
Sebelum sampai didalam ruang perawatannya Tevy tadi, Dokter Khafita sebelumnya dia sudah merasakan jantung yang berdebar-debar sekali karena akan visit kedalam ruang perawatannya Tevy.
Dan akan besar kemungkinan juga akan berjumpa dengan Cryill lagi.
Ketika Dokter Khafita sudah sampai didepan ruang perawatannya Tevy pun, jantung dia berdebar semakin kencang saja.
Apalagi ketika pintu sudah dibuka, dan terlihat ada Cryill sedang asik makan seperti itu, membuat jantungnya Dokter Kahfita seakan ingin lepas saja dari tempatnya.
Namun Dokter Khafita dia sangat pintar sekali menyembunyikan rasa berdebar-debarnya itu ketika melihat Cryill dengan cara tersenyum formal dan ramah saja seperti bertemu dengan keluarga pasiennya seperti biasanya.
Dua orang suster yang ikut bersama Dokter Khafita mereka berdua sedikit berbisik menggoda Dokter Khafita ketika melihat Cryill ada didalam ruang perawatannya Tevy.
Dan bisikan itu yang mendengar hanya Dokter Khafita seorang, hingga membuat Dokter Khafita semakin malu serta semakin berdebar-debar saja jantungnya itu.
" Malam Nyonya Maverick, saya periksa dulu ya keadaannya ",, sapa ramah dari Dokter Khafita kepada Tevy ketika dia sudah sampai disamping ranjangnya Tevy.
" Iya Dokter silahkan ",, jawab Tevy kepada Dokter Khafita.
" Saya juga mau dong Dokter diperiksa, apakah bisa kembali normal lagi detak jantung saya ini Dokter, sebab ketika melihat Dokter, kenapa jantung saya tiba-tiba berdebar seperti akan meletus begini ya Dokter ",, kata Cryill juga kepada Dokter Khafita sambil memegangi dadanya dan sambil juga menggoda Dokter Khafita.
Dua orang suster yang menjadi asisstannya Dokter Khafita mereka berdua tertawa lucu ketika melihat tingkahnya Cryill yang seperti itu kepada Dokter Khafita.
Sedangkan Dokter Khafita sendiri dia hanya tersenyum ramah dan formal saja menanggapi godaannya Cryill, padahal aslinya jantungnya Dokter Khafita semakin tidak terkendali saja debarannya ketika mendengar gombalan unfaedah dari Cryill.
Denzel walau mendengar sang adik sedang menggombali seorang Dokter, dia tetap tidak peduli dan tetap saja asik menikmati mangga ketiganya itu, sebab mangga yang kedua tadi sudah habis dimakannya sendiri.
" Sudah biarkan saja dia Dokter, jika Cryill meminta untuk diperiksa, disuntik mati saja Dokter ",, jawab Tevy kepada Dokter Khafita sambil menjawab perkataannya Cryill.
" Sembarangan saja disuntik mati, nanti jika aku disuntik mati, Dokter Khafita akan menjadi seorang janda dong sebelum menikmati buah pisang aku yang berkualitas sangat bagus ini, dan warnanya saja sangat menggiurkan sekali untuk dinikmati ",, jawab Cryill kepada Tevy, membuat dua orang suster itu langsung saja kelepasan tertawa cukup keras ketika mendengar perkataannya Cryill tersebut.
__ADS_1
Sedangkan Dokter Khafita dia tersenyum lucu sambil menahan suara tawanya supaya tidak kelepasan ngakak juga seperti dua orang susternya didalam situ.
Karena pastinya Dokter Khafita akan malu nanti kepada Tevy dan juga Denzel.
Denzel yang sedikit terganggu dengan perkataannya Cryill, dia langsung saja mengambil satu potongan buah mangga, dan dia lalu kasih taburan cabai kering super pedas itu, dan langsung juga Denzel masukan kedalam mulutnya Cryill.
Membuat Cryill langsung saja merasa kepedasan sekali, karena ulahnya Denzel.
Dokter Khafita yang melihat Cryill kepadasan seperti itu, dia hanya tertawa lucu saja karena wajahnya Cryill langsung memerah ketika merasa kepedasan seperti itu.
" Sudah yuk sus, tutup dulu gordennya, saya mau memeriksa Nyonya Tevy dulu ",, kata Dokter Khafita kepada dua orang susternya dan mencoba untuk tidak memperdulikan Cryill.
Dua orang suster itu, sambil tersenyum lucu melihat tingkahnya Cryill yang sedang kepedasan, dia langsung saja menutup gorden penyekat itu untuk memeriksa keadaannya Tevy.
" Saya periksa dulu ya Nyonya Tevy ",, kata Dokter Khafita lagi kepada Tevy.
Dan Tevy hanya mengangguk saja kepada Tevy.
" Oh ya Nyonya Tevy, saya belum menyampaikan kepada anda ya berapa usia dari kehamilan anda??, atau saya sudah menyampaikannya tapi saya lupa?? ",, kata Dokter Khafita kepada Tevy dan menjadi sedikit blank karena ulahnya Cryill tadi.
" Dokter sudah memberitahukannya tadi ketika melakukan USG diruangannya Dokter, dan usia kehamilan saya sekitar tujuh minggu Dokter ",, jawab Tevy kepada Dokter Khafita.
" Oh, maafkan saya Nyonya, jika saya lupa, karena begitu banyak pasien yang saya tangani hari ini ",, jawab Dokter Khafita kepada Tevy dengan nada yang sedikit tidak enak.
Dan Tevy hanya mengangguk saja menaggapi perkataannya Dokter Khafita.
" Ini dari hasil pemeriksaan, Nyonya Tevy sudah membaik, dan jika esok hari keadaan dari Nyonya Tevy sudah semakin membaik, Nyonya boleh saya ijinkan pulang ",, kata Dokter Khafita kepada Tevy.
" Iya Dokter terimakasih, dan oh ya Dokter saya mau bertanya dong ",, kata Tevy kepada Dokter Khafita.
__ADS_1
" Oh silahkan Nyonya jika ingin bertanya kepada saya ",, jawab Dokter Khafita dengan nada ramahnya kepada Tevy.
" Dokter, apakah calon Ayah bisa merasakan mengidam dan juga mengalami morning sickness?? ",, tanya Tevy kepada Dokter Khafita.
" Apakah Tuan Denzel dia mengalami hal itu semua Nyonya?? ",, tanya balik dari Dokter Khafita kepada Tevy.
Tevy langsung saja mengangguk kepada Dokter Khafita, dan gorden penyekat yang ditutup tadi sudah dibuka lagi oleh dua orang suster tadi juga.
" Iya itu, sepertinya Tuan Denzel dia sedang nikmat sekali makan buah mangga mudanya itu Nyonya ",, kata Dokter Khafita dengan tiba-tiba kepada Tevy sambil mengalihkan pandangannya kearahnya Denzel yang memang sedang menikmati potongan mangga muda yang terakhirnya.
" Tuan??, mohon maaf, apakah Tuan mengalami mual-mual ketika mencium aroma makanan tertentu??, atau tiba-tiba Tuan Denzel ingin memakan makanan yang sebelumnya tidak pernah Tuan makan?? ",, tanya Dokter Khafita dengan tiba-tiba kepada Denzel.
" Dokter tidak tanya juga kepada saya, apakah saya sudah tidak kepedasan lagi begitu?? ",, tanya Cryill juga yang ikut-ikutan masuk dalam perbincangannya Dokter Khafita.
Dokter Khafita hanya tersenyum lucu saja kepada Cryill, yang wajahnya masih terlihat memerah karena efek kepedasan tadi.
" Adik lakn4t diam dulu!! ",, kata Denzel kepada Cryill.
" Iya Dokter, saya baru saja muntah-muntah hebat, dan ini juga contohnya saya sudah menghabiskan tiga buah mangga muda sendirian ",, kata Denzel kepada Dokter Khafita.
" Begini Nyonya Tevy dan Tuan Denzel, gejala kehamilan seperti mual, kenaikan berat badan, perubahan suasana hati dan kembung terjadi pada pria, ini disebut dengan couvade atau kehamilan simpatik, atau bisa juga ada ikatan yang kuat dari sang calon Ayah kepada calon buah hatinya Nyonya, Tuan ",, penjelasan dari Dokter Khafita kepada Denzel dan juga Tevy.
" Jadi ini saya artinya sedang mengidam Dokter?? ",, tanya Denzel kepada Dokter Khafita.
" Bisa dikatakan begitu Tuan, dan hal seperti itu adalah hal wajar, dan akan hilang sendirinya jika kehamilan dari sang istri sudah menginjak ketrimester kedua biasanya, tapi bisa juga ya berlanjut sampai terimester ketiga, karena kita juga tidak tahu bagaimana kondisi seseorang ketika sedang mengalami fase seperti itu ",, jawab Dokter Khafita kepada Denzel dan masih didengar oleh Tevy.
Sedangkan Cryill dia hanya diam saja sambil terus memperhatikan Dokter Khafita yang sedang berdiri disamping brankarnya Tevy, seperti sedang presentasi karena menjelaskan kepada Denzel dan juga Tevy.
Sambil memperhatikan, sambil juga Cryill tersenyum dan menatap Dokter Khafita dengan sangat lekat sekali, sehingga membuat Dokter Khafita yang daritadi melirik kearahnya Cryill, rasanya ingin cepat-cepat berlalu dari dalam ruang perawatannya Tevy.
__ADS_1
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
...***TBC***...