Penantian Kinara

Penantian Kinara
Penantian Kinara Part 1


__ADS_3

Seluruh tubuhnya bergetar. Tetapi Kinara tetap menahannya. Mata itu menatap dengan sendu pada sang suami. Begitu pun dengan Ali. Sang suami tercintanya.


''Bisa kamu berjanji sayang?? Kalau suatu saat terjadi sesuatu pada Abang, dan Abang tidak kembali ke sisimu. Bisakah kamu menunggu dan menanti kepulangan Abang?? Abang ingin minta ini saja darimu. Tidak yang lain. Abang hanya ingin kamu menanti kepulangan Abang. Apa kamu bisa Kinara Zivanna Bhaskara binti Gilang Bhaskara untuk menunggu dan menanti kepulangan Abang sampai kapan pun?? Walau Abang sendiripun tidak tau apakah Abang akan kembali nantinya??''


Deg!


Deg!


Debaran jantung Kinara semakin menggila. Ia menatap serius dan tajam pada sang suami. Buliran bening itu tidak berhenti untuk tidak menetes.


Lana dan Maura mematung melihat sepasang suami istri itu. Begitu juga dengan semua tamunya. Mereka ingin tau, apa yang menjadi jawaban Kinara.


Terutama Adam.


''Jawab sayang. Abang ingin dengar dan tau apa yang menjadi jawabanmu.'' Lanjut Ali lagi masih dengan menatap Kinara dengan dalam.


Kinara mengusap kasar air mata yang mengalir di pipi halusnya. ''Abang ingin dengar apa yang menjadi jawabanku??''


''Ya, Abang ingin dengar jawabanmu. Karena jawaban mu ini merupakan suatu semangat dan motivasi untuk Abang. Sebelum Abang pergi. Abang ingin selalu mengingat apapun yang kamu katakan hari ini. Katakanlah. Abang siap mendengarnya,'' jawab Ali


Mata keduanya saling bersitatapan penuh cinta dan kerinduan. ''Baik. Abang dengarkan baik-baik! Aku, Kinara Zivanna Bhaskara berjanji. Akan menunggu Abang sampai kapan pun! Abang pulang atau tidak, aku tetap akan menunggu Abang. Tiada hari tanpa kamu bang Ali. Kamu ingin bertugas kan? Aku izinkan! Dan juga apabila suatu saat nanti kamu tidak kembali dalam bertugas karena suatu hal, maka aku akan menanti mu. Aku akan menanti kepulangan mu. Aku akan menunggumu.''


''Akan kujadikan ini sebagai penantian panjang ku dalam menunggumu. Entah sampai kapan, aku tidak tau. Yang jelas aku akan menunggumu. Aku akan tetap menunggumu. Karena hatiku yakin, kalau kamu pergi sekarang suatu saat kamu pasti akan kembali lagi padaku.''


''Akan kujadikan ini motivasi untuk hidup selama kamu pergi. Aku akan menanti mu sampai kapanpun. Walau hidup ataupun mati, Kinara akan tetap menantimu. Aku akan menanti kepulangan mu dari bertugas walau ku tau itu akan sedikit mustahil. Mengingat tugasmu yang begitu sulit.''


''Tetapi Abang jangan khawatir. Penantian Kinara tidak akan pernah usai. Sampai kapanpun. Aku akan menanti kepulangan mu!''


''Walaupun berbulan-bulan?''


''Ya, aku akan menantimu!''

__ADS_1


''Walaupun bertahun-tahun??''


Deg!


Deg!


Kinara memejamkan matanya. Ia menarik nafas dengan dalam untuk mengurangi rasa sesak dihatinya saat ini.


Huuufffttt ..


''Ya, walau berhari-hari, berbulan-bulan, dan juga bertahun-tahun. Bahkan jika pun kamu tidak kembali ketika aku menutup mata, maka aku akan tetap menantimu. Kalau kamu masih hidup, kamu pasti kembali kepadaku. Dan jika kamu sudah tiada maka kita akan bertemu di Surga Nya Allah SWT. Dan disanalah penantian Kinara usai.''


''Penantian Kinara akan usai kalau kamu kembali hidup ataupun mati. Dan jika pun kamu tidak kembali lagi, berarti penantian ini akan berakhir saat aku di kuburkan ke liang lahat. Itu janjiku padamu Suamiku. Ali Jaber Al Basri!''


Dddduuuuaaaaarrrrrrrrr...


Suara petir diluar rumah Lana tiba-tiba saja menghantam bumi dengan kerasnya. Membuat semua orang terjingkat kaget.


Senyum yang sangat manis sekali. Sampai-sampai Kinara tersipu malu menatap wajah tampan yang kini sedang menatapnya dengan penuh Cinta.


Semua yang ada disana tertegun melihat nya. Terutama Adam. Seseorang yang begitu mengharapkan Kinara walau sudah menjadi janda.


Tetapi harus pupus ketika mendengar janji tentang Penantian Kinara ini. Ia duduk tepekur memandangi sepasang sejoli yang bertatapan penuh cinta itu.


Jendral Sudirman terkekeh melihat ketulusan dan ketangguhan cinta keduanya yang begitu dalam.


Siapa dia yang tidak mengenal Kinara. Putri pengusaha sukses Gilang Bhaskara. Ia yang dulu pernah ingin berbuat menjodohkan Kinara dan Adam.


Tetapi di tolak dengan halus oleh Papi Gilang. Ia mengatakan, ia tidak ingin membebani dengan perjodohan itu.


Biarlah berjalan seperti semestinya. Kalau memang mereka berdua berjodoh maka akan di pertemukan nantinya.

__ADS_1


Dan hari ini, Jendral Sudirman melihat sendiri bagaimana jodoh Kinara yang sesungguhnya. Pemuda tangguh dari Jawa barat itu sudah merebut dan menyentuh hati Kinara hingga ke yang paling dalam.


Hingga sulit untuk bisa membawanya kembali. Ali sudah membawa Kinara masuk dalam lingkaran cinta nya. Ia sudah mengikat Kinara dengan cinta tulusnya.


Semua itu bisa terlihat di matanya. Jendral Sudirman memandangi putra bungsunya. Ia memegang tangan itu. Dan tersenyum padanya.


Adam hanya bisa pasrah. Ia kalah kali ini. Dan benar, jika Kinara bukanlah jodohnya. ''Sabar ..'' bisik Mama nya dengan lirih.


Adam tersenyum sendu. Wajah tampan itu kembali menunduk. Sedangkan Lana dan Maura, kembali tertegun dengan ucapan Kinara.


Ucapan Kinara begitu dalam dan langsung dari hatinya. Ali terus tersenyum menatap bidadari nya. Cintanya. Pujaan hatinya.


''Terimakasih sayang. Terimakasih. Abang bisa pergi dengan tenang setelah ini. Abang pasti akan kembali. Abang akan selalu mengingat ucapan mu malam ini. Akan selalu Abang ingat. Penantian Kinara akan usai saat Abang kembali lagi ke sisimu. Dan kita akan berkumpul bersama membangun keluarga kecil kita bersama anak-anak kita. Abang akan kembali sayang, hidup ataupun mati. Abang akan kembali. Walau nantinya, mungkin, Abang butuh waktu yang lama untuk bisa kembali padamu. Tetapi ingatlah ini Kinara. Abang akan kembali lagi setelah tugas Abang selesai.''


''Penantian mu akan usai saat Abang kembali. Untuk itu, jaga hatimu hanya untuk suami tua mu ini. Abang hanya meminta itu saja. Tidak yang lain.. karena jika hatimu sudah terisi dengan orang lain.. maka kepulangan Abang nantinya tidak akan ada gunanya lagi. Penantian Kinara akan usai saat Abang kembali ke sisimu. Abang harap kamu memegang teguh janjimu, sayangku.''


''Tentu. Sekali Kinara mengucapkan janji. Maka janji ini akan terpenuhi. Abang tidak usah takut dan khawatir jika Kinara akan ingkar janji. Sampai kapanpun aku tidak akan pernah berpindah ke lain hati. Walau beribu pria tampan dihadirkan dihadapan ku, maka aku tetap memilihmu suamiku. Ali Jaber Al Basri. Selamanya akan tetap seperti itu! Abang pegang janjiku!''


Dddduuuuaaaaarrrrrrrrr...


Lagi, gemuruh diluar sana terdengar. Seolah langit dan bumi pun memegang teguh janji Kinara pada sang suami.


Dengan sigap Ali memeluk Kinara dengan erat. Ia menangis lagi. Bukan tangisan kesedihan seperti tadi.


Tetapi tangisan rasa haru yang keluar akibat ucapan istri kecilnya. Kinara. Gadis kecil yang dulunya pernah ia mimpikan kini sudah menjadi miliknya seutuhnya.


Tidak akan ada yang akan memisahkan mereka berdua. Selain kematian lah yang bisa memisahkan mereka berdua.


💕


Sambilan nunggu cerita ini update, mampir dulu yuk kesini.

__ADS_1



__ADS_2