My Little Dosen

My Little Dosen
CHAPTER 191


__ADS_3

Pagi pun menjelang, dan sejak pukul enam pagi tadi, mansion Ayah Marson sudah pada sibuk semua orang-orangnya.


Mereka semua mengerjakan pekerjaannya masing-masing.


Semua harus terlihat sempurna, dan semuanya tidak boleh ada cacat sedikitpun, begitulah yang diinginkan oleh Ayah Marson.


Sebab yang akan datang nanti bukan orang-orang sembarangan, apalagi nanti sang Raja dan Ratu pun juga akan menghadiri pesta resepsi pernikahan dari Denzel dan Tevy nanti yang akan diselenggarakan pukul lima sore.


Denzel dan Tevy sendiri mereka berdua dijam segitu masih bergulung selimut dengan nyamannya sambil berpelukan satu sama lainnya dengan mesra.


Ketika alarm yang sengaja dipasang oleh Tevy menunjukkan pukul enam pagi lebih lima belas menit berbunyi dengan sangat nyaring sekali.


Akhirnya Tevy pun terbangun juga dari tidurnya, dan langsung juga membangunkan Denzel untuk segera bangun.


" Papi, ayo bangun....... ",, kata Tevy sambil menggoyangkan lengan Denzel.


" Hmmmng ",, jawab Denzel kepada Tevy dengan keadaan masih memejamkan matanya.


" Papi ayo bangun, ini sudah jam enam lebih, diluar pasti sudah pada sibuk semua, ayo kita mandi setelah itu kita sarapan bersama ",, kata Tevy lagi kepada Denzel.


Denzel tidak mempedulikan perkataan dari Tevy, dia malah berganti posisi dengan membelakangi Tevy.


Sedangkan Tevy yang melihat Denzel seperti itu dan malah membelakanginya, dia memilih beranjak turun dari atas ranjang untuk menuju kedalam kamar mandi.


Didalam kamar mandipun Tevy tidak membutuhkan waktu yang lama, hanya sekitar sepuluh menitan saja untuk menyelesaikan rutinitas paginya didalam kamar mandi.


Namun ketika Tevy sudah keluar dari dalam kamar mandi, Tevy masih melihat Denzel tidur dengan posisi yang sama seperti tadi.


Tevy lalu mencoba untuk membangunkan Denzel lagi untuk kesekian kalinya.


" Papiiiiii ayo bangun, mandi sana, kita ayo turun untuk melihat persiapannya ",, kata Tevy mencoba membangunkan Denzel lagi dengan sambil menggoyangkan tubuhnya.


" Apa sih Mami, Papi masih mengantuk, setengah jam lagi ya ",, jawab Denzel kepada Tevy dengan mata yang masih terpejam.


" Sepertinya aku harus menggunakan cara lain untuk membangunkan siPapi ",, kata batin dari Tevy sambil berfikir.


" Ahaaa.........!!, sepertinya ide ini akan berhasil ",, kata batin Tevy lagi ketika sudah menemukan ide didalam otaknya.

__ADS_1


Tevy yang masih memakai bathorebe dan belum berganti baju, dia langsung saja mengeluarkan salah satu bukit mochinya untuk dia dekatkan kebibir Denzel.


Dan benar saja, mata Denzel walau masih terpejam, bibir dia bisa mengenali jika benda yang didekatkan oleh Tevy kebibirnya adalah pucuk bukti mochi milik Tevy.


Ketika Denzel ingin memasukkan pucuk bukit mochi milik Tevy kedalam mulutnya, Tevy langsung saja menutupnya kembali, dan langsung juga membuat Denzel membuka matanya dengan sangat lebar sekali.


" Yaah Mami kenapa cuma menggoda Papi saja sih?? ",, kata merajuk dari Denzel dengan suara yang khas orang bangun tidur.


" Ayo Mami sini, biar Papi semangat bangunnya ",, kata Denzel kepada Tevy dengan nada yang masih merajuk.


" Tidak mau nanti pasti akan keblabasan ",, jawab Tevy kepada Denzel.


" Janji tidak sayang, bentar saja ya untuk tambah stamina, kan tadi malam Mami sudah tidak mau memberikannya kepada Papi '',, bujuk rayu dari Denzel lagi kepada Tevy.


" Baiklah, sebentar saja ya Papi ",, kata Tevy kepada Denzel.


" Iya janji sebentar saja Mami ",, jawab Denzel dengan sangat semangat sekali.


Setelahnya Tevy langsung saja ikut merebahkan badannya diranjang samping Denzel lagi, dan dia lalu menyu5u1 baby besarnya terlebih dahulu karena kalau tidak baby besarnya itu akan merajuk lagi kepadanya seperti semalam.


Denzel yang sedang menyu5u bagai seorang baby pun, dia memeluk Tevy dengan begitu erat sekali, dan sangat menikmati sekali bukit mochi milik Tevy dengan keadaan saling berpelukan diatas ranjang.


" Tidak apa-apa, hitung-hitung latihan terlebih dahulu sama Papi ",, jawab Denzel kepada Tevy.


" Itu namanya bukan latihan, memang ini kemauan dari si Papi, aaaaahhhh ",, kata Tevy kepada Denzel dengan sambil mend354h pelan.


" Sudah Papi sudah sana mandi, tubuh Mami rasanya merinding semua ",, kata Tevy sambil berusaha melepaskan bukit mochinya dari dalam mulut Denzel.


" Sudah mandi, jika tidak segera mandi!! Mami mau keluar terlebih dahulu, kelamaan menunggu Papi disini, ini sudah hampir jam tujuh, pasti Ayah sama Mamah dan juga Kak Christian sudah menunggu kita untuk sarapan ",, kata Tevy kepada Denzel sambil berlalu menuju keruang walk in closet.


" Iya-iya baiklah ",, jawab Denzel kepada Tevy.


Ketika Denzel ingin beranjak turun dari atas ranjang, tiba-tiba saja ponsel yang dia taruh diatas meja samping ranjangnya berdering dengan sangat kencang sekali.


Denzel langsung saja mengurungkan niatnya yang ingin mandi untuk mengangkat sambungan telefonnya terlebih dahulu yang ternyata dari anak buahnya.


" Halo ",, kata Denzel jetika sudah mengangkat sambungan telefonnya.

__ADS_1


" Halo Tuan Denzel, Tuan kita semua sudah berhasil menangkap ketiga musuh Tuan, dan mereka semua saat ini sedang berada dimarkas anda yang untuk menyekap para tahanan ",, lapor dari anak buahnya kepada Denzel.


" Kerja bagus, biarkan mereka didalam sel saya terlebih dahulu, semua hukuman yang akan mereka terima biar Garvyn saja yang akan menghukum mereka bertiga ",, jawab Denzel kepada anak buahnya.


" Pastikan mereka bertiga jangan sampai lolos sampai Garvyn sembuh dari lukanya ",, lanjut lagi perkataan dari Denzel kepada anak buahnya itu.


" Apa kamu faham!!, awas saja jika salah satu dari mereka ada yang berhasil kabur, akan saya jual ginjal kamu untuk menebusnya!! ",, sambung lagi perkataan dari Denzel kepada anak buahnya dengan sangat tegas sekali.


" Faham Tuan Denzel, kami akan menjaga mereka bertiga dengan sebaik mungkin, kalau perlu nyawa kami taruhannya ",, jawab anak buahnya kepada Denzel.


" Bagus ",, jawab Denzel dengan singkat, dan Denzel langsung saja mematikan sambungan telefonnya.


Denzel yang menelfon sambil menatap kearah jendela yang tembus dengan pemandangan luar.


Denzel langsung saja dibuat sedikit terkejut ketika sedang berbalik badan langsung melihat ada Tevy dibelakangnya.


Dan ternyata Tevy sudah berdiri dibelakang Denzel sejak tadi ketika sudah selesai berganti baju, dan mendengar semua apa yang tadi dikatakan oleh Denzel kepada anak buahnya.


" Astaga Mami membuat Papi terkejut saja ",, kata Denzel kepada Tevy.


" Papi kata-katanya tadi seram sekali sih mau menjual organ ginjal segala, jika ketahuan sama polisi kan Ayah pasti malu itu, masa menantunya seorang penjahat!! ",, kata Tevy kepada Denzel dengan sambil memajukkan bibirnya.


Denzel yang mendengar perkataan dari Tevy dia langsung saja menggaruk kepalanya sambil tersenyum garing.


Sebab Denzel belum pernah bercerita kepada Tevy, jika dia seorang mafia yang cukup disegani diNegara tersebut.


" Janji jangan begitu lagi ya Papi, Mami takut jika Papi nanti akan lebih banyak musuh lagi ",, kata Tevy lagi kepada Denzel.


" Iya janji, sudah Mami jangan khawatir ya sama Papi, Papi tidak akan mengulanginya lagi ko, sudah Papi mau mandi dulu ya sayang ",, jawab Denzel kepada Tevy.


Setelahnya tanpa menunggu jawaban lagi dari Tevy, Denzel langsung saja berlalu pergi menuju kedalam kamar mandi.


" Maaf Mami, Papi tidak bisa menepati janjinya, sebab prinsip Papi, Papi tidak akan menyerang jika tidak ada yang memulainya terlebih dahulu, jika mereka menyerang terlebih dahulu pastilah Papi akan balik menyerang dan akan memberikan hukuman yang lebih dari apa yang sudah mereka perbuat kepada Papi ",, kata batin dari Denzel sambil berlalu menuju kedalam kamar mandi.


Setelahnya Denzel langsung saja segera mandi sebab dia sudah ditunggu oleh Tevy daritadi.


Sedang tevy, dia memilih untuk berhias simple didepan meja riasnya sambil menunggu Denzel selesai mandi.

__ADS_1


...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...


...***TBC***...


__ADS_2