
Wanita tua itu terkejut.
"Lah.. Kok masuk sini sih? Ayo keluar! Ntar yang punya restoran ini marah lagi sama kite! Ayo ah!" katanya pada Ali dan Kinara
Kedua orang itu saling pandang dan terkekeh bersama. "Tenang aje Nyak. Restoran ini milik suami saya!" jawab Kinara seperti wanita tua itu.
Ali mengangguk, "Benar Nyak. Yas!"
"Saya Pak!"
"Bawa lemang ini kedapur dikupas semua setelahnya di potong-poton dan bawa kesini lagi seklain dengan minuman nya,"
"Baik Pak." Salah satu karyawan Ali itu pun segera kebelakang dengan membawa lemang itu.
Kini tinggallah Wanita tua itu Kinara dan Ali. "Dengarkan Nyak baik-baik. Istri kamu ini sedang berbadan dua. Dan juga Putri sulung Abang kamj yang saat ini berada di Malaya dalam bahaya besar!"
Deg!
__ADS_1
"Apa? Maksundnya?!" seru Kinara dengam suara meninggi.
"Inilah yang harus kalian tau. Saat ini ia sedang berada di ambang kematian antara hidup dan mati. Dan hanya kalian bertiga yang bisa membebaskannya. Mana Abang kamu? Nyak mau ngomong. Ini penting!" katanya begitu serius hingga membuat Kinara tersentak.
"Ma-maksudnya? Ma-malda..."
"Ya. Malda. Putri sulung Abnag kamu saat ini dalam keadaan bahaya. Dan sekarang, hanya kamu dan Abang kamu yang bisa menyelamatkan."
"Caranya?" tanya Ali yang kini begitu serius saat menatap wajah wanita paruh baya itu.
"Caranya hanya kalian yang tau. Nyak hanya menyampaikan apa yang Nyak lihat saat menyentuh tangan istri kamu. Dan juga istri kamu saat ini sedang hamil."
Wajah pucat Kinara begitu kentara terlihat. Kinara menunduk dan mengusap lembut perut datarnya.
Tes.
Tes.
__ADS_1
Buliran bening itu menetes mengalir di pipinya. Hiks .. Anakku.. Adek hamil Bang. Anak kita!" katanya sama Ali yang kini masih shock hingga tidak bisa berkata-kata.
"Dengarkan Nyak baik-baik. Saat ini nyawa Malda dalam bahaya. Hanya kalian yang bisa menyelamatkan nya. Nyak nggak tau dengan cara seperti apa. Tetapi yang jelas, hanya jalian bertigalah yang bisa. Jika kalian kesana tidak memungkinkan karena ada yang harus kalian lindungi.."
Deg!
"Yang jelas. Saat ini banyak nyawa yang harus kalian lindungi. Tetapi ingat! Setiap yang hidup pasti akan mati. Ada timbal baliknya. Nyak tidak bisa menjelaskannya. Suatu saat kalian pasti akan tau dan akan menemukan jawaban dari setiap pertanyaan yang timbul di benak kalian. Nyak hanya perantara yang mengingatksn kalian. Selama dua minggu disini Nyak mencari kalian karena Nyak menemukan benda ini. Karena benda inilsh nyak bisa sampai kemari. Nyak harap, kalian tetap tabah terhadap apapun yang terjadi."
Deg, deg, deg..
Jantung Ali dan Kinara seperti lari marathon mendengar ucapan Wanita tua ini.
Timbal balik? Yang hifup pasti akan mati? Apa maksudnya?? Tanya Kinara dalam hati.
Wanita tua itu tersenyum saat melihat wajah bingung Kinara. "Suatu saat kamu pasti akan tau. Untuk itu, kuatlsh dari sekarang. Kalian bertiga orang yang terpilih yang menjadi pelindung keturunan Raja Datok Amirullah Syam yang saat ini sedang kacau karena pemimpin nya tidak baik. Untuk itu, kalian harus kuat dan selalu menjadi pembimbing Malda. Katena kalian orang terpilih untuk mendampinginya.."
Ali dan Kinara semakin tertegun mendengar ucapan wanita tua itu.
__ADS_1
Mereka tidak tau harus berbuat apa saat ini. Yang bisa mereka lakukan hanyalah, bersabar akan setiap cobaan yang memang sudah ditetapksn oleh takdir.