My Little Dosen

My Little Dosen
CHAPTER 216


__ADS_3

Tevy pun yang sudah selesai dengan apa yang dia lakukan didalam ruang kerjanya, dia langsung saja memutuskan untuk pulang kemansion.


Bukan mansion Denzel, melainkan mansion sang Ayah tercinta yaitu Ayah Marson.


Tevy terus mengumbar senyum kepada semua orang yang ditemuinya sepanjang langkah kakinya berjalan.


Dan ketika Tevy sudah sampai didalam mobil mewah miliknya, Tevy langsung saja mengambil ponselnya untuk menelfon sang suami yaitu Denzel.


Denzel sendiri pun yang baru saja selesai meeting, dan sedang berbincang sebentar dengan para koleganya, sambil berdiri didepan ruang meeting.


Atensi Denzel langsung teralihkan ketika dia mendengar suara dering ponselnya yang berdering dengan cukup kencang sekali itu.


Setelah melihat siapa yang sedang menelfonnya, Denzel langsung saja meminta ijin kepada para koleganya yang sedang dia ajak berbincang.


" I'm sorry everyone, my princess is on the phone " ( Saya permisi dulu semuanya, Tuan Putri saya sedang menelfon ) ",, kata Denzel kepada para koleganya dengan ramah.


" Oh yes please Mr. Denzel, you are very lucky, you can get the wife of a very beautiful daughter " ( Oh iya silahkan Tuan Denzel, anda sangat beruntung sekali, bisa mendapatkan istri seorang putri yang sangat cantik sekali ) ",, jawab dari salah satu kolega Denzel kepada Denzel dengan ramah juga.


Denzel pun hanya tersenyum senang saja menanggapi perkataan dari koleganya itu.


Setelahnya Denzel langsung saja menjawab telefon dari Tevy sambil berjalan kearah ruang kerjanya.


" Halo My Princess, apakah kamu sudah selesai mengajarnya?? ",, kata Denzel kepada Tevy.


" Sudah Papi, dan Mami saat ini sedang berada dijalan menuju kemansion Ayah Marson ",, jawab Tevy kepada Denzel.


" Ayah Marson??, apakah Ayah menyuruh kamu untuk datang kesana?? ",, tanya Denzel kepada Tevy.


" Iya, nanti Papi kesana juga ya, Mami tunggu ",, jawab Tevy kepada Denzel.


" Iya nanti Papi akan menyusul Mami kemansion Ayah ",, jawab Denzel kepada Tevy.


Setelah itu sambungan telefon mereka akhirnya terputus juga, sebab Tevy sudah ingin mengakhiri sambungan telefonnya.


Singkat cerita, Tevy dan Denzel sudah berada dimansion Ayah Marson.

__ADS_1


Dan saat ini pun waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam, waktunya makan malam.


Namun makan malam kali ini tidak ada Christian diantara mereka, cuma ada Ayah Marson, Mamah Jovanka, Tevy dan juga Denzel, sedang Mamah Orlin sendiri dia sudah kembali kepantiasuhan sejak satu minggu yang lalu.


Sedangkan Christian dia sedang makan malam diluar bersama Milka, untuk menikmati waktu berdua mereka sebagai sepasang kekasih yang sedang dimabuk asmara.


Ketika mereka semua sudah pada selesai makan malamnya sambil diselingi perbincangan hangat, sebelum mereka pada masuk kedalam kamar, Ayah Marson mengajak mereka semua untuk berbincang sebentar diruang Keluarga.


" Ini Denzel, Tevy, buka dan bacalah, karena ini yang ingin Ayah sampaikan kepada kalian berdua ",, kata Ayah Marson sambil memberikan sebuah map berwarna merah kepada Tevy dan Denzel.


Denzel pun langsung saja mengambil map tersebut dan membukanya.


Alangkah terkejutnya Denzel ketika dia sudah membaca setiap tulisan yang ada didalam map tersebut.


Dan membuat Tevy yang melihat ekspresi dari Denzel yang seperti itu, dia langsung saja bertanya kepada Denzel.


" Papi, apa sih isi dari map tersebut?? ",, tanya Tevy kepada Denzel dengan sangat penasaran sekali.


" Ayah........... apakah Ayah kerjasama dengan dia??, sungguh Denzel sudah mencoba berulang kali mengajukan kerjasama dengan Perusahaannya, namun sangat susah sekali ",, Denzel bukannya menjawab perkataan dari Tevy, dia malah bertanya kepada Ayah Marson.


Tevy yang bertanya tidak dijawab oleh Denzel, dan Denzel malah asik mengobrol sendiri dengan Ayah Marson pun, membuat Tevy reflek langsung saja merebut map yang sedang dibawa oleh Denzel tadi.


Ketika map sudah berada ditangannya, Tevy langsung saja membaca sebuah surat yang ada dibagian depan sendiri.


" Halo Mr. Marson, sebelumnya saya ucapkan selamat kepada anda, karena anda sudah bisa menemukan Putri anda yang hilang dulu........... ",, kata Tevy yang sedang mencoba membaca isi surat yang ada didalam map tersebut sambil menjedanya sejenak dan sambil juga menatap semua orang yang ada disitu.


Ayah Marson dan Mamah Jovanka yang dilihat oleh Tevy dia hanya tersenyum manis saja.


" Maafkan saya yang baru sempat memberikan hadiah untuk Princess anda yang sangat cantik itu Tuan Marson ",, lanjut lagi bacaan dari Tevy.


" Ini ada hadiah kecil yang ingin saya berikan kepada Putri anda sekaligus hadiah pernikahan dari saya untuknya, saya mohon terimalah dan berikan kepadanya Tuan Marson ",, kata Tevy lagi.


" Semua surat-suratnya sudah lengkap dan semuanya sudah clear legal sesuai hukum yang berlaku Tuan Marson, terimalah hadiahnya dari saya Alexander Damara ",, kata Tevy ketika sudah selesai membaca akhir surat yang ditulis tangan langsung.


Tevy pun yang sudah selesai membaca surat tersebut, dia langsung saja membuka berkas-berkas yang ada disitu.

__ADS_1


Dan ternyata berkas-berkas itu adalah sebuah berkas kepemilikan sebuah pulau pribadi yang diberikan oleh Alexander Damara pengusaha terkaya didunia yang dia hadiahkan untuk pernikahannya Tevy dan Denzel.


Tevy pun langsung saja membuka mulutnya dengan sangat lebar sekali, ketika diberikan sebuah hadiah berupa pulau pribadi untuknya dan juga Denzel.


" Ayah ini.......... ?? ",, kata Tevy dengan eskpresi yang sangat terkejut sekali.


" Iya Nak, itu sebuah pulau untuk kalian berdua, dan ini khusus untuk kamu yang Tuan Alexander berikan juga ",, kata Ayah Marson kepada Tevy sambil memberikan sekotak satu set perhiasan berlian dengan harga yang sangat fantastis sekali.


Mulut Tevy pun semakin lebar saja terbukanya ketika dia melihat satu set perhiasan berlian yang sangat mengkilap sekali dimatanya dan juga sangat bagus serta indah sekali ukirannya.


" Perhiasan ini milik kamu Nak, dan hadiah ini semua baru saja sampai disini kemarin sore diantarkan langsung oleh Tuan Arga sekretaris sekaligus tangan kanan dari Tuan Alexander Damara ",, kata Mamah Jovanka kepada Tevy dan masih didengar oleh Denzel.


" Ayah, Mamah, siapakah Tuan Alexander Damara itu Yah, Mah, sepertinya dia bukan orang sembarangan?? ",, tanya Tevy kepada Ayah Marson dan Mamah Jovanka.


" Dia adalah pembisnis muda yang sangat sukses sekali, dan Keluarga dia adalah Keluarga terkaya nomor satu didunia, bahkan kekayaan dari Sang Raja pun kalah sama dia ",, jawab Ayah Marson kepada Tevy.


Tevy pun sampai speechles ketika mendengar jawaban dari Ayah Marson tadi.


Dan Tevy pun dia terus menatap gambar sebuah pulau pribadi yang cukup luas ukurannya yang baru saja diberikan oleh Alexander Damara.


Mimpi apa semalam, begitulah apa yang difikirkan oleh Tevy.


Sebab dia tidak menyangka akan diberikan sebuah pulau pribadi sebagai hadiah pernikahannya dengan Denzel.


Sedang Denzel sendiri dia memilih berbincang kepada Ayah Marson untuk menanyakan tentang bisnis, terutama bisnisnya Alexander Damara.


...🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿...


Alexander Damara, suami dari Ana Damara, sungguh dia tidak main-main dalam memberikan hadiah, dan tidak main-main juga dalam memberikan hukumannya kepada para musuhnya😬.


Yang penasaran dengan Alexander Damara, bisa mampir diNovel saya yang berjudul Gadis Lugu Pemikat Hati🀭😁😁.


Hehe promosi sejenak yahπŸ‘πŸ‘πŸ€—πŸ€£.


...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2