
Selepas kepergian Maura dari rumahnya, Lana segera bwtanjak menuju rumah Kinara yang kini sedang menunggu nya dengan wajsh basah air mata.
''Maafkan Adek, Bang Lana. Maaf.. Gara-gara Adek. Abang harus berpisah sementara dengan Kakak ipar. Maaf Bang..'' isak Kinara di dalam pelukan Lana yang kini juga menangis karena ucapan Kinara.
''Nggak.. Abang nggak marah sama kamu, sayang. Abang sangat menyayangimu. Makanya Abang mengambil jalan ini. Pulang tidak pulangnya suami kamu, semua itu tetap akan terjadi. Jika suami kamu tidak kembali, maka Abang pun tidak akan kembali kepada Kakak iparmu. Abamg ikhlas melepasnya. Tetapi jika suatu saat, suami kamu kembali. Maka Abang meminta padamu. Kamu sendiri yang harus menjemputnya kembali. Semua ini Abang lakukan untukmu, sayangku. Kesayanganku..'' lirih Lana semakin membuat Kinara tersedu.
Mami Alisa dan Papi Gilang pun ikut tersedu. Yermasuk keluarga Ali. Merela tidak menyangka, jika Lana memilih mengorbankan pernikahannya demi melindungi Kinara dari sang istri yang begitu membencinya.
Semoga nantinya, Maura bisa berubah.
''Ayo kita masuk. Lihatlah semua anak mu itu. Mereka seakan tau, jika kamulah yamg bisa menjadi Mami untuk mereka. Bukankah kamu ini Ibuk mereka juga? Sudah sepantasnya dong, kalau mereka memanggilmu dengan Mami?''
Kinara mengangguk dan tersenyum, ''Tetapi jika suatu saat salah satu dari anak kita menyukai satu sama lain. Itu tidak boleh! Haram bagi mereka menikah dengan satu ibu persusuan. Bukan begitu Abi?'' tanya Kinara Pada Abi Husen
''Ya, Teteh benar! Mereka tidak bisa menikah karena satu persusuan. Sudah di jelaskan di dalam Alqur'an tentang ini. Terkecuali...'' Abi Husen melirik Gading yang saat ini sedang memangku Alkira yang begitu nyaman di pangkuan Gading.
Kinara dan Lana saling pandang. Kemudian keduanya tertawa. ''Kayaknya, kisah Kak Annisa akan menurun sama Alkira deh, Bang? Tak apa kan ya? Mereka sah-sah aja kan ya?''
Lana tersenyum, ''Tentu. Gading sama seperti Bang Tama. Jadi mereka bukan mahram. Dan sah untuk menikah. Untuk sekarang, biarlah mereka berdua seperti itu. Tetapi kelak mereka sudah baligh. Kita harus membatasinya. Kamu paham kan sayang?''
__ADS_1
Kinara mengangguk patuh. ''Tentu. Kalau Adek lupa, tolong Abang ingatkan ya? Dan ya, jangan lupa selalu beri Izin untuk kakak ipar agar bisa melihat ke lima anaknya. Adek yakin. Saat ini Kakak ipar pasti sedang sedih karena harus berpisah dengan anak-anaknya. Terlepas dia pernah kasar pada Malda dan juga Adek, semua itu tidak bisa merubah statusnya yang mengalah seorang ibu untuk ke lima anaknya.'' Ujar Kinara yang membuat Lana semakin menyayangi Adiknya ini.
Ah, andai saja Maura sepergi Kinara. Pastilah ia akan sanagt bahagia saat ini.: Tidak perlu harus berpisah seperti ini.
Semua itu memang sudah terjadi. Dan mereka semua tidak bisa menolaknya. Kepergian Maura memanglah sudah menjadi keinginan Lana sedari ia masih di Papua.
Jika sang adik tidak memiliki suami, maka ia pun tidak akan memiliki istri. Karena itulah perjanjiannya dulu dengan Mami Alisa.
Janji disaat Kinara kritis dan hampir tiada karena kecelakaan di saat bulan puasa. Lana yang ingin membawa sang adik jalan-jalan mencari makanan untuk berbuka.
Tidak menyangka jika akan terjadi hal seperti itu. Algi selamat saat itu karena ia melepaskan pelukannya dari tubuh Lana dan terpental ke sisi jalan.
Lana tidak sadar saat membawa motor matic milik Mami Alisa di jalan yang berlubang. Karena pada saat itu, Kinara dan Algi begitu kesenangan karena dibawa berjalan-jalan setelah sekian lama. Hingga menghalangi penglihatannya.
Karena Lana yang disibuukan kan dengan tugas tentaranya. Yang Lana tidak duga, ternyata dirinya lah yang membuat Kinara kritis hingga hampir saja tiada jika bukan karena sebuah janji yang ia ikrarkan untuk Kinara.
Janji yang mengatakan,
''Abang akan bahagia jika Adek Nara bahagia. Dan jika Adek Nara terluka, maka Abang pun akan terluka. Dan jika suatu saat nanti Abang menikah, maka Kinara pun akan menikah dihari yang sama dengan Abang. Abang berjanji sama Mak dan Papi dihadapan tubuh Kinara yang tidak sadarkan diri!"
__ADS_1
Dan ajaibnya, Kinara bisa melewati masa kritis itu dengan baik.
Begitulah sepenggal kisah antara Lana dan Kinara. Lana menepati janjinya. Dan itu membuat Kinara merasa sangat bersalah.
Karena jauh di lubuk hatinya, ia tidak menginginkan Abamg tersayangnya itu mengalami hal sedemikian rupa hanya karena dirinya.
Adik kecil kesayangannya.
Salah bagi mereka yang menebak jika Lana tidak sayang pada Kinara. Lana bahksn sangat menyayangi Kinara.
Makanya ketika Ali menghilang dulunya, Lana sempat stres dan menjadi seperti orang gila saat melakukan pencarian Ali, suami Kinara.
Dan Lana pun ikhlas menjalani semua itu. Ia melakukannya tanpa paksaan dari siapapun termasuk Pali Gilang.
Seseorang yang telah menganggapnya anak kandungnya sendiri walau bukan anak kandungnya.
Semoga saja Ali cepat kembali dan Lana pun bisa berkumpul kembali dengan keluarga kecilnya.
Semoga saja.
__ADS_1