
Buhahahaha ....
Ali tertawa kala Kinara mengingatkan tentang dapur yang kebanjiran. ''Udah ih. Abang jangan tertawa terus. Cukup ih!'' Kata Kinara pada Ali.
Ali masih saja tertawa. ''Kamu sih, ngomong mu ya kayak begitu amat. Kan lucu sayang?''
''Hehehe... abisnya. Abang bilang tadi itu kebanjiran?? Emang dimana nya kebanjiran?? Abang dapat darimana kata-kata kebanjiran??''
''Hahaha... itu Bang Lana yang bilang. Kamu ingat nggak ketika kamu masuk rumah sakit disaat Algi juga masuk rumah sakit gara-gara kecelakaan??''
Kinara mengangguk, ''Bang Lana bilang sama kita, kalau dia tidak jadi buka puasa karena saat itu kakak ipar sedang kebanjiran! Kejadian itu pas lagi On nya bang Lana. Kak Maura tau, bang Lana sampai bilang, gagal buka puasa gara-gara tanggul kakak ipar kebanjiran yang artinya sedang haidh. Hahaha... Abang tertawa saat Abang mengatakan hal itu. Makanya sekarang Abang tanya kamu. Apa benar kamu tidak sedang haidh??''
Kinara tertawa. ''Ya Enggaklah Abang. Adek tuh baru aja selesai haidh dua hari yang lalu. Dan saat ini adek bersih kok. Abang bisa memulainya!'' Kinara tersipu malu saat mengatakan hal itu.
__ADS_1
Ali terkekeh. ''Beneran??''
''Hu'um,'' sahut Kinara dengan mengangguk kan kepala nya. ''Kenapa sih Abang tanya tentang hal itu??''
Ali terkekeh lagi. ''Karena kalau sampai kamu haidh tapi abang nggak tau, bisa gagal dong buka puasa Abang?? Kebanjiran kamu bisa membuat gagal membuka tanggul kamu! Jangan seperti bang Lana. Lagi on nya, tiba-tiba saja tanggul istrinya kebanjiran. Kan nggak lucu, Abang lagi on tapi kamunya masih kebanjiran. Yang ada Abang bisa tegang sendiri berdiri di sudut kamar mandi gara-gara gagal buka tanggul kamu disebabkan oleh tanggul kamu kebanjiran!''
Kinara tergelak keras hingga kepalanya mendongak keatas. Ali tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia langsung saja mengecup putih mulus itu dengan lembut.
Bukannya menikmati Kinara malah semakin tertawa karena kegelian. Ali yang sedang fokus pun akhirnya ikut tertawa bersama Kinara yang saat ini sedang tertawa bersama karena mengingat kata kebanjiran tadi.
''Sudah puas??''
Kinara mengangguk setuju. Namun, bibir tipis itu masih saja tertawa. Ia masih geli dengan kata kebanjiran tadi. Hatinya tergelitik geli saat kata kebanjiran itu tiba-tiba saja Ali katakan kepada nya.
__ADS_1
''Kita mulai ya?'' bisik Ali di telinga Kinara.
Kinara mengangguk setuju. ''Ini pengalaman pertama kita berdua. Abang harap kamu maklum kalau Abang tidak bisa membuat mu nantinya terlena dengan sentuhan Abang..''
Kinara memejamkan kedua matanya saat Ali mulai melucuti satu persatu kain penutup tubuhnya. Ali terkekeh kala melihat Kinara tegang lagi. Sama seperti tadi lagi.
''Rileks sayang.. Abang bukan mau makan kamu loh.. cuma ingin meminta hak Abang sama kamu. Bolehkan ya??'' tanya Ali lagi pada Kinara.
Kinara mengangguk lagi yang semakin membuat Ali gemas terhadap istri kecilnya ini. ''Maaf kalau Abang membuatmu kesakitan nantinya...'' bisik Ali lagi di telinga Kinara.
Lagi, tubuhnya tegang seperti tadi. Dasar Ali jahil. Ia akhirnya semakin gencar menggoda Kinara sebelum acara yang sesungguhnya di mulai.
Kalau orang lain ingin menyenangkan istri dengan cara menyentuhnya dengan lembut, berbeda dengan Ali. Ali malah semakin membuat Kinara semakin tegang karena perkataan nya.
__ADS_1
Ali Terkekeh saat merasakan tubuh Kinara menegang lagi saat sentuhan itu menyentuh tubuh nya.