My Little Dosen

My Little Dosen
CHAPTER 79


__ADS_3

Cryill yang sudah kembali dari supermarket dia langsung saja kembali lagi kerumah sakit untuk membawakan makanan pesanannya Mamah Qiara tadi.


Namun sebelumnya Cryill dan Evan mereka sedikit kesusahan ketika memasukan semua pembalut yang mereka beli itu kedalam mobilnya Evan.


Dan ketika sudah bisa memasukan semua pembalut itu, Cryill langsung saja menyuruh Evan untuk membawanya kemansionnya Denzel, dan langsung juga memberikannya kepada para pekerja perempuan yang ada didalam mansion.


Sedangkan Cryill dia lalu memilih untuk membeli makanan dan minuman yang akan dia bawa kerumah sakit.


Dan disinilah sekarang siCryill sudah sampai didepan ruang perawatannya Tevy.


Tanpa mengetuk pintu terkebih dahulu, Cryill langsung saja masuk kedalam ruang perawatannya Tevy.


Dan ketika Cryill sudah masuk kedalam ruang perawatannya Tevy, dia langsung saja disuguhkan pemandangan yang mana membuat jiwa jomblonya meronta-ronta.


Sebab Cryill melihat jika Kakaknya Denzel dia sedang tertidur satu ranjang pasiennya dengan Tevy dengan posisi yang saling memeluk.


Terutama tangan kiri Denzel yang terus mengusap lembut perutnya Tevy, dengan mata yang terpejam sama seperti Tevy.


Sebenarnya tadi Tevy sudah tidak mau ketika Denzel memaksakan diri untuk merebahkan tubuhnya diranjang sampingnya itu yang bisa muat untuk dua orang.


Namun dengan kekukuhan dari Denzel, dan Tevy juga badannya masih lemas, akhirnya dia membiarkan saja ketika Denzel ikut merebahkan tubuhnya disampingnya.


Apalagi ketika Denzel terus mengusap lembut perutnya yang belum terlalu terlihat buncit itu, membuat Tevy semakin lama, semakin nyaman dengan adanya Denzel disampingnya.


Dan bahkan tanpa sadar, Tevy pun membalas pelukannya Denzel yang sedang tidur beralaskan lengan kecilnya.


" Ehem, enak sekali kalian berdua ya?? ",, kata Cryill sambil menyindir Tevy dan juga Denzel dengan sambil juga menaruh makanan dan minuman yang dibawanya tadi diatas meja dekat shofa yang ada didalam ruangan itu.


Tevy dan Denzel langsung saja membuka mata mereka ketika mendengar suara seseorang didalam ruangan itu.


Namun ketika Denzel sudah melihat orang itu adalah Cryill, dia tidak memperdulikannya dan lebih memilih memejamkan matanya lagi.


Cryill sangat sebal sekali, ketika melihat Kakaknya hanya cuek saja ketika melihatnya datang.


Sedangkan Tevy, dia masih membuka matanya, sambil terus memperhatikan Cryill.


" Kenapa kamu melihatku seperti itu Tevy?? ",, tanya Cryill kepada Tevy.


" Ya sudah kalau tidak mau aku lihat ",, jawab Tevy dengan entengnya kepada Cryill.


Dan Tevy lalu menutup matanya lagi, untuk melanjutkan tidurnya yang sesaat itu.

__ADS_1


" Hih!!, kalian berdua ini, sama-sama cocok sekali ",, kata Cryill kepada Tevy dan juga kepada Denzel sambil langsung duduk dishofa yang ada disitu dengan nada yang sedikit merajuk.


" Sepertinya aku mencium makanan Cryill??, apa kamu membawa makanan untuk aku juga?? ",, tanya Tevy kepada Cryill sambil membuka matanya lagi.


" Tidak, ya tentu saja untuk kita semualah, aku tidak sepelit itu kali ",, jawab Cryill kepda Tevy sambil membuka makanan untuk dirinya sendiri.


" Denzel ambilkan aku satu makanan itu dong, rasanya aku ingin makan juga ",, kata Tevy kepada Denzel.


" Suruh Cryill saja yang membawanya kesini ",, jawab Denzel kepada Tevy sambil masih memejamkan matanya, dengan posisi masih memeluk Tevy.


" Aku itu menyuruhnya kamu, dan ini itu anak kamu bukannya anaknya Cryill!! ",, kata Tevy kepada Denzel sambil menjewer telinganya Denzel.


Dan entah kenapa Tevy menjadi mode emak-emak yang marah-marah kepada suaminya tanpa dia sadari.


Cryill langsung saja tertawa cukup keras ketika melihat Kakaknya mengaduh karena telinganya dijewer oleh Tevy.


Sambil mengusap telinganya yang dijewer oleh Tevy, dan sambil menunjukkan wajah betenya dengan Cryill yang mentertawakannya, akhirnya Denzel terpaksa beranjak turun dari atas brankar pasiennya Tevy untuk mengambilkan makanan untuk Tevy.


Sedang Cryill dia masih belum sadar, jika didalam ruangan itu tidak ada kedua orang tuanya.


Ketika Cryill baru makan beberapa suap makanan, akhirnya dia tersadar juga, jika didalam ruang perawatannya Tevy tidak ada Mamah Qiara dan juga Papah Carlson.


" Papah sama Mamah dimana Kak?? ",, tanya Cryill kepada Denzel sambil menghentikan makannya.


" Lho ko pulang??, pulang kemana??, kemansion Kakak?? ",, tanya Cryill kepada Denzel.


" Bukan, mereka pulang kemansion mereka sendiri ",, jawab Denzel kepada Cryill.


" Ko mereka pulang tidak berpamitan kepada Cryill?? ",, kata Cryill untuk dirinya sendiri, namun Denzel dan Tevy masih mendengarnya.


" Tadi kamu dimana?? ",, tanya Denzel kepada Cryill sambil terus menyuapi Tevy.


" Disupermarket ",, jawab Cryill kepada Denzel.


"Nah itu tahu ",, jawab Denzel lagi kepada Cryill.


Membuat Cryill langsung saja memajukan bibirnya karena cemberut.


Sedangkan Tevy, dia langsung saja tersenyum kecil ketika melihat wajah cemberutnya Cryill kepada Denzel tadi.


Dan selanjutnya Cryill langsung saja menikmati makanan dia lagi dengan sedikit sebal dengan Kakaknya.

__ADS_1


" Papah sama Mamah, mereka tadi ada keperluan mendadak Cryill, karena Papah ditelefon oleh rekan bisnisnya ",, kata Tevy dengan tiba-tiba kepada Cryill.


" Iya biar sajalah ",, jawab Cryill kepada Tevy.


" Apakah masih ada itu makanannya?? ",, tanya Tevy kepada Denzel dan juga Cryill ketika makanan yang dia makan sudah habis.


Tevy makan dia tidak merasakan mual sama sekali, dan rasanya dia kepingin nambah lagi.


Makanya Tevy menanyakan kepada Denzel maupun Cryill, apakah makanannya masih ada.


" Apa masih kurang Tevy?? ",, tanya Denzel kepada Tevy ketika makanan yang tadi dia suapin keTevy sudah habis.


Tevy hanya mengangguk saja kepada Denzel.


" Ini masih banyak, ambil saja ",, jawab Cryill kepada Tevy ketika mendengar pertanyaannya Tevy tadi.


Denzel lansung saja mengambil lagi makanan yang ada dimeja depannya Cryill.


" Jangan yang itu, baunya membuatku mual Denzel, makanan yang seperti tadi saja?? ",, kata Tevy kepada Denzel sambil menutup hidungnya ketika Denzel mengambilkan makanan yang berbeda dari yang pertama.


Dengan terus berusaha sabar, Denzel lalu mengembalikan makanan yang sudah diambilnya tadi, untuk dia tukar dengan makanan yang sama yang tadi dimakan oleh Tevy.


Ketika sudah ditukar oleh Denzel, Denzel lalu menyuapi Tevy lagi, dan lagi-lagi Tevy dengan semangat dia menghabiskan makanan yang disuapkan oleh Denzel.


Walau hatinya masih sedikit marah dengan Denzel, namun Tevy tidak bisa membohongi dirinya sendiri, jika Denzel sangat perhatian sekali dengannya ketika dia sedang sakit seperti itu.


Untuk kesekian kalinya, ketika Tevy sudah menghabiskan dua porsi makanan dia kepingin nambah lagi makanan yang sama seperti yang dia makan tadi.


Cryill yang sudah selesai makan daritadi dan lagi memainkan ponselnya, dia juga sama seperti Denzel, sedikit terkejut karena Tevy belum merasa kenyang sama sekali, disaat sudah menghabiskan dua porsi makanan.


Yah wajar saja, mungkin pengaruh infus yang masih tertancap ditangannya Tevy, bisa jadi itu yang menyebabkan Tevy bertambah nafsu makannya.


Untuk ketiga kalinya Denzel mengambilkan makanan yang sama persis seperti tadi, dan itu sisa satu saja.


Denzel mencoba bersikap biasa saja kepada Tevy ketika melihat Tevy makan dengan cukup banyak sekali seperti itu.


Dan Denzel selalu mensugesti dirinya jika Tevy memang harus makan yang banyak, supaya sikembar empat yang ada didalam perutnya Tevy, tercukupi asupannya.


Makanya, Denzel dia tidak merasa lelah ketika harus menyuapi Tevy dengan berulang kali seperti itu.


...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2