Penantian Kinara

Penantian Kinara
Shock berat


__ADS_3

Kinara terus tersenyum melihat kedua mertuanya yang begitu panik dan tersenyum saat ini. Ke empat orang itu saling pandang melihat sikap Kinara yang terkesan sangat aneh.


"Jawab Nak. Mana suami kamu? Putra sulung Abi!" serunya dengan panik.


Kinara tetap tersenyum, "Abang nggak pulang Abi.. Ummi.. terjadi kecelakaan disaat mereka bertugas di Papua sana. Bang Lana telah tiada dan tenggelam jatuh ke dasar laut saat bertugas. Dengan kata lain mereka mengatakan jika Bang Ali tewas disaat bertugas."


Ddddduuuuaaaaarrrrrr..


"Apa?!?!" pekik keedua paruh baya itu saat melihat dan mendengar kenyatan yang di dalam mimpi Ummi Siti itu memang benar adanya.


Abi Husen mematung mendengar ucapan Kinara begitu pun dengan Ummi Siti. Wajah paruh baya itu pucat seketika.


Kepalanya pusing. Pandangan mata nya berkunang-kunang hingga..


Brrruuukk..


"Ummi!!!"


"Ummiiii!!!" pekik KInara dan Abi Husen bersamaan.

__ADS_1


Lana dan Ira tersentak. Begitu pun dengan Bang Raga dan Kak Maura. Mereka sampai bangkit dari dududknya dan mendekati Kinara yang kini juga terlihat panik dan cemas saat melihat mertua nya itu jatuh terkapar di lantai dengan ponsel Abi Husen diletakkan di atas meja sofa mereka.


Dan sangat terlihat jelas bagaimana keadaan Ummi Siti yang pingsan karena mendengar ucapan Kinara tadi. Kinara menangis.


"Hiks.. Ummii.. Abi.. Maafkan Teteh.. Tapi inilah kenyataan pahit yang harus Teteh katakan pada kalian semua.. Maaf..." lirih Kinra dengan suara tercekat.


Abi Husen yang sedang berusaha menyadarkan Ummi Siti dengan cara menggosok tangan dan menyapukan minyak kayu putih di hidung nya menoleh pada Kinara dengan wajah basah air mata.


"Tak apa, Nak. Abi paham. Mungkin Ummi shock saja mendengar kabar darimu. Bagaimana itu bisa terjadi dan kenapa sampai jatuh ke laut? Ceritakan, nak. Biar nanti Abi bisa menceritakan nya kepada Ummi kamu." jawabnya dengan dada bergemuruh hebat.


Air mata itu terus bercucuran di mata tuanya. Kinara tidak sanggup meihat itu. Inilah kelemahannya. Kelemahan Ali ada pada kedua orangtua dan juga Kinara. Begitu pun dengan Kinara.


Lana mengambil alih ponsel itu dan menceritakan kronologis yang terjadi disana saat Ali jatuh kejurang.


Tanpa ia lebihkan dan tanpa ia kurangi sedikit pun. Mendengar cerita dari Lana, Abi Husen hanya bisa memanggil asma Allah dengan dada yang semakin sesak.


Seperti ada bongkahan batu besar yang menghimpit dada nya saat ini. Hingga rasanya sulit untuk bernafas.


Lana, Kinara, Kak Ira, Bang Raga, dan Maura menangis bersama mendengar suara Abi Husen yang seperti sanagt sakit untuk di lepaskan. Begitu sesak.

__ADS_1


Sementara Ummi Siti belum sadarkan diri. Terlihat jelas jika beliau begitu shock saat mendengar kenyataan pahit tentang putra sulungnya.


Bukan shock lagi yang mereka rasakan tetapi shock berat. Bahkan sangat berat. Saking beratnnya, mereka semua seperti di timpa batu besar di kepala hingga rasanya sangat sulit untuk bangkit lagi.


Butuh waktu setengah jam lebih untuk membuat Ummi Siti sadar. Sementara sambungan ponsel itu terus tersmbung.


Ummi Siti sadar dan terus memanggil nama Ali. Sedang Kinaar hanya bisa menagis. Tidak bisa berbuat banyak untuk saat ini.


Sadar, jika Kinara butuh mereka semua. Ummi Siti bangkit dan mengambil ponselnya untuk dibawa ke kamar.


Tiba disana, ia memasukkan bajunya dan baju Abi Husen. Sementara Kinara semakin tersedu. "Ummiii.." lirihnya dengan air mata yang terus bercucuran deras.


"Sabar ya Nak? Ummi sedang bersiap. Hari ini juga kami akan ke Medan. Tunggulah. Ummi harus menunggu dengan tangan kanan nya terus bergerak memasukkan baju ke dalam kopernya.


Sedang Abi Husen sedang menghubungi kedua anaknya untuk segera pulang dan juga si bungsu yang sebentar lagi akan pulang dari mesjid.


Kinara semakin tersedu. Ia tidak menyangka jika mertuanya lebih memikirkan dirinya dibandingkan mereka semua.


Kinara menangis lagi. Ia memeluk erat tubuh tegap Lana yang kini juga sedang memeluknya. Pelukan sayang dari seorang Abang yang sangat menyayanginya.

__ADS_1


Mereka semua tersedu.


__ADS_2