Nanditha

Nanditha
NANDITA BERAKSI


__ADS_3

Setelah berhasil melarikan diri,, Mira segera mengikuti perintah Nandita, ia harus masuk ke dalam kamar dan menghubungi sang Daddy.


Dengan tangan gemetar ya menekan nomor pada smart watch di pergelangan tangannya.


"Daddy,,,,,, hiks hiks,,,, Mira mau pulang,,,,"


Tangis Mira menghentikan tangan Gunadhyia yang hendak menandatangani dokumen yang sedang ia pegang.


"Mira,,,, kamu kenapa nak??" Gunadhyia panik mendengar anaknya menangis


"Aku dikejar orang yang serem Dad,,, aku dipukul dan dijambak. Jemput aku dad...."


"Kamu di mana sekarang??"


"Aku ga tau dad,,,, aku ditolong aunty"


"Aktifkan GPS di jam kamu,, biar Daddy lacak dari sini" telepon diakhiri.


"Arya kita cari Mira sekarang!!"


Perintahnya melalui sambungan telepon yang terhubung dari ruangannya ke ruangan sang asisten.


Gunadhyia pergi dengan disupiri oleh Arya. Setelah mengecek lokasi tempat Mira saat ini,, ia semakin was-was. Pasalnya tempat itu cukup jauh dari kediamannya.


"Lebih cepat Arya,,,,!!" Serunya tidak sabaran.


Setelah empat puluh menit perjalanan, akhirnya ia sampai pada tujuan.


Begitu memasuki jalan kecil, Arya menghentikan laju mobilnya, saat melihat pemandangan yang memukau. Seorang gadis dengan tubuh ramping, sedang beradu kekuatan dengan dua preman yang memiliki tubuh besar dan sangar.


"Ini yang dinamakan bodyguard sesungguhnya tuan"


Ucap Arya pada sang majikan.


"Segera hubungi polisi, agar mereka membusuk di penjara" Gunadhyia tidak menanggapi ucapan Arya.


"Baik Tuan"


Kemudian Arya menghubungi kantor polisi terdekat, untuk meringkus dua preman yang sudah tidak berdaya itu.


Pasalnya setelah mereka terjatuh ke aspal, Nandita juga mentotok beberapa titik syaraf mereka. Hingga para preman itu tidak mampu ke mana-mana dan hanya pasrah pada nasib.


Gunadhyia dan Arya menghampiri Nandita yang sedang berkacak pinggang di hadapan dua preman tersebut. Entah apa yang gadis itu ucapkan pada mereka.


"Ehm ehm,," Arya berdehem di belakang Nandita.


"Lho.... Tuan asisten, tuan sombong,, ngapain kalian di sini??"


Nandita kaget sebab orang yang berdiri di belakangnya adalah orang yang pernah menolaknya dulu.


Ia masih ingat wajah angkuh Gunadhyia saat mengatakan kalau dirinya tidak layak menjadi seorang bodyguard.

__ADS_1


"Apa kamu bilang?! Tuan sombong! Dasar gadis biji ketumbar!!" Seru Gunadhyia


"Udah kecil norak lagi" Imbuhnya lagi


Nandita tidak terima dengan penghinaan Gunadhyia. ia ingin melayangkan pukulan ke arah wajah Gunadhyia. Namun segera dicegah oleh asisten Arya.


"Sudah hentikan nona,, anda tidak akan sanggup mengalahkan tuan Gunadh"


"Kamu meremehkan aku tuan asisten!!"


Nandita kembali hendak menyerang, namun suara mobil polisi yang terdengar menghentikan aksinya.


"Saudara Arya??"


"Saya pak" Arya menyahut


"Silahkan bawa mereka berdua pak, dan hukum mereka dengan berat. Karena mereka berniat menculik anak tuan Gunadh, juga melakukan tindak kekerasan serta pengeroyokan" Jelasnya lagi


"Baik,,, kiranya nanti saat saudara dimintai keterangan lebih lengkap agar segera hadir di kantor polisi"


"Pasti!! Setelah ini saya akan langsung ke sana"


"Kalau begitu kami permisi dulu" Anggota yang berjumlah tiga orang itu menyalami secara bergantian mulai dari asisten Arya, Gunadhyia, dan juga Nandita. lalu mereka membawa dua preman itu pergi dari TKP.


"Di mana putri saya?" Tanya Gunadhyia dengan wajah dinginnya


Nandita tidak menjawab dan hanya mengangkat bahunya keatas lalu masuk menuju kamar kostnya.


'Dasar laki-laki tua sombong, menyebalkan. Udah syukur aku tolongin anaknya, bukan berterima kasih malah menghina' Ia bicara sendiri, namun rupanya didengar oleh asisten Arya juga Gunadhyia yang berjalan di belakangnya.


Nandita menoleh dan tersenyum mengejek.


"Anda pikir saya semiskin itu? hingga setiap pertolongan yang saya lakukan kepada orang lain harus saya tuntut imbalannya!! Jangan samakan saya dengan anda tuan!! Meskipun saya suka uang,, tapi bukan berarti hati nurani saya mati!!" Nandita merasa tersinggung dengan ucapan Gunadh.


"Maaf nona,, bukan begitu maksud tuan Gunadh" Arya mencoba menjelaskan


"Lalu maksudnya apa?? Jangan membela sesuatu yang kamu sendiri menganggapnya juga salah. Saya tau dari sorot mata kamu, bahwa kamu juga tidak suka dengan ucapan dia. Dengar ya,,,, bilang sama tuan kamu ini,, tidak semua bisa kamu ukur dengan uang. Uang memang bisa membeli segalanya,, tapi tidak bisa membeli ketulusan dan rasa empati saya. Jika ia sanggup,, suruh dia membeli hati nurani dan kepekaan yang mungkin tidak ia miliki"


Nandita berlalu masuk ke dalam kamar, dimana Mira sudah tidur meringkuk di atas kasur kecilnya.


Ia kemudian masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri.


Sementara itu,, Gunadhyia merasa tertampar karena ucapan Nandita barusan.


Selama ini tidak ada orang yang berani berkata demikian terhadapnya. Itu sebabnya ia merasa selalu benar dalam bersikap dan berucap.


Namun hari ini,, gadis yang ia sebut biji ketumbar itu mampu membungkam mulutnya hingga tidak bisa berkata apa-apa.


"Apa aku keterlaluan padanya ya?"


Gunadh bertanya pada sang asisten

__ADS_1


"Maaf tuan,, mungkin nona Nandita adalah tipe orang yang sensitif. Orang seperti itu lebih menggunakan perasaan di banding logika saat bertindak. Biasanya orang seperti itu lebih polos dan tulus dalam bersikap, dibanding mereka yang menggunakan logika. Sehingga saat tuan ingin memberikan imbalan padanya, ia merasa terluka. Harga dirinya merasa disakiti. Biasanya begitu tuan" Ucap Arya panjang lebar.


"Lalu aku harus bagaimana?? Apa aku harus memberinya hadiah yang mahal? Biasanya wanita kan suka diberikan sesuatu yang mahal, seperti Safira dulu"


"Tuan,,,,, tidak semua wanita seperti nyonya Safira,,, apalagi gadis itu. Rasanya bagai langit dan bumi dengan nona Safira. Kalau nona Safira senang diberi sesuatu yang mahal,, Nandita mungkin akan sangat marah"


"Huuuh munafik sekali dia"


"Bukan munafik tuan,, gadis sederhana seperti dia, yang diharapkan dari orang lain adalah ketulusan. Anda cukup meminta maaf padanya dengan tulus, saya yakin gadis itu akan langsung memaafkan anda"


Arya sudah seperti seorang penasehat saja untuk Gunadhyia.


"Sampai kapan kalian akan berdiri di sana??"


Nandita hanya melongok kan kepalanya keluar pintu.


Gunadh dan Arya masuk ke dalam kamar kost yang sempit.


"Maaf tempatnya mungkin tidak sebagus tempat kalian, silahkan duduk di atas kasur saja" ucapnya dengan lebih lembut


"Tadi saya menemukan Mira di warung dekat sini. Ia berlari ketakutan masuk ke dalam warung dengan bibir terluka. Kebetulan saya sedang makan di sana. Preman itu sempat mencarinya ke dalam warung, tapi karena saya menyampirkan jaket saya ke tubuh Mira, jadi mereka tidak tahu kalau itu Mira. Karena saya mengenalnya, saya mengajak dia ke sini, tapi ternyata para preman melihat Mira saat di jalan. Jadilah kami diikuti sampai sini"


Jelas Nandita panjang lebar. Ia tidak mau sampai terjadi salah paham.


"Terimakasih banyak karena sudah menolong anak saya,, dan saya minta maaf karena sudah membuat kamu tersinggung" Gunadh menurunkan egonya dan meminta maaf pada Nandita.


"Ya,,,, tidak ada manusia yang luput dari salah bukan,. Baiklah,,, ini sudah malam, Mira apa mau dibangunkan dulu atau langsung digendong saja?"


"Lebih baik saya bangunkan dulu,, agar nanti dia tidak terkejut saat di dalam mobil"


Nandita mengangguk.


"Mira,,, bangun sayang.... Ini Daddy,,, kita pulang ya,,,"


Namun Namira tidak merespon,, ia tetap meringkuk menghadap tembok.


"Mira,,, ayo bangun...." Gunadh menggoyangkan bahu sang anak lalu mengelus lembut pipi sang putri.


"Astaga Miraaaaa,,, kamu kenapa??"


Sang Daddy terkejut setelah merasakan hawa panas di pipi buah hatinya.


"Arya kita bawa Mira ke rumah sakit,,,," Gunadh segera membopong sang anak,, karena panik ia tidak sempat berpamitan pada Nandita.


"Saya ikut,,,," Nandita mengambil tas dan segera mengunci pintu kamarnya. Ia berlari menyusul dua laki-laki yang pergi tanpa pamit tersebut.


^_________^^_________^^_________^


Terimakasih teman-teman yang sudah meluangkan waktu membaca novel ini. Ini adalah karya pertama aku, jadi mohon dimaafkan apabila ada salah dalam penulisan, penempatan tanda baca, dan hal-hal lain yang mengganggu kenyamanan teman-teman semua.


jangan lupa tinggalkan jejak lewat vote, like, hadiah, serta jangan lupa masukkan pavorite novel juga ya yaaaaa

__ADS_1


saran dan masukan nya aku tunggu di kolom komentar yaaaaa


sehat selalu untuk kita semua,, cium sayang dari aku penulis receh 😘😘😘


__ADS_2