Penantian Kinara

Penantian Kinara
Baru tau


__ADS_3

Lana dan semua orang tertegun mendengar ucapan Mbak Sus yang kini menunduk karena merasa bersalah karena tidak memberitahukan nya kepada Lana sebelum mengambil keputusan itu.


"Kamu. Dek? Sejak kapan? Kenapa Abang nggak tau? Apakah selama kamu bersembunyi di dalam rumah kamu dan Mbak Sus saling bertemu??" tanya Lana pada Kinara yang terkekeh lagi.


"Sejak bayi Abang dibawa pulang dari rumah sakit. Sejak itulah Adek sering memberikan ASI adek kepada Mbak sus melalui supir taksi onlline yang tadi malam Abang lihat sedang menggandeng adek di pukul empat Pagi!" jawab Kinara yang membuat Lana melotot tak percaya.


"Jadi yang Abang lihat tadi malam itu kamu??" Kinara mengangguk masih dengan terkekeh-kekeh


"Ya Allah.. Abang kira itu cuma orang lewat dihadapan rumah mu. Makanya Abang biarkan saja. Astaghfirullah ya Allah.. Maaf dek. Jadi itu beneran kamu??'' tanya Lana dengan sendu.


Kinara tersenyum. "Tak apa Bang. Semua itu memang sudah menjadi rencana adek. Dengan rencana itu Abang bisa melihat yang sebenarnya selama kepergian Abang dan Bang Ali ke Papua. Adek nggak mungkin ngomong sama Abang. Itu sama saja dengan adek mengadu. Maka dari itu, adek buatlah rencana ini. Dimana Abang akan tau yang sebenarnya seperti apa kelakuan Kakak ipar selama Abang pergi. Maaf.. Adek terpaksa melakukannya. Adek tidak ingin Abang terluka karena hal itu. Tetapi tetap saja. Abang tetap terluka karena nya. Maaf bang. Maaf.. Adek tidak bermaksud untuk memisahkan kalian berdua.. Hanya saja, kakak ipar sudah sangat kelewatan selama ini." Ujar Kinara pada Lana yang kini semakin tersedu karena ia baru tau fakta itu dari sang papi hari ini.


Papi Gilang sengaja tidak ikut campur tentang masalah Lana dan Kinara. Karena ia ingin melihat sejauh mana Kinara bisa membuat mata kakak iparnya itu terbuka.


Bukan Papi Gilang tidak tau dengan rencana Kinara. Ia tau semuanya. Apa yang tidak Papi Gilang ketahui?

__ADS_1


Mudah bagi seorang Gilang Bhaskara untuk mengetahui ada apa yang terjadi saat Kinara dulu dibawa pulang oleh Algi kerumah mereka.


Disaat yang sama ia mengetahui fakta, jika Maura sering memarahai Kinara karena adik iparnya itulah yang menyebabkan adik kandungnya masuk kerumah sakit jiwa karena depresi.


Hal yang sangat mengejutkan bagi Kinara. Mana dia tau jika Faizah bisa sedalam itu menyukai suaminya.


Apakah itu juga menjadi salahnya karena Ali lebih memilih dirinya?


Aneh sebenarnya. Tetapi inilah yang terjadi. Maura sering marah-marah dan memaki Kinara disaat adiknya itu kambuh dan bolak balik masuk kerumah sakit jiwa.


Demi menyelamatkan Kinara, Mbak sus Tia sampai jatuh terjengkang dan tangan kirinya terkilir.


Sebuah kekerasan yang luar biasa. Dan Mbak sus mengadukan hal itu kepada papi Gilang. Papi Gilang pun sangat terkejut dengan berita itu.


Beliau dengan segera bertindak tanpa sepengetahuan Maura dengan cara menyuruh seseorang untuk memasang cctv dirumah Lana.

__ADS_1


Sedang dirumah Kinara, Ali sudah lebih dulu memasangnya. Dan itu sangat memudahkan Papi Gilang untuk mendapatkan bukti itu.


Masih banyak lagi kesalahan-kesalahan yang Maura lakukan. Yang jelas, Maura sengaja melakukannya untuk membalas rasa sakit hati adiknya yang kini menderita karena ulah Kinara yang telah merebut Ali dari adiknya.


Padahal ia sendiri pun tau. Bukan seperti itu kejadiannya. Entah apa yang merasuki Maura hingga membuatnya kalap hingga ingin melenyapkan Kinara dan juga bayinya karena kebencian itu sudah menumpuk dan mengakar dihatinya.


Bertambah lagi saat Lana pulang dan lebih memperhatikan Kinara dibanding dirinya. Maka terbesitlah sebuah ide yang akan membuat Lana dan Kinara terpisah selamamya dengan cara memberi Lana pilihan yang sulit.


Benar saja. Lana sangat dilema dengan semua itu. Hingga akhirnya ia sudah tidak tahan dan mengadadukan semua itu kepada Papi Gilang.


Maka dari itu Papi Gilang mengetahui semuanya tentang yang terjadi pada Kinara dan Maura.


"Abang tidak usah memikirkan apapun. Bawa saja kemari si kembar dan juga Kak malda. Ada gading yang akan menemaninya disini. Kasihan sekali gadismu itu Bang. Ia selalu menangis memanggil nama mu saat kakak ipar memarahinya hanya karena ingin menemui ku.." lirih Kinara begitu sendu.


Lana pun ikut merasakan hal itu. Banyak yang terjadi setelah kepergiannya. Dan juga saat kepulangannya, Malda putri angkat Lana mendadak diam dan tidak seceria dulu lagi.

__ADS_1


Mungkin itulah penyebabnya. Dan Lana sangat menyesali semua itu.


__ADS_2