My Little Dosen

My Little Dosen
CHAPTER 33


__ADS_3

Sunggung bagian sensitif kita jika terkena sesuatu pastilah sangat sakit sekali.


Begitu juga dengan Denzel, rudalnya merasakan rasa ngilu yang teramat sakit sekali, karena sengaja direm45 oleh Tevy dengan cukup kuat sekali.


Denzel bukannya merasa enak, malah sebaliknya dia merasa tersakiti ketika tangan kecilnya Tevy merem45 barang berharga ditubuhnya itu.


" Tevy sakit tahu, aduh ",, kata Denzel kepada Tevy sambil memegangi rudalnya sendiri serta tanpa sadar membebaskan tangannya Tevy dari jepitan kakinya.


Dan Tevy akhirnya bisa terlepas juga dari posisi yang tidak disukainya itu, sekarang.....??? ,, entahlah mungkin nanti posisi seperti tadi, malahan menjadi posisi favorite dari Tevy bahkan lebih, wkwkwk.


" Yeeay akhirnya bisa lepas juga dari japitan kepiting beracun ",, kata Tevy sambil beranjak berdiri dari atas ranjang.


Denzel yang melihat Tevy berdiri dari atas ranjang, dia sedikit terkejut karena malah membebaskan Tevy dari japitan kakinya.


" Kamu!!! ",, kata Denzel sambil menunjuk wajahnya Tevy menggunakan tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya dia gunakan untuk mengusap-usap rudalnya yang masih sakit itu.


Tidak ingat dan tahukah mereka, jika waktu sudah menunjukkan pukul setengah dua dinihari.


" Kenapa??!! ",, jawab Tevy kepada Denzel sambil melotot sambil juga menaruh kedua tangannya diatas pinggangnya.


" Ayo Tevy puaskan saya sekarang juga, kamu harus bertanggung jawab karena sudah membuat dia siap meluncur ditambah lagi kamu juga membuatnya tambah ngilu sebab tangan kamu tadi ",, kata Denzel kepada Tevy sambil beranjak berdiri juga dari rebahannya diatas ranjang.


Tevy langsung saja memundurkan badannya ketika Denzel sudah turun dari atas ranjang.


" Enak saja kalau berbicara, lihat badan anda saja saya tidak n4fsu sama sekali Tuan ",, jawab Tevy kepada Denzel.


" Dasar sok jual mahal sekali kamu Tevy ",, kata Denzel kepada Tevy sambil sedikit menahan rasa gemas, rasa sakit dirudalnya dan juga rasa semakin ingin menaklukkan Tevy diatas ranjang empuknya itu.


Sedangkan kita geser kekamar sebelah, tepatnya didalam kamarnya Cryill.


Cryill yang tadi sudah menguplod fotonya Denzel dan juga Tevy yang sudah diedit, serta mengirimkannya kepada kedua orang tuanya, terutama Mamahnya.


Cryill malah langsung saja tidur dengan perasaan senang, tanpa mengecek terlebih dahulu apakah ada pemberitahuan notifikasi dari instagramnya atau yang lainnya didalam ponselnya.


Yang Cryill fikirkan adalah, dia bisa membalas Tevy serta sekalian mengerjai Denzel.


Cryill tidak sekali atau dua kali mengerjai Denzel, sudah ribuan kali dia mengerjai Denzel, sejak dia kecil.

__ADS_1


Sebab moto hidupnya Cyrill adalah hidup untuk mengerjai Kakaknya, begitulah yang dia sering katakan kepada semua orang, begitu juga kepada Denzel.


Karena Cyrill sangat tidak suka melihat wajah sang Kakak yang sering dingin, angkuh dan seperti tidak ada warna cerah diwajahnya, itulah mengapa Cryill begitu suka mengerjai Denzel.


Dan Denzel sendiri juga tidak pernah marah besar kepada Cryill.


Entah apa yang akan terjadi kepada Cryill, karena ulah jahilnya itu kepada Denzel dan juga Tevy, kita lihat saja nanti jika waktu sudah pagi.


..........>>>>><<<<<..........


Sekarang kita kembali lagi kepada Denzel dan juga Tevy yang masih saling pandang dengan tatapan permusuhan untuk Tevy, dan tatapan tertantang untuk Denzel.


" Bukannya saya sok jual mahal, tapi memang saya mahal harganya!! ",, jawab Tevy kepada Denzel dengan sangat ketus sekali.


" Semahal apa harganya, saya pasti sanggup membelinya ",, jawab santai dari Denzel kepada Tevy sambil menaikkan sebelah alisnya keatas.


" , Sombong sekali!!, mau tau semahal apa diriku ini Tuan ",, kata Tevy kepada Denzel, dan dia sudah mulai bermain-main dengan Denzel.


" Sebutkan saja ",, jawab enteng dari Denzel kepada Tevy.


Dan kesombongan dari Denzel membuat Tevy semakin tidak suka dengan Denzel.


" Berikan semua aset yang anda punya, dan balikkan semua menjadi atas nama saya, Perusahaan, rumah, mobil, aset tanah dan aset-aset yang lainnya semua yang anda miliki, bagaimana??, apakah anda sanggup Tuan Denzel yang terhormat ",, jawab Tevy kepada Denzel dengan sangat santai sekali.


" Bisa!!!, tapi apakah jika saya sudah menukar itu semua untuk mendapatkan kamu, kamu tidak membuatku kecewa?? ",, kata Denzel kepada Tevy membuat Tevy menjadi sedikit bingung dengan perkataannya Denzel.


" Contohnya ya kamu sudah tidak peraw4n mungkin, atau kamu sudah pernah disentuh sana sini oleh laki-laki lain selain diriku?? ",, lanjut lagi perkataannya Denzel dan langsung saja membuat tanduk dikepalanya Tevy keluar seketika.


Denzel sangat tahu sekali jika Tevy pasti bukanlah wanita seperti itu, tapi Denzel sengaja berkata seperti itu kepada Tevy, karena dia ingin menggoda Tevy.


Tevy yang tidak suka dengan perkataannya Denzel, dia langsung saja berjalan mendekati Denzel, dan langsung ingin menyerang Denzel.


Denzel yang kali ini sudah sedikit sigap dengan pergerakannya Tevy, dia langsung bisa menghindar dari serangannya Tevy.


Denzel dan Tevy dijam yang masih sangat dini itu, mereka malah asik berkelahi didalam kamar.


Tevy terus melakukan serangan kepada Denzel, sedangkan Denzel dia terus menghindar dari serangannya Tevy tersebut.

__ADS_1


Tetap saja, kekuatan beladirinya Tevy yang sudah mumpuni itu, membuatnya bisa juga memukul Denzel tepat diwajahnya.


Denzel yang sedikit oleng, dia langsung saja mendapatkan serangan bertubi-tubi lagi dari Tevy, hingga wajahnya menjadi babak belur dihajar oleh Tevy.


Tendangan demi tendangan Tevy lakukan kepada Denzel, hingga membuat Denzel akhirnya ambruk seketika diatas lantai marmer kamarnya.


" Rasakan itu, makanya jangan macam-macam dengan saya Tuan mesum ",, kata Tevy kepada Denzel yang sudah terkapar diatas lantai itu.


Denzel dia menyeka darah yang keluar dari mulut, hidung dan pelipis wajahnya karena ulahnya Tevy sambil menatap Tevy dengan senyum miringnya itu.


" Tuan sudah saya mau pergi dan pulang, dimana anda menyembunyikan kunci kamar ini Tuan!! ",, kata Tevy lagi kepada Denzel yang sedang berusaha berdiri dari rebahannya diatas lantai marmer itu.


" Cari saja sendiri sampai kamu dapat, jika kamu bisa mendapatkannya, saya berjanji akan membebaskanmu dari sini ",, jawab Denzel kepada Tevy sambil meludahkan darah dari dalam mulutnya.


Tevy langsung saja bergegas mencari kunci kamar itu disetiap sudut kamarnya Denzel.


Sedangkan Denzel yang melihat Tevy seperti itu, dia baru menyadari jika kamarnya sudah sangat berantakan sekali karena ulahnya Tevy.


Sampai kapan pun Tevy tidak akan bisa menemukan kunci itu, karena Denzel menyembunyikan kunci itu didalam laci tersembunyi yang ada didalam lemari, dan letak lemari itu ada didalam kamar rahasia yang ada dibalik lemari besar didalam kamarnya Denzel.


Denzel yang memperhatikan Tevy sedang mengacak-acak kamarnya pun, membuat Denzel menggunakan kesempatan itu, untuk melumpuhkan Tevy, sebab Tevy sedang sibuk dan sedang lengah.


Denzel langsung saja segera mendekati Tevy, dan langsung juga menangkap Tevy untuk dia jatuhkan diatas ranjangnya.


Dan hap, akhirnya Denzel bisa juga membuat Tevy berada diatas ranjang empuknya itu lagi.


Sampai kapanpun pergulatan mereka, bukan bergulat yang enak-enak, melainkan gulat yang bikin sakit disekujur tubuh mereka tidak akan selesai-selesai jika salah satu diantara mereka tidak ada yang mengalah.


...πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’...


Dan readers tentunya bosan membaca bab perkelahian kalian Denzel - Tevy😎


Mereka ingin membaca bab yang hareudang dari kalian berduaπŸ˜‚πŸ˜…


...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2