
Bila hari ini kamu bahagia bersamaku, kenanglah selalu dalam hatimu. Sebab mungkin, esok akan ada air mata yang aku ciptakan tanpa sengaja. Maafkanlah aku saat itu, sebab ragaku tak sempurna, tak akan mampu menjaga kamu laksana Dewa.
Pesawat mendarat dengan sempurna. Hari sudah menjelang sore saat mereka sampai di bandar udara Changi.
"Kita langsung istirahat aja dulu ya.... Besok baru mulai berwisata." Ucap Gunadh pada Nandita dan Mira. Keduanya hanya mengangguk, sebab merasa lelah melewati perjalanan panjang.
"Mira terserah Daddy aja,. Oya kapan mommy datang?"
"Mungkin lagi tiga hari. Nanti Daddy tanyakan lagi ya,," Gunadh mengusap pucuk kepala sang anak.
Nandita hanya diam menyaksikan obrolan ke duanya. Sebab bukan kapasitasnya untuk berkomentar lebih. Meski Gunadh adalah orang dekatnya saat ini, Nandita tidak ingin melewati batas.
Gunadh mengajak Mira ke kamarnya, sementara Nandita di kamar sebelah. Gunadh sengaja memesan kamar yang berdampingan. Meski biaya sewa tetap Nandita membayar sendiri kamarnya.
Tok
Tok
Tok
Pintu kamar Nandita diketuk dari luar. Dia yang sedang mengeringkan rambutnya buru-buru melihat siapa yang datang.
Seorang room boy membawakan menu makan malam untuk gadis itu.
"Permisi nona, ini pesanan atas nama tuan Gunadh. Beliau meminta membawakan makan malam untuk anda."
"Terimakasih ya,,,, tunggu sebentar." Ucap Nandita dengan bahasa Inggris. Nandita masuk kembali mengambil beberapa uang dolar untuk diberikan pada room boy tersebut.
"Mas makasiiii makanan nya enak-enak semua. Aku suka" Pesan Nandita pada Gunadh. Tidak lupa ia menyertakan foto makanan yang dikirim Gunadh untuknya.
"Kamu suka?? Selamat makan dan istirahat ya" balas Gunadh.
"Suka mas,,,, ya meskipun lebih enak nasi Padang di Indo heheeee
"Hahaaa ada-ada aja kamu. Ya sudah selamat istirahat ya sayang ππ" balasan dari Gunadh.
Nandita melanjutkan makannya, setelah itu ia langsung tidur. Rencananya besok ia ingin mengunjungi beberapa destinasi wisata negara tersebut.
Sebelum berangkat, Nandita sudah menukar uang rupiah ke dolar Singapura. Niatnya dia ingin belanja oleh-oleh juga untuk ayah bundanya.
Esok harinya, Nandita, Gunadh dan Mira pergi mengunjungi Bugis Street. Menikmati wisata kuliner seperti layaknya keluarga sempurna. Saat sore hari perjalanan di lanjutkan ke Merlion park. Awalnya Nandita ingin kesana terlebih dahulu, namun kata Gunadh, lebih baik dikunjungi malam hari agar tidak terlalu panas dan tempatnya lebih indah karena lampu-lampu dari gedung-gedung di sekitarnya.
"Makasiii ya mas,,, aku seneng banget hari ini. Besok kita mau kemana lagi??" Nandita begitu antusias, hingga tidak merasakan lelah meski seharian ini berkeliling di beberapa tempat.
"Besok kita ke universal studio yuk ... Nikmatin wahana hiburan di sana."
Ajak Gunadh setelah memasuki lift yang akan mengantar mereka ke lantai tempat kamar nya berada.
Mira yang tadinya lelah dan mengantuk langsung membuka mata lebar.
"Beneran ya dad,,,, asyik besok kita kesana."
Nandita dan Gunadh tersenyum senang melihat tingkah gadis itu.
"Mira,, sekarang mau tidur sama onty gak? Ajak Nandita
"Boleh ga dad??" Gadis yang baru akan beranjak remaja itu balik bertanya pada sang Daddy.
"Apa gak bakal ganggu kamu Ta??"
"Gak kok mas,,, aku malah seneng ada temennya."
__ADS_1
"Ayo nikah makanya, biar tiap malam ada temen tidurnya" bisik Gunadh di telinga Nandita. Kebetulan mereka berjalan beriringan. Nandita dan Gunadh ada di belakang Mira yang melangkah dengan riang. Entah hilang kemana rasa kantuk dan lelah gadis kecil itu.
"Mas iiihh" Gunadh meringis sebab jepitan tangan gadis berusia 23tahun itu lumayan keras.
Setelah membersihkan diri di kamar sang Daddy, Mira keluar kamar menuju kamar Nandita yang ada di sebelahnya.
Sementara Gunadh mengekor di belakangnya.
"Daddy ngapain ikut keluar? Mau nginep juga??"
"Ya gak lah,,,, Daddy cuman mau mastiin kalau kamu gak gangguin aunty Dita."
"Kirain mau ikut nginep heee"
Tok
Tok
Tok
Nandita yang juga sudah selesai membersihkan diri segera membuka pintu.
"Ayo sini,,, onty baru aja habis mandi. Kamu udah mandi?" Tanya Dita pada calon anak sambungnya itu.
"Udah dong onty,,,. Oya aku mau langsung bobo aja ya,,,. Ngantuk banget." Mira menguap lebar, langkahnya ia seret menuju tempat tidur dengan seprei warna putih di hadapannya.
Gunadh hanya bisa geleng kepala melihat tingkah anak semata wayangnya.
"Titip Mira ya,,,, ga apa-apa kan aku tinggal??"
"Yaaa mas,, lagian kalau kamu gak keluar, emang mau tidur di mana?" Nandita polos bertanya
"Iiisssh dasar bos sombong. Seneng banget bilang aku biji ketumbar."
"Sombong tapi kamu suka kan...." Gunadh tak pernah bosan menggoda Nandita. Gadis yang belum pernah berpacaran itu kadang bingung harus menanggapi bagaimana sikap Gunadh.
Bila orang lain melihat dari luar, laki-laki itu pasti akan dinilai sombong, kaku, dan pendiam. Namun lihat saja sekarang, penilaian itu sungguh tidak terbukti kebenarannya.
Setelah diam cukup lama, Gunadh yang kini duduk di sofa yang terletak di pojok kamar tersebut kembali membuka suara.
"Hhhmmm Ta,,, rencananya lusa mommy nya Mira akan datang. Itu berarti kesempatan kita jalan bertiga hanya sampai besok saja. Aku berniat memberi tahu Mira tentang hubungan kita besok. Sebab aku juga ingin memberikan kesempatan untuk Safira memiliki waktu berdua dengan Mira. Seperti kata kamu dulu. Gimana menurut kamu??"
"Apa gak apa-apa mas kalau Mira tahu hubungan kita?? Aku kok khawatir dia gak setuju ya mas??"
"Kamu tenang aja, dia pasti setuju kok. Orang dia bergantung gitu sama kamu."
" Semoga aja ya mas,,,, semoga aku bisa kasih dia kebahagiaan." Nandita menatap lembut wajah gadis yang kini sudah terlelap di hadapannya.
"Ya udah,,, sekarang mas balik ke kamar gih, udah malem. Aku juga mau cepet-cepet tidur, biar besok segar lagi badan nya." Usir Nandita pada sang kekasih.
Laki-laki tinggi dengan mata sayu itu enggan berdiri. Meski seharian sudah bersama, namun selalu merasa kurang, waktu untuknya dan Nandita.
"Ga ada pelukan atau ciuman selamat tidur gitu??" Ucapnya memelas
"Gak ada ya mas,, jangan macem-macem." Nandita mendadak awas, kedua tangan ya ia silang di depan dada.
Gunadh tertawa melihat reaksi mantan atlet tersebut. Lucu melihat kepolosan Nandita. Ia menarik rambut gadis itu sebelum berlalu ke luar kamar.
πππ
Hingga tengah malam mata Nandita tidak bisa terpejam. Niat hati ingin tidur cepat namun nyatanya mata juga pikirannya tidak bisa diajak kompromi.
__ADS_1
Ia mengambil ponselnya. Kemarin ketika baru sampai, Gunadh berinisiatif membelikan kartu perdana khusus untuknya. Agar Nandita bisa berkomunikasi dengan keluarga seperti biasa, di manapun ia berada.
Dilihatnya sang kakak sedang online. Iseng Nandita mengirim pesan pada sang kakak
N : "Kak...." Hanya itu yang ia kirim. Kebiasaan saat ia sedang galau.
B : "Kenapa??" Dengan cepat Biyanca menjawab
N : "Di mana?"
B : "Di hatimu π€ͺπ€ͺπ€ͺ"
B : "Kenapa udah jam segini belum tidur??"
B : "Pacaran ya??"
Pesan beruntun dari sang kakak.
N : "Gak ngantuk kak,,,,. Padahal capek habis keliling seharian."
B : "Kamu kenapa?? Ada masalah??
N : "Gak sih,,, cuman lagi bingung aja."
B : "Mau cerita??"
N : "Ga tau mau mulai dari mana."
B : "Dari awal aja,,, mumpung kakak ada waktu untuk dengerin"
N : "Aku bingung tau kak, mas Gunadh ngajakin aku nikah. Tapi aku masih ragu. Aku juga masih pengen bebas. Belum lagi, aku kan baru kenal sama dia. Belum tau banyak tentang dia. Trus juga dia ada Mira. Bukan aku gak mau nerima anak itu, tapi kan aku harus berpikir, kalau aku nikah sama dia, tanggung jawab aku bukan hanya ke dia aja, tapi juga ke anaknya. Apa aku bisa? Apa anak itu Nerima aku jadi ibu sambungnya?"
B : " Perasaan kamu gimana sama dia? Kalau kamu benar-benar cinta sama dia, kamu pasti bisa Nerima semuanya. Nerima segala lebih dan kurangnya."
N : "Nah yang aku gak ngerti itu perasaan aku kak.... Kan aku gak pernah pacaran sebelumnya...."
B : "Oh ya ya,, kan kamu jomblo sejati.π€£π€£
B : " Gini,,, kamu nyaman gak Deket sama dia? Merasa terlindungi kah? Trus saat kau ada rasa rindu gak? Ada rasa takut kehilangan gak? Kalau dia lagi sama cewe lain, kamu ada rasa cemburu gak?
N : "Hhhmmmmm kalau rasa cemburu sih gak ada kak. Cuman kalau perasaan selain itu, ya aku rasain. Meskipun dia kaku, aku nyaman deket dia. Pengen selalu dekat lagi sama diaπππ"
B : "Dasar,,,, kamu bucin tuh sama dia."
N : "Masa sih kak?? Trus aku mesti gimana dong??
B : "Ya jalanin aja dulu pelan-pelan. Sambil mengenal dia lebih jauh, sambil kamu selami lagi perasaan kamu.
N : " Ya deh kak,, berarti benar kan aku belum jawab ya sama mas Gunadh?"
B : " Ya itu sudah benar. Kalau dia tulus sayang sama kamu, dia pasti bisa ngerti kok. Semangat yaaaa..... Oya hati-hati di negeri orang.
N : " Ya kak.... Kakak juga hati-hati ya.... Kapan bisa pulang??"
B : "Kakak belum ajukan cuti, maunya nanti ambil sekalian biar lebih puas di rumahnya."
N : "Ya udah kalau gitu aku tidur dulu ya kak.... Makasi udah temeninπππ"
B : πππ
Akhirnya Nandita bisa tidur, setelah selesai melakukan sesi curhat bersama sang kakak.
__ADS_1