My Little Dosen

My Little Dosen
CHAPTER 154


__ADS_3

Tevy yang sedang sendirian didalam kamar barunya itu, ingin rasanya dia mencoba tidur diatas ranjang yang super mewah, besar dan tentunya mahal sekali.


Tapi sayang beribu sayang, ketika Tevy sudah berusaha memejamkan matanya untuk beristirahat, mata Tevy tetap tidak bisa terpejam juga.


" Rasanya susah sekali untukku memejamkan mata ",, kata Tevy sambil duduk dipinggir ranjangnya.


Dan entah kenapa tiba-tiba saja kepala Tevy merasa sedikit pusing dan perut dia seperti diobok-obok sesuatu.


Tevy yang merasa ingin muntah, dia langsung saja bergegas masuk kedalam kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya itu.


Dan disaat Tevy muntah, dress khusus ibu hamil yang dipakainya itu tidak sengaja terkena muntahannya dia sendiri.


" Kenapa perut aku tiba-tiba saja mual seperti ini?? ",, tanya Tevy untuk dirinya sendiri, sambil berjalan keluar dari dalam kamar mandi.


" Aah ternyata kotor baju aku ",, kata Tevy lagi ketika dia baru menyadari jika bajunya kotor terkena muntahannya sendiri.


Tevy langsung saja mencoba melepaskan dress yang dipakainya itu untuk berganti baju yang baru dan juga bersih.


Tevy yang sudah melepaskan dressnya itu dia langsung saja masuk kedalam ruang walk in closetnya untuk mengambil salah satu baju yang tersedia didalam lemari yang ada disitu.


" Sepertinya ini nyaman, dan daritadi warna ini mengalihkan pandanganku ",, kata Tevy sambil mengambil dress bunga-bunga yang tidak berlengan dan panjangnya pun cuma dibawah lutut.


" Waah cantik sekali, nyaman juga dipakai untuk perutku yang sudah besar ini ",, kata Tevy lagi sambil bercermin dicermin besar yang ada disitu.


Setelah itu Tevy langsung saja keluar dari dalam ruang walk in closetnya lagi untuk menuju keranjang.


Dan ketika Tevy sudah keluar dari dalam ruang walk in closet, tiba-tiba saja dia mendengar suara pintu kamarnya diketuk dari luar.


Tevy langsung saja melangkahkan kakinya untuk membukakan pintu tersebut.


Dan disaat pintunya sudah dibuka oleh Tevy, ternyata yang mengetuk adalah Mamah Jovanka dan juga Ayah Marson.


Mamah Jovanka dan Ayah Marson yang melihat Tevy memakain dress yang sudah mereka siapkan pun, wajah mereka langsung menunjukkan rasa yang sangat senang sekali.


" Nak kamu cantik sekali..........?? ",, puji dari Ayah Marson kepada Tevy dengan mata yang berbinar senang.


" Iya Nak, wajah kamu juga terlihat semakin cantik, Mamah suka ternyata baju-baju yang Mamah pilihkan untuk kamu pas dibadan kamu Nak ",, kata Mamah Jovanka juga kepada Tevy, sambil melihat penampilan Tevy dari atas kebawah.


Tevy yang mendengar pujian serta perkataan dari kedua orang tua kandungnya sendiri, membuat Tevy sangat senang sekali.

__ADS_1


Bahkan pujian-pujian serta perkataan-perkataan seperti itulah, yang selalu Tevy impikan sejak dulu masih kecil.


Dan sekarang saat ini Tevy sudah bisa merasakannya sendiri, diumurnya yang mau menginjak usia kedua puluh delapan tahun.


" Wajah kamu ko terlihat pucat Nak?? ",, tanya Mamah Jovanka sambil duduk dipinggir ranjang bersama Tevy.


" Iya Nak, ko pucat kenapa, apa kamu sedang sakit?? ",, tanya Ayah Marson kepada Tevy sambil berdiri didepannya Tevy dan Mamah Jovanka.


" Kepala Tevy sedikit pusing Ayah, Mamah, dan Tevy pakai baju ini, karena dress Tevy tadi terkena muntahan Tevy sendiri ",, jawab Tevy kepada Mamah Jovanka dan juga Ayah Marson.


Mamah Jovanka dan juga Ayah Marson yang mendengar jawaban dari Tevy, mereka berdua langsung saja menunjukkan wajah khawatir yang cukup berlebihan sekali.


" Mah, Yah, Tevy tidak apa-apa, ini cuma pusing dan mual seperti biasanya, nanti jika Tevy buat istirahat pasti akan hilang sendiri ",, kata Tevy menenangkan kedua orang tuanya yang sangat khawatir sekali itu.


" Kalau begitu kamu istirahat saja ya Nak, Ayah sama Mamah biar keluar dulu, dan nanti jika kamu masih merasa seperti ini keadaannya, bilang sama kami ya Nak ",, kata Ayah Marson kepada Tevy dengan wajah yang benar-benar sangat khawatir sekali.


" Iya Ayah ",, jawab Tevy kepada Ayah Marson sambil tersenyum tipis.


Setelah itu Ayah Marson dan juga Mamah Jovanka langsung saja berlalu keluar dari dalam kamar dan membiarkan Tevy untuk beristirahat terlebih dahulu.


Bahkan Ayah Marson mau memberitahukan kepada Tevy jika nanti malam akan ada acara makan malam sekeluarga pun sampai terlupakan.


Namun lagi dan lagi perutnya sedikit merasa kurang nyaman untuk dia buat tidur.


" Aduh perutku kenapa ini??, rasanya aku ingin sekali perutku ini diusap-usap sama Denzel lagi ",, kata Tevy dengan perasaan yang tiba-tiba bersedih yang menginginkan Denzel berada disampingnya.


Dasar mood ibu hamil ya seperti itu, tidak bisa ditebak dan tidak bisa dikontrol apa maunya.


Tevy pun langsung saja mengambil ponselnya untuk menghubungi Denzel supaya bisa segera pulang kemansion Ayah Marson.


Beralih keDenzel.


Denzel yang tadi sudah meninggalkan restoran bintang lima yang didatanginya itu.


Tidak sengaja berpas-pasan dengan sahabat dia yang bernama Dino, yang sering dia panggil Dinosaurus ketika baru sampai dipintu masuk restoran.


" Hello bro...., sedang apa kamu disini Denzel?? ",, kata Dino menyapa Denzel.


" Kamu sendiri sedang apa??, apa sedang ingin bermain dengan jalan9 kamu disini?? ",, kata Denzel kepada Dino.

__ADS_1


" Jangan begitu dong bro......, jangan keras-keras nanti bisa kedengaran dengan orang lain ",, jawab Dino kepada Denzel sambil tertawa.


Denzel hanya tersenyum miring saja kepada Dino, sebab Dino sampai sekarang tidak bisa menghilangkan hoby buruknya itu.


" Baiklah lanjutkan saja langkah kakimu sobat, teman wanitaku sudah menungguku didalam, lihat dia sudah menelfonku dan kali ini dia sangat cantik sekali ",, kata Dino kepada Denzel sambil menunjukkan ponselnya yang sedang berdering.


Denzel hanya menggelengkan kepalanya saja kepada Dino, setelah itu Denzel langsung saja berlalu dari hadapan Dino menuju kemobilnya sendiri.


" Iya halo Nona Keyna, sabar baby aku sudah masuk ini didalam restoran ",, jawab Dino ketika sudah mengangkat sambungan telefonnya.


Dan ternyata wanita yang dibicarakan oleh Dino kepada Denzel adalah Keyna Lighty, wanita yang mengejar-ngejar Denzel.


Sedang Denzel sendiri yang sudah masuk kedalam mobilnya, tiba-tiba saja ponsel yang ada didalam saku jasnya pun berdering dengan cukup keras sekali.


Melihat nama My Lovely dipanggilan masuknya, Denzel langsung saja mengangkat sambungan telefon tersebut.


Sebab My Lovely adalah nama Tevy didalam ponsel milik Denzel.


" Halo sayang ",, kata Denzel kepada Tevy.


" Papi pulang segera kemansion Ayah ya, perut Mami rasanya sedikit kurang nyaman ",, kata Tevy kepada Denzel dengan suara yang terdengar lemas ditelinga Denzel.


Denzel langsung saja khawatir sekali ketika mendengar perkataan dari Tevy.


" Papi akan segera pulang, Mami tahan sebentar ya, tunggu Papi ",, kata Denzel dengan suara yang sangat khawatir sekali.


" Iya ",, jawab Tevy dengan pelan kepada Denzel.


Setelahnya sambungan telefon singkat mereka akhirnya terputus juga.


Denzel langsung saja menyuruh anak buahnya untuk lebih cepat lagi mengendarai mobilnya supaya dia bisa segera sampai dimansion Ayah Marson, sebab Denzel ingin segera melihat keadaan dari Tevy.


Dan Denzel sangat tahu sekali, jika perutnya Tevy merasa tidak nyaman seperti itu, itu artinya perut Tevy ingin diusap-usap olehnya.


Dan keempat calon anaknya itu sudah ingin bersama dengan Papinya.


Sederhana memang, tapi Denzel sangat menikmati sekali kegiatan itu, dan Denzel pun merasa seperti ada ikatan batin yang cukup kuat dengan keempat calon anaknya itu.


...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2