
Segala yang bernyawa pasti akan merasakan mati jika waktu yang sudah di tentukan waktunya telah tiba.
Dua bulan sudah berlalu semenjak kepergian Malda, kini keluarga lana dan Kinara sudah bangkit dan sembuh dari keterpurukan kepergian Malda.
Hari ini Kinara akan mengunjungi restoran miliknya yang sudah berjalan satu bulan ini bersama Ali.
Demi mengalihkan kenangan manis serta pesan terakhir yang hanya ditujukan untuk dirinya oleh Malda, Kinara mencoba untuk tetap kuat, tegar dan berdiri lagi seperti dulunya.
Pagi ini ia sudah bersiap. Tubuhnya sedikit lemah selama dua minggu ini. Tetapi ia tetap semangat. Kinara kekurangan banyak darah lantaran kondisinya yang drop saat pesan terakhir itu masuk ke ponselnya.
Hingga hari ini, ponsel Malda tidak bisa dihubungi lagi. Hanya Kinara dan Ali yang tau. Kenapa begitu?
Karena Kinara terpaksa mengatakannya kepada Ali apa yang menjadi penyebab dirinya drop seperti itu.
Kinara tetap berusaha tegar walau hati dan pikiranya selalu terngiang-ngiang panggilan Malda yang meminta tolong padanya dan Ali serta Lana.
__ADS_1
Entah pertolongan untuk apa, Kinara pun tidak tau. Yang jelas suara lirih Malda meminta tolong padanya sangat terdengar jelas di telinganya di setiap malamnya.
Kinara merasa dejavu dengan keadaan seperti itu. Dulu, saat Ali mengalami kecelakaan di laut sana ia pun mendengar sura Ali meminta tolong padanya.
Kinara hanya bsa menghela nafasnya. "Kenapa? Masih terngiang-ngiang suara Malda juga?" tanya Ali pada kinara yang saat ini sedang di dalam mobil akan menunju kerestoran milik mereka.
"Iya Bang. Nggak tau aja Adek selalu mendengar suara lirih Malda meminta tolong sedang dirinya dalam keadaan yang tidak baik-baik saja. Saam seperti adek pernah melihat Abang dulu. Kali ini pun sama. Tetapi yang anehnya, Malda tersenyum melihat kita. Ia hanya sedang terikat di dasar sebuah sungai yang airnya sangat jernih. Jika dilihat dari jauh seperti telaga berwara biru. Ada apa ya Bang? Kok yang kayak Malda ini terkunci dan tidak bisa bebas dari sana kecuali kita bertiga yang bisa membebaskannya?" Ujar Kinara pada Ali yang kini tertegun dengan ucapan sang istri.
Bukan Ali menyangkal. Tetapi Ali percaya, karena ini pasti ada kaitannya dengan Malda.
Kinara seolah memiliki ikatan batin yang kuat bersama Malda. Dan juga Kinara seperti memiliki indera ke enam.
"Apa jangan-jangan Malda tidak berhasil masuk ke kerajaan ayahnya? Atau, Malda sudah masuk tetapi ketahuan oleh kakeknya itu dan dibunuh kemudian di benamkan di telaga biru?"
Deg!
__ADS_1
Deg!
Deg!
"Masa sih bang?" tanya Kinara pada Ali
"Ya.. Itu kan cuma pemikiran Abang saja. Kita kan nggak ada yang tau seperti apa Malda saat ini? Kalau bisa sayang. Setiap kali kamu mendapat penglihatan seperti itu, cobalah merekamnya diponselmu. Nanti abang dan Bang lana yang akan bergerak untuk mencari tau keberadaan Malda ada dimana sekarang. Ya?"
"Tentu bang. Huffftt.. Kok rasanya ingin makan lemang sama tape pulut hitam ya Bang?"
Deg!
"Eh? Tape pulut hitam dan lemang? " ulang Ali karena merasa aneh dengan keinginan Kinara.
"Hehehe.. Hoooh bang. Pingin banget makannya. Dimana ya Bang ada jual? Itu lagi.. Em.." Kinara melihat Ali dengan takut-takut.
__ADS_1
Ali menelan salivanya. Masih teringat jelas olehnya saat dua malam yang lalau Kinara ingin manisan mangga tapi drinya yang memkannya.
Mati aku!