
Kita geser keCryill yuk readers.
Cryill yang tadi sangat senang sekali karena cintanya baru saja diterima oleh Dokter Khafita, dan kita panggil Khafita saja ya readers biar lebih cepat saja mengetiknya.
Cryill langsung saja menarik tangannya Khafita untuk duduk dishofa yang ada diruang keluarga apartemennya Khafita.
" Biarkan sejenak seperti ini ",, kata Cyrill kepada Khafita sambil merebahkan badannya dengan kepala yang dia alaskan kep4h4nya Khafita, ketika mereka sudah sampai dishofa yang ada diruang keluarga.
" Tapi ini sudah malam Cryill, lihat jam, ini sudah menunjukkan pukul dua belas malam ",, kata Khafita kepada Cryill.
" Dan aku sangat capek serta sudah sangat mengantuk sekali ",, lanjut lagi perkataannya Khafita kepada Cryill.
Mendengar perkataannya Khafita seperti itu, Cryill langsung saja bangun dari rebahannya, dan tanpa diduga oleh Khafita, Cryill langsung saja menggendong Khafita didalam gendongannya dengan gaya bridal style.
Tindakannya Cryill dengan sangat tiba-tiba sekali seperti itu, membuat Khafita dia sangat terkejut sekali.
" Kamu membuatku sangat terkejut Cryill, dan kamu mau membawaku kemana?? ",, tanya Khafita kepada Cryill.
" Kedalam kamar, tunjukkan dimana kamar kamu?? ",, jawab Cryill kepada Khafita.
" Diatas ",, jawab singkat dari Khafita kepada Cryill.
Dan Cryill dia langsung saja melangkahkan kakinya untuk naik kelantai atas.
Sedangkan Khafita dia hanya diam saja sambil memeluk tubuhnya Cryill supaya dia tidak terjatuh dari dalam gendongannya Cryill.
Ketika sudah sampai dilantai atas, sesuai feelingnya Cryill saja, Cryill langsung saja menuju kearah pintu yang memang ingin dibukanya.
Dan benar saja pintu itu adalah pintu kamarnya Khafita.
" Ko kamu tahu kalau ini kamar aku Cryill?? ",, tanya Khafita kepada Cryill ketika mereka sudah masuk kedalam kamar.
" Sebab pintu ini yang daritadi membuat pandanganku tertuju kearah pintu ini terus ",, jawab Cryill kepada Khafita dengan sambil menatap wajahnya Khafita yang masih berada didalam gendongannya itu.
Setelah berkata seperti itu, Cryrill lalu melangkahkan kakinya menuju keranjangnya Khafita untuk meletakkan khafita diatas ranjang itu dengan sangat hati-hati sekali.
" Aku mau ganti baju dulu ",, kata Khafita kepada Cryill ketika dia sudah duduk diatas ranjang.
Sebab daritadi Khafita memang belum ganti baju, dan masih menggunakan bathrobenya.
Dan Cryill dia hanya mengangguk saja kepada Khafita.
__ADS_1
Setelah itu Khafita dia langsung saja berlalu turun dari atas ranjang untuk masuk kedalam ruang walk in closetnya.
Sedangkan Cryill dia langsung saja melepaskan sepatunya untuk merebahkan badannya diatas ranjangnya Khafita yang sangat empuk dan nyaman itu.
Cryill yang sudah menunggu beberapa menit lamanya Khafita sedang berganti baju, akhirnya Khafita keluar juga dari dalam ruang walk in closetnya menggunakan baju dan juga celana yang super pendeknya.
" Apa kamu mau menggodaku Khafitaku sayang ",, kata Cryill kepada Khafita sambil melihat kearahnya Khafita yang masih berdiri didepan ranjang.
" Siapa yang ingin menggoda kamu Cryill, aku ini kalau tidur ya memang memakai pakaian seperti ini ",, jawab Khafita kepada Cryill.
" Lha terus kenapa kamu ada disitu, dan tidak pulang saja kerumah kamu sendiri?? ",, tanya Khafita kepada Cryill.
" Aku malam ini mau tidur disini, bersama kekasihku yang cantik ",, jawab Cryill kepada Khafita sambil memposisikan tubuhnya dengan mode nyamannya diatas ranjang itu.
" No, kamu pulang saja sana Cryill, kalau pun kamu mau tidur disini, cari saja kamar yang lainnya, itu masih ada dua lagi kamar yang kosong ",, kata Khafita kepada Cryill.
" Tidak mau, pokoknya aku mau tidur disini ",, jawab Cryill sambil memiringkan tubuhnya sambil memeluk guling yang ada disitu.
" Ya sudahlah terserah kamu sajalah, awas saja jika kamu sampai macam-macam denganku, akan kusuntik rabies nanti ",, kata Khafita kepada Cryill sambil melangkahkan kakinya menuju keranjang sebelahnya Cryill.
" Tenang saja, kita nanti akan melakukan satu macam saja ko, atau jika kamu mau yang bermacam-macam, tenang saja aku sanggup ko sayang, dan dijamin kamu pasti ketagihan ",, jawab Cryill kepada Khafita sambil tersenyum penuh dengan arti.
" Sudah tidur yuk Cryillku sayang, aku beneran sudah mengantuk sekali, besok pekerjaanku masih banyak sekali dirumah sakit ",, kata Khafita lagi kepada Cryill sambil menaikan selimut yang ada diatas ranjang untuk menyelimuti tubuhnya itu.
Dan langsung juga membawa Khafita kedalam pelukannya.
" Tidurlah, aku tidak akan macam-macam denganmu, biarkan aku memeluk kamu seperti ini ketika tidur ",, kata Cryill kepada Khafita sambil memeluk Khafita untuk memberikan kehangatan ketubuhnya Khafita.
Khafita pun, dia akhirnya membalas juga pelukannya Cryill kepadanya, dan mereka berdua tertidur sambil berpelukan seperti itu diatas ranjangnya Khafita hingga keesokan harinya.
Sedang kita geser lagi keDenzel.
Waktu sudah menunjukkan pukul enam pagi, dan Tevy dia sudah bangun terlebih dahulu dari semua orang yang ada disitu.
Tevy melihat ada Christian dan Ayah Marson sedang memejamkan matanya diatas shofa yang ada didalam ruang perawatannya.
Namun Tevy tidak melihat Mamah Jovanka didalam ruangannya itu.
Sebab Mamah Jovanka dia sedang tertidur didalam kamar yang tersedia didalam ruang perawatannya Tevy.
Ketika Tevy sudah memandang kesemua orang yang masih tertidur didalam ruang perawatannya pun, tiba-tiba saja Tevy merasakan ingin buang air kecil.
__ADS_1
" Denzel, bangun ....!!, Denzel .... ",, panggil Tevy kepada Denzel yang masih tertidur dengan memeluknya dari samping sangat erat sekali.
" Denzel ",, panggil Tevy lagi sambil menggoyangkan tubuhnya Denzel.
" Eeeengghhh ",, kata Denzel ketika dipanggil Tevy, namun masih memejamkan matanya.
" Denzel perutku sakit, aku mau pipis Denzel ",, kata Tevy lagi kepada Denzel.
Dan Denzel sekuat tenaga dia langsung saja membuka matanya ketika mendengar jika Tevy ingin buang air kecil.
" Apa mau aku bantu Tevy?? ",, tanya Denzel kepada Tevy, sambil mengucek matanya.
" Iya, bantu aku turun dari atas brankar ini Denzel, dan antarkan aku kedalam kamar mandi, tapi kamu tunggu saja aku didepan kamar mandi ",, jawab Tevy kepada Denzel.
" Baiklah ayo ",, jawab Denzel kepada Tevy.
Dan Denzel langsung saja turun terlebih dahulu dari Tevy, setelahnya Denzel langsung saja membantu Tevy untuk turun dari atas brankar pasiennya sambil terus memegangi infusnya Tevy.
Tanpa disadari oleh Denzel maupun Tevy, Tevy yang sedang memakai pakaian rumah sakit seperti itu, perutnya sudah terlihat sedikit membuncit dari yang sebelumnya.
" Tunggu sebentar Denzel ",, kata Tevy kepada Denzel ketika mereka sudah sampai didepan kamar mandi.
" Iya ",, jawab Denzel kepada Tevy.
Dan setelah itu Tevy langsung saja masuk kedalam kamar mandi, sedangkan Denzel dia masih setia menunggu Tevy didepan kamar mandi, sambil melihat kearahnya Ayah Marson dan juga Christian yang masih tertidur diatas shofa itu.
Beberapa menit kemudian, Tevy yang sudah selesai dari rutinitasnya didalam kamar mandi pun, dia langsung saja keluar dari dalam kamar mandi.
Denzel yang mendengar pintu kamar mandi terbuka, dia langsung saja membantu Tevy lagi untuk menuju keranjang pasiennya.
Walau belum ada ikatan halal diantara mereka, dan Denzel juga belum berani mengutarakan perasaannya kepada Tevy, serta Tevy sendiri belum bisa menyadari perasaannya kepada Denzel.
Namun baik Denzel dan juga Tevy, terutama Tevy, dia sudah mulai terbiasa dengan kehadirannya Denzel disampingnya.
Dan Tevy akan merasa sepi atau kehilangan jika Denzel tidak ada disampingnya.
Entahlah, sampai kapan Tevy akan tidak sadar dengan perasaannya itu, dan sampai kapan juga Denzel akan menyimpan rasa cintanya kepada Tevy dan tidak segera mengungkapkannya kepada Tevy.
Hanya waktu yang bisa menjawab semua itu.
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
__ADS_1
...***TBC***...