
Jam pun sudah menunjukkan pukul delapan pagi, semua orang yang mempunyai aktifitas untuk bekerja, mereka semua sudah pada berangkat bekerja sejak tadi.
Termasuk Denzel, Cryill, Vince, Christian, dan lain-lainnya.
Sedang dimansion Denzel sendiri ketika Tevy sedang asik bermain dengan para keempat babynya ditemani dengan keempat baby sisternya.
TIba-tiba saja pandangan mereka semua teralihkan dengan kedatangan dari Oma mereka, siapa lagi jika bukan Oma Jovanka alias Mamah Jovanka.
" Halo cucu-cucu Oma yang ganteng-ganteng dan cantik ",, kata Mamah Jovanka kepada para keempat cucu-cucunya itu ketika baru saja sampai diruang Keluarga.
Mamah Jovanka langsung saja mencium semua wajah dari keempat cucunya dengan gemas.
" Mamah kesini sama siapa Mah, sendirian?? ",, tanya Tevy kepada Mamah Jovanka.
" Tidak, Mamah sama Ayah, Ayah kamu jika Mamah bilang mau kemansion kamu, pasti dia akan menjadi nomor satu yang mau mengantarkan Mamah ",, jawab Mamah Jovanka kepada Tevy sambil memangku baby Adelio.
" Lha terus Ayah mana Mah ko tidak masuk bersama Mamah kesininya?? ",, tanya Tevy kepada Mamah Jovanka.
Belum sempat Mamah Jovanka menjawab, sudah keduluan Ayah Marson yang menjawab.
" Ada apa sayang mencari Ayah, kangen ya, Ayah ada disini ko, tadi Ayah mengambil hadiah-hadiah dulu untuk sikembar ",, sahut dari Ayah Marson kepada Tevy sambil berjalan menuju keruang Keluarga dengan membawa beberapa mainan baru untuk sikembar.
" Mainan lagi Ayah?? ",, kata Tevy kepada Ayah.
" Iya, kalau perlu nanti pabrik mainannya Ayah beli untuk mereka ",, jawab dari Ayah Marson kepada Tevy.
Tevy hanya menggelengkan kepalanya saja mendengar jawaban dari Ayah Marson.
" Halo cucu-cucu Opa, yang semakin lucu dan endut ",, kata Ayah Marson kepada keempat cucunya sambil membuka semua mainan yang dibawanya dibantu oleh para babysister.
Mereka semua saat ini memilih duduk dilantai beralaskan karpet tebal nan lembut untuk menjaga kenyamanan dari sikembar yang sekarang sedang sibuk berlatih tengkurap sendiri.
Sikembar walau belum faham dengan semua mainan yang dibelikan sang Opa, namun mereka semua sangat senang sekali dengan semua mainannya.
Sedang beralih dirumah Cryill.
Setelah kepergian dari Cryill kekantor tadi, Causa pun langsung saja bersiap-siap ingin pergi berkunjung kemansion Denzel bersama Ayah Mark.
Cryill tidak bisa mengantarkan Causa, karena pekerjaannya dikantor sedang banyak sekali, alhasil Causa pergi sendiri bersama Ayah Mark diantarkan oleh sopir pribadi yang ada rumah mereka.
Cryill yang dulu selalu malas-malasan ketika disuruh untuk kekantor, dan akan sesuka hatinya saja jika ingin kekantor.
Namun setelah menikah, Cryill menjadi rajin kekantor dan Cryill semakin giat saja untuk bekerja, semua itu karena Causa.
Selama diperjalanan didalam mobil Ayah Mark dan Causa terlibat perbincangan hangat antara Ayah dan anak.
Hingga akhirnya mobil yang mereka tumpangi tidak terasa sudah sampai juga dimansion megah milik Denzel.
Sedang dilain sisi, Khafita terus mencoba menghubungi Vince, namun tidak ada tanggapan sama sekali dari Vince.
Vince memang sengaja membiarkan Khafita yang terus menelfonnya.
__ADS_1
Bahkan Vince sengaja mematikan ponselnya karena merasa terganggu dengan ponselnya yang terus berdering dan juga bergetar terus menerus.
" Kak Vince apa beneran marah kepadaku?? ",, kata Khafita kepada dirinya sendiri sambil merasa bersedih.
" Bahkan dia tidak mau mengangkat sambungan telefonku sama sekali ",, kata Khafita lagi kepada dirinya sendiri.
Khafita setelahnya, dia menyerah untuk sejenak dan membiarkan Vince bekerja terlebih dahulu.
Dan nanti Khafita ingin mencoba menghubungi Vince lagi jika jam sudah menunjukkan waktu pulang kantor.
Berpindah tempat lagi dimansion Denzel.
Suasana didalam mansion Denzel semakin meriah saja ketika Tevy dan sikembar kedatangan dari Causa bersama Ayah Mark.
Causa sengaja mengajak Ayahnya kemansion sang Kakak ipar supaya Ayahnya tidak merasa kesepian terus.
Dan Ayah Mark ketika melihat sikembar dia pun langsung jatuh hati dengan kelucuan dari mereka semua.
Ketika tiba saatnya waktu jam pulang kantor sekitar jam empat sore.
Semua para pekerja kantor pun sudah mulai pada bersiap-siap untuk pulang kerumah mereka masing-masing.
Begitupun dengan Causa yang sudah berpamitan pulang sejak tadi kepada Tevy, Mamah Jovanka dan Ayah Marson kerumahnya sendiri.
Dan saat ini Causa bersama Ayah Mark baru saja sampai dirumah mewahnya sendiri tepat bersamaan dengan mobil Cryill yang baru saja masuk kedalam garasi mobil.
" Bagaimana seru sayang, main kemansion sikembar, aaah Ayah jadi rindu sama mereka berempat ",, kata Cryill sambil mendekati Causa yang sedang berdiri menunggunya.
" Seru Ayah, mereka semakin aktif dan lucu saja, bahkan tadi disana ada Nyonya Jovanka dan Tuan Marson juga ", jawab Causa kepada Cryill sambil mengambil alih tas kerjanya Cryill.
" Oh ya, weekend kita kesana lagi yuk sayang, Ayah sudah rindu sama pipi cubby dari mereka berempat ",, kata Cryill kepada Causa sambil berlalu masuk kedalam kamar mereka.
Sedangkan Vince sendiri yang baru saja menghidupkan ponselnya, begitu banyak pesan dan notifikasi masuk kedalam ponselnya.
Namun ada satu pesan yang mencuri perhatiannya, yaitu pesan yang dikirimkan oleh Khafita tadi.
" Kak Vince, bisakah kita bertemu sebentar, jika bisa balas pesanku ini dan aku akan menunggu Kakak diCafe Grisda ",, pesan yang tadi dikirimkan oleh Khafita kepada Vince.
" Ok ",, hanya itu saja yang Vince ketik untuk membalas pesan dari Khafita.
Setelahnya Vince pun langsung saja bersiap-siap untuk pulang kerumah Ayah Iram.
Dan Khafita yang mendapatkan balasan pesan dari Vince, dia langsung saja semangat serta langsung juga bersiap-siap untuk menuju keCafe tempatnya sudah janjian dengan Vince.
Singkat cerita Khafita sudah sampai diCafe yang dituju, namun ketika Khafita sudah sampai didalam Cafenya, Khafita tidak melihat Vince disemua tempat.
Itu artinya Vince belum datang keCafe, dan Khafita lalu memutuskan untuk memilih tempat duduk dulu sekaligus menunggu kedatangan dari Vince.
Dan sekitar sepuluh menit menunggu, akhirnya Vince pun datang juga keCafe yang sama dengan Khafita.
Vince langsung saja duduk dikursi depannya Khafita sambil menatap dingin kearah Khafita yang tidak pernah Khafita lihat selama ini.
__ADS_1
" Kak Vince masih marah kepada Fita Kak?? ",, tanya Khafita dengan lembut kepada Vince.
" Sudahlah Khafita............ katakanlah secara to the point untuk apa kamu mengajak Kakak ketemuan seperti ini, karena Kakak ingin segera pulang kerumah ",, kata Vince kepada Khafita.
" Apakah Kakak serius dengan perkataan dari Kakak semalam?? ",, kata Khafita kepada Vince sambil menatap lekat kearah Vince.
" Jujur Kak, Fita juga mencintai Kakak, ada nama Kakak dihati Fita Kak, dan Khafita mau menjadi istri Kakak, tolong jangan batalkan pernikahan kita ya Kak ",, kata Khafita lagi kepada Vince dengan wajah yang bersedih.
Vince hanya diam saja sambil terus menatap Khafita dengan tatapan dingin yang sulit ditebak oleh Khafita.
" Apakah kamu masih mencintai Cryill Khafita??, katakan dan jawab jujur kepada Kakak, apakah masih ada juga nama Cryill dihati kamu dan bersanding dengan nama Kakak?? ",, tanya dari Vince kepada Khafita secara langsung.
Khafita langsung saja bungkam seketika, ketika mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Vince.
Dan Vince yang melihat keterbungkaman dari Khafita, dia langsung saja tersenyum miris untuk dirinya sendiri.
" Huh!!, tidak bisa menjawab ",, sindir dari Vince kepada Khafita.
" Tolong beri Khafita kesempatan untuk sekali lagi Kak, Khafita berjanji ingin belajar mencintai Kakak sepenuh hati ",, jawab dari Khafita kepada Vince sudah mulai meneteskan air matanya.
" Kesempatan sekali lagi?? ",, ulang kata dari Vince kepada Khafita.
Dan Khafita langsung saja mengangguk kepada Vince.
" Bagaimana kamu bisa mencintai Kakak sepenuhnya, jika Cryill saja begitu dekat dengan Kakak, pastinya jika kamu bersama Kakak, akan semakin sulit melupakannya, karena Kakak yakin kamu dan Kakak akan sering bertemu dengannya nanti??!! ",, lanjut lagi perkataan dari Vince kepada Khafita.
" Kakak tidak bisa setiap waktu, setiap saat harus menahan rasa sakit, rasa cemburu dan rasa kurang nyaman jika itu memang benar-benar terjadi Khafita........... ",, sambung lagi perkataan dari Vince kepada Khafita.
" Jadi artinya, maaf Khafita, Kakak tidak bisa meneruskan hubungan ini, walau Kakak sulit melakukannya, tapi menurut Kakak ini yang lebih baik untuk hubungan kita, terlebih untuk hati Kakak sendiri ",, kata Vince lagi kepada Khafita.
" Dan ini semua pelajaran untuk kamu, supaya kamu semakin bisa memantapkan hati kamu lagi jika ingin mencari pengganti Cryill ",, kata Vince kepada Khafita yang daritadi hanya diam saja sambil terus mendengarkannya berbicara.
" Jika Kakak memberikanmu kesempatan sekali lagi, Kakak merasa seperti sebagai pelarian kamu saja Khafita ",, kata Vince lagi sambil mengeluarkan sebuah kalung yang begitu indah yang berbandul tulisan KhaVi alias Khafita Vince.
Khafita melihat dengan sangat lekat sekali kalung yang Vince taruh diatas meja didepannya.
" Ini hadiah terakhir dariku, dan ini sebetulnya ingin Kakak berikan kepadamu semalam, tapi ya sudahlah........... simpanlah jika mau, kalau tidak mau buang saja ",, kata Vince kepada Khafita sambil mendorong kalung tadi kearah Khafita.
Setelahnya tanpa menunggu jawaban dari Khafita Vince langsung saja melangkahkan kakinya untuk beranjak pergi keluar dari dalam Cafe.
Sedang Khafita sendiri dia langsung mengambil dan melihat kalung itu sambil meneteskan air matanya dalam diamnya sambil juga menatap punggung Vince yang sudah semakin menjauh darinya.
Berakhir, ya memang itu yang terjadi antara hubungannya Vince dan Khafita.
Mau bagaimana lagi semua keputusan sudah Vince ambil untuk hubungannya dengan Khafita.
Sakit??, pasti,....... tapi fikir Vince keputusan itu adalah yang terbaik untuk hatinya.
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
...***TBC***...
__ADS_1