My Little Dosen

My Little Dosen
CHAPTER 117


__ADS_3

" Tuan Chris ",, kata Milka ketika dia sudah menolehkan kepalanya kebelakang dan melihat Christian sedang berjalan kearahnya.


Yaps orang yang memanggil Milka tadi adalah Christian.


Christian yang daritadi terus memperhatikan Milka ketika masih berada didalam ruangannya Tevy, dari berpamitan kepada semua keluarganya hingga Milka sampai keluar dari dalam ruang perawatannya Tevy.


Tiba-tiba saja Christian dia langsung saja berdiri dari duduknya ketika dia sudah melihat Milka berlalu keluar dari dalam ruang perawatannya Tevy.


Christian berlalu keluar tanpa berpamitan kepada Ayah Marson yang sedang duduk dishofa yang sama dengannya atau keluarganya yang lain.


Dan ketika Christian baru saja keluar dari dalam ruang perawatannya Tevy, dia langsung saja memanggil Milka yang sudah berjalan beberapa langkah itu.


" Ada apa Tuan Chris?? ",, tanya Milka kepada Christian ketika Christian sudah berada didepannya.


" Saya mau menagih janji kamu kepada saya Milka?? '',, jawab Christian kepada Milka.


" Janji yang mana ya Tuan?? ",, tanya Milka lagi kepada Christian dengan menampilkan ekspresi bingungnya.


" Janji yang akan memberikan nomor ponsel kamu ketika kita bertemu lagi secara tidak sengaja ",, jawab Christian kepada Milka, sambil menyodorkan ponselnya supaya Milka bisa menulisnya didalam ponselnya langsung.


Milka hanya tersenyum tipis sekali kepada Christian, dan setelahnya Milka langsung saja mengambil ponselnya Christian untuk dia catat nomor ponselnya disitu.


" Terimakasih Milka ",, kata Christian kepada Milka, ketika Milka sudah mencatat nomor ponselnya sambil mengembalikan ponselnya lagi kepada Christian.


" Iya ",, jawab super singkat dari Milka kepada Christian.


" Saya permisi Tuan Chris ",, kata Milka lagi kepada Christian sambil sedikit menundukkan badannya, setelah itu Milka langsung berlalu dari hadapannya Christian.


Namun sayang, ketika Milka baru saja berbalik badan, pergelangan tangannya digenggam erat oleh Christian, dan hal itu membuat Milka langsung saja melihat kearah tangannya yang digenggam oleh Christian setelah itu kearah wajahnya Christian.


" Maaf Tuan Christian ",, kata Milka kepada Christian sambil melepaskan pegangan tangannya Christian ditangannya.


" Ada apa lagi ya?? ",, tanya Milka lagi kepada Christian.


" Sudah malam, maukah saya antar pulang Milka?? ",, kata Christian kepada Milka.


" Terimakasih Tuan Chris, atas tawarannya, tapi sekali lagi saya meminta maaf, saya bisa pulang sendiri ",, jawab Milka kepada Christian dengan sopan.


" Tapi ini sudah malam Milka, tidak baik seorang gadis pulang sendirian seperti ini ",, elak dari Christian kepada Milka, dan mencoba meluluhkan egonya Milka.

__ADS_1


Mendengar perkataannya Christian, Milka langsung saja melihat kejam tangan yang melingkar apik ditangan putihnya itu.


" Baru jam setengah delapan ko Tuan, belum terlalu malam, permisi ",, jawab Milka lagi dan dia langsung ingin berlalu dari hadapannya Christian.


Namun lagi dan lagi Christian terus mencoba menghentikan langkahnya Milka, dengan menahan pergelangan tangannya Milka lagi.


" Tunggu Milka ",, kata Christian lagi kepada Milka sambil memegang pergelangan tangannya Milka lagi.


Milka hanya diam saja sambil melihat kearah wajahnya Christian.


" Mau ya, saya antarkan pulang ",, kata Christian lagi kepada Milka dengan terus membujuk Milka.


Sambil tersenyum sambil juga melepaskan pergelangan tangannya yang digenggam oleh Christian, Milka akhirnya memberikan jawaban yang membuat Christian sedikit tidak berkutik.


" Sekali lagi saya ucapkan terimakasih Tuan, dan saya juga merasa terhormat akan ajakan dari Tuan, tapi saya ingatkan sekali lagi kepada anda Tuan Chris........... ",, kata Milka kepada Christian sambil menjeda perkataannya untuk sejenak.


" Anda dan saya itu berbeda, anda itu bagaikan langit, sedangkan saya itu bagaikan kerak bumi yang paling dasar sekali, saya tidak sepadan dengan anda, dan satu hal lagi, anda masih mempunyai kekasih yang sebentar lagi akan bertunangan dengan anda walau akhirnya dia akan anda putuskan ditengah jalan",, sambung lagi perkataannya Milka kepada Christian.


" Tapi tetap saja, saya tidak bisa dan serta tidak mau berdekatan dengan anda terlalu jauh, cukup sampai disini saja Tuan ",, lanjut lagi perkataannya Milka kepada Christian.


" Serta saya juga tidak mau disebut sebagai perusak hubungan orang lain, padahal kenyataannyalah anda yang merusaknya sendiri dan anda yang mengejar saya,........... cukup Tuan, tolong jangan dekati saya lagi dan anggap saja kita tidak pernah bertemu serta melihat ",, lanjut lagi perkataannya Milka, dan setelah itu Milka langsung saja berlalu pergi dari hadapannya Christian tanpa berpamitan lagi.


Christian yang mendengar perkataan panjang lebarnya Milka, dia hanya bisa diam saja, karena Christian tidak tahu mau menjawab seperti apa kepada Milka.


Christian kali ini dia hanya membiarkan saja ketika Milka pergi dari hadapannya, karena semua yang dikatakan oleh Milka memang benar adanya.


Yang bisa dilakukan oleh Christian sekarang adalah, dia harus segera menyelesaikan permasalahannya dengan Poppy yang selalu menjadi benalu dalam hidupnya akhir-akhir ini.


Dan ketika Christian sudah melihat Milka masuk kedalam lift, Christian langsung saja mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang.


" Halo Pangeran ",, kata orang yang ditelefon Christian, dan ternyata Christian menelfon kepala pengawalnya yang selalu menjaganya.


" Tugaskan tiga orang anak buah kamu untuk selalu menjaga dan mengawasi wanita yang tadi datang keCafe bersamaku, dan dia saat ini baru saja naik lift ingn pulang kerumahnya ",, perintah tegas dari Christian kepada pengawalnya.


" Baik Pangeran, perintah anda akan segera saya laksanakan ",, jawab pengawal itu kepada Christian dengan sangat sopan sekali.


" Jangan sampai gadis itu terluka atau kenapa-kenapa!!, jika sampai terjadi sesuatu dengan dia, kepala kalian semua akan saya penggal!! ",, kata tegas lagi dari Christian kepada kepala pengawalnya.


" Baik Pangeran ",, jawab dari pengawalnya Christian kepada Christian.

__ADS_1


Dan setelah itu Christian langsung saja mematikan sambungan telefonnya itu.


Sedangkan untuk pengawalnya Christian tadi, dia langsung saja menugaskan tiga orang bawahannya untuk mengawasi Milka dari jarak jauh, dan sesuai harapan dari Christian.


Setelah selesai menelfon pengawalnya, dan tidak bisa membujuk Milka untuk diantarkan pulang, Christian lalu melangkahkan kembali kakinya kedalam ruang perawatannya Tevy dengan wajah yang sedikit tidak bersemangat.


Dan ketika semua orang yang ada didalam ruang perawatannya Tevy melihat Christian yang tiba-tiba baru saja masuk, kebanyakan dari mereka sudah menebak, jika Christian baru saja mengejar Milka.


" Pasti dia baru saja mengejar Milka, dan ingin mengantarkan Milka pulang, tapi ditolak, lihat saja wajah dia yang sedikit lusuh itu ",, kata Mamah Jovanka kepada Tevy, Charles, Natalie sambil melihat kearahnya Christian yang diam saja sambil sedang duduk dishofa yang tadi dia duduki, sambil juga melihat terus kearah ponselnya.


" Memangnya kenapa Christian Mah?? ",, tanya Charles kepada Mamah Jovanka.


Mamah Jovanka yang mendengar pertanyaan dari Charles, dia langsung saja menceritakan tingkah anehnya Christian selama satu hari ini ketika bersama Milka.


" Sepertinya Charles lebih suka siTian sama gadis bernama Milka tadi Mah, daripada sama Poppy ",, kata Charles kepada Mamah Jovanka ketika Charles sudah mendengar semua cerita dari Mamah Jovanka.


" Iya Mah, Natalie juga lebih setuju Christian dengan Milka Mah ",, sahut dari Natalie juga kepada Mamah Jovanka sambil melihat kearahnya Christian.


" Kalau Tevy setuju-setuju saja, asalkan kan Christian tidak mempermainkan Milka Mah ",, kata Tevy juga kepada Mamah Jovanka.


Dan Charles beserta Natalie yang tadi pertama kali mendengar Tevy memanggil Mamah kepada Mamah Jovanka mereka cukup terkejut sekali.


Namun ketika sudah dijelaskan oleh Mamah Jovanka, Charles langsung saja memeluk erat tubuh sedikit berisinya Tevy itu dengan perasaan rindu yang sangat membuncah sekali.


Karena Charles rasanya sangat bahagia sekali, sudah bisa memeluk adik perempuan satu-satunya itu yang selama dua puluh tujuh tahun sudah menghilang.


" Ditolak Nak sama Milka?? ",, goda dari Ayah Marson kepada Christian.


Christian yang mendengar godaan dari Ayah Marson dia langsung saja menunjukkan wajah cemberutnya itu, namun Ayah Marson malah tertawa dengan cukup keras sekali ketika melihat wajahnya Christian yang sedang seperti itu.


Sedangkan Denzel, dia tidak peduli dengan Christian, dia memilih asik menikmati makanan yang ada didepannya yang daritadi tidak selesai-selesai karena Denzel menambah dan menambah lagi.


Hingga hampir semua makanan yang tadi dibeli oleh Milka dan Christian hanya tinggal beberapa porsi saja.


...🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳...


Mampir yuk readers, diceritanya Neng Ava dan Bang Derral😁😁


__ADS_1


...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...


...***TBC***...


__ADS_2