My Little Dosen

My Little Dosen
CHAPTER 50


__ADS_3

Setibanya dipanti asuhan, Denzel langsung saja menggendong Tevy untuk dia taruh diatas shofa yang ada diruang tamu.


Sedangkan Denzel sendiri dia langsung membantu Mamah Orlin yang sedang mengemas barang-barang bawaannya Tevy yang didalam kamarnya.


" Tuan ",, panggil Mamah Orlin kepada Denzel yang sedang memasukkan barang-barang bawaannya Tevy kedalam koper.


" Iya ",, jawab singkat Denzel kepada Mamah Orlin sambil menghentikan kegiatannya.


" Tolong jaga Tevy dengan baik-baik ya Tuan, walau dia terlihat kuat dari luar, sebenarnya dia rapuh didalam, sebab dia sangat merindukan kedua orang tuanya, yang sudah lama dia cari selama ini namun belum ketemu juga ",, kata Mamah Orlin kepada Denzel.


" Berjanjilah Tuan kepada saya, jangan membuatnya menangis lagi, selesaikanlah masalah kalian dengan baik-baik, jangan seperti ini lagi, dan satu hal lagi Tuan, apa yang dikatakan oleh Tevy itu adalah benar, jika dia tidak mengetahui kalau dirinya sedang hamil ",, lanjut lagi perkataannya Mamah Orlin kepada Denzel.


" Iya Nyonya, saya berjanji kepada anda, saya akan menjaga Tevy dan calon anak kita berdua dengan sebaik mungkin, nyawa sayalah Nyonya taruhannya ",, jawab Denzel dengan nada yang ramah, sambil tersenyum super tipis sekali kepada Mamah Orlin.


" Ini kunci mobil didepan Tuan, silahkan dibawa ",, kata Mamah Orlin sambil menyerahkan kunci mobil Ferrarinya Cryill kepada Denzel.


" Terimakasih Nyonya, saya pamit dulu ",, kata Denzel kepada Mamah Orlin dengan sangat sopan sekali, sambil menerima kunci mobilnya Cryill.


Dan baru kali itu Denzel bisa bersikap sopan serta seramah itu dengan orang tua.


Setelah itu Denzel lalu menggendong Tevy lagi yang masih pingsan kedalam mobil Ferrarinya Cryill, sambil memasukkan barang-barangnya Tevy juga dikursi belakang.


Namun sebelum pergi Denzel memberikan sesuatu kepada Mamah Orlin.


" Nyonya terimalah ini untuk memenuhi kebutuhan panti asuhan ini ",, kata Denzel sambil memberikan salah satu kartu ATMnya yang isinya cukup lumayan banyak sekali itu kepada Mamah Orlin.


" Tidak perlu Tuan, Tevy dia anak saya, saya tidak mau menerima imbalan ini ",, jawab Mamah Orlin menolak pemberian dari Denzel.


" Ini bukan imbalan Nyonya, ini adalah tanda terimakasih saya, karena Nyonya sudah merawat Tevy dengan baik selama ini, dan ini saya anggap sebagai donasi untuk panti asuhan ini, pakailah Nyonya ",, kata Denzel lagi kepada Mamah Orlin.


Mau tidak mau Mamah Orlin, akhirnya menerima kartu ATMnya Denzel, sebab Mamah Orlin dibujuk terus oleh Denzel.


Walau desa Mamah Orlin ada didaerah perbukitan, tapi tenang saja readers, disana sudah sangat lengkap sekali kebutuhan yang mereka inginkan.

__ADS_1


Memang tidak ada ATM, tapi didesa itu sudah ada konter-konter atau pertokoan yang melayani tarik tunai, transfer dan lain-lainnya tapi harus dikenai biaya admin.


" Baiklah saya terima Tuan, dan terimakasih banyak, semoga kalian semua sampai dirumah dengan selamat ",, kata Mamah Orlin kepada Denzel ketika sudah menerima kartu ATMnya Denzel.


" Kalau begitu saya permisi dulu Nyonya ",, kata Denzel lagi kepada Mamah Orlin.


Dan Mamah Orlin dia hanya mengangguk sambil tersenyum ramah saja kepada Denzel.


Setelahnya Denzel langsung saja masuk kedalam mobil Ferrari miliknya Cryill untuk dia kendarai pulang menuju kemansionnya bersama Tevy.


Perjalanan yang ditempuh Denzel cukup lumayan lama, biasanya jarak yang bisa ditempuh sekitar empat jam, kali ini sekitar sampai lima jam lamanya.


Sebab tadi diperjalanan diguyur hujan lebat, alhasil Denzel beserta rombongan harus mengurangi kecepatan mereka, untuk meminimalisir kecelakaan.


Dan setelah menempuh berkilo-kilometer panjangnya, akhirnya mobil yang dikendarai Denzel beserta anak buahnya, sampai juga dimansionnya Denzel.


Denzel dan para anak buahnya sampai dimansion sekitar pukul tujuh malam.


Tevy ketika diperjalanan tadi dia sudah sempat sadar dari pingsannya, namun Tevy dia hanya diam saja karena malas berbicara dengan Denzel.


" Tidurlah lagi Tevy, akan saya bangunkan jika kita sudah sampai ",, kata Denzel pada waktu itu ketika melihat Tevy sudah membuka matanya, dan sambil menurunkan kursi yang diduduki oleh Tevy supaya Tevy bisa sedikit berbaring diatas kursi tersebut.


Tevy tetap hanya diam saja dan tidak menanggapi perkataannya Denzel, dia hanya mencari posisi yang nyaman supaya badannya tidak semakin sakit dan juga sambil mengeratkan selimutnya Denzel ketubuhnya.


Denzel ketika mengendarai mobilnya itu dia selalu curi-curi pandang kearahnya Tevy, sambil tersenyum manis sekali tanpa Tevy sadari.


Sungguh perasaannya Denzel sangat bahagia sekali ketika mengetahui jika Tevy sedang hamil anaknya.


Denzel tidak menyangka hanya sekali tendangan, dia bisa mencetak gol dengan sempurna, dan hal itu membuat Denzel sangat bangga sekali kepada dirinya sendiri.


Denzel yang sudah keluar dari dalam mobil pun, dia lalu mencoba menggendong Tevy untuk menuju kedalam kamarnya.


" Tidurlah lagi, badan kamu masih lemas, sedangkan kamar saya masih jauh ",, kata Denzel kepada Tevy yang terkejut ketika Denzel mencoba menggendong Tevy tadi.

__ADS_1


Tevy tetap diam saja tanpa menjawab perkataannya Denzel, dia hanya pasrah saja ketika Denzel mencoba menggendongnya menuju kedalam kamarnya.


Semua orang yang ada didalam mansion pun, sangat terkejut sekali ketika mereka melihat Denzel pulang membawa Tevy kedalam pelukannya lagi.


Cryill yang baru saja pulang mencari keberadaannya Tevy, dia sangat terkejut sekali ketika melihat mobilnya yang dibawa oleh Tevy sudah terparkir rapi dihalaman mansion Kakaknya.


" Apa Tevy sudah ditemukan??, aku harus cari tahu ",, kata Cryill ketika baru saja melihat mobil Ferrari miliknya yang dibawa oleh Tevy sudah terparkir rapi dihalaman mansion, dan setelah itu Cryill lalu sedikit berlari masuk kedalam mansion.


Dan benar saja ketika Cryill sudah sampai dilantai dua mansionnya Denzel, dia melihat Kakaknya yaitu Denzel membawa masuk seorang wanita didalam gendongannya menuju kedalam kamarnya.


" Apa tadi itu Tevy, tapi dari segi postur tubuhnya sepertinya itu Tevy, tapi kan Kakakku katanya sedang berburu dihutan, apa Tevy bersembunyi didalam hutan ya dan berteman dengan para binatang disana?? ",, kata Cryill seperti tidak punya otak saja yah seperti biasanya.


Dan Denzel yang sudah sampai didalam kamarnya, dia langsung saja menaruh Tevy diatas ranjangnya sambil menyelimutinya dengan selimut tebal miliknya itu.


" Tidurlah, saya akan keluar sebentar ",, kata Denzel kepada Tevy sambil mengusap lembut wajahnya Tevy dan memberikan kecupan mesra didahinya Tevy.


Setelah itu Denzel langsung saja keluar dari dalam kamarnya untuk turun kebawah mencari Hendy dan juga Faine.


" Apa kamu bersikap manis seperti ini kepadaku, karena aku sedang mengandung anak kamu Denzel?? ",, kata batinnya Tevy tadi sambil melihat punggungnya Denzel yang berjalan keluar dari dalam kamar.


Ketika Denzel sudah keluar dari dalam kamarnya, dia melihat Cryill sedang berdiri tidak jauh dari kamarnya.


Dan Cryill yang melihat Kakaknya keluar dari dalam kamar, dia langsung saja bergegas mendekati Denzel untuk bertanya siapakah wanita yang tadi dibawa masuk kedalam kamarnya.


Namun Denzel tidak memperdulikan pertanyaannya Cryill, dia terus melangkahkan kakinya untuk mencari Hendy dan juga Faine.


Sedang Cryill dia tetap mengekor dibelakangnya Denzel sebelum dia mendapatkan jawaban yang jelas dari pertanyaannya tadi.


...🐢🐢🐢🐢🐢🐢🐢🐢🐢🐢🐢🐢🐢...


Dasar Cryill situkang Kepo😅


Dan kekepoannya Cryill seperti kuning-kuning yang siap dikeluarkan alias sudah diujung 😂😂😂😂😂😜

__ADS_1


...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...


...***TBC***...


__ADS_2