
"Sayang, besok kamu sama Daddy udah mulai sibuk lagi. Kamu sekolah, dan Daddy kerja. Waktu kita bermain hanya hari ini saja. Sekarang katakan sama Daddy, kamu mau kemana?"
Gunadh bertanya sambil menikmati mangkuk ke dua bubur ayam tersebut.
"Mmm kemana ya Dad? Masa ke mall lagi sih? Bosen ..."
"Nih, kamu cari tempat mana yang mau dikunjungi. Asal waktunya cukup, Daddy temani."
Gunadh menyerahkan telepon pintarnya pada sang putri. Membiarkan Namira memilih wisata apa yang ingin dikunjungi.
Gadis itu sibuk menggeser layar datar tersebut.
"Ke sini aja dad ya, jauh gak kira-kira?"
Namira menunjukkan wisata keluarga yang muncul ketika ia mencari di mesin pencarian.
"Bird park? Boleh. Kita ke sana" Ucap Gunadh cepat.
"Yeeei makasi Dad ... Tapi gak seru kita cuman berdua aja." Wajah Mira mendadak sendu.
"Dad, aku ajak teman-teman boleh gak? Udah lama juga aku gak ketemu mereka."
Gunadh berpikir sejenak. Benar juga. Namira jarang bertemu temannya. Semenjak ia mengalami kecelakaan, hanya beberapa kali teman-teman Namira datang menjenguk.
"Boleh deh, tapi ingat Daddy gak mau kalian membuat ulah. Dan harus atas ijin orang tuanya."
"Ya Dad ..."
Namira menghubungi teman-temannya. Dari ketiga temannya hanya satu orang saja yang bisa ikut. Yang lain, sudah memiliki acara sendiri.
"Kita jemput Gayatri di rumahnya ya Dad."
"Ok."
Gunadh tahu rumah beberapa teman Namira yang memang sering bermain bersama sang putri.
Menempuh 30 menit perjalanan, akhirnya mereka tiba di sebuah rumah yang cukup besar namun tidak sebesar milik Gunadh.
Gayatri menyambut kedatangan Gunadh dengan penampilan yang sudah siap berangkat.
"Terimakasih ya mas, maaf anak saya ngerepotin." Ucap ayah Gayatri
"Jangan gitu mas, Mira juga kan sering ikut kalian liburan. Kalian sama sekali gak keberatan. Ini saya tumben ngajak Gayatri." Ucap Gunadh sambil tersenyum.
Kedekatan sang putri, membuat orang tuanya menjadi kenal meski tidak terlalu dekat karena kesibukan masing-masing.
"Aya, jangan nakal ya. Mainnya jangan jauh-jauh kalian berdua. Biar daddynya Mira bisa awasi kalian. Jangan merepotkan." Pesan laki-laki itu pada Gayatri.
"Ya Pa, Aya pergi dulu."
Mereka pergi menuju tempat wisata yang berjarak lumayan jauh dari tempat tinggal mereka.
Di perjalanan, dua gadis beranjak remaja itu sibuk bercerita kesana kemari melupakan Gunadh yang saat ini mengemudi.
"Ra, kok onty gak ikut?"
"Mommy aku sibuk kerja Ya, gak bisa nemenin." Ucap sendu Namira
"Bukan mommy kamu, onty Dita maksud aku. Kan yang sering ngajak piknik atau main ke alam begini onty Dita. Mommy kamu mana pernah." Ucap polos Gayatri.
__ADS_1
Deg
Jantung Gunadh berdetak lebih cepat begitu nama Nandita disebut. Orang luar yang jarang bertemu Nandita saja tahu, dan bisa membedakan sikap antara sang kekasih dan mantan istrinya. Namun kenapa Mira masih saja tidak merestui hubungannya dengan Nandita?
Berbeda dengan Gunadh, Mira menanggapi ucapan temannya dengan nada kesal.
"Ngapain bahas dia? Mommy aku juga sering kok ajak aku jalan. Gak cuman dia."
"Terserah deh." Gayatri tidak kalah jutek menanggapi.
Gunadh menggelengkan kepala. Memang mereka masih anak-anak. Meski tubuh mereka sudah seperti anak SMP namun kelakuan tetaplah bocil.
"Jangan berantem. Onty Dita lagi sibuk, belum punya waktu untuk main bareng lagi. Kita nikmati liburan bertiga aja." Gunadh memutus perdebatan mereka.
Setelahnya mereka masing-masing diam tidak ada obrolan lagi.
πππ
Menempuh jarak tak kurang dari 13km, akhirnya mereka sampai di tempat tujuan.
Mira dan Gayatri yang sempat tertidur lebih dari satu jam di perjalanan, kini mata mereka segar kembali.
Bird park merupakan tempat wisata yang juga menyajikan pemandangan alam yang indah, membuat Mira dan gayatri berdecak kagum karenanya.
"Hhhhmmmm" Mira menarik dan menghembuskan nafas dalam, menghirup sejuk udara yang jarang ia rasakan.
"Adem banget ya Ra." Gayatri ikut merentangkan tangan.
Menikmati sentuhan angin yang membelai kulit putihnya.
"Ya, enak banget di sini." Sahut Mira
Gunadh tersenyum kecil melihat interaksi mereka.
Beranekaragam jenis burung dijumpai di tempat ini, mulai dari jenis burung asli Indonesia hingga burung dari Afrika dan Amerika Selatan.
Bird Park ini menempati lahan dengan luas area sekitar 2 hektar dan menampung sekitar seribu burung dari 250 jenis burung yang berbeda.
Tidak hanya aneka jenis burung saja, di sini para wisatawan juga dapat melihat-lihat berbagai jenis tanaman tropis. Ada sekitar 2000 jenis tanaman yang ada di tempat ini. Keberadaan tanaman-tanaman tersebut semakin menambah asri tempat tersebut.
Koleksi burung di taman ini cukup lengkap, tempatnya juga sangat rindang. Jalak Bali salah satu koleksi di tempat ini, merupakan jenis burung langka yang juga dikembangbiakkan di sini.
Tempat ini banyak dikunjungi wisatawan setiap harinya. Apalagi saat ini yang merupakan akhir pekan, tentu banyak rombongan yang mengajak keluarganya untuk liburan edukasi di tempat ini.
"Dad mau foto ..." Ucap Mira antusias begitu melihat wisatawan yang lain tengah berfoto bersama seekor burung kakatua.
"Baiklah, ayo ..." Gunadh menuruti permintaan sang putri.
Mereka mengelilingi tempat wisata tersebut tanpa lelah, seolah memiliki tenaga ekstra.
Wisata Bird Park and Reptile Park tidak hanya menjadi tempat penangkaran bagi aneka jenis burung, tapi juga berbagai hewan lainnya seperti komodo, ular, kadal, iguana, dan masih banyak lagi.
Mereka menikmati liburan di tempat ini. Menikmati suasana seolah berada di habitat asli dari aneka jenis burung yang ada di tempat ini.
Gunadh juga mengajak Namira dan Gayatri menonton penayangan teater 4 dimensi serta melihat penangkaran burung-burung yang hampir punah.
Tanpa sadar hari menjelang sore. Mereka meninggalkan tempat wisata tersebut dengan hati yang puas.
Sebelum kembali ke kota tempat tinggal mereka, Gunadh mengajak Namira dan Gayatri makan di sebuah rumah makan ikan laut.
__ADS_1
Tempat makan lesehan yang menyediakan berbagai jenis olahan laut tersebut merupakan tempat yang tidak pernah sepi pengunjung.
" Dad, mau nambah baso ikan sama sate lilitnya ya. Tapi gak pake nasi." Mira sangat menyukai menu yang baru sekali ini ya coba.
"Ok. Kamu mau nambah lagi?" Gunadh gantian bertanya pada Gayatri.
"Boleh om? Samain sama Mira aja kalau gitu." Ucap Gayatri malu-malu.
"Boleh, kenapa gak. Kalian itu harus makan yang banyak, sebab masih dalam masa pertumbuhan. Tapi ingat, imbangi dengan olahraga. Biar tumbuhnya ke atas, gak ke samping." Gunadh menggoda dua gadis belia di depannya.
Dua gadis itu tersenyum masam menanggapi lelucon receh Gunadh.
"Enak ya Ya?"
"Ehem enak banget. Kalau di tempat kita jarang ada beginian ya Ra. Palingan udang, kepiting, yang seger-seger gini gak pernah nemu."
Dua gadis itu sibuk menyuap nasi dan segala jenis hidangan di depannya.
"Kapan-kapan kita kesini lagi yuk. Ajak yang lain juga. Sama onty Dita jangan lupa. Pasti seru tuh."
Mood Namira seketika berubah ketika temannya menyebut nama wanita yang paling ia hindari.
"Kenapa sih kamu selalu nyebut dia aja. Gak bosen apa? Ngapain juga ajak dia liburan segala. Emang dia gak bisa kesini sendiri."
"Kenapa sih Ra? Dia juga yang dulu kenalin ke kita, sekarang malah sewot. Onty itu kan baik."
"Baik apanya." Gumam Namira.
Gunadh hanya memperhatikan interaksi keduanya. Tidak menyela sedikit pun obrolan tentang Nandita. Ia juga ingin tahu, seperti apa Nandita di mata orang lain selain teman-tan Nandita juga anaknya.
"Ya baiklah ... Mana ada orang gak baik tapi mau ajak kita liburan, trus masakin kita, senyum ramah sama kita ... eeh aku pernah ketemu dia lho di mall. Lagi sama teman-temannya. Tetap nyapa aku. Bahkan Tante aku sendiri aja, kalau gak ada mama sama papa aku, sering cuek. Onty Dita beda." Gayatri begitu menggebu memuji Nandita di depan Mira.
Melihat sang putri yang mulai kesal, Gunadh mengalihkan ke topik lain.
"Udah selesai makannya? Kita balik sekarang?"
"Udah dad, kamu udah belom?" Mira bertanya pada Gayatri.
"Udah kok, yuk." Gayatri menyahut.
Mereka tiba di rumah Gayatri ketika matahari hampir tenggelam.
"Makasii om udah ajak Aya liburan. Seru banget, Aya senang." Senyum gadis belia itu tak pernah luntur, meski merasa lelah seharian beraktivitas di luar rumah.
"Terimakasih mas. Masuk dulu." Tawar orang tua Gayatri.
"Nanti kapan-pakan kita mampir. Udah sore soalnya." Tolak Gunadh.
"Baiklah kalau gitu kami pamit ya." Lanjutnya lagi.
"Dada Aya ... Dada om Tante ... Mira balik dulu."
"Ya sayang ... Nanti main sama Gayatri lagi ya." Mama Gayatri menyahut.
"Ya Tante ..." Ucap Namira sebelum mobil melaju meninggalkan halaman rumah tersebut.
Hari panjang yang menyenangkan telah mereka lewati. Siap menyambut kesibukan yang menanti esok.
^_________^^_________^^_________^
__ADS_1
terimakasih dukungan kalian sampai saat iniππ
ditunggu like dan komennya ya.