
Jam pun sudah menunjukkan pukul dua dini hari, dan Denzel yang kekenyangan makan pun, dia tanpa sadar sudah memejamkan matanya daritadi.
Menyisahkan Christian sendirian yang mulai mencoba ikut memejamkan matanya juga.
Namun ketika Christian baru saja memejamkan matanya sekitar sepuluh menit lamanya, tiba-tiba saja telinga dia mendengar jika pintu ruang perawatannya Tevy terbuka dari luar.
Dengan sigap Christian langsung bangun dari tidurnya untuk siap jika ada orang yang tidak dikenalnya masuk kedalam ruangan itu.
Tapi siapa disangka oleh Christian ternyata yang datang adalah kedua orang tuanya sendiri, yaitu Ayah Marson dan juga Mamah Jovanka.
" Mamah, Ayah?? ",, kata Christian kepada Ayah Marson dan juga Mamah Jovanka.
" Sussstt, jangan keras-keras, nanti Tevy dia bisa terbangun ",, kata Ayah Marson kepada Christian.
" Iya maaf Ayah ",, jawab Christian kepada Ayah Marson dengan suara yang sedikit pelan dari yang sebelumnya.
" Sepertinya Tuan Denzel, dia nyenyak sekali dalam tidurnya Tian?? ",, kata Mamah Jovanka kepada Christian, ketika Mamah Jovanka sudah melihat kearahnya Denzel tadi.
" Iya Mah, mungkin Tuan Denzel kecapean menjaga Tevy tadi dan juga kekenyangan setelah menghabiskan hampir semua makanan yang tadi Mamah berikan ",, jawab Christian kepada Mamah Jovanka.
" Apaa??!!, itu semua yang ada diatas meja semuanya Tuan Denzel yang makan?? ",, kata Mamah Jovanka kepada Christian sambil menunjuk meja yang ada didepannya Denzel tidur, sambil menampilkan wajah terkejutnya.
Sedangkan Christian, Mamah Jovanka, dan juga Ayah Marson, mereka duduk dishofa yang lainnya.
" Iya Mah ",, jawab Christian kepada Mamah Jovanka, sambil mengangguk, dan masih didengar oleh Ayah Marson.
" Tidak Mamah sangka, ternyata makannya Tuan Denzel banyak sekali, untungnya Mamah tadi menyiapkan banyak makanan untuk kamu bawa ",, kata Mamah Jovanka lagi kepada Christian.
" Bukan Mah, porsi makannya Tuan Denzel bukanlah banyak, yang membuatnya banyak karena dia mengalami sindrom kehamilan simpatik, alias Tuan Denzel yang menggantikan masa mengidamnya Tevy dan juga morning sicknessnya Tevy ",, jawab Christian kepada Mamah Jovanka.
" Ko sama seperti Ayah kamu dulu ya Tian, dulu waktu Mamah hamil kamu dan Kakak kamu Charles, Ayah kamulah yang mengalaminya, sedangkan ketika hamil Princess Moana, Mamahlah yang mengalami itu semua ",, kata Mamah Jovanka kepada Christian.
" Oh ya Mah??, ko Tian baru tahu ya?? ",, kata Christian kepada Mamah Jovanka.
__ADS_1
" Iya karena kamu tidak pernah bertanya kepada Mamah, dan Mamah pun tidak pernah bercerita kepada kamu ",, jawab Mamah Jovanka kepada Christian.
" Oh ya Tian, bagaimana kalau kamu temanin Mamah sama Ayah melihat telapak kakinya Tevy ",, kata Ayah Marson kepada Tevy.
" Iya Tian, kami juga sangat penasaran sekali ",, kata Mamah Jovanka juga kepada Christian.
" Baiklah ayo Mah, Yah, tapi kalian jangan berisik, supaya tidak membangunkan Tevy, dan tidak mengganggu tidur lelapnya Tuan Denzel, sebab dia juga baru saja tertidur tadi ",, jawab Christian kepada Ayah Marson dan juga Mamah Jovanka.
Ayah Marson dan Mamah Jovanka, mereka berdua hanya mengangguk saja kepada Christian.
Dan setelah itu mereka bertiga langsung saja beranjak berdiri dari duduknya untuk berjalan mendekati ranjang pasiennya Tevy.
Ketika sudah sampai disamping ranjang pasiennya Tevy, dengan perlahan tapi pasti Christian langsung saja menaikkan sedikit selimut yang menutupi kakinya Tevy hingga kemata kakinya Tevy.
Dan Ayah Marson serta Mamah Jovanka langsung saja mengintip ketalapak kakinya Tevy untuk melihat apakah benar ada tanda lahir sesuai dengan anak mereka yang hilang dulu.
Sungguh jantungnya Ayah Marson dan Mamah Jovanka dibuat berdetak sangat kencang sekali.
Karena Mamah Jovanka dan Ayah Marson sudah melihat sendiri, memang benar ada tanda lahir sama persis dengan tanda lahir putri mereka yang hilang dulu selama dua puluh tujuh tahun lamanya.
Baik Ayah Marson maupun Christian, mereka berdua langsung saja memagangi tubuh tuanya Mamah Jovanka yang hampir saja pingsan itu.
Karena saking terkejutnya ketika sudah melihat benar-benar ada tanda lahir ditelapak kakinya Tevy.
Ayah Marson dan Christian, mereka berdua langsung saja membawa Mamah Jovanka untuk kembali duduk dishofa yang tadi didudukinya, sambil memberikan air putih yang masih bersegel kepada Mamah Jovanka.
Denzel yang sedikit mendengar keributan didalam ruang perawatannya Tevy pun, dia langsung saja mencoba membuka matanya.
Namun sayang seribu sayang, ketika Denzel sudah membuka kedua matanya, dan melihat ada Ayah Marson, serta Mamah Jovanka sudah duduk dishofa seberangnya.
Denzel langsung saja berlari masuk kedalam kamar mandi, untuk memuntahkan semua isi perutnya, hingga benar-benar membuat tubuhnya Denzel cukup lumayan lemas sekali.
Disaat Denzel sudah merasa puas untuk muntahnya, dan juga sudah menyiram muntahannya sendiri, Denzel langsung saja keluar dari dalam kamar mandi, dan langsung berdiri didepan pintu kamar mandi, untuk meredakan rasa gejolak yang dialaminya itu.
__ADS_1
" Tuan dan Nyonya Carrington, apakah anda sudah lama datangnya, maafkan saya belum bisa menemani kalian, karena perut saya sangat mual sekali, saya ingin tidur lagi ",, kata Denzel kepada Ayah marson dan Mamah Jovanka sambil memegangi perutnya dengan punggung yang bersandar didinding depan kamar mandi.
" Iya silahkan Tuan Denzel, istirahatlah, supaya lebih baik lagi kondisinya, kami akan berjaga disini ",, kata Ayah Marson kepada Denzel sambil tersenyum manis.
Denzel hanya diam saja dan lalu dia melangkahkan kakinya untuk menuju kearah ranjangnya pasiennya Tevy.
" Lho anda mau kemana Tuan denzel?? ",, tanya Christian kepada Denzel.
" Mau menghilangkan rasa mual saya Tuan Christian ",, jawab Denzel kepada Christian dengan menampilkan wajah yang sungguh seperti sangat tersiksa sekali, sambil terus memegangi perutnya.
Sedangkan Ayah Marson dan Mamah Jovanka mereka berdua masih terus mendengarkan percakapannya Christian dan juga Denzel sambil memperhatikan Denzel juga.
" Tapi ko anda menuju keranjangnya Tevy Tuan?? ",, tanya Christian lagi kepada Denzel.
" Iya, karena memang Tevylah obat penawar rasa mual saya Tuan Christian ",, jawab Denzel kepada Christian.
" Sudah biarkan saja Tian, silahkan Nak Denzel jika mau tidur sama Tevy ",, kata Mamah Jovanka kepada Christian dan juga Denzel dengan bernada lembut.
Denzel lalu melangkahkan kakinya untuk beranjak tidur diatas ranjang pasiennya Tevy.
Dan ketika sudah tidur menyamping disebelahnya Tevy, Denzel langsung saja mengusap-usapkan wajahnya ketubuh, lengan dan dadanya Tevy untuk menghirup aroma tubuhnya Tevy.
" Aneh sekali Tuan Denzel Mah?? ",, bisik Christian kepada Mamah Jovanka ketika dia sudah melihat kelakuannya Denzel yang seperti itu.
" Kamu jangan seperti itu Nak, karena kamu belum pernah mengalaminya, itu adalah hal wajar jika para Ayah sedang mengalami masa mengidam seperti itu ",, kata Ayah Marson kepada Christian.
Sebab Ayah Marson sudah mengalaminya, jadi dia sangat memaklumi sekali apa yang sedang dilakukan oleh Denzel kepada Tevy.
Sedangkan Christian dia hanya diam saja sambil terus melihat kearahnya Denzel yang sudah terlelap dalam tidurnya itu, padahal baru lima menit dia memeluk tubuhnya Tevy.
Dan Tevy yang tadi sedikit terganggu dengan kelakuannya Denzel pun, dia tidak membuka matanya dan hanya membiarkannya saja.
Sebab Tevy sudah tahu, yang berani melakukan itu kepadanya cuma Denzel saja, apalagi aroma tubuhnya Denzel Tevy sudah sangat hafal sekali.
__ADS_1
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
...***TBC***...