My Little Dosen

My Little Dosen
CHAPTER 221


__ADS_3

Pagi harinya Tevy memang sudah diperbolehkan pulang oleh Dokter yang menanganinya.


Semua Keluarga Carrington dan Maverick pun sudah pada berkumpul semua didalam ruang perawatan Tevy.


Perut yang sudah semakin besar membuat Tevy sedikit susah dalam beraktifitas.


Namun jika untuk mengajar, sesusah apapun akan menjadi mudah, sebab Tevy sangat menikmati masa mengajarnya.


Karena ketika Tevy mengajar, dia akan merasa enjoy dan sedikit lupa dengan beban diperut buncitnya itu.


Semua Keluarga Carrington dan Maverick berdoa semoga ketika Tevy tiba diwaktu melahirkan nanti, semuanya dalam keadaan selamat, baik Tevy maupun keempat anak-anaknya.


Tevy yang sudah diperbolehkan pulang oleh Dokter, dia langsung saja keluar dari dalam ruang perawatannya menggunakan kursi roda, karena itulah permintaan dari Denzel, sebab Denzel tidak ingin Tevy kecapekan lagi.


Tevy yang melewati lorong rumah sakit bersama para Keluarganya, dia langsung disapa hangat dan ramah dari para suster maupun Dokter yang sedang pada berjaga disitu.


Dan ketika sudah sampai didepan mobil milik mereka masing-masing yang sudah terparkir rapi didepan pintu rumah sakit tersebut.


Tevy langsung saja masuk kedalam mobil dan diikuti oleh Denzel setelahnya.


Sedangkan yang lain juga pada masuk kedalam mobil mereka sendiri-sendiri.


Singkat cerita mobil yang mereka naiki sudah sampai dimansion milik Ayah Marson.


Iya Ayah Marson, karena itu permintaan dari Mamah Jovanka selama Tevy hamil besar hingga melahirkan Mamah Jovanka ingin merawat Tevy.


Denzel yang mengerti permintaan dari sang Mamah mertua, dia pun akhirnya menyetujui hal tersebut.


Tevy pun tidak menyangka jika dibalik sikap suaminya yang tegas, dingin dan tidak suka dibantah, ternyata Denzel bisa mempunyai sikap pengertian juga kepada Keluarganya.


Saat ini mereka semua sudah pada duduk anteng dishofa yang ada diruang Keluarga mansion Ayah Marson.


Dan Tevy dia duduk sambil terus mengusp-usap perut buncitnya yang sedikit merasa ngilu, karena daritadi perutnya ditendang terus menerus oleh keempat calon babynya.


Mamah Jovanka yang melihat Tevy duduk seperti tidak nyaman, dia pun langsung saja mencoba bertanya kepada Tevy.


" Kamu kenapa sayang??, apakah perut kamu sakit lagi?? ",, tanya Mamah Jovanka kepada Tevy.


" Tidak Mah, perut Tevy cuma merasa begah saja karena daritadi mereka menendang terus ",, jawab dari Tevy kepada Mamah Jovanka dan masih didengar oleh yang lain.


Denzel pun yang duduk disamping Tevy, dia langsung saja mengusap lembut perut buncitnya Tevy itu.


Dan senyum dari Denzel langsung saja mengembang dengan sempurna ketika dia mengusap perut Tevy langsung saja mendapatkan beberapa tendangan ditelapak tangannya.


Tevy semakin tersenyum saja ketika melihat senyuman dibibir Denzel.

__ADS_1


" Oh ya Mah, Yah, ini Kak Christian dan Milka ko belum kelihatan dimansion??, apa mereka masih diIstana?? ",, tanya Tevy kepada Ayah Marson dan Mamah Jovanka.


" Iya mereka masih diIstana, kemungkinan mereka selama tiga hari akan disana dulu Nak, karena masih banyak para tamu undangan yang hadir diIstana Kerajaan ",, jawab dari Ayah Marson kepada Tevy.


Dan Tevy pun hanya beroh ria saja menanggapi perkataan dari Ayah Marson.


" Tuan Marson bisakah kita berbicara bedua saja, karena ada yang ingin saya katakan tentang bisnis kita ",, kata Papah Carlson kepada Ayah Marson.


" Oh tentu saja Tuan Carlson, mari kita kedalam ruang kerja saya ",, jawab Ayah Marson kepada Papah Carlson.


Dan Papah Carlson pun langsung mengangguk kepada Ayah Marson.


Setelahnya mereka berdua langsung saja beranjak berdiri dan berjalan menuju keruang kerja milik Ayah Marson untuk membahas bisnis mereka yang saat ini sedang berjalan.


Sedang sepeninggalan dari Ayah Marson dan Papah Carlson tadi, semua orang langsung saja melanjutkan perbincangan mereka lagi.


" Oh ya Jeng, ini Nak Cryill kapan pulangnya ya dari acara bulan madu mereka, tidak terasa juga mereka sudah satu bulan menikah?? ",, tanya dari Mamah Jovanka kepada Mamah Qiara.


" Kemarin ketika dia menelfon, katanya hari ini Jeng jadwal penerbangannya, ya semoga saja mereka selamat sampai disininya, karena saya sudah rindu dengan candaan dan celetukan dari dia ",, jawab dari Mamah Qiara kepada Mamah Jovanka sambil tertawa kecil.


Dan suara tawa dari Mamah Qiara menular kepada semua orang yang ada disitu, kecuali Denzel, dia hanya tersenyum tipis saja.


" Iya benar sekali Jeng, rasanya jika tidak ada Nak Cryill disini, serasa masih kurang lengkap saja ",, jawab dari Mamah Jovanka kepada Mamah Qiara sambil tertawa juga.


Tevy yang mendengar dan melihat ekspresi dari Mamah Qiara, dia langsung saja tersenyum lucu.


" Tapi jika sama Tevy, dia menyebalkan lho Mah ",, sahut dari Tevy kepada Mamah Qiara.


" Iya dia menyebalkan bagi kamu karena dia ingin selalu mendapatkan jatahnya darimu, coba kalau dia bersikap kaku kepadamu seperti kepada Mamah, ya alamat dia harus berpuasa, mana tahan laki-laki jika disuruh berpuasa Tevy, benar begitu Tuan Denzel Maverick ",, jawab dari Mamah Qiara kepada Tevy sambil mengajak bercanda juga kepada Denzel.


Mamah Jovanka, Natalie dan juga Mamah Orlin yang baru saja ikut bergabung disitu, mereka semua langsung saja tertawa lucu ketika mendengar perkataan dari Mamah Qiara.


Dan Mamah Orlin memang sengaja diundang untuk menghadiri pernikahan dari Christian dan Milka kemarin.


Jadi untuk sementara waktu dia akan tinggal dimansion Ayah Marson.


Denzel yang laki-laki sendiri didalam ruang Keluarga itu, dan menjadi bahan bercandaan dari Mamahnya, dia langsung saja melirik sang Mamah dengan lirikan sebalnya.


Beda dengan Cryill, dia pasti akan menanggapi perkataan setiap perkataan dan semua candaan dari Mamahnya jika diajak bercanda seperti itu.


" Lihatlah siTuan Denzel merajuk ",, goda dari Mamah Qiara lagi kepada Denzel.


" Sudah Jeng jangan digoda terus Nak Denzelnya, kasihan, nanti kalau dia merajuk dan terlihat tambah tua bagaimana??, bisa-bisa anak-anaknya nanti disangka cucunya ",, kata Mamah Jovanka menimpali perkataan dari Mamah Jovanka untuk menggoda Denzel juga.


Tevy langsung saja tertawa cukup keras sekali, sampai-sampai dia harus memegangi perutnya karena sedikit merasa kencang, ketika mendengar candaan dari Mamah Jovanka tadi.

__ADS_1


Dan Denzel sendiri yang melihat semua Keluarganya bahagia diatas penderitaannya, dia hanya bisa diam saja tidak mau membalas maupun marah-marah kepada mereka.


Yah begitulah Denzel bisanya bercanda cuma dengan Tevy saja.


Tidak cuma Tevy saja yang tertawa ketika mendengar perkataan dari Mamah Jovanka tadi, melainkan semua orang yang ada disitu, termasuk Mamah Jovanka sekalipun.


Ekspresi dari Denzel yang hanya lempeng dan datar saja disaat semua orang sedang pada mentertawakannya, menambah kesan lucu tersendiri bagi mereka semua.


" Sudah-sudah Mah, kasihan siPapi Denzel, nanti kalau dia merajuk Tevy yang susah ",, kata Tevy kepada keluarganya.


" Kenap Nak?? ",, tanya Mamah Qiara kepada Tevy.


" Iya karena dia pasti minta n3n3n terus seperti bayi yang sedang rewel ",, celetuk Tevy kepada Mamah Qiara.


Dan siapa disangka oleh mereka semua, Denzel langsung saja tertawa cukup keras ketika mendengar perkataan dari Tevy tadi.


Mamah Qiara yang duduk tidak jauh dari Denzel, dia langsung saja menjitak kepala Denzel dengan cukup keras sekali.


Sebab Mamah Qiara dia cukup terkejut mendengar suara tawa dari Denzel tadi.


" Ini anak jika masalah n3n3n langsung saja semangat begitu tertawanya, membuat Mamah terkejut saja ",, kata Mamah QIara kepada Denzel.


" Biar saja, lagipula enak Mah, Papah dulu kan sering begitu, atau mungkin sampai sekarang Papah masih begitu sama Mamah........ ",, jawab dari Denzel kepada Mamah Qiara.


" Eh lha ini anak ko berani menjawab perkataan dari Mamah?? ",, kata Mamah Qiara lagi kepada Denzel sambil menahan rasa gemasnya.


" Tadi diam salah, sekarang ikut berbicara juga salah, terus maunya Mamah Denzel itu bagaimana??, oooh Denzel tahu........... ",, kata Denzel kepada Mamah Qiara dan masih didengar oleh semua orang yang ada disitu.


" Apa................ ?? ",, tanya dari Mamah Qiara kepada Denzel.


" Denzel mau masuk kekamar dulu ya sama Tevy Mah, mau mengisi amunisi ",, jawab Denzel sekenanya saja kepada Mamah QIara.


Sungguh Mamah Qiara sangat gemas mendengar jawaban dari Denzel, dan dia reflek langsung saja menjitak lagi kepala Denzel dan membuat semua orang yang ada disitu tertawa dengan tingkah dari Mamah Qiara tadi.


Sedang Denzel dia langsung saja menunjukkan wajah betenya kepada sang Mamah, sambil mengusap pelan kepalanya yang baru saja dijitak oleh Mamah Qiara tadi.


...⛏️⛏️⛏️⛏️⛏️⛏️⛏️⛏️⛏️⛏️⛏️⛏️⛏️...


Yuhuuuuu siapa nih yang mau mampir dinovel saya yang terbaru🤭🤭😁



...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...


***TBC***

__ADS_1


__ADS_2