisa melihat Tevy dengan sangat jelas sekali.
Denzel yang sudah menyebutkan makanan ringan dan serta minuman kepada waiters dia lebih memilih menikmati pemandangan wajahnya Tevy yang walau memakai kaca mata tebalnya namun malah terlihat semakin lucu saja dimatanya Denzel.
Denzel terus mengamati semua gerak-geriknya Tevy dari berbicara sendiri hingga dia sangat serius sekali mengerjakan apa yang sedang dia kerjakan didalam laptopnya.
" Sebenarnya apa pekerjaan kamu, dan kenapa kamu bisa membuatku menjadi gila seperti ini?? ",, kata batinnya Denzel sambil terus melihat kearahnya Tevy.
Tevy yang larut dalam pekerjaannya, dia sampai tidak sadar, jika Denzel daritadi tidak cuma memperhatikannya saja, melainkan juga memfotonya secara candid untuk dia abadikan menggunakan ponsel mahalnya itu.
Denzel bahkan tersenyum sendiri ketika melihat wajahnya Tevy yang terlihat sangat lucu dan cantik didalam foto yang baru saja diambilnya.
Ketika Denzel melihat Tevy seperti sedang berkemas-kemas ingin pulang, Denzel langsung saja beranjak berdiri dari duduknya untuk segera pergi dari dalam Cafe itu supaya Denzel tidak ketahuan jika dia daritadi memperhatikan Tevy.
Dan Denzel juga membayar semua makanan dan minuman yang dipesan oleh Tevy.
Denzel yang sudah keluar dari dalam Cafe, dia lalu segera masuk kedalam mobilnya untuk memperhatikan Tevy dari dalam mobilnya.
Mata Denzel sama sekali tidak teralihkan oleh apapun, dia hanya fokus kepada Tevy dan juga Tevy.
Ketika Tevy sudah keluar dari dalam Cafe dia langsung saja menyetop taksi untuk segera pulang menuju keapartemennya.
Karena dia sudah benar-benar sangat capek sekali, dan ingin segera beristirahat didalam kamar apartemennya.
__ADS_1
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
...***TBC***...