My Little Dosen

My Little Dosen
CHAPTER 147


__ADS_3

Yang kangen dan rindu dengan Milka dan sipangeran tukang galau alias Christian, sabar dulu ya readers, kita bahas babang tamfan bibir pink ini dulu sementara, siapa lagi kalau bukan Cryill.


Yuk cuss tidak perlu pakai lama-lama lagi.


...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...


Cryill jantung dia sungguh sangat berdebar-debar dengan sangat kencang sekali ketika dia sedang melangkahkan kakinya untuk menuju keruang perawatannya Khafita.


Dan ketika Cryill sudah sampai didepan ruang perawatannya Khafita, sebelum mengetuk pintunya, Cryill terlebih dahulu merapikan pakaian yang dipakainya itu, dan juga rambutnya yang sedikit jambul itu.


Setelahnya, Cryill langsung saja mengetuk pintu ruang perawatannya Khafita dengan sopan.


Khafita yang mendengar suara ketukan pintu itu, dia hanya bisa diam saja, dan tidak menyuruh Mamah Carla untuk membukakan pintunya.


Sebab Khafita merasa tidak enak dengan Mamah Carla yang terlihat sedang sangat kecapean sekali.


Namun Mamah Carla walau dia terpajam matanya, dia langsung saja mendengar suara ketukan pintu itu, sebab Mamah Carla tidurnya pun tidak bisa nyenyak, selalu terjaga, karena takutnya Khafita akan membutuhkan bantuannya.


Khafita pun juga melihat jika Mamahnya langsung terbangun dari rebahannya diatas shofa, ketika mendengar suara ketukan pintu tadi.


Dan Khafita pun juga masih melihat kearah pintu untuk melihat siapa yang tadi sudah mengetuk pintu ruang perawatannya itu.


Mamah Carla yang sudah sampai didepan pintu dia langsung saja membukakan pintu itu, tanpa ada berfikir yang macam-macam.


Namun ketika Mamah Carla sudah membukakan pintunya, alangkah terkejutnya Mamah Carla ketika dia sudah melihat siapa yang tadi mengetuk pintu ruang perawatannya Khafita.


Dan orang itu adalah Cryill.


Wajah dari Mamah Carla pun tidak bisa dibohongi jika dia sangat terkejut sekali, ketika melihat wajahnya Cryill sudah berdiri dihadapannya.


Dan Cryill sendiri pun dia hanya bisa tersenyum tipis menyapa Mamah Carla yang tadi sudah membukakan pintu untuknya.


" Mah, siapa yang datang?? ",, tanya dari Khafita kepada Mamah Carla.


Mamah Carla tidak menjawab pertanyaan dari Khafita, namun Mamah Carla dia langsung saja melebarkan pintunya supaya Khafita bisa melihat sendiri siapa yang sudah datang menjenguknya.


Dada Khafita langsung saja bertalu-talu dengan sangat kencang sekali, jantung dia seakan seperti ingin lepas dari tempatnya ketika Khafita sudah melihat laki-laki yang selalu difikirkannya itu sejak kemarin sudah berdiri didepan pintu ruang perawatannya.


" Cryill ",, kata Khafita tanpa suara ketika sudah melihat Cryill berdiri didepan Mamahnya.

__ADS_1


" Eemm, Mamah keluar saja dulu, kalian berdua silahkan berbicara dulu, Mamah tunggu didepan ya Nak ",, kata Mamah Carla kepada Khafita.


Khafita hanya diam saja ketika Mamah Carla berkata seperti itu kepadanya, sedangkan Cryill dia hanya tersenyum manis saja kepada Mamah Carla.


Setelah itu Mamah Carla langsung saja keluar dari dalam ruang perawatan Khafita untuk memberikan ruang kepada Cryill dan juga Khafita untuk berbicara berdua saja.


Dan disinilah Cryill dan Khafita, sudah saling berhadap-hadapan didalam ruangan itu berdua saja, dengan Cryill yang sudah duduk dikursi yang ada disamping brankar.


" Apa kabar Khafita, ini aku bawakan bunga untuk kamu ",, kata Cryill memulai pembicaraan kepada Khafita sambil memberikan buket bunga yang dibelinya tadi untuk Khafita.


Khafita pun dia menerima buket bunganya sambil mengucapkan terimakasih kepada Cryill.


" Kenapa kamu pergi Khafita??, kenapa kamu pergi meninggalkanku tanpa ijin dan berbicara dulu kepadaku apakah aku akan mengijinkanmu atau tidak?? ",, kata Cryill kepada Khafita.


" Maafkan aku Cryill, semua itu aku terpaksa lakukan, karena sungguh aku sudah tidak bisa lagi bersamamu ",, jawab Khafita kepada Cryill.


" Apa karena kelumpuhanmu ini kamu mau mengakhiri hubungan ini Khafita?? ",, tanya Cryill kepada Khafita.


" Iya ",, jawab singkat dari Khafita kepada Cryill.


" Aku tidak mau membebanimu Cryill, kamu sempurna, pastilah keluarga kamu menginginkan menantu dan ibu dari cucu mereka yang sempurna, tidak seperti aku Cryill, jadi aku mohon biarkan aku sendiri ",, lanjut lagi perkataan dari Khafita kepada Cryill.


" Maafkan aku Cryill,............. aku tetap tidak bisa meneruskan hubungan ini ",, jawab Khafita kepada Cryill dengan sambil menampilkan wajah yang berusaha tegar.


" Katakan kepadaku jika kamu tidak mencintaiku lagi Khafita!! ",, kata Cryill dengan tegas kepada Khafita.


" Iya, aku sudah tidak mencintaimu lagi Cryill, rasa cinta ini sudah hilang bersama kelumpuhan yang aku alami ini ",, jawab Khafita kepada Cryill sambil menahan air matanya yang ingin keluar dari kelopak matanya.


" Aku mencintai kamu tulus Khafita, aku ikhlas menerima kamu apa adanya, mari kita berjuang bersama-sama Khafita untuk menyatukan cinta kita yang baru bersemi ini ",, kata Cryill kepada Khafita sambil meneteskan air matanya.


" Maafkan aku Cryill ................... aku tidak bisa ",, jawab Khafita kepada Cryill tetap kekeh dengan pendiriannya.


" Carilah wanita lain yang lebih sempurna dari aku, carilah masa depanmu yang lebih baik selain bersamaku Cryill, aku tidak pantas untuk kamu ",, kata Khafita lagi kepada Cryill.


" Tapi yang aku mau hanya kamu Khafita, kenapa kamu seperti ini kepadaku, kenapa kamu juga tega kepadaku, dan membuat hati kita sama-sama terluka seperti ini?? ",, kata Cryill kepada Khafita dengan perasaan sedihnya.


" Ini adalah jalan yang terbaik untuk kita Cryill, sekali lagi maafkan aku, maafkan aku.............. kumohon kamu mengerti akan keputusan yang sudah aku ambil ini, karena keputusan ini juga tidak mudah bagiku ",, kata Khafita kepada Cryill sambil meneteskan air matanya juga.


Dan air mata yang daritadi ditahan oleh Khafita akhirnya tumpah juga mengalir dari sudut matanya.

__ADS_1


" Baiklah jika itu yang kamu mau Khafita, aku akan mencoba menerima semua keputusanmu ini ",, jawab Cryill kepada Khafita dan berusaha untuk tegar.


" Kita kenal dengan baik-baik, begitupun dengan perpisahan ini, aku inginnya juga baik-baik,......... selamat tinggal Khafita, semoga kamu lekas sembuh dan semoga juga kamu bisa segera berjalan lagi ",, kata Cryill sambil mengajak berjabat tangan Khafita.


Khafita hanya tersenyum sangat tipis sekali menanggapi perkataan dari Cryill sambil menjabat tangan Cryill.


" Semoga kamu bahagia diNegara kamu yang baru ini Khafita, jika kamu ingin menemuiku kamu tahu aku ada dimana........",, kata Cryill lagi kepada Khafita.


" I Love You ",, kata Cryill untuk terakhir kalinya kepada Khafita sambil mencium mesra keningnya Khafita.


Dan Khafita pun dia hanya bisa menghayati bibirnya Cryill yang sedang menempel didahinya itu.


Setelah berkata seperti itu, Cryill langsung saja berlalu pergi dari dalam ruang perawatan Khafita tanpa menoleh lagi kebelakang.


Sedangkan Khafita sendiri, dia langsung saja menangis sejadi-jadinya ketika sudah ditinggal pergi oleh Cryill dari dalam ruang perawatannya.


Ingin rasanya Khafita mengejar lalu memeluk Cryill dengan erat, namun semua itu tidak bisa Khafita lakukan, sebab Khafita tidak mau membuat Cryill menjadi bahan gunjingan dari semua orang jika terus bersamanya.


Mamah Carla yang menunggu diluar ruangan pun, ketika melihat Cryill sudah keluar dari dalam ruang perawatan Khafita, dia langsung saja bangun dari duduknya itu untuk mendekati Cryill.


" Titip Khafita Tante, saya pergi dulu ",, kata Cryill kepada Mamah Carla sambil menampilkan senyum yang dia paksakan.


Dan Cryill tanpa mendengarkan jawaban dari Mamah Carla dia langsung saja berlalu pergi dari hadapannya Mamah Carla.


Sedang Mamah Carla sendiri, setelah Cryill berlalu dari hadapannya, dia langsug saja masuk kedalam ruang perawatan Khafita untuk melihat keadaannya Khafita.


Dan Mamah Carla yang sudah masuk, dia melihat Khafita sedang menangis pilu seperti itu, Mamah Carla langsung saja memeluk Khafita dengan penuh rasa sayang sekali untuk memberikan ketenangan kepada Khafita.


" Semua sudah berakhir Mah, sudah berakhir ",, kata Khafita didalam pelukannya Mamah Carla sambil menangis.


" Sabar Nak, tenangkan hati dan fikiranmu dulu, jangan seperti ini ",, hanya kata itu yang bisa diucapkan oleh Mamah Carla kepada Khafita.


Mamah Carla tidak bisa berbuat apa-apa, semuanya Mamah Carla serahkan kepada Khafita, dan jika memang ini jalan yang dipilih Khafita serta menurut Khafita yang terbaik, Mamah Carla akan terus memberikan dukungannya kepada Khafita.


...🦀🦀🦀🦀🦀🦀🦀🦀🦀🦀🦀🦀🦀...


Tidak semua kisah cinta berakhir dengan indah bukan??😁


...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2